LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Yu'er, Ahli Racun?


__ADS_3

"Baiklah. Aku akan menceritakannya..." Ucap Ni Xien, ia mengambil sikap duduk bersila dan Tian Lei juga ikut duduk.


"Sekitar satu bulan yang lalu, anak satu-satunya dari ketua geng Fenglong, Feng Xuan, telah di bunuh beserta seluruh pengawal pribadinya. Hal ini membuat Feng Xuan marah dan tanpa alasan apapun dia menjarah seluruh desa yang ada di dekat pegunungan Awan Suci. Mereka mengambil harta benda dari setiap rumah, mengambil semua gadis cantik termasuk adikku dan untungnya kau menyelamatkannya..." Ucap Ni Xien.


"Hm? Ketua geng Fenglong ini memiliki hobi yang aneh juga. Putranya mati, bukannya mencari pelakunya, malah menjarah desa tetangga. Benar-benar luar biasa..." Ucap Tian Lei.


"Ya, yang kau bilang itu benar. Tapi, ia tidak mencari orang yang membunuh anaknya karena ia tahu bahwa yang membunuh anaknya adalah murid dari sekte besar. Jadi, ia tidak akan bisa membunuhnya..." Ni Xien melanjutkan penjelasannya, ia tidak tahu bahwa Tian Lei adalah murid sekte besar yang dimaksud karena Tian Lei telah mengganti bajunya tempo hari.


"Oh? Lalu bagaimana dengan warga desa? Apakah mereka juga dibunuh?..." Tian Lei kembali bertanya.


Ni Xien menggelengkan kepalanya sebelum ia berkata. "Tidak. Warga desa tidak ia bunuh. Ia hanya menjarah dan mengambil wanita cantik saja..."


Tian Lei menghela nafasnya. "Itu jauh lebih baik..." Ucapnya.


Mendengar kata-kata Tian Lei, hati Ni Xien menjadi sedikit panas. "Lebih baik? Itu tidak ada baiknya! Banyak warga desa yang kehilangan putri yang mereka sayangi! Apakah itu hal yang baik?..." Nada bicara Ni Xien tampak sebagian besar diisi oleh rasa marah.


Tian Lei melihat ke arah Ni Xien dengan santai. "Hei kawan, tenanglah. Aku mengatakan itu lebih baik karena setidaknya mereka masih hidup. Jika mereka semua mati, kurasa itu akan sangat buruk..." Ucap Tian Lei.


Ni Xien menghela nafasnya, ia mencoba untuk tenang dan keadaan menunduk. "Maaf, kurasa kau benar..." Ucapnya.


"Ya, tak masalah. Hari sudah mulai gelap. Kita beristirahat saja disini malam ini. Dan besok, kalian akan melihat hal yang menyenangkan..." Ucap Tian Lei, yang sedang memperhatikan sekitarnya yang telah gelap.


"Apa maksudmu saudara?..." Ni Xien bingung dengan hal menyenangkan yang dimaksud Tian Lei.


Tian Lei tersenyum. "Heh, kau lihat saja besok..."


Keesokan harinya, matahari yang bersinar terang akhirnya menyinari daratan dengan sepenuh hati. Sinar matahari yang turun juga menyinari setiap dahan pada pepohonan di dalam pegunungan Awan Suci.


Sinar matahari yang terang menerpa wajah Tian Lei yang sedang tertidur pulas, merasa tidak nyaman ia pun membuka matanya dan duduk untuk mengumpulkan nyawa keseluruhannya.


Saat Tian Lei melihat ke arah tempat tak jauh dari tempatnya saat ini, ia dapat melihat Yu'er sedang memainkan sebuah jarum dengan energi yang mengerikan.


Tian Lei mencoba untuk melihat energi itu dengan jelas sebelum ia membuka matanya lebar-lebar karena terkejut.

__ADS_1


"Itu... Energi Racun?..." Ucapnya dengan pelan tapi masih bisa di dengar oleh Yu'er.


Yu'er yang dapat mendengar kata-kata Tian Lei akhirnya berbalik dan membelalakkan matanya setelah melihat Tian Lei yang telah terbangun.


"Ka, kak Tian Lei..." Ucapnya dengan ragu.


Tian Lei tidak memperdulikan dan menatap jarum yang ada di tangan Yu'er dengan tajam.


"Kau melatih energi Racun?..." Tian Lei berucap dengan dingin dengan aura membunuh yang sangat pekat.


Hal ini pun membuat Ni Xien yang merasakannya menjadi terbangun dan terkejut bahwa yang mengeluarkan aura mematikan itu adalah Tian Lei.


"Saudara Tian. Ada apa?..." Ni Xien segera bertanya.


Tian Lei tidak menghiraukan dan masih menatap Yu'er dengan tatapan yang kejam. "Jawab!.." Tian Lei berkata dengan nada keras.


"A, aku... Aku... Memang memiliki energi racun..." Ucap yu'er dengan ragu.


Ia benar-benar membenci seseorang yang memiliki energi racun karena orang yang memilikinya akan dipastikan menjadi seorang ahli racun.


Ahli racun berbeda dengan seorang kultivator biasa, ia memiliki energi yang khusus dan tingkatan yang berbeda.


Ia terbagi menjadi Kabut Racun Abu-abu yang memiliki energi setara dengan kultivator tingkat Mahayana, Kabut Racun Putih memiliki energi setara dengan tingkat Immortal, Kabut Racun Hijau memiliki energi setara dengan kultivator tingkat Xiantian, Kabut Racun Merah memiliki energi setara dengan kultivator tingkat Sovereign, dan Kabut Racun Hitam yang memiliki energi setara dengan kultivator tingkat Penguasa Agung.


