
Di sebuah lapangan pelatihan yang cukup luas, para murid berkumpul untuk melihat suatu pertunjukan.
Tian Lei yang kebetulan lewat akhirnya penasaran dan berjalan menghampiri kerumunan.
Setelah berada di dalam kerumunan, Tian Lei segera melihat apa yang sedang orang-orang lihat di sana.
Tian Lei sekarang dapat melihat seorang wanita duduk dengan lemas dengan seorang pria yang melindungi di depannya.
Sepertinya mereka berdua adalah sepasang kekasih yang di ganggu oleh murid yang lebih kuat.
Tian Lei awalnya tampak pernah melihat kedua orang yang sedang di bully tersebut.
Pada akhirnya ia pun ingat dengan kedua orang itu, mereka berdua adalah dua dari lima peringkat teratas yang pernah ia lawan dulu.
Mereka adalah Dai Xiang dan kekasihnya Chu Qing'er. Tampaknya mereka telah meningkat pesat selama beberapa bulan ini karena kultivasi mereka telah menunjukkan ranah Mahayana bintang 4.
Di depan Dai Xiang, tampak seorang senior bertubuh tinggi dengan beberapa teman besarnya di belakang. Mereka tampaknya adalah pengganggu.
"Kenapa sekte tidak menghentikan ini?..." Tanya Tian Lei pada seseorang di sebelahnya.
Orang tersebut menoleh ke arah Tian Lei dan menaikkan alisnya. "Kau tidak tahu? Sekte tidak akan melarang perkelahian tanpa energi spiritual, jika ingin menggunakan energi spiritual, maka harus melakukan pertarungan di panggung pertarungan..." Ucap pria tersebut.
Tian Lei mengangguk dan kembali melihat situasi, kalau-kalau Dai Xiang tidak bisa menghadapi mereka, ialah yang akan menolong.
.
"Hehe, junior Dai Xiang, lebih baik mempersiapkan kekasihmu untuk menjadi pelayan alkimia ku dan aku akan mengakhiri masalah ini..." Ucap murid senior tersebut.
Raut wajah Dai Xiang menjadi kesal juga marah, sepertinya ia tidak setuju dengan kekasihnya menjadi pelayan alkimia dari orang tersebut.
"Pelayan alkimia apanya?! Senior Jiang Huang! Kau hanya ingin melecehkan Qing'er!..." Dai Xiang membentak dengan keras.
Raut wajah pemuda yang dipanggil Jiang Huang tampak tidak mengenakkan, tatapannya tajam dan sepertinya ia marah besar.
"Jadi kau tidak setuju?..." Ucapnya dengan dingin.
Dai Xiang memberikan sorot mata tajam. "Bagaimana kalau tidak?..." Ucapnya dengan berani.
Hal itu pun membuat Jiang Huang semakin marah. "Kalian berdua! Hajar dia!..." Ucap Jiang Huang memberi perintah pada kedua orang di belakangnya.
__ADS_1
Kedua orang itu mengangguk dan segera berlari ke depan, mereka melayangkan tinju mereka secara bersamaan.
Bak!
Saat tinju melayang di udara, sosok Tian Lei telah melesat tanpa adanya jejak-jejak energi spiritual, ia langsung menangkap kedua tinju itu dan melemparkan dua tubuh besar jauh ke belakang.
"Siapa dia? Hanya dengan tubuh kecil juga bisa melawan dua saudara Hu?..."
"Benar, mereka berdua adalah pelatih tubuh. Artinya perkelahian tanpa energi spiritual itu adalah keahlian mereka. Bagaimana anak itu bisa melawan mereka dengan mudah?..."
Beberapa orang mulai berbicara satu sama lain setelah melihat performa Tian Lei tadi.
Tian Lei menoleh ke belakang. "Kalian tidak apa-apa?..." Ucapnya.
Dai Xiang tampak terkejut melihat kedatangan Tian Lei yang tiba-tiba.
"Saudara Tian?!..." Ucapnya.
Jiang Huang tampak lebih marah dari yang sebelumnya, ia melihat ke arah dua temannya lalu menatap Tian Lei dengan tajam.
