
Bang! Bang! Bang!
Bongkahan-bongkahan es yang lebih kecil menyebar ke segala arah dan berjatuhan hingga menghantam banyak bangunan di dalam sekte hingga hancur.
Ketika hujan bongkahan es telah berhenti, semua orang yang awalnya berada di dalam penghalang kini melihat ke segala arah dan menemukan bahwa ribuan murid yang lain yang berada di pihak tetua pertama telah tersebar ke segala arah untuk mengepung mereka.
"Hahaha! Tetua kedua, bagaimana tidurmu dalam beberapa bulan ini? Kuharap kau tidur nyenyak karena memiliki formasi spiritual yang melindungimu..." Tetua pertama muncul di langit di tengah-tengah dan menatap tetua kedua dan tiga tetua lainnya yang berada di bawahnya.
Tetua kedua menatap tetua pertama yang tertawa dengan tatapan matanya yang tajam. "Pengkhianat pun masih bisa tertawa ya?..." Ucapnya dengan dingin.
"Hahaha! Apanya yang pengkhianat? Aku hanya ingin mengambil hakku. Dewi teratai putih telah mati, tentu saja aku yang harus mengambil alih kekuasaan! Tapi kau malah menghalangi ku!!..." Ucap tetua pertama yang kembali tertawa.
Wuzz!!!
Tetua kedua meluapkan energi spiritual nya yang dingin karena marah dengan perkataan tetua pertama. "Sudah ku bilang! Dewi teratai putih belum mati!!!..." Ucapnya dengan suara yang keras.
"Para tetua! Ayo bekerjasama untuk membunuh bajingan pengkhianat ini! Lalu untuk para murid! Bertarung lah untuk bisa terus hidup!!!..." Ucap tetua kedua dengan keras lalu ia bersama dengan ketiga tetua lainnya segera melesat naik untuk berhadapan dengan tetua pertama.
Kini, tetua pertama telah di kelilingi oleh empat tetua dari empat arah.
Tetua pertama memutar pandangannya untuk menatap tetua ketiga, tetua keempat dan tetua kelima satu persatu.
"Tetua ketiga, tetua keempat, tetua kelima, mengapa kalian harus berdiri bersama dengan tetua kedua? Kemarilah dan bantu aku mengambil kekuasaan, lalu aku akan memberikan posisi tetua yang lebih tinggi untuk kalian..." Ucap tetua pertama dengan senyuman licik.
Mendengar ini, hidung tetua ketiga segera berkedut. "Dasar pengkhianat! Jangan samakan kami dengan dirimu yang kotor! Beraninya kau mencoba menghasut kami?!!..." Ucap tetua ketiga dengan marah.
Mendapatkan balasan yang tak ia inginkan, tetua pertama menatap keempat musuhnya dengan dingin lalu ia mengeluarkan aura kultivasi nya.
Wuzz!!
"Baiklah jika itu mau kalian! Lalu jangan salahkan aku jika aku akan membunuh kalian dengan kejam!..." Ucap tetua pertama dan segera mengambil gerakan pertama untuk menyerang.
Sementara itu, di udara yang lebih rendah, keseluruhan murid telah berdiri di udara dan membentuk dua sisi yang saling berhadapan.
__ADS_1
Di sisi yang pertama, ribuan murid berdiri di belakang, sementara Fang Yuan dan Zi Bing Yan memimpin mereka dengan berdiri di depan.
Sementara di sisi yang lain, ribuan murid yang telah melepas pakaian sekte Es Agung berdiri di belakang dan sembilan murid elit berdiri di depan untuk memimpin.
"Fang Yuan, kau benar-benar tidak ingin berubah pikiran? Berdiri disisi yang penuh dengan sampah, itu hanya akan membebanimu..." Ucap murid yang sebelumnya melapor pada tetua pertama, ia adalah Ye Hao, murid elit peringkat kedua.
Fang Yuan tersenyum dan mendengus pelan. "Aku takkan mengubah keputusan ku, aku akan menjaganya dan melawan kalian sampai akhir, sampai akhir..." Ucap Fang Yuan saat ia melirik ke arah Zi Bing Yan di sebelah nya.
"Hahahaha! Fang Yuan, pendekar pedang es selatan! Kini gelarmu bukanlah itu lagi. Tapi, Fang Yuan, si cinta yang bertepuk sebelah tangan..." Ucap Ye Hao saat ia mendengar jawaban dari Fang Yuan.
"Tidak perlu berlama-lama lagi! Semuanya! Maju dan bunuh semua musuh!..." Ucap Ye Hao saat ia mengangkat dan memajukan tangannya.
"Yaa!!!..."
"Semuanya! Lakukan apapun yang kalian bisa untuk bertahan hidup! Serahkan sembilan murid elit ini pada ku dan gadis suci!..." Ucap Fang Yuan saat ia mengangkat pedang birunya.
"Ya!!!..." Semua murid di belakang Fang Yuan dan Zi Bing Yan segera maju untuk berhadapan dengan murid dari sisi yang lain.
