LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Menara Naga Biru


__ADS_3

Chen Tian adalah murid sekte Naga Biru yang datang sekitar empat tahun yang lalu, satu tahun sebelum Li Quan masuk ke sekte juga.


Sama seperti Li Quan, Chen Tian juga berasal dari benua tengah, tapi ia sama sekali tidak membawa satupun penjaga untuknya.


Chen Tian melihat ke arah Xiang Shen Yi yang telah berbaring lemas lalu Chen Tian melihat ke arah Tian Lei dengan senyuman bersemangat.


"Kau adalah Tian Lei, bukan? Murid baru yang terkenal dalam dua hari ini..." Ucapnya dengan nada bersahabat.


Tian Lei mengangkat alisnya, dan merasakan aura persahabatan dari Chen Tian, karena merasakan itu, Tian Lei memutuskan untuk memberi hormat pada seniornya tersebut.


Tian Lei membungkuk dan memberi hormat. "Ya, senior. Saya adalah Tian Lei. Tapi, jika dibandingkan dengan senior, ketenaran saya tidak ada apa-apanya...." Ucapnya.


Chen Tian tersenyum, ia memejam dan sedikit menunduk dengan gelengan kepala. "Kau benar-benar sopan. Juga tak terlalu mementingkan ketenaran. Aku suka!..." Ucapnya.


Chen Tian mengarahkan tombaknya pada Tian Lei. "Hei kawan. Jadi, apakah kau mau menemaniku berlatih disini?..."


Tian Lei tersenyum pahit. "Sial, akhirnya juga akan seperti ini?..." Pikirnya.


Tian Lei lalu menghilang dari tempatnya dan muncul kembali ke tempat Xie Ningxiang.


Semua orang termasuk Chen Tian mengarahkan pandangannya ke arah Tian Lei dan Ning'er.


Tian Lei tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Hehe, senior, aku tidak memiliki waktu saat ini, jadi aku akan undur diri dulu..."


Tian Lei dengan cepat melambaikan tangannya dan melayang di udara bersama dengan Ning'er. Lalu mereka terbang dengan cepat meninggalkan tempat tersebut.


Semua penonton tercengang dengan kejadian itu karena ini adalah pertama kalinya bagi mereka melihat ada yang berani menolak ajakan Chen Tian.


Tapi, Chen Tian tidak menanggapi itu dengan serius, ia malah tersenyum ke arah perginya Tian Lei.


"Menarik..." Ucapnya.

__ADS_1


Di udara, Tian Lei dan Ning'er memperlambat kecepatan terbang mereka karena tidak akan ada yang mengejar.


Ning'er mengarahkan pandangannya ke arah Tian Lei. "Kak Tian Lei, kenapa tidak menerima ajakan kak Chen? Dia tidak akan seperti senior Xiang dan yang lainnya..."


Tian Lei menoleh ke arah Ning'er dan tersenyum. "Jika aku mengalahkannya maka seisi sekte akan gempar. Jika itu benar-benar terjadi, maka hari-hari yang akan kujalani akan merepotkan..." Ucapnya dan Ning'er mengangguk paham.


.


Dua hari kemudian...


Tian Lei dan Ning'er telah berada di depan gerbang depan menuju ke menara Naga Biru.


Setelah mereka masuk ke dalam area menara Naga Biru, Tian Lei dan Ning'er dapat melihat banyak murid yang berkumpul untuk menguji seberapa jauh mereka dapat melangkah.


Menara Naga Biru adalah sebuah menara dan tempat pelatihan yang misterius dalam sekte Naga Biru.


Kabarnya, itu bahkan bukan dibuat oleh pendiri sekte naga biru, tapi ada aura dari pendiri sekte naga biru di dalam menara tersebut.


Diperkirakan, aura milik pendiri sekte naga biru berada di dalam lantai terakhir di menara Naga Biru.


Lantai kedua adalah dunia perbukitan yang memiliki aura petir yang sangat ganas, untuk melewati lantai ini, diperlukan tingkat Mahayana bintang lima. Bahkan mungkin bintang lima juga masih belum cukup.


