
Satu minggu kemudian...
Di puncak gunung Duxiang, sebuah tembok sekte besar telah berdiri kokoh sejak lama, di dalam tembok besar ini terdapat bangunan-bangunan megah yang yang telah berusia lebih dari seratus tahun.
Puncak gunung Duxiang biasanya selalu terdapat awan hitam besar yang senantiasa menyelimuti nya hingga akhirnya puncak gunung Duxiang di sebut juga puncak awan gelap.
Tidak ada yang tahu bahwa terdapat sebuah sekte besar di dalam awan yang sebenarnya merupakan formasi kuno tersebut.
Jika sekte Gerbang Dewa Racun tak menunjukkan dirinya sendiri pada dunia, maka mungkin sekte ini akan terus tersembunyi dengan baik di dalam awan.
Dengan adanya sekte Gerbang Dewa Racun di puncak gunung Duxiang, maka ini menandakan bahwa tebakan Jiang Feng dan Tian Lei yang sebelumnya menebak keberadaan sekte Gerbang Dewa Racun di hutan kabut ilusi adalah salah.
Di dalam kediaman sekte Gerbang Dewa Racun, tepat di lapangan yang luas, meja dan kursi telah tersusun rapi untuk para tamu dari sepuluh kota.
Hiasan-hiasan di lapangan luas dan bangunan sekitar tampak cantik bercahaya di bawah sinar mentari yang menyala terang.
Beberapa tamu sudah mulai terlihat untuk memasuki gerbang sekte dan di persilahkan duduk di tempat yang telah tersedia.
Para undangan yang di undang oleh sekte Gerbang Dewa Racun ini adalah para pedagang terkenal di sepuluh kota dan para pejabat tinggi di sepuluh kota.
Sementara di luar telah ramai dengan tamu yang berdatangan, di dalam sebuah kamar yang cukup indah, gadis kecil yang cantik dengan pakaian pengantin yang membungkus tubuhnya tampak bercermin dengan raut wajah yang sama sekali tak ada kebahagiaan, meskipun hari ini adalah hari pernikahannya dengan putra patriak sekte Gerbang Dewa Racun.
Gadis ini adalah tujuan dari datangnya Tian Lei dan kedua rekannya ke tempat ini, secara alami gadis ini adalah Yu'er, adik dari Petarung Harimau Putih, Ni Xien.
Setelah dirinya di bawa paksa oleh sekte Gerbang Dewa Racun beberapa tahun yang lalu, dia segera diangkat sebagai gadis suci sekte Gerbang Dewa Racun dan di perlakuan khusus oleh beberapa tetua wanita.
Dirinya di berikan semua sumberdaya yang takkan bisa di temukan didunia luar dan secara alami tempat ini seharusnya adalah surga bagi ahli racun sepertinya.
Tapi, meskipun telah berlatih selama beberapa tahun di sekte ini hingga dirinya telah menjadi ahli racun kabut merah tahap menengah yang setara dengan Sovereign bintang 6, Yu'er sama sekali tidak bisa terbiasa dengan tempat ini.
Bahkan setitik kebahagiaan pun tidak pernah ia rasakan di tempat ini, meskipun setiap detiknya pun dirinya terus bertambah kuat.
Baginya, yang ia inginkan bukanlah bertambah kuat, ia hanya ingin terus bersama dengan kakaknya Ni Xien, dan... Tian Lei.
Sementara Yu'er sedang bersedih dengan pernikahan yang tidak ia inginkan, seorang pelayan wanita mulai mengetuk pintu masuk ruangan tempat Yu'er berada.
Tok.. Tok.. Tok..
"Nona, semua tamu telah datang sepenuhnya dan upacara pernikahan akan segera dimulai. Mohon untuk segera keluar..." Ucap pelayan wanita di luar pintu ruangan.
__ADS_1
Mendengar suara dari luar pintu, Yu'er hanya bisa menarik nafas yang dalam sebelum dirinya menghela nafas pasrah dan berjalan untuk membuka pintu.
Setelah ia keluar dari pintu, Yu'er segera berjalan melalui lorong yang cukup panjang bersama dengan dua pelayan wanita yang mendampingi nya.
"Pengantin wanita telah tiba!..." Seorang pelayan tua berteriak saat Yu'er telah keluar dari lorong sebuah bangunan besar yang tepat mengarah ke panggung pernikahan.
Di atas panggung utama, telah ada pengantin pria yakni Du Xiang Yi dan ayahnya Du Xuan Yang yang merupakan patriak sekte Gerbang Dewa Racun, juga ada seorang penghulu yang akan memimpin upacara pernikahan tersebut.
Du Xiang Yi tersenyum puas saat melihat kecantikan dari Yu'er yang tengah mengenakan baju pengantin. Bukan hanya dirinya, hampir semua tamu undangan terlihat terpesona dengan kecantikan dari gadis kecil yang suci tersebut.
"Yu'er, berbahagialah. Hari ini adalah hari pernikahan kira dan kita akan menjadi suami istri..." Ucap Du Xiang Yi dengan lembut.
Mendengar ini, Yu'er yang telah berdiri di samping Du Xiang Yi hanya melirik orang yang ia benci tersebut dengan dingin.
"Dasar orang gila, siapa juga yang akan bahagia menikah dengan iblis?..." Yu'er mengutuk dalam hatinya.