"Untuk menghadapi dua saudara Hu yang melatih kekuatan tubuh tanpa energi spiritual, aku rasa hanya orang-orang yang berada di atas peringkat 50 langit lah yang bisa melakukan ini. Siapa anak ini? Kenapa aku tak pernah melihatnya?..." Jiang Huang membatin.
Tian Lei mengarahkan pandangannya ke arah Jiang dengan alis terangkat, ia lalu tersenyum. "Namaku Tian Lei, tidak ada peringkat..." Ucapnya dengan santai.
Walau Tian Lei dulunya pernah mengalahkan Shi Wujin, tapi itu tidak berarti dia yang akan mendapatkan posisi di peringkat bumi. Itu karena untuk mencapai peringkat bumi harus melakukan tantangan secara resmi pada seseorang yang menempati peringkat yang diinginkan.
Semua orang terkejut mendengar bahwa yang menolong Dai Xiang adalah Tian Lei.
"Dia adalah Tian Lei? Orang yang tiba-tiba menghilang dalam beberapa waktu ini?..."
"Heh, orang ini berani mengambil hati Dewi Xie Ningxiang. Aku benar-benar ingin menghancurkan wajahnya!..."
Beberapa orang mulai membuat keramaian di dalam kerumunan orang.
Sementara itu, Jiang Huang mengangkat alisnya. "Hahaha! Kukira sehebat apa, ternyata hanya murid baru..." Jiang Huang tampaknya puas mendengar identitas Tian Lei.
Raut wajahnya berubah menjadi dingin. "Aku adalah murid langsung dari ketua balai alkimia sekte naga biru. Berlututlah! Jika tidak, aku akan menghancurkan wajahmu itu!..." Ucapnya dengan sombong.
Ia mengira karena Tian Lei tidak memiliki peringkat, maka ia bisa mengalahkannya. Dan menganggap bahwa dua saudara Hu sebelumnya dikalahkan karena mereka tidak memperhatikan kedatangan Tian Lei saja.
__ADS_1
Tian Lei mengangkat alisnya. "Hanya itu?..."
"Hah?..." Jiang Huang tampak bingung karena Tian Lei sama sekali tidak takut.
Tian Lei mengangkat tangannya, ia menjepit jari tengahnya ke bawah dengan ibu jarinya. "Kau terlalu banyak bicara..." Ucap Tian Lei dan menjentikkan jari tengahnya.
Wuzz!
Saat Tian Lei menjentikkan jarinya, tanpa energi spiritual sama sekali, gelombang angin muncul dan menghempaskan tubuh Jiang Huang hingga terpental jauh.
Semua orang mengeluarkan keringat dan menelan ludah mereka, dalam pikiran mereka saat ini, mereka tampaknya memikirkan hal yang sama.
"Itu baru satu jari, bagaimana jika dua jari? Atau jika dia melancarkan pukulan?..."
Tian Lei berjalan ke arah Jiang Huang yang terkapar di lapangan pelatihan, ia tampak sedang dibantu oleh kedua temannya untuk berdiri.
Tian Lei melirik ke arah dua teman dari Jiang Huang dengan tatapan dingin yang mengerikan. Hal itu pun membuat keduanya ketakutan dan berlari meninggalkan Jiang Huang sendirian.
"Hei, tuan Jiang. Apakah kau pikir, jika kau adalah Alchemist, maka aku akan takut? Sama sekali tidak!..." Ucap Tian Lei, ia mengeratkan kepalan tangannya dan melayangkan tinjunya ke arah wajah Jiang Huang.
Buk!
Sebuah tinju melayang ke wajah Jiang Huang sampai membuat hidungnya berdarah.
Saat Tian Lei selesai meninju wajah Jiang Huang, Tian Lei merasakan adanya serangan energi spiritual yang cukup kuat dari udara.
"Beraninya kau!..." Teriak seorang pemuda.
DUAR!
Pemuda dengan tubuh tinggi dan rambut merah pendek mengarahkan Tebasan energi spiritual dari pedangnya ke arah Tian Lei.
Tian Lei dengan cepat menghindari serangan itu tapi ia masih tidak menggunakan energi spiritual.
Setelah melancarkan serangan tadi, pemuda tinggi berambut merah mendarat di udara dan semua mata mengarah padanya.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, HADIAH DAN VOTE ^_^
LELUHUR AGUNG MUNGKIN UP NANTI SORE ATAU MALAM ^_^
__ADS_1