
Tatapan mata Feng Lei menajam dan segera melihat ke arah Li Juantian dengan alis terangkat. "Oh? Apakah ini patriak Li, aku telah mendengar bagaimana hebatnya dirimu mengangkat derajat keluarga Li menuju keluarga teratas di wilayah utara. Tapi, sangat disayangkan, perjuanganmu telah berakhir sampai disini. Karena aku..."
"Akan menghancurkan dan meratakan seluruh keluarga Li dengan tanah!! Hahahaha!!!... " Feng Lei tertawa sombong setelah mengatakan kata-kata gilanya.
Mendengar hal ini, Li Juantian hanya bisa menggertakkan giginya dan menahan amarahnya.
Setelah mengalahkan Li Juantian dengan kata-katanya barusan, Feng Lei kembali menatap ke arah Xiao Hong.
"Hei bocah. Bagaimana dengan tawaran ku tadi?... " Ucap Feng Lei dengan senyuman licik.
Xiao Hong menatapnya dengan dingin. "Kau benar-benar keras kepala. Aku telah berkali-kali mengatakan tidak, tapi kau terus-terusan bertanya. Apakah bajingan tua mesum seperti mu tuli?... " Ucapnya dengan dingin, dengan menunjukkan jari tengahnya saat mengucapkan kalimat terakhir.
"Haha... " Feng Lei tersenyum bersemangat dengan rasa amarah dalam dirinya.
"Baiklah, karena itu pilihan mu. Semuanya! Serang dan ratakan keluarga Li dengan tanah!... " Teriak Feng Lei dengan memberikan aba-aba dengan tangannya.
"Baik!!.. " Semua sosok di belakang Feng Lei merespon dan segera melesat ke arah pihak Keluarga Li.
"Semuanya! Jangan mau kalah dan berjuanglah untuk melindungi keluarga kita!!... " Teriak patriak Li.
"Serang!!!... " Salah satu ahli Xiantian keluarga Li memulai penyerangan dan semua sosok mengikuti.
Perperangan dimulai dan semua orang saling menyerang sekuat tenaga.
Jika dilihat dari jumlah, kekuatan keluarga Li jauh dibawah sekte Petir Ganas, bagaimanapun dan dilihat dari manapun, sangat jelas bahwa pertarungan sangat menguntungkan bagi sekte Petir Ganas.
Di dalam konflik besar ini, Ning'er sama sekali tidak tampak kesulitan dalam menghadapi musuh-musuh disekitarnya.
Pedang hebat ditangannya dan kekuatan aura pedang yang ia miliki terus menyerang beberapa musuh yang ia hadapi dan membuat sayatan dalam jumlah besar di tubuh musuh.
Saat musuh di depannya telah selesai di tangani, Ning'er melirik ke tempat lain dan dapat melihat pihak keluarga Li kesulitan dengan perbedaan jumlah yang ada.
Setelah melihat adegan ini, Ning'er menutup matanya secara perlahan dan mengangkat pedangnya tegak lurus di depan dadanya.
Aura dingin yang kuat mulai menyelimuti tubuhnya, rambutnya yang menari dengan aura dingin perlahan mulai berubah menjadi putih layaknya seorang immortal.
Matanya yang memejam secara perlahan terbuka dan menunjukkan mata biru yang memancarkan aura dingin yang kejam.
Aura pedang kemudian keluar dan bersatu dengan aura dingin dari tubuhnya, kekuatan aura pedang dingin mulai menguat dan menguat.
Ning'er memegang pedangnya dengan erat dan menariknya mundur, aura pedang dingin mulai berkumpul di pedangnya yang dilapisi oleh es.
"Semua anggota keluarga Li, menyingkir!... " Ucap Ning'er dengan tegas.
Semua anggota keluarga Li segera menoleh dan menyingkir dari jalan yang akan digunakan ning'er setelah melihat ning'er yang akan mengeluarkan serangan.
__ADS_1
"Tusukan Aura Pedang Pembekuan!... "
Ning'er dengan cepat memajukan pedangnya dan melakukan gerakan menusuk ke depan.
Gelombang aura pedang dingin segera berputar-putar dan menciptakan serangan yang dahsyat.
Melihat serangan yang sangat kuat ini, semua ahli dari sekte Petir Ganas segera melakukan gerakan pertahanan dengan energinya.
Bang!!!
Serangan Ning'er segera menembus pertahanan mereka dan membuat puluhan sosok berjatuhan dengan beberapa bagian tubuh yang membeku menjadi es.
Beberapa sosok Xiantian yang terkena serangan ini meskipun masih berdiri tegak di udara juga harus menderita karena bagian tubuh mereka yang tersayat aura pedang juga ikut membeku.
Anggota keluarga Li disekitarnya yang menyaksikan adegan sebelumnya tak bisa menahan untuk tidak tercengang.
Kekuatan yang barusan di tunjukkan oleh Ning'er bahkan setara dengan ahli puncak Xiantian yang mereka miliki.
