
Zhao Yan melesat dengan kecepatan yang luar biasa untuk menghentikan Tian Lei dan Yun Fei Sha dalam membuat kehancuran disekitar.
Tapi, hanya di area itu, langit tiba-tiba menjadi gelap dengan guntur ungu yang mengamuk di dalamnya.
Zhao Yan yang merasakan itu segera berhenti dan menatap langit dengan serius, begitu juga dengan Hu Bai di kejauhan.
Guntur ungu yang ada di dalam awan hitam segera mendominasi langit disana dan menciptakan lubang raksasa di langit yang disaksikan semua orang di kota.
"Hentikan!!!..." Suara yang sangat keras keluar dari lubang raksasa di langit untuk menghentikan Tian Lei dan Yun Fei Sha.
Tapak awan kilat milik Yun Fei Sha dan Segel kematian ashura milik Tian Lei segera lenyap begitu saja ketika suara keras muncul dari langit.
Tanpa memperdulikan pertarungan mereka lagi, Tian Lei dan Yun Fei Sha segera berhenti dan ikut menatap fenomena di langit.
Melihat langit yang memunculkan fenomena tak biasa, wajah Yun Fei Sha segera tegang bercampur panik.
"Ini?!..." Yun Fei Sha segera bergetar ketakutan setelah bergumam.
Sementara Yun Fei Sha yang tegang, Tian Lei hanya menatap langit tanpa takut ataupun kepanikan dalam dirinya.
Ia mengangkat alisnya dengan santai. "Ini ulah Jiang Feng?..." Ucapnya pelan.
Kemudian, guntur ungu dilangit segera bersatu dan menciptakan sebuah pergelangan tangan raksasa dengan telapak tangannya yang mengarah ke bawah.
Telapak tangan itu terus bergerak turun dan nampaknya hanya memberikan tekanan pada Yun Fei Sha, Zhao Yan dan Hu Bai.
Ketika Yun Fei Sha telah ditekan hingga mencium jalanan, juga Zhao Yan dan Hu Bai telah tertekan di atas bangunan, pergelangan tangan petir ungu dari langit segera memudar dan tekanan yang diterima oleh tiga orang ini segera menghilang.
"Zhao Yan! Pertarungan tingkat tinggi yang sangat kau larang di kotamu telah terjadi di depan matamu! Dan kau tak segera berbuat apapun?!..." Jiang Feng berkata dengan tegas meskipun tak ada kehadirannya di langit.
Zhao Yan segera menelan ludahnya. "Patriak, ampuni aku. Aku sebenarnya ingin memisahkan dari awal, namun aku penasaran akan sesuatu..." Zhao Yan memberi hormat dan berkata dengan menunduk.
"Penasaran?! Rasa penasaran mu itu bisa membunuh seseorang bahkan menghancurkan kotamu!!..." Sebuah gelombang angin yang besar muncul di langit dan menyapu tubuh Zhao Yan.
"A, aku, aku takkan mengulanginya lagi, patriak..." Ucap Zhao Yan yang masih menunduk.
"Aku akan memaafkanmu kali ini. Tapi jangan mengulangi hal ini lagi. Ingatlah, peraturan itu, kau sendiri yang menciptakan nya!..." Ucap Jiang Feng.
__ADS_1
Zhao Yan mengangguk dan kembali memberi hormat. "Baik, terimakasih patriak..."
"Lalu, Yun Fei Sha! Begitu besarnya keberanian mu sampai menyerang seorang junior?! Bahkan jika dia anggota Istana Petir Utara ku?!..." Ketegasan Jiang Feng meningkat saat dia berkata demikian.
Mendengar hal ini, raut wajah Yun Fei Sha semakin tegang dan tubuhnya bergetar. "Patriak, aku... Aku..." Yun Fei Sha tak tahu harus berkata apa saat ini.
"Ah, sudahlah. Kau dan leluhur mu telah melayani Istana Petir Utara ku selama ratusan tahun. Karena itu aku juga akan mengampuni mu disini. Ingatlah, Istana Petir Utara ku bukanlah tempat yang menjadi asal kesombongan!..." Ucap Jiang Feng.
Yun Fei Sha mengangguk dengan cepat. "Terimakasih patriak, saya akan mengingatnya..." Ucap Yun Fei Sha.
"Tian Lei! Ada urusan mendadak, aku akan membawamu dan Ning'er pulang sekarang!..." Ucap Jiang Feng dan membuat ketiga penguasa kota membelalakkan matanya setelah mendengar nama 'Tian Lei' yang disebut Jiang Feng.
Tian Lei tersenyum. "Oh, ayolah. Hanya ingin menyuruhku pulang, tak usah seheboh ini..." Ucap Tian Lei sembari melepaskan Amukan Energi Sembilan Surga dari tubuhnya.
"Jangan bermain-main! Dia telah datang!..." Ucap Jiang Feng dan membuat Tian Lei terdiam dengan tatapan serius ke langit.
Tanpa kata-kata apapun dari Tian Lei, Jiang Feng segera menarik Tian Lei dan Ning'er ke atas langit untuk masuk ke dalam lubang raksasa.
