
Di perjalanan...
Tian Lei tampak penasaran dengan situasi yang dikatakan Jie longhuo tadi, tanpa pikir panjang ia langsung bertanya.
"Tetua Jie. Situasi yang anda maksud tadi seperti apa? Apakah klan darah mencariku sampai ke sekte naga biru?..."
Jie longhuo kala itu sedang fokus melihat ke depan lalu melihat ke arah Tian Lei. "Bukan. Mereka tidak akan berani memasuki sekte naga biru. Situasi yang aku maksud adalah kau harus secepatnya sampai ke sekte naga biru untuk melawan lima besar dalam kompetisi murid dalam kali ini. Walaupun aku tahu kau akan menang. Tapi orang-orang tua itu sama sekali tidak percaya dengan kekuatanmu..."
"Oh? Apakah aku harus masuk ke jajaran murid dalam? Jujur saja, aku memasuki sekte naga biru bukan karena kemauanku. Tapi, itu untuk menyenangkan gadis kecil itu saja. Aku sama sekali tidak tertarik dengan keterikatan dengan sebuah sekte. Aku lebih menyukai kebebasan, karena itulah aku bisa mencapai ini semua. Lagi pula, masuk ke dalam sebuah sekte tidak ada bedanya dengan pelatihan sendiri..." Ucap Tian Lei sambil melihat ke arah langit.
Yang dikatakan oleh Tian Lei itu bukan hanya untuk kehidupannya yang sekarang, itu memang telah ia tekankan pada kehidupannya yang sebelumnya.
Dulu, ia telah menerima undangan dari sekte-sekte besar di benua tengah, karena sifatnya yang lebih menyukai kebebasan ia menolak itu semua dan mencapai puncak kekuatannya dengan usahanya sendiri tanpa dukungan dari sekte manapun.
Jie longhuo melihat Tian Lei lalu mengangguk. "Kau benar. Dengan bakatmu yang luar biasa ini, jika kau melakukan petualangan untuk mencari keberuntungan, kau pasti akan mencapai ranah Immortal dalam kurun waktu dua tahun..."
"Tapi, kami tidak akan membatasi kebebasan seseorang. Jika kau hendak keluar dari wilayah sekte, kau hanya perlu mengambil misi. Dan jika ingin keluar dalam waktu yang lama, aku bisa memilihkan satu misi yang mungkin perlu untukmu berlatih selama berbulan-bulan terlebih dahulu..."
Tian Lei mengangkat keningnya. "Misi apa itu? Apakah sangat berbahaya sampai harus melakukan pelatihan yang lama terlebih dahulu?..."
Jie longhuo tersenyum dan kembali melihat ke depan. "Kau akan tahu saat kau mencapai murid dalam nanti..." Ucap Jie longhuo.
Selama perjalanan mereka menuju ke wilayah sekte naga biru, Tian Lei memanfaatkan waktunya untuk bermeditasi untuk menghilangkan rasa bosannya.
Sekitar dua jam, Jie longhuo dan Tian Lei akhirnya sampai di dalam wilayah sekte naga biru, tepatnya di dalam wilayah murid luar.
Bangau salju tidak berhenti di lapangan tempat mendarat yang biasanya, ia terus terbang masuk ke dalam wilayah murid luar dan kemudian mendarat di dekat keramaian.
Kerumunan murid luar melihat ke arah bangau salju, setelah bangau salju mendarat dengan baik, Tian Lei dan Jie longhuo melompat turun dari punggung bangau salju.
"Itu tetua Jie! Jadi, yang disebelahnya pasti Tian Lei!..." Salah seorang murid membuka mulutnya.
"Tian Lei?! Orang yang dikabarkan mendapatkan token emas dari tetua Jie dan merupakan kekasih dari nona Saint?!..."
"Aku ingin melihat, bagaimana orang ini bisa bertahan di sekte naga biru ini. Secara, senior Li Quan juga menyukai nona Saint..."
Tian Lei tidak mengindahkan kata-kata orang-orang yang berada di dalam kerumunan, ia berjalan dengan santai sambil melirik kelima murid teratas yang akan menjadi lawannya kali ini.
Kelima murid itu terdiri dari dua orang gadis dan juga tiga orang pemuda dengan tingkat kultivasi puncak Yin dan Yang.
Ya, tentu saja Tian Lei bisa mengalahkan mereka dengan mudah, tapi ia berniat untuk bermain dengan kelima jenius tersebut.
Sama dengan Tian Lei, kelima peringkat teratas juga melihat ke arah Tian Lei dengan tatapan dingin.
"Memberi hormat pada tetua Jie..." Kelima orang itu secara bersamaan memberi hormat setelah Tian Lei dan Jie longhuo telah menaiki panggung pertarungan.
__ADS_1
"Tetua Jie. Apakah anak ini adalah orang yang anda bicarakan? Apakah dia adalah orang yang akan melawan kami berlima?..." Seorang murid laki-laki dengan rambut hitam panjang berbicara setelah memberikan penghormatan, dia adalah peringkat satu kompetisi kali ini, yakni Dai Xian.
"Ya, Tian Lei akan melawan kalian berlima. Jika dia menang, maka ia akan menjadi murid dalam. Tapi, jika kalian bisa mengalahkannya, maka sesuai kesepakatan, aku akan memberikan ratusan pil kultivasi Mahayana pada masing-masing dari kalian..." Ucap Jie longhuo dengan penuh percaya diri dengan keputusan yang ia ambil.
"Hehe, karena anda telah mengatakannya, lebih baik kita mulai sekarang!..." Seorang murid laki-laki dengan badan dan otot-otot tubuh yang besar juga ikut bersuara, murid ini adalah Dong Dao.
