
"Tunggu!..." Suara seorang pemuda terdengar lantang saat Tian Lei telah berjalan puluhan langkah.
Tian membalikkan badannya dan melihat sekelompok orang dengan menaiki kuda. Mereka sepertinya di pimpin oleh pemuda yang menahan kepergian Tian Lei tadi.
"Ada apa?..." Tian Lei bertanya dengan nada tak sedap.
"Kau telah membunuh salah satu dari kami. Tentu saja kau harus membayarnya. Jika kau memberikan seluruh harta di cincin penyimpanan mu, maka aku akan menganggap masalah ini selesai..." Ucap pemuda itu dengan keberanian yang besar, mungkin karena kultivasi Tian Lei tidak dapat ia lihat dan ada dua orang Immortal bintang 2 yang mengawalnya.
"Feng Xian. Lebih baik kita akhiri masalah ini. Tidak baik kita membuat musuh sebelum menemukan keberadaan Raja Harimau Ungu bersayap..." Feng Jia dengan cepat membuat gerakan.
"Paman tenanglah. Dia hanyalah bocah. Asal kita tidak membunuhnya, maka sekte Naga Biru tidak akan bergerak..." Ucap pemuda yang dipanggil Feng Xian.
"Tapi, dia itu bisa dikatakan setara denganku. Mohon jangan gegabah. Ayahmu pasti akan marah besar jika kita gagal menemukan letak Kristal Yuan Ungu..." Feng Jia masih mencoba meyakinkan.
"Paman, walau kau mengatakan dia setara denganmu. Aku masih tidak takut. Kita memiliki tiga Kultivator Immortal. Jadi, jangan khawatir..."
Feng Jia menghela nafas pasrah. "Baiklah. Aku akan membiarkanmu untuk saat ini..."
Feng Xian mengarahkan pandangannya ke arah Tian Lei. "Hei bocah! Apakah kau tidak mendengar kata-kataku tadi? Cepat serahkan cincin penyimpananmu padaku dan aku akan membiarkanmu pergi..."
Tian Lei acuh tak acuh melihat ke arah Feng Xian. "Orang-orang yang membuat masalah denganku semuanya benar-benar tidak takut mati. Apakah itu kemampuan dari orang lemah?..."
"Apa katamu!..." Feng Xian terlihat marah.
Tian Lei tersenyum. "Tidak ada. Kalian majulah bersama-sama, aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni kalian..." Ucap Tian Lei.
"Baiklah, sesuai keinginanmu... Semuanya! Serang!..." Feng Xian berteriak keras saat mengeluarkan kalimat terakhirnya.
Semua pasukan melompat dari atas kuda termasuk dua orang kultivator Immortal, semua orang dengan semangat menuju ke arah Tian Lei. Kecuali Feng Xian yang masih ada di kudanya dan Feng Jia yang tidak mau membuat masalah.
Tian melihat ke arah kelompok semut yang berlarian ke arahnya, ia mengeluarkan senyuman sebelum ia memegang dengan erat Pedang Langit Naga Lava miliknya.
Tian Lei kemudian dengan sangat cepat menghilang dari tempatnya, dan melesat menuju kelompok orang yang hendak mengeksekusinya.
Tian Lei melakukan gerakan yang sangat cepat, dia berpindah dari satu titik ke titik yang lain tanpa sepengetahuan musuhnya dan darah terus beterbangan menghiasi langkahnya yang cepat.
Setelah beberapa detik melakukan gerakan kilat, Tian Lei akhirnya berhenti dan melihat ke arah belakangnya. Tepatnya, ia melihat ke arah mayat-mayat musuh yang baru saja ia bantai.
__ADS_1
Tian Lei tersenyum sinis. "Heh, hanya sekelompok semut dan berani melawanku? Benar-benar bodoh..." Ucapnya dan melihat ke arah Feng Xian.
Tubuh Feng Xian kini telah bergetar hebat karena ketakutan dengan aksi yang baru saja Tian Lei tunjukkan di depan matanya.
Tian Lei menatap tajam Feng Xian dan mengarahkan jari telunjuknya ke arah Feng Xian yang tak jauh dari tempatnya.
Bam!
Seperti sebuah pistol yang melepaskan pelurunya, jari telunjuk Tian Lei mengeluarkan tembakan energi spiritual yang kuat dan membuat kepala Feng Xian hancur lebur, itu lebih parah dari hancurnya kepala Harimau Api tadi.
Tian Lei berjalan perlahan menuju ke tempat Feng Jia yang terlihat menggigil ketakutan juga, sama seperti Feng Xian tadi.
Tian Lei meletakkan telapak tangannya ke arah pundak Feng Jia. "Aku tidak memiliki masalah denganmu. Kau juga tidak mau membuat masalah denganku. Jadi, aku tidak akan membunuhmu. Entah kau akan menjadi musuhku di masa depan atau tetap diam, aku tidak peduli..." Ucap Tian Lei, ia terus berjalan semakin masuk ke dalam hutan.
..
Sudah tiga jam Tian Lei berjalan memasuki hutan setelah ia berurusan dengan semut-semut tadi. Ia terus masuk ke pedalaman hutan untuk menuju ke pusat pegunungan Awan Suci.
Dalam perjalanannya ini, Tian Lei telah bertemu dengan beberapa hewan buas yang berada di tingkat 5 bahkan tingkat 6. Walau ia kabur dari beberapa Hewan Buas tingkat 6 peringkat menengah, karena tak mau berurusan dengan hal yang sulit dulu. Walau telah berurusan dengan beberapa Hewan Buas tingkat tinggi, tapi Tian Lei belum mendapatkan satupun inti Hewan Buas, selain inti Hewan Buas milik Harimau Api.