Semua murid yang berpencar ke segala penjuru tampak bertarung dengan sengit baik itu di darat ataupun di udara.
Kini, hanya tersisa Fang Yuan dan Zi Bing Yan serta kesembilan murid elit lainnya yang belum mulai untuk mengadu kekuatan mereka.
"Fang Yuan, sekali lagi. Aku akan bertanya sekali lagi. Apakah kau benar-benar takkan mengubah jawabanmu?..." Ucap Ye Hao dan Fang Yuan hanya menatapnya dengan tajam.
Ye Hao tersenyum dan sedikit menunduk saat dirinya memejamkan matanya. "Ternyata memang benar ya. Lebih mudah untuk menghancurkan sebuah gunung daripada mengubah keyakinanmu..." Ucap Ye Hao saat ia membuka matanya lagi.
"Kita bagi dua kelompok, empat orang akan melawan Fang Yuan bersamaku dan empat orang lainnya akan menahan gadis suci. Jangan meremehkan gadis suci hanya karena kultivasi nya lebih rendah, saat ia mengaktifkan segel teratai putih di dahinya, kekuatan bertarung nya akan sangat luar biasa..." Ujar Ye Hao dan kedelapan orang lainnya mengangguk faham.
"Baiklah, sekarang!..." Ucap Ye Hao dan ia segera melesat ke arah Fang Yuan bersamaan dengan delapan orang lainnya yang mulai membagi diri menjadi dua kelompok.
Bang!!!
Ye Hao segera menyerang Fang Yuan dengan kuat dan memukulnya mundur untuk memisahkan Fang Yuan dari gadis suci.
__ADS_1
Kini, Fang Yuan yang jaraknya telah cukup jauh dari Zi Bing Yan telah dikelilingi oleh lima orang termasuk Ye Hao.
Ye Hao memegang pedang merah di tangannya dan menodongkan nya ke arah Fang Yuan. "Sekarang, berhenti melindungi gadis itu dan lawan kami dengan serius. Aku ingin melihat, bagaimana caramu melawan kami berlima sekaligus..." Ucap Ye Hao dengan senyuman sombong di wajahnya.
Fang Yuan menatap kelima orang yang mengelilingi nya dengan serius, lalu ia mengalirkan energi spiritual nya pada pedang biru di tangan kanannya dan membuat pedang itu di penuhi energi cahaya biru yang dingin.
Fang Yuan mengangkat pedangnya dan menggunakan kuda-kuda. "Baiklah. Akupun ingin mengetahui sampai sejauh mana kekuatanku yang sebenarnya..." Ucap Fang Yuan meskipun sebenarnya ia tak begitu percaya diri untuk menghadapi kelima orang tersebut sekaligus.
Stang! Steng! Stang! Steng!
Benturan dari senjata enam orang segera menggema di udara saat Fang Yuan sedang berhadapan dengan kelima musuhnya.
Ia tampak cukup kesulitan untuk mengimbangi kemampuan bertarung gabungan dari lima orang tersebut.
Bahkan jika ia adalah pemegang peringkat pertama dari sepuluh murid elit sekte Es Agung, ia belum pernah sekalipun melawan sepuluh murid elit lainnya selain satu lawan satu.
Dalam pertarungan bersenjata yang terus berlanjut selama beberapa menit ini, Fang Yuan terus di buat kewalahan dalam menghadapi kelima musuhnya.
Ini karena ia adalah pengguna pedang yang jarak serang nya dapat di katakan pendek, sedangkan kelima musuhnya, keempatnya adalah pengguna tombak yang memiliki kemampuan bertarung jarak jauh.
Hal ini tentu saja cukup menyusahkan dirinya, karena dengan senjata tombak mereka yang dapat di gunakan untuk menciptakan jarak, Fang Yuan sama sekali tak di beri kesempatan untuk mendekat dan menyerang tubuh mereka.
Bukan hanya karena perbedaan jarak senjata bertarung ini yang membuat Fang Yuan kewalahan, tapi karena ia juga sesekali melirik ke arah Zi Bing Yan yang sedang bertarung dengan empat murid elit lainnya.
Ia cukup khawatir karena baginya Zi Bing Yan masihlah belum berpengalaman dalam pertarungan yang sebenarnya, karena selama ini Zi Bing Yan hanya di bimbing untuk ber kultivasi dan hanya sesekali di beri kesempatan untuk latih tanding.
Dengan kekhawatiran nya pada Zi Bing Yan ini, tentu saja hal ini sangat membebani pikirannya dan membuat fokusnya berkurang.
Melihat Fang Yuan yang sesekali melirik ke arah Zi Bing Yan, Ye Hao pun memutuskan untuk mundur dan membiarkan keempat rekannya untuk menahan Fang Yuan.
Ye Hao mengangkat pedangnya di depan dadanya dan mengalirkan energi spiritual nya ke dalam pedang tersebut.
Seketika, pedang merah Ye Hao segera bercahaya dan mengeluarkan aura yang cukup mengerikan
__ADS_1