
Jangan lupa memberikan dukungan dengan cara Like, Vote, kasih hadiah 😂, dan komen.
.
.
"Adik ipar mu begitu mengerikan..." Ucap Qing Xiao Li yang tercengang dengan teknik bertarung Tian Lei tadi.
"Ya, dia mirip adikku yang sedang marah saat ini..." Ucap Xie Tianyang yang ikut tercengang.
"Tuan muda, saudara anda begitu luar biasa..." Ucap Ru Jian.
"Yah, aku juga baru tahu kalau dia punya kebiasaan menghancurkan masa depan laki-laki..." Yan Yuan Li merasa ngeri dengan hal yang dilakukan Tian Lei tadi.
Perbincangan mereka kemudian terhenti setelah melihat Tian Lei mengeluarkan sayap Phoenix Ungu di punggungnya.
Mereka melihat Tian Lei yang mengepakan sayapnya dan terbang hingga ketinggian 50 meter.
Tian Lei dengan tatapan mata yang dingin kemudian mengeluarkan energi spiritual berwarna emas dan memadatkannya di udara.
"Puncak Gunung Suci! Muncullah!..." Ucap Tian Lei, energi spiritual berwarna emas yang ada diudara kemudian mulai memadat membentuk sebuah puncak gunung yang terbilang sangat besar.
Tian Lei memegang puncak gunung berwarna emas itu dengan tangan kanannya, tatapan semua orang sekarang adalah tatapan kagum terhadap Tian Lei.
Dalam bayangan pupil mata mereka, hanya ada warna emas yang begitu kuat.
Di udara, Tian Lei sambil memegang puncak gunung suci tampak seperti seorang dewa yang turun dari langit untuk membantai para iblis.
Tian Lei lalu tersenyum. "Apakah kalian sudah siap?..." Tanya Tian Lei.
"Tunggu!... Tunggu!..." Salah satu pengawal melambaikan tangannya ke arah Tian Lei.
Tian Lei tersenyum "Mau tunggu apa lagi? Lebih baik rasakan sekarang!..." Ucap Tian Lei lalu melemparkan puncak gunung suci ke arah mereka bertiga.
"Tidak!..."
"Jangan!..."
Ketiga orang itu berteriak ketakutan.
Puncak Gunung Suci terus melesat turun dengan cepat hingga akhirnya membentur daratan.
Bom!...
Suara benturan itu sangat keras, mungkin akan terdengar hingga ratusan mil jauhnya.
__ADS_1
Setelah aura keemasan dari puncak gunung suci menghilang sepenuhnya dari tempat tersebut, tampak ketiga orang tadi sudah menerima luka yang parah, gigi mereka lebih dari sebagian telah copot dan mata mereka sekarang hanya menunjukkan warna putih, mungkin hampir semua tulang mereka juga patah.
Semua orang yang melihat itu hanya bisa tercengang dengan mata yang terbuka lebar tanpa bisa berucap sepatah kata pun.
"Luar biasa..." Ucap Qing Xiao Li.
"Benar-benar layak menjadi saudara dari pangeran ini..." Ucap pangeran Yan Yuan Li.
"Hm, dia sangat jenius. Andai saja kekasih hatiku memiliki setengah kehebatan si Tian Lei ini. Mungkin hidupku akan lebih baik..." Ucap Ying Hua yang bermaksud untuk menyindir seseorang.
Wajah Jian Ren tampak cemberut. "Jangan bandingkan aku dengan dia. Jika aku memiliki 1/10 kehebatannya mungkin aku akan menikah dengan putri Yan Ling Fei..." Ucap Jian Ren dan disambut dengan tatapan dingin nan tajam dari Ying Hua dan pangeran Yan Yuan Li.
"Apa kau bilang?..." Ucap pangeran yang Yuan Li.
"Sayangku, apakah 'adikmu' mau kupotong sekarang juga?..." Tanya Ying Hua dengan senyum yang mengerikan dan pedang elemen es muncul di tangan kanannya.
Jian Ren panik dengan senyuman diwajahnya. "Tidak-tidak. Aku hanya bercanda..." Ucap Jian Ren sambil melambai-lambaikan tangannya di depan dadanya.
"Hmph..." Ying Hua melipat kedua tangannya dan mengalihkan pandangannya dari Jian Ren.
Sementara itu, Tian Lei yang masih melayang diudara kemudian turun perlahan menuju lantai monumen.
Tian Lei berjalan perlahan menuju ke arah perwakilan-perwakilan dari lima pilar kekaisaran dan juga pangeran Yan Yuan Li di sana.
Tian Lei mendekati Xie Tianyang dan mengeluarkan sebuah telur yang ia dapat dari sarang Elang Perak sebelumnya.
Xie Tianyang melambai-lambaikan tangannya. "Tidak-tidak. Tian Lei, ini terlalu berharga. Aku tidak bisa menerimanya..." Ucap Xie Tianyang.
"Ambillah, anggap saja sebagai mahar pernikahan ku dengan Ning'er nanti dan sisanya akan aku berikan nanti saat hampir menikah..." Ucap Tian Lei.
Xie Tianyang tersenyum, ia menggeleng kecil dan menghela nafas pasrah. "Baiklah. Akan aku tunggu sisanya..." Ucap Xie Tianyang, ia meraih telur yang diberikan oleh Tian Lei lalu memasukkannya ke dalam cincin penyimpanannya.
Pangeran Yan Yuan Li yang ada di samping Tian Lei menyenggol Tian Lei beberapa kali dengan siku tangannya.