Sebelum di telan langit, Tian Lei menatap Yun Fei Sha. "Yun Fei Sha! Ku tahu kau adalah orang baik, hanya saja kau memiliki beberapa sikap dan sifat yang buruk. Kau mungkin akan menjadi setara dengan Zhao Yan jika tidak memiliki hak tersebut. Jadi, hilangkan sifat dan sikap buruk dari mu dan dari putramu. Sampai jumpa di pertemuan selanjutnya..." Ucap Tian Lei kemudian dia tersenyum sebelum dirinya dan Ning'er di telan oleh langit.
Kemudian, setelah Tian Lei dan Ning'er menghilang, langit kembali lagi ke keadaan normal meskipun kebanyakan orang di kota masih syok dengan kejadian tersebut.
"Saudara Yun, kau tak apa?..." Tanya Zhao Yan.
Yun Fei Sha menggeleng. "Tidak, aku tidak apa-apa..." Jawabnya.
Zhao Yan menghela nafas lega. "Baguslah..." Ucapnya lalu ia melihat ke langit. "Aku tak menyangka patriak dapat semarah ini..." Ucapnya dan terhenti sejenak.
"Dan lagi... 'Tian Lei'? Apakah Tian Lei yang itu benar-benar telah kembali? Tapi, apakah benar orang mati bisa kembali?..." Lanjut Zhao Yan dan kedua orang lainnya hanya menggeleng. Entah itu artinya tidak mungkin atau tidak tahu.
.
Di sebuah aula yang megah di Istana Petir Utara, patung-patung besar prajurit berzirah menghiasi pingiran ruangan yang besar tersebut, Jiang Feng telah berdiri di tengah aula dengan tangannya yang melipat di belakang punggungnya. Ada juga Xiao Hong yang mendampingi nya di aula tersebut.
Kemudian, sebuah portal ruang dan waktu muncul di dekat keduanya lalu mengeluarkan Tian Lei dan Ning'er dari dalamnya.
"Tak bisakah kau bersikap tenang sebentar saja? Kurasa kau akan mati jika tidak membuat masalah?..." Hidung Jiang Feng berkedut karena kesal ketika ia berkata demikian pada Tian Lei.
__ADS_1
Tian Lei mengangkat alisnya. "Hah? Kau berbicara denganku? Kau pikir akulah yang membuat masalah?..." Ucap Tian Lei main-main.
Jiang Feng menghela nafas dan menutup wajahnya dengan telapak tangannya. "Baiklah baiklah. Kau bukanlah Tian Lei jika tidak membuat masalah..." Ucap Jiang Feng yang tak mau memanjangkan masalah.
Jiang Feng menoleh ke arah muridnya. "Xiao Hong, kembalilah dengan Ning'er. Aku dan Tian Lei memiliki tamu penting dan harus melakukan pembahasan penting dengannya..."
Xiao Hong mengangguk. "Baik guru..."
Sementara itu, Tian Lei melihat Ning'er dan mengelus kepalanya. "Ning'er, kembalilah dulu. Aku akan menyusul saat urusan disini telah selesai..." Ucapnya dan Ning'er mengangguk.
Kemudian, Xiao Hong dan Ning'er pun berjalan keluar dari aula besar tersebut.
Melihat keduanya telah pergi, Tian Lei dan Jiang Feng kini saling bertatapan dengan serius.
"Siapa 'dia' yang kau maksud?..." Tanya Tian Lei.
Jiang Feng hanya memejam. "Coba tebak..." Ucapnya yang ingin bermain dengan Tian Lei.
"Bocah peramal itu?..." Tian Lei langsung ke intinya karena dia dari awal sudah memiliki tebakan dalam pikirannya.
Jiang Feng mengangguk. "Ya, dia disini..."
Mendengar jawaban Jiang Feng, Tian Lei memutar pandangannya dan melihat ke segala arah.
"Dimana?..." Tanya Tian Lei dengan alisnya yang terangkat.
Sekali lagi, hidung Jiang Feng sedikit berkedut melihat tingkah saudara se sumpahnya tersebut. "Berhentilah bermain. Dia ada di taman kultivasi untuk melihat-lihat sembari menunggu kepulanganmu. Aku telah memerintahkan tetua untuk menjemputnya setelah melerai mu dengan Yun Fei Sha tadi..." Ucap Jiang Feng.
.
Sementara itu, di sebuah taman besar yang kaya dengan aura spiritual, banyak murid Istana Petir Utara yang sedang berlatih di atas ribuan batu datar yang telah tersedia.
Di pinggir taman, seorang pemuda tampan sedang berdiri di pinggir kolam dan melihat ikan-ikan di dalamnya.
Pesona dan aura dari pemuda ini sangat luar biasa dan memikat kebanyakan murid-murid perempuan muda di taman tersebut.
Ketika pemuda ini masih melihat pemandangan di dekat kolam, seorang pria paruh baya dengan aura kultivasi Sovereign bintang 6 segera menghampiri nya.
__ADS_1
"Tuan muda Jiaolong, patriak berkata tuan muda Tian Lei telah datang..."
Info : ini bagian dari cerita tapi gak saya ceritain, tapi mungkin nanti di revisi sih. Setelah kembalinya Tian Lei, Jiang Feng memberitahu semua tetuanya tentang hal ini. Dan melarang mereka untuk memberitahukan nya pada yang lain. Bahkan pada para murid. Alasannya, agar para tetua tidak heran mengapa kedepannya Jiang Feng akan sangat dekat dengan Tian Lei dan teman-temannya.