
Sementara itu, jauh dari medan perang di tengah lapangan besar, tampak sekali di udara diatas kediaman para murid, Tian Lei dan patriak Sekte Gerbang Dewa Racun sedang beradu pukulan sejak hampir setengah jam yang lalu.
Keduanya tampak memiliki kekuatan fisik dan energi yang sangat seimbang. Sehingga, sangat sulit untuk menentukan siapa yang lebih unggul di antara mereka.
Sedari tadi, meskipun Tian Lei nampak sangat tenang dengan wajahnya yang datar, tapi ia sebenarnya cukup khawatir dengan pertempuran yang sedang berlangsung di lapangan besar, ini karena ia menyadari bahwa Xiao Hong telah keluar dari pertempuran itu dan berduel dengan tetua pertama.
Tapi, setelah ia merasakan energi yang kuat yang kemungkinan berasal dari Yu'er dan setelah Yu'er melakukan perlawanan yang cukup besar pada para tetua, Tian Lei sebelumnya sudah agak lega.
Terlebih lagi, setelah kini Yu'er masuk dalam pertempuran di tengah lapangan besar, energi racun dan kekuatan teknik medan racun milik Yu'er sangatlah cocok untuk pertempuran besar semacam ini karena mudah baginya mendapatkan pembantaian.
Di tengah dirinya yang beradu pukulan dengan patriak Du Xuan Yang, Tian Lei agak memberikan senyuman puas di wajahnya.
Melihat senyuman dan ketidakfokusan pada Tian Lei, patriak Du Xuan Yang merasa marah karena ia berpikir bahwa Tian Lei saat ini sedang meremehkan dirinya.
"Tersenyum?! Kau tersenyum saat melawan ku hah?!..."
Buk!!!
Patriak Du Xuan Yang mendapatkan celah dari Tian Lei dan meninju bagian tulang rusuk di bawah ketiak kanan Tian Lei.
Tian Lei yang mendapatkan satu serangan ini hanya dapat memiringkan tubuhnya dan menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakit dan pastinya menahan dirinya agar tidak terpental.
Bang!!!
Tapi, patriak Du Xuan Yang segera menguatkan kepalan tangannya dan memberikan gelombang serangan fisik yang dahsyat.
Hal ini pun membuat Tian Lei terpental puluhan meter tapi tidak sampai membuat tubuhnya jatuh ke daratan.
Di kejauhan, Tian Lei memegang bagian kanan tulang rusuknya dan menyadari ada tulang rusuknya yang patah. Tapi, api hitam kemudian muncul dan membakar tubuh Tian Lei hingga akhirnya semua luka yang di miliki Tian Lei hilang tanpa bekas sedikitpun.
"Api apa itu?!..." Ucap patriak Du Xuan Yang yang terkejut melihat kobaran api hitam yang bukannya membakar tapi malah menyembuhkan luka Tian Lei.
"Haha..." Tian Lei sedikit tersenyum saat ia kembali menatap Du Xuan Yang yang saat ini telah menatap dirinya dengan tajam.
__ADS_1
"Bisa-bisanya aku menurunkan fokus ku saat melawanmu ya. Baiklah, aku akan sangat serius mulai dari sekarang!..." Ucap Tian Lei.
Wuzz!!!
Tian Lei meluapkan energi ungu yang sangat dahsyat dari dalam tubuhnya, kekuatannya saat ini sudah sangat luar biasa dan benar-benar cukup untuk mendorong Du Xuan Yang dalam kekalahan.
Tapi, melihat Tian Lei yang telah meluapkan kekuatan yang luar biasa dari dalam tubuhnya, Du Xuan Yang juga segera meluapkan energi racun merah yang gelap dari dalam tubuhnya.
Tian Lei lalu melesat ke arah Du Xuan Yang setelah ia membuka matanya perlahan, begitu juga Du Xuan Yang yang juga melesat ke arah Tian Lei untuk membenturkan kekuatan mereka yang sangat dahsyat.
Bang!!!!
Energi racun merah gelap dan energi ungu gelap segera berbenturan di atas langit dan menciptakan fenomena yang mengerikan.
Tian Lei dan Du Xuan Yang terus beradu pukulan untuk mengalahkan satu sama lain.
Kekuatan mereka yang dahsyat terus berbenturan dengan kecepatan yang tak masuk akal, ini karena pergerakan mereka bahkan tak dapat di lihat dan hanya memperlihatkan benturan kekuatan mereka saja.
