
Setelah menyelesaikan urusannya di Aula Misi Tetua, Tian Lei pergi ke arah Aula Harta Tetua yang dikatakan oleh Jie Xuan Long.
Di luar Aula Misi Tetua, Tian Lei menghirup udara segar lalu melesat dengan cepat di udara untuk menuju Aula Harta Tetua.
Dalam beberapa menit, Tian Lei sekarang telah berada di depan sebuah gedung yang tinggi, besar dan juga megah. Itu bisa dikatakan setara dengan Aula Misi Tetua.
Tian Lei segera memasuki gedung yang besar itu, saat ia masuk matanya bisa melihat bahwa ada banyak tetua yang sedang melihat-lihat barang berharga yang ada di dalam Aula.
Saat Tian Lei masuk dan berjalan lurus, banyak tetua yang mengarahkan pandangan bingung ke arah Tian Lei. Mungkin mereka merasa heran dengan seorang murid yang memasuki Aula Harta Tetua, sedangkan untuk para murid hanya diberikan poin kontribusi bukan poin tetua.
Tian Lei terus berjalan lurus sambil melihat-lihat ke arah barang berharga di sekitarnya, kalau-kalau ada barang yang ia inginkan.
Setelah lama melihat-lihat, Tian Lei akhirnya menemukan hal yang ia inginkan, itu adalah bahan herbal tingkat 7 yang diperlukan Tian Lei.
Bahan ini adalah salah satu dari tiga bahan herbal untuknya membuat sebuah pil dengan salah satu bahannya telah dia dapatkan, yakni Teratai Api Pembakar.
"Jamur Kehidupan?..."
Tian Lei memandang sebuah herbal berupa jamur yang memiliki lima waran dan kaya dengan aura kehidupan.
Tian Lei segera menghampiri bahan herbal tersebut dan mengambilnya. Ia lalu berjalan ke arah meja penjaga.
Saat berada di meja penjaga, Tian Lei dapat melihat sosok yang begitu familiar.
Orang tua yang bijaksana duduk di belakang meja penjaga, rambut putih dan janggut putih tertata rapi.
"Tetua Xi Liang?..." Ucap Tian Lei.
Tetua Xi Liang melihat ke arah Tian Lei, ia memainkan janggutnya dan tersenyum dengan mata yang terpejam.
__ADS_1
"Hoho, Tian Lei. Ada perlu apa kemari?..."
Tian Lei meletakkan Jamur Kehidupan ke atas meja. "Aku ingin menukar poin tetua dengan ini..." Ucapnya.
Tetua Xi Liang melihat ke arah jamur Kehidupan ia lalu memalingkan wajahnya ke arah Tian Lei.
"Apakah kau serius? Jamur ini termasuk ke dalam herbal langka dalam jajaran herbal tingkat tujuh. Ia seharga lima ratus ribu poin tetua, atau setara dengan lima juta poin kontribusi murid..." Ucap Xi Liang dengan serius.
Tian Lei hanya tersenyum dan mengangguk. "Aku bisa membayarnya..." Ucapnya dan menyerahkan kartu logam merah kepada tetua Xi Liang.
Tetua Xi Liang mengambil kartu logam merah yang diberikan Tian Lei, setelah melihat angka yang terpapar di dalamnya, tetua Xi Liang sangat terkejut karena ada jumlah yang terbilang banyak di dalam kartu logam merah tersebut.
Ia langsung melihat ke arah Tian Lei dengan tatapan tak percaya. "Apakah ini benar-benar milikmu?..."
Tian Lei mengangguk. "Tidak mungkin bukan, seorang murid bisa mencuri kartu logam merah dari tetua?..." Tian Lei mengangkat kedua bahunya saat berbicara.
Tetua Xi Liang kemudian teringat dengan peristiwa yang terjadi beberapa bulan yang lalu. Dimana cahaya hijau menembak ke langit tapi sama sekali tidak ada tetua yang sedang menjalankan misi peringkat tinggi saat itu.
Tetua Xi Liang membelalakkan matanya. "Jangan-jangan, kau adalah orang yang menyelesaikan misi tingkat tinggi itu?..." Ucapnya dengan pelan agar yang lain tidak bisa mendengar.