Yang membuat Tian Lei sangat ingin membunuh yu'er karena ahli racun sangatlah berbahaya, jika ia sudah terikat dengan kejahatan dengan energi racunnya, maka Yu'er akan menjadi orang yang sangat jahat.


Ahli racun memiliki kekuatan yang mengerikan, dengan satu lambaian tangannya, mereka bisa membantai ribuan nyawa tak bersalah. Dengan hembusan kabut racunnya, ia bisa membinasakan sebuah kota kecil. Dan dengan amarah yang besar, seorang ahli racun akan membantai sebuah kekaisaran. Itu adalah hal yang sangat di larang oleh seluruh kultivator.


Kecuali, jika orang itu bisa mengendalikan tiga hal, yakni Energi Kabut Racun miliknya, Amarahnya dan keinginan membunuh yang berasal dari energi racunnya. Seperti yang di lakukan oleh beberapa orang ahli racun di lingkaran surgawi.


Tapi, orang biasa seperti Yu'er sudah dipastikan tidak akan bisa mengendalikan dirinya karena energi racun miliknya telah bangkit sejak dini. Bukan saat ia telah memiliki tubuh yang cukup kuat, setidaknya jika wanita ia harus mencapai umur 25 tahun dan jika dibawah itu, maka akan dibunuh.


Ni Xien yang mendengar perkataan Tian Lei langsung membuat gerakan, ia dengan cepat bergerak ke arah adiknya dan merentangkan kedua tangannya untuk menahan Tian Lei di depan adiknya.

__ADS_1


"Saudara Tian! Terimakasih atas bantuan anda, walaupun energi racun memang mengerikan, tapi Yu'er tidak pernah membunuh siapapun di desa kami! Jadi, dia sepenuhnya telah mengendalikan racun itu!..." Ni Xien membuka mulutnya untuk melakukan tugasnya sebagai kakak.


Tian Lei menancapkan pedangnya ke tanah dan meringankan aura membunuh darinya.


"Sejak kapan?..." Ucapnya dengan suara yang dingin.


"Adik, apakah kau bisa menjelaskannya?..." Ni Xien sedikit melirik ke arah adiknya.


"En..." Yu'er dengan cepat mengangguk, dan dengan rasa grogi ia mulai menceritakannya.


"Orang-orang di desa kami untuk memenuhi kebutuhannya selalu mencari bahan herbal di sekitar pegunungan ini untuk di jual. Dan laki-laki disana satu hari dalam seminggu pasti akan berburu bersama-sama. Dan Sekitar satu tahun yang lalu, aku pergi ke hutan sendirian. Aku melihat herbal yang cukup mahal, dan bergegas untuk memetiknya. Tapi, saat tanganku bersentuhan dengan bunga itu, seekor laba-laba yang sangat cantik menggigit tanganku. Lalu, sepuluh bulan yang lalu, aku mulai bisa mengeluarkan energi racun. Biasanya, aku menggunakannya untuk di berikan pada senjata kakakku yang akan digunakan untuk berburu..." Yu'er menjelaskannya dengan hati-hati agar ia tidak salah kata.


Tian Lei yang mendengar cerita itu langsung membelalakkan matanya. "Jangan jangan, kau telah membangkitkan peringkat kedua dari daftar tubuh terlarang?... Tubuh Laba-laba Iblis..." Ucap Tian Lei.


"Tubuh Laba-laba Iblis? Apa itu?..." Ni Xien masih dengan sikapnya tadi, bertanya karena penasaran.


Tian Lei menghela nafas sebelum ia tersenyum dan duduk, aura membunuh dalam dirinya juga telah ia hilangkan. Merasakan bahwa bahaya telah menghilang, Ni Xien akhirnya menurunkan kedua tangannya dan ikut duduk bersama dengan adiknya yang masih di belakangnya.


"Saudara Tian. Apakah Tubuh Laba-laba Iblis yang kau maksud itu berbahaya?..." Ni Xien yang penasaran lagi-lagi bertanya.


Tian Lei melihat ke arah Ni Xien. "Itu bisa berbahaya dan juga bisa menjadi hal yang baik. Tubuh Laba-laba Iblis merupakan tubuh yang biasanya dibangkitkan oleh spesialis ahli racun saja. Dengan tubuh Laba-laba Iblis ini, seorang ahli racun pemula bisa dengan muda mengontrol energi kabut racun, amarah, ataupun keinginan membunuh dari energi racun yang dimilikinya..." Ucap Tian Lei.


Mendengar hal itu, Ni Xien terlihat lebih ceria. "Bukankah artinya adikku akan tetap menjadi orang baik?..."


Tian Lei memejamkan matanya, dan mengembuskan napas secara halus. "Itu memang akan baik pada awalnya. Tapi, setelah dua tahun sejak infeksi, adikmu harus berhadapan dengan roh iblis dari Laba-laba Iblis yang telah menggigitnya. Itu akan menjadi pertarungan yang sulit, karena orang luar tidak akan bisa membantu..." Ucap Tian Lei.


"Mengapa begitu?..." Ni Xien kembali menjadi panik.


"Pertarungan itu adalah pertarungan antara jiwa Yu'er dengan jiwa Laba-laba Iblis yang setara dengan kultivator Immortal. Dengan kata lain, Yu'er harus mencapai Energi Kabut Racun Putih jika tetap ingin memiliki kesadarannya..." Ucap Tian Lei.


"Sial!..." Ni Xien menggertakkan giginya.


Sementara Yu'er, ia hanya menggigil ketakutan karena perkataan Tian Lei tadi.

__ADS_1


__ADS_2