
Setelah selesai berurusan dengan Iblis Hitam dan Iblis Putih, sekte Naga Biru melakukan perbaikan besar-besaran untuk kediaman murid dalam.
Murid-murid yang mengetahui bahwa yang menyelamatkan nyawa mereka adalah Tian Lei segera memuji dan memuja Tian Lei sebagai pahlawan juga sebagai panutan mereka di sekte Naga Biru.
Berita menyebar luas dengan cepat, setiap kekuatan besar yang berdiri di seluruh wilayah reruntuhan kuno mendapatkan berita tentang Tian Lei yang berhasil mengalahkan dua Sovereign bintang 6.
Ada yang menyesalkan keputusan untuk mundur dan tidak membantu saat Tian Lei membunuh Mo Wei, ada juga yang berusaha keras untuk maju dan memberikan hadiah pertemanan pada Tian Lei.
Disaat yang lain gempar dengan berita ini, Tian Lei telah melakukan pelatihan tertutup untuk mengokohkan kultivasinya dan meracik pil Peningkatan Potensi untuk Tian Huang.
Dirinya sadar bahwa energi di wilayah reruntuhan kuno ini tak bisa meningkatkan kultivasinya dan dia segera pergi ke Kolam Hewan Buas Kuno untuk melakukan pelatihan.
Sementara dirinya akan larut dalam pelatihan yang panjang, Tian Lei telah memberikan perintah pada Kaisar Perang dan Xiao Bai untuk mengawal Ning'er pulang serta mengawal kedua keluarga yang akan pindah ke Wilayah reruntuhan kuno.
Keluarga Tian yang dianggap kecil menjadi keluarga utama Istana Kaisar Perang dan keluarga Xie menjadi keluarga Suci sekte Naga Biru.
Hal ini membuat setiap kekuatan gempar dan segera melakukan langkah kedua untuk mendekati Tian Lei.
Masing-masing menyediakan hadiah baik itu berupa sumberdaya ataupun senjata pusaka tingkat tinggi untuk di berikan pada keluarga Tian sebagai ucapan selamat.
Dalam sekejap, waktu cepat berlalu dan tanpa disadari bahwa telah terlewat enam bulan sejak Tian Lei menjadi pahlawan untuk sekte Naga Biru.
Berkat dari Benih Darah yang ia dapat, Tian Lei akhirnya dapat menembus Sovereign bintang 3 puncak dengan mudah.
Di dalam sebuah kediaman megah dalam Istana Kaisar Perang, tampak seorang pria paruh baya yang sekilas mirip dengan Tian Lei.
Di depan pria paruh baya tersebut, Tian Lei berdiri dengan serius dan memperhatikan jalan meditasi ayahnya dengan seksama.
"Seharusnya sekarang..." Gumam Tian Lei dengan matanya yang sedikit menyipit.
Bang!
Seperti yang diharapkan dari kata-katanya, Tian Huang mendapatkan kesuksesan besar dalam penyempurnaan pil Peningkatan Potensi dan meluapkan gelombang energi spiritual yang amat kuat.
Ketika gelombang energi spiritual diperbesar, kultivasi Tian Huang segera menerobos masuk ke ranah Immortal.
Tubuhnya yang tua dan penampilannya yang tua segera berubah menjadi muda, tubuhnya perlahan memiliki otot yang kuat dan wajahnya tampak kembali lebih muda.
Tian Huang membuka matanya perlahan dan raut wajahnya berubah menjadi sangat senang.
"Lei'er, pil yang kau berikan sangatlah luar biasa! Aku yang hanya Mahayana bintang 2 bisa langsung menerobos Immortal bahkan Inti Spiritual ku terbentuk secara alami saat proses peningkatan..." Ucapnya dengan semangat.
Tian Lei mengangguk dan tersenyum. "Dengan ini aku bisa tenang saat melanjutkan perjalananku ke tingkat yang lebih tinggi..." Ucapnya.
