LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Hari Pertarungan


__ADS_3

Di puncak sebuah gedung tinggi di dalam kediaman keluarga Li, terlihat sosok Xiao Hong yang berdiri dengan raut wajah panik saat menatap dinding penghalang yang tampaknya bahkan takkan bertahan dalam beberapa hari lagi.


Ia terus memperhatikan dan mengawasi pergerakan dari sekte Petir Ganas yang ada di luar penghalang dalam beberapa hari ini.


Di sebelahnya, sosok berwibawa dengan tubuh cukup besar dan kekar berdiri tepat di sebelah Xiao Hong untuk ikut mengawasi pergerakan musuh.


Sosok ini adalah Li Juantian, seorang ahli Sovereign bintang 4 puncak juga patriak dari keluarga Li saat ini dan ayah dari Li Quan.


Keluarga Li adalah salah satu keluarga teratas yang menempati bagian utara dari wilayah Xibian.


Walaupun hanya memiliki jumlah ahli Sovereign yang lebih sedikit dari keluarga teratas lainnya, tapi seorang ahli Sovereign bintang 4 di wilayah utara terbilang langka dan dapat di puja sebagai ahli teratas.


Oleh karena itu, meskipun hanya memiliki satu ahli Sovereign, keluarga Li di anggap sebagai yang termasuk dalam jajaran keluarga teratas.


Xiao Hong menelan ludahnya dengan hati dan wajah yang tegang, entah mengapa, sejak tadi dirinya merasa bahwa akan ada bencana besar yang sebentar lagi akan datang.


"Patriak Li... " Xiao Hong berkata dengan suara yang pelan tanpa menoleh sedikitpun.


Li Juantian segera menoleh dan mengerutkan keningnya dengan bingung.


"Entah mengapa, aku merasa bahwa hari ini pertarungan tak bisa kita hindari lagi... " Xiao Hong melanjutkan perkataannya.


Mendengar kata-kata ini, raut wajah Li Juantian berangsur-angsur berubah dan menjadi serius.


Dirinya menatap kembali ke arah sekte Petir Ganas dan menghela nafasnya.


"Aku hanya bisa berharap, yang kau rasakan tak terjadi sekarang ini... " Ucap Li Juantian.


.


Di luar penghalang, ratusan sosok beterbangan ke arah selatan penghalang, ratusan sosok ini kemudian melayang di depan penghalang dan mulai mengeluarkan aura masing-masing.


Aura kuat yang keluar saling bersatu dan menciptakan perasaan menakutkan saat menatap kekuatan yang begitu kuat ini.

__ADS_1


Feng Lei menatap titik kelemahan penghalang yang ditunjukkan oleh tetuanya yang sebelumnya melapor padanya.


"Semuanya! Keluarkan energi spiritual kalian dan satukan untuk menghancurkan penghalang dalam satu serangan!... " Feng Lei mulai memberikan perintah.


"Baik! " Semua sosok di belakangnya merespon dengan cepat.


Kedua tangan dari ratusan sosok mulai bergerak di depan dada dan sejumlah besar energi spiritual mulai memenuhi telapak tangan masing-masing.


Ketika Feng Lei yang mengangkat tangannya memulai dengan aba-aba, semua sosok secara bersamaan menembakkan kekuatannya masing-masing ke arah titik kelemahan yang di tuju oleh serangan Feng Lei yang memimpin.


Krak!


Penghalang yang terlihat seperti kaca mulai menunjukkan retakan kecil yang terus berjalan seiring bertambahnya kekuatan serang.


Di puncak gedung, Xiao Hong dan Li Juantian yang mengikuti pergerakan orang-orang sekte Petir Ganas merasakan ketegangan yang luar biasa saat suara kecil dari retakan terdengar Perlahan-lahan.


"Patriak Li... " Gumam Xiao Hong.


Tubuh Li Juantian bergetar hebat sejenak dan giginya menggertak keras.


"Semuanya! Pasukan utama dan para murid keluarga Li yang berada di ranah Immortal, dengarkan perintah ku! Segera menuju ke arah selatan penghalang sekarang! Kita akan melakukan pertarungan dengan sekte Petir Ganas!!!... "


Di sebuah taman yang sangat indah di kediaman keluarga Li, tampak Ning'er bersama dengan Li Quan sedang duduk di atas baru dengan raut wajah serius setelah mendengar perintah dari patriak keluarga Li dari giok penghubung yang pecah di dalam cincin penyimpanan Li Quan.