Du Xuan Yang yang kini sedang duduk di atas singgasananya segera melirik ke arah pria di sampingnya yang akan memimpin jalannya upacara pernikahan hari ini.
Pria tua yang akan memimpin pernikahan pun segera baju ke depan setelah ia melihat anggukan kepala dari Du Xuan Yang.
Pria tua ini tersenyum lembut dan menatap semua tamu yang ada di bawah panggung. "Semuanya, kita akan memulai upacara pernikahan sekarang..." Ucap Pria tua dan semua tamu hanya mengangguk tanpa mengatakan sepatah katapun, terutama pada sebuah meja besar yang memuat sepuluh penguasa kota, mereka memberikan respon yang dingin.
"Patriak! Patriak!..." Murid yang panik ini segera berlari diantara para tamu untuk menghadap patriaknya dan ia sekarang menjadi pusat perhatian.
Karena kedatangan murid ini yang tiba-tiba, penghulu segera menghentikan langkahnya untuk memulai dan berbalik menatap si murid untuk melihat apa yang terjadi.
Sementara itu, patriak Du Xuan Yang saat ini tampak sangat marah dengan kedatangan si murid yang membuat upacara pernikahan sedikit tertunda.
"Hormat patriak..." Murid tersebut segera berlutut ketika dirinya berada di depan panggung dan segera memberi hormat.
"Ada apa?! Jika kau tidak membawa berita yang penting, maka kepalamu akan putus saat ini juga!!..." Ucap patriak sekte Gerbang Dewa Racun dengan amarah saat dirinya menggengam kuat tangan singgasananya.
Mendengar hal tersebut, tubuh murid tersebut segera bergetar ketakutan. "Patriak, sebenarnya saat kami menjaga gerbang di bawah gunung, ada tiga pemuda yang datang dan membuat kekacauan..." Ucap murid tersebut.
"Lantas untuk apa kau melapor?! Bunuh saja tiga orang itu!..." Ucap Du Xuan Yang dengan amarah dan kemarahannya ini membuat si murid semakin ketakutan.
"A, ampun patriak, ketiga orang itu sangat kuat. Tiga murid senior yang merupakan ahli racun kabut merah tahap awal pun dapat mereka bunuh dengan mudah. Saya dapat melapor kemari juga karena para senior memutuskan untuk menahan ketiga orang tersebut..." Ucap si murid dengan tubuh yang masih gemetaran.
"Apa?!!..."
__ADS_1
Wuzz!!
Du Xuan Yang yang mendengar ini segera marah besar dan membuat aura nya keluar bahkan hampir meledak.
"Patriak, ketiga orang ini juga sempat mengatakan tiga pesan saat mereka baru sampai..." Ucap si murid yang ketakutan.
Du Xuan Yang segera mencoba menenangkan diri dan menatap si murid kembali. "Apa itu?..." Tanya nya penasaran.
"Orang pertama berkata berikan kepala Du Xiang Yi yang telah menghina kakakku, orang kedua berkata lepaskan adikku, dan yang ketiga..." Si murid tampak tak berani mengatakan pesan yang ketiga.
Du Xuan Yang menyipitkan matanya saat si murid tidak melanjutkan ucapannya dengan cepat. "Lalu apa yang ketiga?!..." Tanya Du Xuan Yang dengan marah.
Si murid tampak ragu untuk berbicara tapi akhirnya ia tetap mengatakannya karena nasibnya akan sama saja.
"Orang itu berkata persiapkan diri dan terimalah kehancuran sekte Gerbang Dewa Racun!..." Ucap si murid dengan takut dan...
Srak!!
Sebuah energi racun merah gelap segera memotong leher si murid dengan cepat dan membuat para tamu tampak ngeri melihatnya.
"Tetua Feng! Bawa empat tetua yang lain dan bunuh tiga orang ini!!..." Ucap patriak Du Xuan Yang yang telah marah besar dengan kata-kata terakhir si murid.
"Baik patriak!..." Pria tua berambut putih di samping panggung segera memberi hormat sebelum dirinya dan empat tetua di belakangnya berjalan di antara para tamu.
"Pelayan! Bereskan mayat orang bodoh itu. Dan tuan Yi, segera mulai upacara pernikahan ini..." Ucap Du Xuan Yang yang merasa telah mengatasi krisis.
"Baik patriak..." Pria tua dan pelayan wanita yang sebelumnya segera memberi hormat.
Beberapa menit kemudian, setelah mayat dari murid yang di penggal kepalanya telah di bereskan, pria tua yang memimpin pernikahan pun kembali menghadap para tamu.
Ia tersenyum lembut meskipun agak canggung. "Haha, ternyata dua pengantin kita ini membuat banyak orang iri sampai ada yang mengacau di hari yang berbahagia ini. Tapi, karena gangguan telah hilang, maka kita akan memulai upacara pernikahan yang sempat tertunda ini..." Ucap pria tua dengan lembut.
Pria tua kembali berbalik setelah mendapat respon dari para tamu dan berjalan mendekati kedua pengantin.
Tapi, untuk yang kedua kalinya, gangguan kembali muncul untuk mengutuk pernikahan yang tidak seharusnya terjadi ini.
Boomm!!!!
Jangan lupa like dan komen
__ADS_1