Jie longhuo melihat ke arah Tian Lei. "Bagaimana? Apakah kau telah menyiapkan dirimu?..."
Tian Lei tersenyum. "Aku selalu siap..."
"Baiklah! Karena kedua belah pihak telah saling bersedia, maka pertarungan ini akan dimulai sekarang!..." Ucap tetua Jie longhuo dan terbang menghampiri tetua yang lainnya.
.
... Di lapangan pertarungan...
Tian Lei telah berdiri kokoh disana di depan kelima murid peringkat teratas, mereka saling beradu tatapan yang tajam.
"Saudara Tian Lei. Saya dengar dari tetua Jie bahwa anda telah mencapai ranah Mahayana? Bukankah ini akan menjadi pertarungan yang tidak adil?..." Ucap Dai Xian.
Tian Lei mengangkat alisnya heran. "Lalu apakah kau memiliki ide yang bagus?..." Ucap Tian Lei.
"Ya, saya memiliki saran. Bagaimana kalau saudara Tian Lei menekan basis kultivasi anda ke puncak Yin dan Yang? Bukankah itu akan menjadi pertarungan yang cukup adil?..."
"Bagaimana dengan sekarang? Apakah kita bisa memulai pertarungan ini?..." Tian Lei tersenyum dengan kuda-kuda bertarungnya yang telah terpasang.
Dai Xian ikut tersenyum. "Hehe, kalau sudah begini maka pertarungan akan menjadi adil. Ayo kita mulai!..." Dai Xian mengeluarkan aura kultivasinya.
Keempat orang yang lainnya ikut mengeluarkan aura kultivasi mereka yang hampir setara dengan milik Dai Xian.
Tian Lei mengeluarkan Petir Hitam di sekeliling tubuhnya, "Jangan menahan diri. Serang aku secara bersamaan!..." Tian Lei memainkan jari telunjuknya untuk menantang lima orang di depannya.
"Kau yang memaksa kami!..."
Kelima orang tadi melesat ke arah Tian Lei dengan memegang senjatanya masing-masing, Tian Lei menatap mereka dengan tajam.
Ia mengangkat jari telunjuk kanannya dan mengarahkannya ke arah kelima orang tersebut.
Drtt!
Tembakan badai petir langsung keluar dari jari Tian Lei dan menyambar kelima murid teratas.
Mereka berlima dengan cepat menghindari serangan Tian Lei dan mundur ke belakang.
Setelah menghindar dengan sempurna, Dai Xian membentak. "Tian Lei! Jika kau ingin mengalahkan kami dan memasuki wilayah murid dalam, kau harus mengeluarkan kekuatanmu yang sebenarnya!..."
__ADS_1
Setelah kata-katanya terucapkan, Dai Xian menghilang dari tempatnya saat ini menjadi cahaya, sosoknya kemudian muncul di atas kepala Tian Lei bersiap untuk menancapkan pedangnya dengan kuat.
Tian Lei melihat hal itu dengan jelas dan mengarahkan jari telunjuknya ke arah Dai Xian yang ada di atasnya.
Zrtt!
Gelombang petir kembali muncul dari jari telunjuknya dan menyerang Dai Xian dengan Sambaran ke segala arah.
"Tian Lei! Jangan salahkan kami melawanmu secara bersamaan! Jika kami kalah dengan junior sepertimu, maka wajah kami akan tercoreng!..."
Tian Lei melihat ke arah sumber suara dan dapat melihat Dong Dao yang sedang mengangkat kapak besar dan ketiga murid lainnya dengan senjata mereka masing-masing menuju ke arahnya.
"Belahan Kapak Pemusnah!..."
"Sayatan Angin Raya!..."
"10.000 pedang petir!..."
"Cambukan Perobek Baja!..."
Saat keempat murid teratas itu mengeluarkan serangan kuat mereka secara bersamaan, situasi mematikan sekarang terlihat sedang mendekati Tian Lei yang sedang berdiam diri.
Saat keempat serangan kuat itu hampir mencapai sosok Tian Lei, raut wajah Tian Lei berubah seketika.
"HAHAHAHA! Aku akan menunjukkan apa itu kekuatan pada kalian!..."
Tian Lei tertawa terbahak-bahak setelah tangan kanannya kini penuh dengan aura hitam yang mengerikan.
Menghadapi situasinya saat ini, Tian Lei dengan cepat mengarahkan telapak tangan kanannya ke depan.
"Segel Kegelapan Tanpa Batas! Serap!..."
Energi yang begitu besar dari Segel kegelapan Tanpa Batas kini berputar-putar di depan telapak tangan Tian Lei dan dengan santai menyerap keempat serangan yang bisa menghancurkan bangunan tersebut.
Setelah pelatihannya selama ini, kekuatan dari Segel kegelapan Tanpa Batas yang sebenarnya akhirnya di dapatkan kembali oleh Tian Lei.
Sekarang, segala serangan yang berasal dari kultivator dengan ranah kultivasi dibawah atau setara dengannya bisa ia hisap kedalam Segel Kegelapan Tanpa Batas.
"Hah?.."
Dai Xian, Dong Dao dan ketiga murid teratas lainnya memasang wajah bingung saat itu, mereka benar-benar tidak tahu apa yang terjadi.
"Dia menghisapnya? Dia bisa menghisap serangan kita?..." Dong Dao berkata dengan wajahnya yang masih terlihat bingung.
Tian Lei dengan wajah percaya dirinya tersenyum. "Kelima senior. Seperti kata kalian. Aku tidak akan menyembunyikan kekuatanku. Karena itu bukanlah gayaku..."
__ADS_1