"Tampaknya sekte Petir Ganas telah berusaha keras... " Ucap Li Quan pelan sebelum rahangnya menyatu dengan keras.


Li Quan berdiri dari duduknya dan menatap Ning'er dengan serius. "Ning'er, kau tetap disini. Kami pastikan akan memukul mundur Sekte Petir Ganas itu... "


Ning'er dengan cemas menggelengkan kepalanya. "Tidak... " Ucapnya lalu dirinya ikut berdiri.


"Masalah ini disebabkan olehku. Bagaimana mungkin aku membiarkan kalian menderita sementara aku harus bersembunyi? Lagipula, aku memiliki kekuatan Xiantian bintang 7, aku pasti akan sangat membantu!... " Ucap Ning'er dengan yakin.


Mendengar ini, Li Quan tak bisa berbuat apa-apa selain menghela nafasnya dan entah mengapa dirinya juga merasa sedikit frustasi saat mendegar kata-kata xiantian bintang 7 barusan. Sangat sakit menerima fakta orang yang dulunya berada jauh di bawahnya malah sekarang berada jauh di depannya.

__ADS_1


"Baiklah, tapi kau harus berhati-hati... " Ucap Li Quan dan dibalas dengan anggukan oleh Ning'er.


Dalam sekejap keduanya melesat terbang bergerak menuju arah selatan untuk memenuhi panggilan patriak Li.


Satu persatu sosok bayangan mulai beterbangan dari dalam kediaman dan pos masing-masing menuju ke arah patriak Li Juantian dan Xiao Hong.


Dalam sekejap, sekitar seratus ahli Immortal bintang 5 keatas telah berkumpul, ada juga sekitar 20 sosok Xiantian dan Tiga puncak Xiantian telah berdiri di belakang patriak Li.


"Xiao Hong... " Suara gadis muda terdengar di belakang Xiao Hong.


Merespon hal ini, Xiao Hong segera berbalik dan terkejut dengan keberadaan calon kakak iparnya.


"Kakak Ipar?! Kenapa kau disini?!... "


Tatapan mata tajam dari Ning'er segera menatap Xiao Hong dengan serius. "Aku datang untuk membantu... " Ucapnya.


Xiao Hong menatap mata tajam gadis di depannya dalam beberapa detik sebelum dirinya menghela nafas pasrah.


"Baiklah, tapi tolong berhati-hati. Aku takkan sanggup menghadapi kak Tian Lei jika terjadi sesuatu padamu... " Ucapnya dan kembali berbalik untuk menatap pasukan musuh.


Di sela setiap orang mulai memegang senjata dengan erat, retakan terus menyebar dan menyebar dengan cepat.


Ketegangan terus menyelimuti pasukan keluarga Li saat menyaksikan detik-detik terakhir sebelum peperangan pecah.


Krak! Kratak!


Bang!!!


Penghalang yang telah berjuang dan melindungi seisi keluarga Li dalam beberapa waktu ini akhirnya telah mengalami kerusakan.


Dengan kerusakan ini, semua bagian penghalang akan mendapatkan dampaknya, cahaya yang membentuk penghalang perlahan mulai meredup hingga akhirnya menghilang dari pandangan.


Melihat jalan yang telah terbuka lebar ini, wajah Xiao Hong dan Li Juantian sangat tegang, sementara Feng Lei dan semua pasukannya hanya bisa tersenyum sombong.

__ADS_1


Feng Lei menatap Ning'er dengan mesum sebelum ia melihat kearah Xiao Hong dengan senyuman sombong. "Hei bocah, ku katakan untuk yang terakhir kalinya. Serahkan gadis yang kusukai itu, lalu aku akan memberikan tiga serangan dan menarik mundur bawahan ku. Bagaimana?... "


"Hahaha, tuan Feng Lei tampaknya sangat bergairah meskipun telah terlewat dalam waktu yang cukup lama. Jika tuan Feng memang masih bergairah, anggota rumah bordil yang telah kami evakuasi pasti akan sangat senang melayani anda... " Ucap Li Juantian dengan senyuman dan rasa tegang yang bersatu.


__ADS_2