"Hei, apakah saudaramu ini tidak mendapatkan hadiah juga?..." Ucap pangeran Yan Yuan Li menggoda Tian Lei.
Tian Lei menghela nafasnya. "Baiklah..." Ucap Tian Lei, ia kemudian mengeluarkan sebuah tas kecil dari dalam cincin penyimpanannya.
Ia kemudian menyerahkan tas kecil itu pada Yan Yuan Li. "Ini..." Ucap Tian Lei.
Yan Yuan Li meraih tas kecil itu dengan semangat lalu membukanya dan apa yang ada didalam membuatnya begitu lemas.
"Ini... Hanya batu kerikil?..." Ucap Yan Yuan Li, ia mengeluarkan sebuah batu kerikil dari dalam tas tersebut dan melihatnya dari dekat.
"Hei, apakah kau bercanda denganku? Batu kerikil ini untuk apa?..." Tanya Yan Yuan Li.
__ADS_1
"Kenapa? Apakah kau tidak mau? Kalau tidak mau, kembalikan saja..." Ucap Tian Lei, ia kemudian memajukan tangannya untuk mengambil tas kecil yang ada di tangan Yan Yuan Li.
Yan Yuan Li langsung menaikkan tangannya ke atas untuk menghindari tas yang diberikan Tian Lei tadi tidak diambil kembali.
"Kau jelaskan dulu ini apa?..." Tanya Yan Yuan Li.
"Baiklah... Itu adalah kerikil cahaya bintang. Itu adalah salah satu sumber daya kultivasi di dunia ini, setara dengan pil kultivasi Mahayana kualitas lanjutan..." Ucap Tian Lei dan langsung membuat semuanya terbelalak.
Yan Yuan Li kemudian tersenyum. "Hehe, kalau begitu terimakasih..." Ucap Yan Yuan Li lalu memasukkan tas kecil tadi kedalam cincin penyimpanannya.
Tian Lei kemudian melirik ke arah Mo Zhi Dao yang terlihat sedang ketakutan, Tian Lei tersenyum ke arahnya.
"Oh, aku lupa jika masih ada anak nakal yang belum mendapatkan hukumannya..." Ucap Tian Lei, ia berjalan mendekati Mo Zhi Dao dan memegang kerah bajunya sama seperti dulu.
Tian Lei kemudian menyeret Mo Zhi Dao dan membuatnya dipermalukan di depan umum.
"Tian Lei, tolong hentikanlah. Bagaimanapun dia masih tuan muda dari pilar kekaisaran..." Ucap Yan Yuan Li untuk menenangkan Tian Lei.
Tian Lei berhenti, ia mengepalkan tangannya dengan kuat. "Yan Yuan Li. Mengapa harus menghormati lembah iblis? Bukankah kau sendiri tahu bagaimana kelakuan mereka? Apakah kau lupa kejadian satu tahun yang lalu?! Sebuah kota hancur dalam semalam karena mereka! Aku bahkan hampir kehilangan nyawaku karena mereka!..." Ucap Tian Lei dengan amarah yang menggebu-gebu.
Yan Yuan Li menunduk, ia tidak bisa berkata apa-apa lagi dan Tian Lei kembali melanjutkan langkahnya.
"Lepaskan aku!..." Ucap Mo Zhi Dao dengan lantang dan mencoba melepaskan genggaman Tian Lei dari pakaiannya.
"Aku adalah tuan muda dari lembah iblis! Jika kau tidak ingin seluruh keluargamu mati, maka lepaskan aku sekarang!..." Ucap Mo Zhi Dao.
Tapi, Tian Lei sama sekali tidak mengindahkan perkataan Mo Zhi Dao, ia terus berjalan menyeret Mo Zhi Dao dan berhenti.
"Hahaha! Apakah kau berubah pikiran? Apakah kau mau berlutut pada tuan muda ini sekarang? Cepat berlutut! Mungkin aku masih akan memberikan keringanan padamu!..." Ucap Mo Zhi Dao.
Tian Lei dengan ekspresi acuh tak acuh pada Mo Zhi Dao langsung melemparkannya ke hamparan pasir di luar lantai monumen dekat dengan ketiga pengawal sebelumnya.
Tian Lei mengeluarkan sebuah rantai penyegel tingkat raja yang ia ambil dari keluarga Tang dan melemparkannya ke atas.
Tian Lei membacakan sebuah mantra penyegel dan menembakkan kekuatan jiwanya pada rantai penyegel.
Tian Lei langsung mengendalikan rantai penyegel dan mengikat Mo Zhi Dao dengan itu.
Setelah Mo Zhi Dao terikat oleh rantai, Tian Lei langsung mengaktifkan Aray segel yang ia tanamkan pada rantai penyegel sebelumnya.
"Segel! Aktif!..." Ucap Tian Lei, lalu beberapa kalimat kuno muncul dari rantai-rantai itu dan menghempas ke permukaan bumi.
Hal itu membuat munculnya sebuah lingkaran Aray penyegel dengan simbol-simbol yang rumit tergambar pada lingkarannya.
Bersamaan dengan itu, Mo Zhi Dao yang berada dalam lingkaran itu sama sekali tidak bisa bergerak, ia hanya bisa bernafas dan berbicara saja.
__ADS_1
"Sialan kau! Lembah iblis tidak akan melepaskan keluargamu!..." Ucap Mo Zhi Dao penuh amarah.
Tian Lei tersenyum sinis. "Cih, cepat atau lambat, Lembah iblis yang kau banggakan itu akan aku hancurkan untuk menunaikan janjiku..." Ucap Tian Lei.