__ADS_1
Tian Huang menghela nafasnya dan memejam. "Tampaknya aku akan sendiri lagi setelah bersama denganmu selama ini..." Ucapnya dan berdiri di dekat Tian Lei.
Mendengar hal ini, ada jejak kesedihan di dalam tatapan Tian Lei yang hampir mengeluarkan air mata.
Ia segera berlutut di belakang Tian Huang dan memajukan kedua tangannya dengan tundukan kepala.
"Ayah, anakmu yang tidak berbakti ini memiliki tugas penting yang harus di lakukan di benua tengah. Aku berjanji akan segera kembali..." Ucapnya.
Tian Huang menghela nafasnya dan melirik anaknya di belakang. "Lei'er, ayah tahu, dan ayah sadar. Seekor burung takkan bisa terbang dengan baik di atas langit ketika dia dikurung dengan manja di sangkarnya. Dan ayah tak memiliki kemampuan untuk melarangmu pergi..." Ucapnya dengan air mata yang menetes.
.
Sementara itu, di kejauhan, di dalam wilayah Lingkaran Surgawi, genderang perang telah lama dimulai dan semua yang mengarah ke luar dari wilayah Lingkaran Surgawi telah di blokir oleh klan darah untuk mencegah informasi bocor keluar.
Kekuatan-kekuatan besar yang berdiri di wilayah kuno yang tak mau tunduk di bawah klan darah telah di hancurkan.
Dan ada beberapa kekuatan yang secara terpaksa bersedia melayani klan darah, termasuk tiga sekte besar.
Di wilayah lima klan kuno, lautan api membakar beberapa kota, tanda-tanda kehidupan telah menghilang, bahkan tak ada yang tersisa dari lima klan darah.
Semua kultivator elit yang ada di lima klan kuno telah binasa bahkan anak-anak pun menjadi bagian dalam kekejaman perang mengerikan ini.
Di puncak Gunung Dewa Es, sesosok mayat cantik dengan luka-luka yang mengerikan terlihat membeku, dia adalah Dewi Teratai Putih yang telah menghadapi tiga Tianzun sekaligus.
Karena mengetahui bahwa dirinya akan menjadi incaran klan darah, Dewi Teratai Putih mengambil tindakan untuk mengasingkan diri dan menjauhkan diri dari Sekte Es Agung di wilayah Zhongjian.
Di puncak Gunung Tianyun, tampak sosok orang tua dengan pakaian serba putih sedang berkultivasi di tempat yang sakral.
Orang tua ini adalah sosok yang sangat dihormati oleh semua ahli di seluruh benua tengah, terutama wilayah Lingkaran Surgawi.
Dia adalah yang mendapatkan berkah hukum aliran waktu dan seseorang yang mendapatkan gelar sebagai Dewa Peramal, Xuanming Xiangshen.
Dewa peramal sejak tiga tahun yang lalu telah mendapatkan sebuah petunjuk ramalan dari masa depan Benua Xuanwu.
Setelah mendapatkan petunjuk ini, Dewa Peramal segera memutuskan untuk menutup diri dan melakukan ramalan dengan teknik Ramalan Jalan Surgawi yang telah dipelajarinya selama ratusan tahun.
Setelah tiga tahun ini, Xuanming Xiangshen akhirnya mulai membuka matanya perlahan.
Dirinya menatap ke arah sebuah bintang ungu yang bersinar terang dari arah benua barat.
"Setelah tiga tahun, akhirnya aku menemukan ramalan yang jelas. Dia adalah pemuda yang baik hati, meskipun mendapatkan kehilangan besar dalam hatinya, tapi dirinya dapat mengendalikan diri dan memutuskan untuk tetap maju demi kehidupan seluruh manusia..."
Tepat setelah orang tua ini bergumam, sosok pemuda berusia tujuh belas tahun dengan kultivasi Xiantian bintang 2 segera mendobrak pintu gerbang.
__ADS_1
"Guru!... Guru!..."
Wajah pemuda yang cukup tampan ini sangat panik ketika dia memanggil sosok gurunya yang sudah dalam pandangannya.
