LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Kisah Masa Lalu


__ADS_3

Setelah Tian Lei memasuki portal ruang, ia kemudian berakhir di sebuah alam putih yang penuh dengan kekosongan, keheningan dan ketenangan yang mendalam.


Ketika ia mulai melangkahkan satu kakinya, Tian Lei akhirnya berpindah ke sebuah tempat semacam dunia berlatar ungu gelap. Tapi, tak begitu banyak kengerian di dalamnya.


Tian Lei kemudian melihat ke sekitarnya dan hanya dapat melihat aura ungu yang membara di suatu tempat, baik itu di langit ataupun di bumi. Semuanya adalah energi ungu yang membara.


Tian Lei kemudian menurunkan pandangannya dan menatap ke bawah kakinya, disana ia dapat melihat sebuah teratai ungu di injak oleh masing-masing kakinya.


Dan ketika Tian Lei melihat ke depan yang akan menjadi jalannya, Tian Lei dapat melihat ribuan teratai yang berbaris rapi telah menunggu untuk membawanya ke suatu tempat.


Tian Lei tak membuang waktu apapun dan kembali melangkahkan kakinya, ia berjalan selama lebih dari satu jam dan berhasil mencapai akhir dari jalanan teratai.


Tapi, yang berakhir adalah jalanan teratai nya, bukan perjalanan baginya.


Ketika Tian Lei mencapai bagian akhir jalan teratai, Tian Lei akhirnya sampai di sebuah kaki bukit yang cukup tinggi dengan jalanan anak tangga yang terbentuk dari energi ungu.


Tian Lei mendongakkan kepalanya dan menatap puncak bukit tinggi yang telah melewati awan ini dengan rahangnya yang mengeras dengan kesal. Pada saat ini, ia tidak mengetahui dengan jelas apa niat dari Kaisar Tiandi untuk membuat rintangan semacam ini.


Tian Lei kemudian menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran yang tak perlu ia pikirkan untuk saat ini. Ia kemudian menghela nafasnya dan menatap anak tangga pertama di depannya.


Tian Lei kemudian memejam dan mulai menarik nafas panjang sebelum dirinya mulai mengangkat kaki kanannya dan menginjak anak tangga pertama.


Ketika ia telah menginjak anak tangga ungu, Tian Lei dapat merasakan sensasi yang aneh, dirinya sekarang tak dapat menggunakan energi spiritual untuk membantu perjalanan nya dan hanya dapat bergantung pada kekuatan fisiknya saja.


Menyadari ini, Tian Lei hanya dapat pasrah karena mau tak mau tampaknya dirinya memang harus mencapai akhir dari semua anak tangga ini.


Tian Lei terus berjalan untuk menaiki seluruh anak tangga hingga ia telah berjalan selama beberapa hari ini tanpa berhenti sekalipun, tapi ia masih belum mencapai puncak dari bukit tinggi yang menembus awan ini.


Dalam hal ini, ketinggian dari bukit yang menembus awan yang sedang di daki Tian Lei ini tak dapat di bayangkan. Ini jelas telah melampaui akal sehat.


Dalam sebulan, entah berapa puluh ribu anak tangga yang telah Tian Lei lewati untuk mencapai puncak bukit ini. Tapi, dirinya tampak berhasil mencapai pertengahan dari bukit yang menembus awan ini.


Di pertengahan, Tian Lei tampak mengelap keringatnya dan mendongakkan kepalanya untuk menatap puncak bukit yang tak terlihat karena tertutup oleh awan ungu tebal.


Tampak sekali bahwa dirinya saat ini sangat kelelahan dan kesal. Tapi, tak ada hal apapun yang membuat dirinya menyerah untuk mencapai puncak bukit tersebut karena Tian Lei yakin bahwa Kaisar Tiandi berada di puncak bukit tersebut.


Tian Lei menggertakkan giginya dengan keras dan mengepalkan tangannya dengan kuat untuk membuat semangat dan tekadnya membara.

__ADS_1


Ia kemudian kembali berjalan dan menghilangkan pikiran negatif yang menggiringnya untuk menyerah.


Dalam dua bulan selanjutnya, Tian Lei akhirnya telah sampai di atas awan dan hampir mencapai puncak yang sebenarnya.


Dirinya sekarang sangat kelelahan dengan pakaian yang basah kuyup, bahkan dirinya berjalan dengan sedikit membungkuk.


Setelah menaiki belasan anak tangga terakhir, Tian Lei akhirnya lepas dari anak tangga terakhir dan melompat untuk berbaring di atas rerumputan di puncak bukit tersebut.


Di puncak bukit ini, ada sebuah hamparan rumput ungu yang tak begitu luas, tapi cukup nyaman untuk seseorang tinggal di sana.


Pemandangan berupa hamparan awan ungu yang indah adalah hal yang akan menemani seseorang setiap waktu di puncak bukit tersebut.


Jika di lihat dengan jelas lagi, ada sebuah teratai ungu besar yang mekar yang mulai muncul di puncak bukit tersebut dan seorang pria paruh baya berambut hitam dengan mata ungu duduk bersila di atasnya.


Pria paruh baya yang kaya akan energi kebijaksanaan ini tak lain dan tak bukan adalah Kaisar Tiandi.


Kaisar Tiandi kini mulai membuka matanya untuk menatap Tian Lei yang berbaring kelelahan di atas rumput dan senyuman puas langsung terpasang di wajahnya.


"Haha, bagus. Pewaris ku memang haruslah orang yang tak kenal menyerah..." Ucap Kaisar Tiandi dengan lembut.


Mendengar ini, Tian Lei segela membuka matanya dengan cepat dengan tatapan yang lebar dan ia segera duduk di tempatnya untuk menatap sosok yang berbicara.