Tian Lei tersenyum. "Tidak disangka, anda akan mengetahuinya dengan cepat, tanpa harus aku yang memberi tahu..." Ucapnya.
Xi Liang menghela nafasnya, ia mengusap-usap dadanya. "Kau benar-benar lebih mengerikan dari leluhurmu..." Ucapnya.
Xi Liang kemudian mulai melayani transaksi dengan Tian Lei, setelah beberapa saat, transaksi telah selesai dan poin tetua milik Tian Lei hanya tersisa 250.000 saja.
Tian Lei mengeluarkan sebuah peti khusus menyimpan herbal, ia lalu memasukkan Jamur Kehidupan ke dalam peti dan kembali memasukkannya ke dalam cincin penyimpanannya.
Tian Lei melihat ke arah Tetua Xi Liang lagi dan bertanya. "Tetua, apakah ada senjata yang cocok untuk seorang anak laki-laki dengan elemen es?..."
__ADS_1
Xi Liang tampak heran, ia mengangkat alisnya. "Untuk apa?..."
"Aku memiliki seorang adik angkat, aku ingin menjadikan ini sebagai hadiah..."
Xi Liang percaya dan mengangguk. "Aku tidak tahu, apakah itu cocok atau tidak..." Ucapnya dan menunjuk ke arah sebuah senjata yang dipajang di pojok ruangan.
Tian Lei melihat ke arah pojok ruangan yang di tunjuk oleh Xi Liang.
Tian Lei dapat melihat sebuah tombak berwarna putih yang cukup pendek telah di pajang di sana. Walaupun tombak itu berwarna putih, tapi ada jejak warna merah pada gagang tombaknya dan seluruh mata tombaknya adalah warna merah.
Tian Lei tampak senang melihat senjata tersebut karena merasa pas sekali dengan tubuh Xiao Bai yang kecil.
Tian Lei berjalan ke arah pojok ruangan dan mengambil tombak tersebut. Lalu ia kembali ke meja Xi Liang.
Tian Lei meletakkan tombak ke atas meja. "Tetua, tombak ini sangat cocok untuk adikku. Bolehkah aku tahu, berapa harga tombak ini?..."
Xi Liang memainkan janggutnya. "Ini adalah Tombak Salju Berdarah, hanya Artefak tingkat Kaisar peringkat tinggi. Kabarnya, ini adalah milik cucu dari pendiri sekte. Tapi, dia mati muda. Pada akhirnya, ayahnya yang merupakan penerus langsung dari pendiri sekte memutuskan untuk menempatkan tombak ini ke Aula Harta Tetua ini. Tapi, dari dulu sampai sekarang, tidak ada yang berminat dengan tombak ini, mungkin karena ukurannya yang kecil tidak cocok dengan para tetua. Karena terlalu lama berada di sini dan tak ada yang berminat, ini kemudian hanya diberikan harga 300.000 poin tetua. Jika kau menginginkannya, cukup bayarkan semua poin tetua yang kau punya dan untuk sedikit kekurangannya, biarkan aku yang menutupi..."
Saat mendengar bahwa tetua Xi Liang yang bersedia menutupi kekurangan atas biaya pembelian Tombak Salju Berdarah, Tian Lei tidak tahu harus tersenyum bahagia atau tersenyum pahit.
"Orang tua ini, berapa banyak poin tetua yang telah ia kumpulkan?..." Pikirkan Tian Lei sambil tersenyum seadanya.
Tian Lei membungkuk ke arah Xi Liang dan memberikan kartu logam merahnya pada Xi Liang lagi.
"Terimakasih tetua..." Ucapnya dan Xi Liang mengangguk.
Setelah transaksi yang kedua telah selesai, Tian Lei memutuskan untuk pamit.
Tian Lei memasukkan Tombak Salju Berdarah ke dalam cincin penyimpanannya lalu membungkuk ke arah Xi Liang. "Tetua Xi, kalau begitu, saya mohon pamit..."
__ADS_1
"Ya..." Ucap Xi Liang mengangguk.
Setelah berpamitan, Tian Lei berbalik dan berjalan keluar dari Aula Harta Tetua.