LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Alam reruntuhan dunia kuno (4)


__ADS_3

Jangan lupa untuk memberi dukungan dengan memberi hadiah, vote, atau setidaknya like dan komen.


.


.


"Apakah Tian Lei ingin melawan salah satu pilar? Apakah Tian Lei didukung oleh seseorang yang begitu kuat?..." Salah seorang di kerumunan berbisik pada temannya.


"Entahlah. Tapi, dengan kata-katanya tadi itu sudah menunjukkan bahwa latar belakangnya tidak biasa..." Balas temannya.


Sementara itu, Tian Lei kemudian melirik ke arah empat orang didekatnya.


"Kalian berempat. Gantikan posisi mereka..." Ucap Tian Lei.


Dengan ragu keempat orang yang dimaksud Tian Lei bertanya. "Kami?.."


"Ya, kalian. Apakah kalian tidak mau?..." Tanya Tian Lei.


"Bukan begitu, tapi..." Salah seorang berucap lalu melihat ke arah Mo Zhi Dao yang tersegel.


Tian Lei menggeleng sambil bersamaan menghela nafasnya. "Apakah diantara kalian tidak ada yang mau?..." Tanya Tian Lei.


Seseorang diantara kerumunan mengangkat tangannya. "Aku!..."


"Aku juga!..."


"Aku juga!..."


"Aku juga mau!..."


"Apakah kalian tidak takut dengan lembah iblis?..." Tanya Tian Lei.


"Kami berempat berasal dari prajurit kota Shamo. Kami tidak ada alasan untuk takut pada siapapun!..." Balas salah satu dari mereka berempat.


Tian Lei tersenyum. "Baiklah. Kalau begitu, silahkan..." Ucap Tian Lei.


.


Keadaan sekarang telah tenang kembali, semua tempat untuk masuk ke dalam ruang bintang juga telah penuh dan tidak memiliki tempat yang tersisa karena hanya memuat 100 orang.


Ditempat yang diduduki Tian Lei, tampak Tian Lei yang sedang duduk bersila di sana sambil menunggu bisa memasuki ruang bintang.


Beberapa menit kemudian, tampak monumen pusat alam reruntuhan dunia kuno telah mengeluarkan sinar berwarna emas dan masing-masing orang yang ada di dalam lingkaran telah menghilang entah kemana.


.


Di dalam sebuah dimensi yang gelap dan diterangi oleh cahaya bintang, ada banyak gulungan-gulungan teknik beladiri dan juga artefak tingkat tinggi yang melayang-layang seperti bintang jatuh. Dimensi itu adalah ruang bintang yang hendak di masuki oleh seratus orang yang menempati 100 lingkaran.


Di salah satu dari banyaknya wilayah dalam ruang bintang, tampak Tian Lei sedang sibuk memilih teknik beladiri yang cocok untuknya.

__ADS_1


Hampir semua teknik beladiri dan artefak tingkat Kaisar atau tingkat Suci beterbangan ke arahnya seolah ingin sekali dipilih oleh Tian Lei.


Tapi, semua itu sama sekali tidak menarik perhatian Tian Lei, ia terus menyusuri lautan teknik tingkat Donggi disana untuk mencari pusat dari wilayah ruang bintang yang ditempatinya.


Alasannya mencari pusat dari wilayah ruang bintang karena di sana pastinya ada beberapa teknik tingkat dewa yang kuat dan cocok untuk ia latih. Secara, itu adalah peninggalan dunia kuno yang bahkan tingkat Penguasa Agung bukanlah hal yang luar biasa.


Setelah sampai dipusat wilayah ruang bintang yang ia tempati, Tian Lei akhirnya dapat melihat beberapa teknik tingkat dewa yang jumlahnya tidak sampai 10.


Sama seperti teknik-teknik yang sebelumnya, semua teknik tingkat dewa itu melesat ke arahnya dengan sendirinya.


Tian Lei mulai melihat-lihat gulungan-gulungan teknik beladiri tingkat dewa yang mendekatinya itu. Tapi, tidak ada satupun yang cocok untuk ia latih.


Tian Lei melirik ke segela arah di tempat itu dan melirik sebuah teknik beladiri yang membuatnya sedikit penasaran.


Bagaimana tidak, semua teknik beladiri tingkat dewa yang ada di tempat tersebut mendekatinya secara sukarela, tapi kenapa teknik ini tidak?


Tian Lei melayang dan mendekati teknik beladiri yang membuat ia penasaran tersebut, ia membaca nama teknik pada gulungan.


"Bayangan tubuh emas?..." Tian Lei membaca nama teknik gulungan tersebut.


Kemudian, sesuatu yang aneh mulai terjadi saat itu juga, tubuh kaisar langit Tian Lei tiba-tiba secara tidak sadar memaksa Tian Lei untuk menembakkan kekuatan jiwanya ke dalam teknik tersebut.


Tian Lei tidak ingin melakukan itu, tapi dadanya tiba-tiba menjadi begitu sesak. Akhirnya, karena terpaksa, Tian Lei menembakkan kekuatan jiwanya ke dalam teknik tersebut dan dirinya yang sekarang mulai tak sadarkan diri.


.


Di dalam ruang jiwa yang ada di dalam teknik Bayangan Tubuh Emas.


Sinar matahari yang cukup terik di tempat itu menerpa wajah Tian Lei dan menembus kelopak mata Tian Lei. Hal itu pun membuat Tian Lei terbangun dari pingsannya.


Sebelum membuka matanya, Tian Lei samar-samar merasa gatal pada wajahnya, ia kemudian membuka matanya dan mulai menyadari bahwa ia berada di Padang rumput yang sangat luas.


