LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Membantai Kelompok Jiu Xu


__ADS_3

Sekitar dua belas sosok berjubah putih dari belakang tubuh Jiu Xu mulai menghilang dan berpindah di dekat Tian Lei.


Dengan beberapa gerakan kecil, mereka mengendalikan pedang di tangan mereka dan mengarahkannya pada Tian Lei yang sedang berdiri.


Pedang Langit Naga Lava telah digenggam oleh Tian Lei dan kekuatan petir hitam menyelimuti tubuhnya. Pedang berat itu terangkat dan menahan semua serangan pedang semua sosok jubah putih.


Clang! Clang! Clang!


Belasan pedang panjang telah bertabrakan dengan permukaan Pedang Langit Naga Lava secara bergantian, tapi itu sama sekali tidak meninggalkan sebuah goresan kecil.


Setiap individu yang menyerang Tian Lei adalah ahli tingkat Immortal bintang 1, tapi ada beberapa diantara mereka yang hanya memiliki kekuatan puncak Mahayana karena luka yang mereka dapatkan sebelumnya.


Setelah semua orang telah selesai dengan gerakan pedangnya terhadap Tian Lei, Tian Lei dengan cepat menurunkan pedangnya.


Ia memegangnya dengan erat dan memancarkan kekuatan petir hitam yang kuat, energi petir hitam menjadi lebih kuat berkumpul di bagian kaki Tian Lei.


Dengan sekejap, Tian Lei telah menghilang dari tempatnya berdiri dan berpindah ke tempat belasan sosok yang menyerangnya.


Slash!


Srak!


"Arghhh!"


Ia telah menebaskan pedangnya dengan kejam ke arah semua musuhnya satu persatu dan membuat banyak teriakan histeris yang memenuhi area itu.


Hingga dalam beberapa detik ia telah membunuh semua bawahan dari Jiu Xu, kejadian itu membuat Jiu Xu menjadi merinding.


Jiu Xu melihat ke arah ketiga orang yang ikut menggigil juga di sampingnya.


"Apa yang kalian tunggu?! Cepat bunuh anak itu!..." Jiu Xu berkata dengan keras saat mengucapkan kata-katanya.


Dua pria paruh baya dengan jubah putih dan pria dengan jubah hitam saling melihat lalu mengangguk, mereka mengeluarkan senjata Spiritual dari cincin penyimpanan mereka dan memegangnya dengan erat.


Dengan cepat, mereka membentuk hembusan angin yang kencang saat mereka melesat ke arah Tian Lei sambil mengarahkan senjata mereka ke arah Tian Lei.


Tian Lei dengan santai tersenyum, ia menyimpan Pedang Langit Naga Lava dan menghilangkan aura petir dari tubuhnya.

__ADS_1


Ia mengangkat telapak tangannya dan melihatnya, dengan cepat ia mengeluarkan kobaran api ungu dari telapak tangannya.


"Sudah lama tidak menggunakan api..." Ucap Tian Lei dan membuat keempat musuhnya terkejut.


"Api Ungu?!" Mereka semua terkejut dengan level api yang di keluarkan oleh Tian Lei.


Tian Lei dengan pandangan yang dingin langsung menyebarkan kobaran api ungu di sekitar tubuhnya.


Ia lalu mengangkat kedua tangannya. "Kobaran Api Ungu : Ombak Api Ungu Pemusnah Iblis!..." Teriak Tian Lei, ia lalu mengarahkan telapak tangannya ke arah musuh-musuhnya dan membuat api memulai pergerakan.


Huuu...


Api ungu di sekitar Tian Lei menjadi kobaran api ungu yang sangat besar, Ni Xien dan Yu'er memutuskan untuk mundur sejauh mungkin karena Yu'er merasakan kesakitan di jantungnya setelah merasakan api kuat dari Tian Lei.


Kobaran api yang besar mulai menjadi ombak api yang menyerupai sebuah tsunami, dengan satu terjangan ketiga pengawal Jiu Xu yang masih hidup telah mati menjadi abu dan semua mayat orang-orang yang telah di kalahkan Tian Lei tadi juga telah menjadi abu, begitu pula dengan lawan pertamanya.


Tian Lei dengan cepat melirik ke arah Jiu Xu yang panik saat kobaran api ungu telah ia hilangkan, dengan senyuman yang kejam dan telapak tangan yang rapat, ia melesat ke arah Jiu Xu dengan cepat.


