
Dalam beberapa jam, setelah pihak armada kapal dimensi telah menyelesaikan semua pendaftaran tempat atas kapal yang di tumpangi oleh Tian Lei, kapal dimensi yang satu ini akhirnya segera berangkat dan masuk ke dalam portal besar di langit.
Aliran ruang yang sangat besar dan stabil di lalui oleh kapal kayu besar yang bergerak dengan energi spiritual yang besar.
Tian Lei yang duduk bersila di atas tempat tidurnya melihat ke luar jendela dan dapat melihat garis-garis cantik terang yang mengalir bagai arus air di dalam kekosongan yang cukup gelap.
Dirinya tersenyum sambil memejam setelah menyaksikan ini. "Ah, sudah beberapa tahun aku tidak menaiki benda ini. Dan ini benar-benar jauh lebih stabil daripada milik sekte naga biru. Sudah pasti yang membuatnya adalah seorang Penguasa Agung..."
Dalam keheningan ini, Tian Lei melihat ke arah pintu lalu menghela nafasnya. "Lebih baik berkumpul dengan yang lainnya dan menyaksikan indahnya aliran ruang..." Ucapnya lagi dan keluar dari ruangannya.
.
"Jal*ng kecil, berani sekali kau tidak menurutiku! Percaya atau tidak, aku akan membantai keluarga Chen!..."
"Liu Bai! Jangan menggertak orang lain, jika keluarga Liu memang bisa membantai kami, kenapa kami bisa bangkit kembali dari kebangkrutan?..."
Ketika Tian Lei berjalan di koridor, Tian Lei dapat mendengar suara gaduh antara seorang pemuda dengan seorang gadis di dalam ruangan.
Setelah berhenti sejenak saat mendengar pertengkaran ini, Tian Lei menggeleng dan kembali berjalan.
Gubrak!
Tapi, ketika Tian Lei baru berjalan beberapa langkah, pintu ruangan tempat dua suara yang gaduh tadi di dobrak dari dalam.
Tian Lei berbalik untuk melihat dan dapat melihat seorang gadis cantik berambut hitam dengan hiasan bunga di rambutnya dan matanya hijau sejernih giok.
__ADS_1
Gaun yang dikenakan oleh gadis ini tampak mewah, tapi bagian atasnya telah robek bahkan hampir menunjukkan keindahan tubuh atasnya.
Gadis ini berlari dengan cepat ke arah Tian Lei dengan raut wajah panik dan air mata yang mengalir.
"Tuan! Tuan! Tolong aku... Tolong aku tuan. Ada seseorang yang mesum sedang mengejar ku dan akan melecehkan ku..." Gadis itu berucap dengan panik ketika bersembunyi di belakang Tian Lei.
Tian Lei melirik dengan dingin. "Kenapa aku harus membantumu?..."
Belum sempat pertanyaannya dibalas oleh gadis kecil yang bersembunyi di belakangnya, seseorang segera berteriak dengan amarah.
"Jal*ng sialan! Berani sekali kau menolakku!..." Seorang pemuda yang lumayan tampan dengan kisaran umur 29 tahun muncul di koridor dengan raut wajah yang marah, dia adalah Liu Bai, nama yang baru saja di dengar oleh Tian Lei dari pertengkaran di dalam ruangan.
Dirinya melirik tangan gadis kecil yang menggandeng tangan Tian Lei saat bersembunyi di belakang Tian Lei.
Dia lalu menatap Tian Lei dengan dingin. "Bocah, siapa kau?..." Ucapnya dengan dingin.
Liu Bai tersenyum dingin secara samar. "Oh? Berarti hanya sampah yang kebetulan lewat? Kalau begitu patahkan tangan yang di pegang oleh Chen Fei'er dan kau boleh pergi..." Ucapnya dengan sombong.
Tian Lei yang sebelumnya memejam dengan tenang perlahan mulai membuka matanya dan menatap Liu Bai dengan dingin.
"Apakah kau serius?..."
Liu Bai tersenyum sombong dan mengangguk. "Aku tak pernah bercanda..."
Tian Lei menarik napas perlahan dan mulai menggenggam sebuah kerikil kecil di tangan kanannya yang ia keluarkan dari cincin penyimpanannya.
__ADS_1
Ini adalah senjata rahasia Tian Lei dalam menghadapi orang-orang kecil yang tak tahu diri.
Bang!
Kerikil di tangan Tian Lei dengan cepat di tembakkan dan mengenai wajah Liu Bai hingga bengkak.
"Aku sebelumnya tak ingin menambah banyak musuh karena aku masih memerlukan kekuatan. Tapi, tampaknya aku tak boleh terlalu lembut pada pembawa masalah..." Ucapnya dengan dingin.
Liu Bai bereaksi dengan lambat, dirinya memegang pipinya yang bengkak dan segera marah karenanya.
"Bajingan..." Liu Bai menggertakkan giginya saat menggeram marah.
"Semuanya! Serang bajingan ini!..." Liu Bai menunjuk ke arah Tian Lei dengan amarah besar dan beberapa sosok di sekitarnya segera mengangguk.
"Baik!..."
Semua orang mendengar perintah atasannya segera mengangguk dan melesat untuk melayangkan tinju ke arah Tian Lei.
Tian Lei menatap semuanya dengan dingin dan mulai mengangkat telapak tangannya.
"Pusaran Ruang..." Tian Lei bergumam dan beberapa pusaran ruang terbentuk dan langsung melahap semua sosok di udara.
Ketika beberapa sosok menghilang, keheningan datang di koridor terutama setelah Liu Bai dan gadis di belakang Tian Lei tercengang.
"A, apa-apaan itu..." Gumam Liu Bai yang masih bingung dengan penyebab menghilangnya semua anak buahnya.
__ADS_1
Sementara itu, gadis kecil di belakang Tian Lei menatap Tian Lei dengan takjub.
"Dia luar biasa..." Ucapnya dalam hati dengan mata yang berbinar-binar.