Xuanming Xiangshen menyipitkan matanya dengan serius. "Ada apa?..."
"Guru! Para iblis itu datang kesini dan bilang akan membunuh guru! Ayo kita cepat pergi dari sini!..." Ucapnya dengan cemas.
Xuanming Xiangshen tersenyum samar. "Haha, ada sekitar empat belas juta cara yang bisa di lakukan untuk mendapatkan kemenangan. Pada akhirnya hanya ada satu cara untuk bisa berhasil. Dalam salah satu cara itu, aku melarikan diri denganmu, tapi pada akhirnya dunia berhasil dikuasai raja iblis. Tapi, ketika aku membiarkanmu untuk pergi sendiri, masih ada harapan untuk meraih kemenangan..." Ucapnya dengan bijak.
"Hahahaha! Xuanming Xiangshen, kau benar-benar memiliki kata-kata yang penuh kebijaksanaan. Jika bukan karena perintah patriak klan, aku tak tega untuk membunuhmu..."
Ketika suara serak ini terdengar, Xuanming Xiangshen dan muridnya mendongak ke atas dan dapat melihat bahwa ada tujuh orang yang telah mengepungnya.
"Oh? Ternyata kalian telah datang..." Ucapnya dan mengangkat tangan kanannya.
Xuanming Xiangshen membuka telapak tangannya dan membuka sebuah portal ruang.
Dia dengan cepat mendorong murid tercintanya masuk ke dalam portal dan sedikit melambatkan waktu.
"Muridku, satu tahun lagi kau akan bertemu dengan penyelamat dalam ramalan. Ketika istrinya telah masuk dalam krisis hidup dan mati, katakan padanya bahwa setiap masalah akan ada solusinya. Katakan padanya untuk terus maju dan mengakhiri perang untuk menciptakan kedamaian dunia. Ketika perang selesai dan dirinya larut dalam kesedihan, katakan padanya bahwa dirinya harus menuju dunia atas dan berusaha mencari Pil Kehidupan dan juga Pil Penyatu Jiwa. Dengan begitu, istrinya akan terselamatkan..."
Xuanming Xiangshen mengeluarkan senyuman hangat. "Muridku yang kucintai, mungkin ini adalah perpisahan kita..." Ucapnya dan segera menutup portal ruang.
Tianzun pertama yang baru menatap Xuanming Xiangshen dengan tatapan dingin. "Kukira kau akan melarikan diri. Padahal, jika kau melarikan diri, kau bisa saja selamat..." Ucapnya.
Xuanming Xiangshen mengangkat kepalanya dengan tatapan dingin. "Klan darah, pada akhirnya kalian memulai rencana kalian ya..."
"Hahaha! Memang layak dianggap sebagai Dewa Peramal, kau bahkan telah menebaknya..." Tianzun kedua tertawa dengan sombong.
"Dengarkan aku, ini adalah kali terakhir aku memberikan bantuan pada manusia. Yah, walau sebenarnya kalian hanya fisiknya saja yang manusia..."
"Dalam perang terakhir, Raja Iblis akan kewalahan menghadapi sang penyelamat. Ketika itu terjadi, kalian semua hanya akan menjadi asupan untuk meningkatkan kekuatannya..." Ucap Xuanming Xiangshen.
"Xuanming Xiangshen, berhenti bicara karena kami harus segera melapor..."
Wuzz!!
Semua Tianzun melepaskan aura kultivasi masing-masing yang sangat kuat dan disusul oleh aura kultivasi Xuanming Xiangshen yang telah mencapai Penguasa Agung bintang 8.
"Bahkan jika aku mati, Orang tua ini akan memberikan luka dalam untuk kalian..."
.
__ADS_1
Sementara itu, beberapa hari kemudian, Tian Lei bersama dengan ketiga sosok yang akan menemaninya serta orang-orang yang akan mengantar kepergian mereka berdiri di depan pintu portal ruang milik sekte naga biru.
Tian Lei mengangkat pandangannya ke langit. "Benua tengah aku kembali..."