Di dalam pertempuran yang sedikit terhenti, Li Quan melihat ke arah Ning'er dengan tatapan kagum dan tak percaya.
"Inikah kekuatan dari seseorang yang memiliki tubuh spesial?... " Gumamnya.
Di tempat Feng Lei dan ketiga tetua yang belum melakukan gerakan, Feng Lei tampak tersenyum puas dengan kekuatan yang dimiliki Ning'er.
"Hahaha! Mataku benar-benar tak salah. Aku semakin menyukai gadis ini. Sudah kuputuskan untuk membuat keturunan dengannya!..." Ucap Feng Lei tak tahu malu.
Dikejauhan, patriak Li dan Xiao Hong juga melihat ke arah Ning'er, tampak jelas ada jejak kekaguman dengan kejeniusan Ning'er dimata patriak Li.
"Kekuatan yang luar biasa! Dua pemuda dengan ranah Sovereign, lalu seorang gadis muda dengan kekuatan yang hampir menyamai Sovereign. Kalian benar-benar monster!... " Ucapnya dengan kagum.
Xiao Hong menoleh ke arah patriak Li dengan senyuman. "Heh, monster yang sebenarnya bahkan belum muncul... " Ucapnya dengan percaya diri.
Xiao Hong lalu melihat ke arah Feng Lei dan ketiga tetuanya dan tatapan matanya segera berubah menjadi serius.
"Patriak Li... " Panggilnya.
Patriak Li segera menoleh dengan alis terangkat.
"Ayo bergerak. Aku akan menahan Feng Lei dan kau akan menghadapi tiga Sovereign bintang satu itu. Setelah kau menghadapi mereka, kita berdua akan bekerjasama untuk mengalahkan Feng Lei..."
"Hm?... " Patriak Li melihat ke arah Feng Lei dan tiga tetua lalu mengangguk.
"Itu ide yang bagus... "
"Baiklah, kalau begitu ayo lakukan!... " Ucap Xiao Hong setelah mengambil ancang-ancang.
__ADS_1
Wuzz!!
Kedua sosok ini melesat ke arah Feng Lei dan tiga tetua dengan kecepatan yang luar biasa.
Melihat Li Juantian yang berada di depan akan menerobos dan melawan ketiga tetua dibelakangnya, Feng Lei tersenyum licik dan meninju ke arahnya.
Bang!!
Saat tinju akan mengenai Li Juantian, Xiao Hong telah lebih dulu menghadang serangan Feng Lei dan Li Juantian berhasil menghampiri ketiga tetua untuk memberikan sapaan hangat.
Feng Lei menatap Xiao Hong dengan dingin. "Bocah, sepertinya kau telah melupakan pukulan yang ku berikan terakhir kali, ya... "
Xiao Hong tersenyum. "Ya, tampaknya aku sedikit rindu dengan itu... " Ucapnya.
Xiao Hong mengangkat tangannya dan memicu petir ungu untuk muncul di kepalan tangannya.
Dengan cepat dirinya melayangkan tinju untuk menyerang Feng Lei dan memulai pertarungan keduanya.
Bak!!
Pukulan dari Xiao Hong di tahan dengan satu telapak tangan Feng Lei dan Feng Lei segera melemparkan Xiao Hong menjauh.
"Tampaknya kau benar-benar lupa. Serangan selemah itu, bagaimana bisa melukaiku?! Hahaha, pertarungan ini adalah akhir bagimu, jangan harap untuk kabur seperti yang terakhir kali!... "
Feng Lei menghilang dan muncul kembali di depan Xiao Hong, Dia mengeluarkan petir miliknya dan meninju ke arah Xiao Hong.
Xiao Hong segera menyilangkan kedua pergelangan tangannya dan membentuk pertahanan untuk menahan serangan tersebut.
Buak!!
Pukulan kuat dari Feng Lei berhasil mengenai pertahanan tangan Xiao Hong dan membuat Xiao Hong terpental jauh.
Xiao Hong menurunkan kedua tangannya yang kebas dan menatap Feng Lei dengan dingin.
"Meskipun aku tak menyukai ini. Tapi, kekuatannya benar-benar kuat, ini bahkan melebihi kedua saudara hitam dan putih itu... " Ucapnya.
"Tak ada pilihan lain, aku harus mencoba itu... "
Xiao Hong segera menutup matanya dengan tenang dan aura petir ungu yang ganas mulai keluar dari tubuhnya dan bersatu dengan kulitnya.
Sebuah tombak muncul dan digenggam erat oleh tangan kanan Xiao Hong.
Dalam sekejab, aura petir ungu mulai mengganas dan menciptakan gelombang hebat yang menyelimuti seluruh tubuh Xiao Hong.
Xiao Hong membuka matanya dan mengarahkan mata tombaknya ke arah Feng Lei.
__ADS_1
"Bersiaplah untuk mati! Feng Lei!!... " Ucapnya dengan keras.