Di setiap langkah kakinya, Tian Lei terus menggunakan kekuatan jiwanya untuk mencari tempat pelatihan yang baik untuk dirinya. Ya, tujuan Tian Lei adakah mencari pusat dari sumber energi spiritual di pegunungan Awan Suci. Namun, ia belum mendapatkan apa yang ia inginkan.
Kera Salju itu merupakan Hewan Buas tingkat 5 peringkat tinggi dengan pertahanan yang setara dengan Hewan Buas tingkat 6.
Tian Lei dengan kecepatan yang menyamai kilat bergerak dengan sangat cepat dan berhasil menghindari serangan dari Kera Salju.
"Groar!" Kera Salju meraung keras saat ia gagal melukai Tian Lei.
Tian Lei dengan matanya yang berubah menjadi ungu karena sedang menggunakan kekuatan jiwa yang besar melihat ke arah Kera Salju dengan tajam.
"Maaf saja, aku tidak mau berlama-lama..." Tian Lei mengarahkan telapak tangannya yang terbuka lebar ke arah Kera Salju.
"Ledakan Petir"
Bom!
Dengan tembakan energi petir yang kuat Tian Lei berhasil meledakkan tubuh Kera Salju dengan satu serangan.
__ADS_1
Mata Tian Lei tiba-tiba mengeluarkan sorotan mata yang tajam, ia melihat ke arah suatu tempat dan samar-samar mendengar suara derasnya arus air terjun.
Tian Lei mengarahkan kekuatan jiwanya ke air terjun tersebut untuk menyelidiki, karena biasanya pusat dari sumber energi spiritual di suatu pegunungan adalah tempat yang tinggi, dan yang paling utama adalah air terjun.
Setelah berhasil mengkonfirmasi keberadaan air terjun yang ia maksud, Tian Lei menghilang dari tempatnya dan hanya menyisakan hembusan angin yang menggoyangkan rumput di sekitarnya.
Dengan gesit dan kecepatan yang tinggi, Tian Lei melewati setiap lapisan cabang setiap pohon di jalan yang ia lewati. Setelah melakukan lompatan demi lompatan yang cepat, Tian Lei akhirnya dengan jelas dapat mendengar suara gemuruh dari air terjun.
Saat pohon terakhir telah dilewati, Tian Lei akhirnya telah keluar dari hutan, Tian Lei menghentikan langkahnya dan mengambil nafas panjang sebelum ia menghembuskannya lagi.
Di depannya saat ini, Tian Lei dapat melihat sebuah air terjun yang besar, itu juga sangat indah, dihiasi oleh pelangi-pelangi kecil di bagian atasnya.
Walaupun itu tidak memiliki gua disekitarnya, tapi itu tetaplah tempat pelatihan yang terbaik menurut Tian Lei, ya setidaknya untuk saat ini.
Tian Lei tersenyum. "Aura disini sangat kaya. Tidak salah lagi, ini adalah sumber energi pegunungan Awan Suci..." Tian Lei berkata sebelum ia menghirup udara segar di sana untuk yang kesekian kalinya.
Tian melihat sebuah batu yang cukup datar dengan permukaan yang lebar, di bawah sebuah pohon yang rindang di pinggiran sungai, aliran dari air terjun.
Tian Lei berjalan ke sana, ia meletakkan pedang beratnya dan menyandarkannya ke batu, Tian Lei duduk di atas batu dengan posisi bersila.
Tian Lei menutup matanya dan memulai bermeditasi untuk mengembalikan energi yang telah terkuras untuk ia bisa sampai di tempat yang sekarang.
Tian Lei diam dalam keheningan yang sangat menenangkan, nafasnya kini jadi lebih teratur dan lembut, energi spiritual yang sangat murni memasuki tubuh Tian Lei dengan sukarela dan mengganti kekosongan energi yang hilang dari tubuh Tian Lei.
Setelah beberapa saat, Tian Lei membuka matanya dan menghela nafas dengan lembut.
Ia melihat ke arah air terjun yang kuat namun memiliki aura yang menyenangkan di depannya. "Aura disini benar-benar sangat kuat dan murni. Mungkin tidak butuh satu bulan untuk mencapai bintang 7...."
Tian Lei lalu melihat ke arah pohon rindang yang berada di dekatnya. "Mungkin lebih baik aku membuat tempat tinggal sementara..." Ucapnya.
Tian Lei lalu pergi mengambil dahan-dahan pohon yang menurutnya cocok untuk dijadikan sebagai tiang untuk mendirikan atap.
Setelah mengambil dahan-dahan yang cukup, Tian Lei menggali beberapa lubang di bawah pohon tadi dan menempatkan beberapa dahan yang ia dapatkan tadi disana hingga mereka dapat berdiri kokoh.
Setelah tiang-tiang dari dahan pohon telah berdiri kokoh, Tian Lei mengeluarkan sebuah kain yang sangat tahan terhadap air. Itu biasanya digunakan oleh para pedagang sebagai atap dari lapak-lapak mereka, atau untuk atap dari kereta kuda yang sederhana.
Tian Lei memasangkan kain itu di di tiang-tiang yang ia buat untuk dijadikan sebagai atap. Setelah selesai, Tian Lei lalu menempatkan sebuah kain yang hangat dan lembut tepat dibawah pohon besar yang rindang tadi untuk ia jadikan sebagai tempat tidurnya.
__ADS_1
Tian Lei menepuk-nepuk tangannya yang kotor hingga kembali bersih sambil melihat rumah sementaranya yang sederhana.
"Hehe, walaupun tidak bagus, tapi ini terlihat cukup nyaman..." Ucapnya dengan bangga.