Fenomena layaknya peluru yang berbenturan ini terjadi selama beberapa menit dengan hasil yang mustahil untuk di prediksi.
Sebuah teratai raksasa kemudian terbentuk di atas telapak tangan kanan Tian Lei dan itu mengandung energi kematian dan kehancuran yang luar biasa.
Teratai raksasa ini adalah teratai penghancur dari tiga segel larangan yang telah mencapai tingkat sembilan yang bahkan tak mampu di capai oleh Kaisar Jiulong.
Tian Lei kemudian menguatkan telapak tangannya dan membuat ukuran dari teratai penghancur terus menyusut hingga hanya memiliki ukuran sama seperti telapak tangan Tian Lei.
Teratai penghancur yang telah menyusut ini kemudian terus berkedut seperti akan meledakkan dirinya.
Pada saat momen ledakan pada teratai kecil di telapak tangannya akan terjadi, Tian Lei segera menggenggam teratai tersebut di dalam kepalan tangannya yang telah berurat merah.
Tian Lei melesat dengan kecepatan yang luar biasa untuk memberikan tinjunya yang mengandung kekuatan yang dahsyat pada Du Xuan Yang.
Melihat Tian Lei yang akan menyerangnya dengan kekuatan luar biasa yang di bawa Tian Lei di tangan kanannya, Du Xuan Yang segera memadatkan energi racunnya untuk menciptakan sebuah batu pertahanan yang mengerikan di depan tubuhnya.
__ADS_1
Bang!!!!!
Tian Lei meninju batu tersebut dan menciptakan ledakan yang maha dahsyat yang menghentikan pertarungan di lapangan sejenak.
Kini, tangan kanan Tian Lei telah hancur dan pecah berlumuran darah, tapi api hitam kemudian segera membara disana dan membuat luka Tian Lei hilang seketika.
Sementara itu, di depan sana, meskipun Du Xuan Yang telah menggunakan sebuah batu besar dari energi racunnya untuk pertahanan, ia tetap saja mendapatkan luka.
Di tempat nya, Du Xuan Yang telah terluka parah dengan kedua tangan dan kakinya yang pecah dan darah yang tersebar di seluruh tubuhnya.
Dengan luka seperti ini, raut wajah Du Xuan Yang tampak gelap dengan amarah yang menggila dalam dirinya.
"Nak, kau pintar juga menyembunyikan kekuatanmu ya. Dan lagi, api aneh itu benar-benar membuatku kesal..." Ucap Du Xuan Yang di kejauhan.
Tian Lei hanya tersenyum untuk menanggapi itu. "Ya, kebetulan aku memiliki lebih banyak teknik mematikan. Kita masih bisa mencoba yang lainnya. Tapi..."
Tian Lei segera menghentikan perkataan nya perlahan dan menoleh ke arah medan perang.
Di medan perang di tengah lapangan, Yu'er dan sepuluh penguasa kota telah memusnahkan seluruh musuh sampai tak ada satupun kehidupan dari pihak sekte Gerbang Dewa Racun di sana.
Di waktu terakhir, Yu'er berhasil membalaskan kemarahannya pada Du Xiang Yi dengan membuatnya menjadi tulang belulang.
Di tempat Ni Xien, Ni Xien yang telah dalam wujud rupa yang mengerikan telah membunuh tetua kedua dengan luka cakaran tak terhitung jumlahnya di tubuh tetua kedua.
Berdasarkan luka-luka ini, sangat jelas bahwa Ni Xien yang berada di mode tempur harimau putih tahap keduanya sangatlah ganas.
Lalu, di tempat Xiao Hong, Xiao Hong telah berdiri tegak dengan memegang tombaknya yang telah menusuk jantung tetua pertama yang telah terkapar di atas reruntuhan bangunan.
Tampaknya, kekuatan transformasi milik Xiao Hong tidak terbatas pada Sovereign bintang 8 saja.
Setelah melihat semua ini, Tian Lei tersenyum puas dan memutuskan untuk segera mengakhiri pertarungan.
Karena sangat tidak baik baginya untuk berlama-lama menggunakan teknik Amukan Energi Sembilan Surga untuk meningkatkan kekuatannya terlalu lama.
__ADS_1
Tian Lei tersenyum dingin saat ia menatap kembali ke arah Du Xuan Yang. "Patriak Du, ayo kita akhiri ini dalam satu serangan..." Ucap Tian Lei dan Du Xuan Yang hanya membalasnya dengan tatapan tajam.