"Junior ini memberi hormat pada leluhur..." Ucap Tian Lei dengan penuh hormat dan Kaisar Tiandi langsung mengangguk pelan.


Kemudian, sebuah teratai ungu besar mulai muncul di belakang Tian Lei dan mulai mekar di sana.


"Duduklah..." Ucap Kaisar Tiandi ketika melihat teratai ungu besar di belakang Tian Lei telah mekar sepenuhnya.


Tian Lei mengangguk dan mulai duduk bersila di atas teratai untuk menatap Kaisar Tiandi.


Ketika melihat Tian Lei yang menatapnya dengan seksama, Kaisar Tiandi segera memejam dengan senyuman.


"Baiklah, kau ingin aku menceritakan sesuatu terlebih dahulu, atau kau ingin langsung mendapatkan pelatihan dariku?..." Tanya Kaisar Tiandi dengan lembut ketika ia kembali menatap Tian Lei.


Tian Lei menunjukkan ekspresi serius dan tatapan yang tajam. "Aku ingin mendengar langsung dari anda apa yang terjadi sepuluh ribu tahun yang lalu. Lalu, aku akan menerima pelatihan dari anda dengan tenang..." Ucap Tian Lei dengan serius.


Kaisar Tiandi mengangguk, ia kemudian menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan. "Baiklah, aku akan mulai dari mana ya?..." Ucap Kaisar Tiandi ketika ia mulai menatap langit.

__ADS_1


Kemudian, Kaisar Tiandi benar-benar memulai apa yang ingin ia ceritakan pada Tian Lei.


Kaisar Tiandi bercerita bahwa dirinya di zaman kuno adalah orang terkuat di seluruh benua Xuanwu.


Dia berkeliling benua dan menaklukkan kekuatan yang hebat di benua tengah untuk menyatukan seluruh kekuatan di bawah Satun kekuasaannya.


Tapi, ambisi dari Kaisar Tiandi untuk menyatukan seluruh kekuatan itu segera memudar setelah ia menyadari bahwa seharusnya ada kekuatan yang lebih tinggi dari ranah Penguasa Tertinggi di dunia ini.


Sejak saat itu, Kaisar Tiandi yang telah mencapai puncak Penguasa Tertinggi hanya fokus pada kultivasi nya. Lalu, dalam seribu tahun pelatihan, Kaisar Tiandi akhirnya berhasil mencapai suatu hasil yang aneh.


Dirinya berhasil mencapai suatu ranah yang cukup aneh. Dia seperti telah melampaui ranah Penguasa Tertinggi, tapi disisi lain ia juga tampak belum mencapai ranah di atas Penguasa Tertinggi.


Dalam hal ini, Kaisar Tiandi melanjutkan penelitiannya dan ia berakhir untuk mempercayai keberadaan dunia atas yang dipercayai oleh semua orang.


Dalam satu momen, Kaisar Tiandi membuka celah dimensi dengan kekuatannya yang luar biasa dan berhasil menciptakan sebuah retakan dimensi yang mengarah ke suatu tempat di luar dunia Xuanwu.


Tapi, ketika dirinya berhasil menciptakan jalan untuk mencapai dunia atas, secara kebetulan Kaisar Iblis bersama dengan beberapa Raja Iblis dan puluhan Jenderal Iblis bersama dengan pasukan Iblis yang besar mulai keluar dari celah di mensi yang di ciptakan oleh Kaisar Tiandi.


Kaisar Iblis beserta para petinggi pasukannya yang keluar dari celah dimensi saat itu tampak mendapatkan suatu luka akibat pertarungan dan itulah yang menyebabkan adanya kesempatan bagi umat manusia untuk menyeimbangkan kekuatan dengan pasukan Iblis.


Perang antara Iblis dengan manusia akhirnya pecah dan ini berlangsung dalam waktu yang lama.


Dalam perang ini, Kaisar Tiandi akhirnya menyadari bahwa Kaisar Iblis memiliki tujuan untuk mengambil paksa akar duniawi dari dunia Xuanwu untuk meningkatkan kekuatannya dan memulihkan kondisinya dengan cepat.


Menyadari hal ini, Kaisar Tiandi menggunakan kekuatannya yang besar untuk menyegel akar duniawi agar tersembunyi dalam kekosongan yang mendalam dan tidak bisa ditemukan oleh Kaisar Iblis.


Dan seperti yang dikatakan oleh Kaisar Sun Wu dahulu, Kaisar Tiandi mengorbankan dirinya dan membuat beberapa bawahannya mampu untuk menyegel sang Kaisar Iblis.


Dan akhirnya, pecahan jiwa Kaisar Tiandi yang sempat menyelamatkan inti spiritual nya mulai menciptakan alam langit gelap untuk menunggu sang penerusnya.


Setelah mendengarkan cerita Kaisar Tiandi yang cukup panjang, Tian Lei kemudian mengangguk paham dan penasaran akan satu hal.


Hal yang membuatnya penasaran ini adalah sosok yang membuat Kaisar Iblis terluka. Jika mengingat perkataan jenderal Iblis yang ia lawan sebelumnya, sosok yang bernama Tian Shenxuan lah yang melakukan hal tersebut.


Dan jika benar sosok Tian Shenxuan berkaitan dengan identitas aslinya dan memiliki aura yang sama dengannya, maka sudah jelas bahwa Tian Shenxuan adalah Kakeknya.


Tian kemudian menghela nafasnya dan menatap Kaisar Tiandi dengan serius. "Sejauh ini aku telah memahaminya..." Ucap Tian Lei.

__ADS_1


Kaisar Tiandi kemudian tersenyum. "Kalau begitu, ayo mulai pelatihan untukmu..." Ucap Kaisar Tiandi dan Tian Lei mengangguk dengan serius.


__ADS_2