Lantai ketiga adalah dunia vulkanik dengan aura api yang sangat kuat, untuk melewati ini, bahkan Li Quan memerlukan kultivasi tingkat Mahayana bintang delapan.


Dan lantai keempat adalah dunia 100 anak tangga, ini adalah tempat pelatihan yang sangat kuat. Semakin naik, maka tekanan yang diterima akan semakin kuat dan kuat. Pencapaian tertinggi di lantai empat ini di raih oleh Chen Tian, tapi dia hanya bisa mencoba sampai di anak tangga ke tujuh puluh satu.


Dalam beberapa menit, Patriack sekte Naga Biru, Zui Zhang Li telah datang ke tempat tersebut bersama dengan Jie Xuan Long, Xi Liang dan beberapa panatua lainnya.


Zui Zhang Li langsung memimpin kelompok untuk masuk ke dalam halaman menara Naga Biru.


Melihat kedatangan Zui Zhang Li dan panatua yang lainnya, semua murid yang ada di sana segera berlutut dan memberi hormat.

__ADS_1


Saat mereka berjalan, mereka dapat melihat sebuah menara besar dengan lima lantai, dinding menara berwarna biru yang tinggi di lilit oleh naga biru yang mendominasi.


Saat mereka telah mencapai pintu menara, ada beberapa murid peringkat teratas yang juga telah sampai di sana.


Mereka penasaran dengan pencapaian yang akan di capai Tian Lei di menara Naga Biru. Bahkan patriak sekte sampai menutup akses untuk semua murid hari ini.


Chen Tian melihat ke arah punggung sosok yang menolak ajakannya tempo hari, ia lalu melihat ke arah seorang pemuda berambut putih panjang dengan mata hijau giok, dia adalah satu-satunya partner dari Chen Tian yakni Fang Yan, yang merupakan peringkat ketiga.


"Menurutmu akan ada di lantai berapa dia?..." Ucap Chen Tian.


Fang Yan yang memiliki sikap dingin pada semua orang melihat Chen Tian dengan wajah dan tatapan datar, lalu ia melihat ke arah sosok yang dilihat oleh temannya.


"Entahlah, tapi dia bisa mengalahkan Xiang Shen Yi dengan mudah. Harusnya dia bisa mencapai lantai empat anak tangga ke lima puluh..." Ucapnya, dia telah memperhitungkan ini dengan cepat karena dia adalah orang yang cerdas. Tapi, ia masih belum mengetahui kekuatan Tian Lei yang sebenarnya.


Saat Fang Yan telah selesai berbicara, muncul suara familiar yang menyanggah jawaban dari Fang Yan.


"Lima puluh? Kau tidak tahu kekuatan dari anak itu. Aku yakin dia bisa melebihi angka yang kau katakan..." Ucapnya.


Chen Tian mengangkat alisnya dan menoleh ke arah orang yang berbicara, begitu juga dengan Fang Yan.


Mereka berdua dapat melihat sosok pemuda yang lebih muda dari mereka menggunakan pakaian yang rapi.


Rambut perak panjang yang telah terikat tidak dimainkan angin, dan mata merah melihat ke depan untuk memperhatikan sosok Tian Lei.


"Li Quan? Kau begitu yakin dengan kekuatannya? Dia cuma murid baru..." Ucap Chen Tian, dia agak bingung dengan Li Quan yang bahkan tidak pernah mengakui kekuatannya dan sekarang malah mengakui seorang murid baru.


"Murid baru? Apakah kau pikir murid baru yang biasa saja? Bahkan bisa menahan serangan puncak Immortal hanya dengan fisik?..." Bukan Li Quan yang menjawab pertanyaan Chen Tian, melainkan seseorang di sebelah Li Quan. Siapa lagi jika bukan Mu Qinlong.


Li Quan tersenyum dan melihat ke arah Chen Tian.


"Chen Tian..." Panggil Li Quan dan Chen Tian mengangkat alisnya.

__ADS_1


"Sepertinya posisimu akan terganti hari ini..." Ucapnya.


Chen Tian memejam dan kembali melihat ke arah Tian Lei. "Hm? Aku benar-benar penasaran..." Ucapnya dan tersenyum.


__ADS_2