Tian Lei bergerak dengan sangat cepat dan muncul di depan Jiu Xu seperti hantu, sebuah lapisan energi spiritual yang tajam menyelimuti telapak tangan Tian Lei dan langsung di arahkan ke arah leher Jiu Xu dengan gerakan menusuk.


Tapi, walaupun Jiu Xu telah menjadi panik dan hampir gila, ia masih memiliki kesadarannya, ia mengambil gerakan pada kakinya dan berhasil menghindarkan lehernya dari tusukan dari telapak tangan Tian Lei.


Srak!


"Arghhh!" Jiu Xu berteriak keras, saat merasakan bahwa telinganya benar-benar telah terpotong.


Tian Lei bukan benar-benar meleset, tapi ia sengaja melakukannya untuk memberikan sedikit siksaan pada orang yang akan mati di depannya.


Bagaimanapun, Jiu Xu telah membuatnya tidak mendapatkan Pedang Pembelah Angin untuk Ni Xien pada pelelangan.


Tian Lei dengan cepat menggerakkan kakinya dan menendang perut Jiu Xu sampai Jiu Xu harus berbenturan dengan dinding di belakangnya.


Buak!


Tian Lei dengan pelan berjalan ke arah Jiu Xu yang semakin panik di ujung kematiannya. Nafasnya terengah-engah seperti telah berlari sangat jauh, dan tubuhnya bergetar dengan hebat karena ketakutan.


Tian Lei memberikan tatapan mata yang dingin saat ia berlutut untuk mendekatkan dirinya dengan Jiu Xu yang ketakutan.

__ADS_1


"Tuan muda Jiu Xu, apakah ada kata-kata terakhir setelah salah perkiraan tentangku?..." Ucap Tian Lei dengan nada yang lembut dan senyum manis tapi sungguh mematikan.


"A, aku... Tu, tuan muda Tian Lei. Aku akan memberikan semua hartaku asalkan kau mengampuniku..." Jiu Xu berkata terbata-bata karena sangat takut.


Masih dengan senyumnya yang mengerikan, Tian Lei mengulurkan tangannya pada Jiu Xu.


"Dimana?..." Ucapnya.


Jiu Xu seketika mulai percaya diri lagi untuk bisa tetap hidup, ia segera melepaskan cincin penyimpanannya dari jarinya dan memberikannya ke Tian Lei.


Tian Lei tanpa berkata apapun langsung mengambil cincin itu dan merasakan semua harta yang ada di dalam cincin penyimpanan itu.


Setidaknya ada lebih dari lima juta koin emas di dalam cincin penyimpanan itu dan ada sebuah pedang, dan ada beberapa botol pil penyembuhan. Tian Lei segera mengeluarkan sebuah pedang tingkat Kaisar, itu adalah Pedang Pembelah Angin.


"Ni Xien, ambillah..." Ucap Tian Lei, ia melemparkan pedang itu ke arah Ni Xien dan Ni Xien segera menangkapnya.


"Terimakasih banyak saudara Tian..." Ucap Ni Xien dengan begitu hormat dan Tian Lei mengangguk.


Tian Lei berjalan perlahan ke arah Yu'er dan Ni Xien, sehingga membuat Jiu Xu semakin senang. Tapi, ia segera mengangkat tangannya dan menjentikkan jarinya.


Ctek!


Hu...


Tubuh Jiu Xu seketika langsung di selimuti oleh api ungu. "Eh?..." Jiu Xu merasa bingung dengan api di tubuhnya.


Api ungu itu kemudian menjadi semakin besar dan membakar Jiu Xu dengan lahap.


"Arghhh!..."


"Bu, bukankah kau..." Jiu Xu berkata dengan tangannya yang hendak meraih Tian Lei.


Tian Lei dengan tatapan dingin berkata. "Heh, aku sama sekali tidak tertarik untuk menyisakan akar masalah..." Ucap Tian Lei dan terus melangkah menuju Ni Xien dan Yu'er yang berada di pintu batu.


Tian Lei dengan pergerakan tangannya yang kuat dan cepat segera membuka pintu batu di depannya. Setelah terbuka, di pintu itu kembali muncul sebuah portal ruang yang lebih besar dari yang sebelum-sebelumnya.


"Ayo masuk..." Ajak Tian Lei dan kedua sosok di belakangnya mengangguk.

__ADS_1


Mereka bertiga segera melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam portal ruang di depan mereka.


__ADS_2