Tian Lei duduk di hamparan rumput yang luas itu dan melihat ke depan untuk mengetahui seberapa luas sebenarnya tempat tersebut.


Tapi, ia kemudian terganggu oleh sebuah suara yang asing baginya.


"Hei, nak. Kau sudah bangun?..."


Tian Lei langsung membalikkan badannya dan seketika matanya tiba-tiba terbuka lebar. Ia melihat bahwa orang yang berbica tadi adalah seorang siluman kera dengan bulu emas yang dilapisi api sedang duduk bersantai ditempat tersebut.


"Siapa kau?..." Tanya Tian Lei.


Kera itu berdiri, ia mengangkat tongkat emasnya yang sangat berat ke atas pundaknya. "Aku adalah Sun Wu! Jiwa penjaga dari teknik tingkat dewa ini!..." Ucap siluman kera tadi.


"Penjaga? Artinya kau adalah siluman dari dunia kuno?..." Tanya Tian Lei.


"Yap, aku adalah bawahan dari seorang penguasa yang sangat kuat dimasa lalu. Kaisar Tiandi!..." Ucap siluman kera dengan sombong.


"Lalu, kenapa tubuh kaisar langit merespon teknik ini? Kenapa ia memaksaku masuk?..." Tanya Tian Lei benar-benar penasaran dengan reaksi tubuh kaisar langit terhadap ruang jiwa tersebut.

__ADS_1


Siluman kera tersenyum. "Aku tidak tahu apa yang kau maksud. Tapi, sejak kau memasuki ruang jiwa ini, tubuhmu yang ada diluar sana akan menjadi milikku..." Ucap siluman kera, ia kemudian mengeluarkan aura yang sangat mengerikan.


Tian Lei ikut tersenyum melihat itu dan berdiri. "Heh, ingin bertarung? Tingkat kultivasi ku mungkin lemah. Tapi, kekuatan jiwaku tidak bisa dianggap remeh loh..." Ucap Tian Lei, ia kemudian mengeluarkan pedang penghancur langit dari dalam tubuhnya.


Siluman kera melihat ke arah pedang penghancur langit dengan tatapan tajam. "Heh, benarkah?..." Ucap siluman kera ia sepertinya memandang remeh kekuatan dari jiwa Tian Lei, tapi tidak dengan pedang penghancur langit. Ia lalu menghilang dari tempatnya berdiri.


Tian Lei merasakan hawa dingin dari belakang tubuhnya, ia langsung berbalik ketika itu juga. Tapi sudah terlambat, karena siluman kera telah berada di belakangnya.


Buk!


Siluman kera menggunakan tongkat emasnya dan memukul Tian Lei hingga terpental jauh.


"Tingkat apa kekuatan jiwamu?..." Tanya Tian Lei.


"Bukankah kau sudah merasakannya?..." Ucap siluman kera.


"Lebih kuat dari tingkat 9. Artinya saat kau masih hidup kau telah mencapai ranah Penguasa Tertinggi?..." Ucap Tian Lei dengan ragu-ragu.


"Pemikiran yang bagus. Lebih tepatnya Penguasa Tertinggi tahap menengah..." Ucap siluman kera dengan sombong.


Tian Lei berdiri lagi, ia memberikan tatapan mata yang tajam saat itu juga lalu melesat ke arah siluman kera didepan sana.


Saat sudah dekat dengan siluman kera, Tian Lei mulai memainkan pedang penghancur langit untuk menyerang siluman kera.


Siluman kera yang melihat itu hanya tersenyum remeh dan ikut memainkan tongkatnya untuk menahan semua serangan dari Tian Lei.


Tian Lei terus menebaskan pedang penghancur langit ke arah siluman kera dan siluman kera juga bisa menahan semua serangannya dengan mudah.


Slash!... Stenk!.... Slash!..... Stenk....


Dentingan suara benturan kedua senjata logam itu mulai terdengar di area pertarungan mereka.


Pertarungan mereka sangat cepat hampir tidak bisa dilihat oleh mata orang biasa.


Pada momen tertentu, keduanya menginjakkan salah satu kakinya di tanah dengan kuat sebagai tumpuan untuk melakukan serangan yang kuat.


Tian Lei dan siluman kera secara bersamaan mengayunkan senjata mereka masing-masing dengan sekuat tenaga.


Stenk!...


Suara dentingan senjata kali ini terdengar lebih keras dari yang sebelum-sebelumnya, mereka sepertinya memiliki kekuatan yang setara walaupun kekuatan jiwa Tian Lei 1 tingkat lebih rendah.


Dan karena aduan senjata yang kuat dari masing-masing, keduanya terpental mundur jauh ke belakang.


Tian Lei dengan keadaan berlutut menancapkan pedangnya ke tanah agar ia bisa berhenti terpental ke belakang. Sementara siluman kera, ia menggunakan lututnya untuk bisa berhenti terpental mundur.


Siluman kera tersenyum. "Memang layak menjadi senjata jiwa yang terkuat dimasa lalu. Bahkan bisa membuat seorang bocah menjadi begitu kuat..." Ucap siluman kera.


Tian Lei seketika itu langsung terkejut. "Apa maksudmu? Apakah kau mengenali pedang ini?..." Tanya Tian Lei, ia berharap bisa mengungkap kebenaran tentang tubuh kaisar langit yang tidak dikenal orang-orang dan juga pedang penghancur langitnya.

__ADS_1


"Jika kau ingin tahu. Maka kalahkan aku dulu..." Ucap siluman kera, ia memainkan jari telunjuknya maju mundur untuk menantang Tian Lei.


Tian Lei mendengus. "Heh, baiklah kalau itu mau mu!..." Ucap Tian Lei lalu melesat ke arah siluman kera.


__ADS_2