LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Melanjutkan perjalanan


__ADS_3

Halo reader semuanya πŸ‘‹πŸ‘‹


Jika kalian suka dan ingin author terus up cerita nya, disini author ingin mengajak semuanya untuk memberi dukungan pada author, dengan cara:



LikeπŸ‘


share


Favorit ❀️


Rate 🌟🌟🌟🌟🌟


Vote poin / koin


Dan jangan lupa untuk komen, agar author dapat memperbaiki cerita yang kurang menarik.


Mau nebak-nebak alur juga boleh.



______________________________________


Saat sore hari ketika matahari mulai terbenam, dipuncak sebuah bukit yang dikuasai oleh keluarga walikota, tampak Zi Bing Yan duduk di pinggiran jurang sambil melihat pemandangan matahari terbenam.


Matanya masih tampak basah dengan bekas air mata saat ia menangis tadi, saat ia sedang asik melihat pemandangan, Tian Lei ternyata menyusulnya ke tempat tersebut.


Tian Lei berjalan mendekati Zi Bing Yan.


Zi Bing Yan yang merasakan ada yang datang langsung melihat ke arah Tian Lei. "Kak Tian Lei?..." Tanya Zi Bing Yan lalu ia mengusap-usap air matanya.


Tian Lei tersenyum lalu duduk disebelah kanan Zi Bing Yan. "Kau suka melihat matahari terbenam?..." Tanya Tian Lei.


"Hm. Aku hampir setiap hari selalu kesini untuk melihat pemandangan." Ucap Zi Bing Yan sambil melihati pemandangan yang tersedia di depannya.


"Begitukah?..." Ucap Tian Lei.


Zi Bing Yan lalu merunduk. "Apakah dia cantik?..." Tanya Zi Bing Yan.


Tian Lei tersenyum mendengar perkataan Zi Bing Yan. "Ya, dia cantik. Tapi bukan karena itu aku mencintainya..." Ucap Tian Lei.


Zi Bing Yan melihat ke arah Tian Lei. "Lalu karena apa?..." Tanya Zi Bing Yan.


Tian Lei melihat ke arah pemandangan yang ada di depannya. "Karena dia selalu ada untukku walaupun aku dulunya bukan apa-apa..." Ucap Tian Lei.

__ADS_1


Zi Bing Yan yang mendengar itu hanya terdiam, ia mengerti dengan perkataan Tian Lei barusan.


Lalu mereka berdua pun lanjut melihat pemandangan matahari terbenam hingga keadaan mulai menjadi gelap.


.


Pada malam harinya, karena Tian Lei telah menghancurkan kediamannya yang sebelumnya, maka Tian Lei telah diberikan sebuah kediaman yang baru untuk tempat tinggalnya.


Tian Lei kini duduk bersila di lantai kamarnya, ia duduk berhadapan dengan Xiao Bai yang telah berubah wujud menjadi seekor anak anj*ng agar ia bisa tinggal bersama dengan Tian Lei. Tian Lei bermaksud untuk memeriksa ikatan darahnya dengan Xiao Bai. Karena hari ini ia selalu merasa ada yang aneh dengan ikatan darahnya dengan Xiao Bai.


Tian Lei kemudian menembakkan kekuatan jiwanya untuk masuk ke dalam segel emas di dahi Xiao Bai, karena di dalam segel itulah Tian Lei menempatkan inti ikatan darahnya dengan Xiao Bai.


Tian Lei terus menyusuri ruang yang ada di dalam segel tersebut dan akhirnya menemukan tempat inti ikatan darahnya dengan Xiao Bai.


Tian Lei memeriksa inti ikatan darah yang ukurannya kurang lebih sama dengan sebuah mutiara, dan inti ikatan darah itu memiliki warna ungu yang sangat kuat.


Setelah lama memperhatikan inti ikatan darahnya, Tian Lei akhirnya menemukan bahwa inti ikatan darahnya dengan Xiao Bai mengalami ketidakstabilan.


Hal ini membuat Tian Lei hanya bisa meminjam sedikit kekuatan dari Xiao Bai.


Tian Lei kemudian membuka matanya dan melihat Xiao Bai dengan wajahnya yang bersedih karena ia bisa mengetahui apa yang dilihat oleh Tian Lei.


Tian Lei tersenyum dan mengelus-elus kepala Xiao Bai. "Tidak apa-apa. Bukankah hanya tidak bisa meminjam kekuatan dalam jumlah yang besar? Lagi pula, cepat atau lambat aku akan mencapai puncak dunia ini. Tidak perlu khawatir..." Ucap Tian Lei.


"Wu..." Ucap Xiao Bai, ia mengangguk dengan dirinya yang sangat menggemaskan walau terlihat sedang bersedih.


Setalah selesai dengan latihannya, Tian Lei berbaring sejenak di atas tempat tidurnya dan akhirnya tertidur bersama Xiao Bai.


.


Selama beberapa hari ini, Tian Lei memutuskan untuk beristirahat di kota teratai putih terlebih dahulu untuk benar-benar memulihkan keadaannya.


Ia membantu para pasukan kota untuk menyingkirkan puing-puing bangunan yang tersisa dan juga menstabilkan kekuatannya yang telah menembus 4 ranah.


Tian Lei hanya bersantai tanpa ada gangguan apapun hingga seminggu telah terlewati.


Di depan gerbang timur, tampak walikota dan isterinya, Zi Bing Yan dan Zi Lin Feng yang sedang mengantar kepergian Tian Lei.


Selain mereka, ada juga beberapa jendral pasukan kota yang mengantar kepergian Tian Lei.


"Apakah kau yakin akan pergi sekarang? Tidak mau beristirahat beberapa hari lagi?..." Tanya walikota Zi Li Yan.


Tian Lei yang telah menaiki punggung Xiao Bai pun menjawab. "Tidak perlu, aku harus mengenali tempat tujuan ku terlebih dahulu. Agar saat waktunya tiba, aku bisa lebih leluasa disana..." Ucap Tian Lei.


"Kalau begitu, aku tidak akan memaksamu..." Ucap walikota Zi Li Yan.

__ADS_1


Tian Lei tersenyum lalu mengarahkan tubuh Xiao Bai untuk berbalik dan memulai perjalanannya, tapi Zi Bing Yan memanggil namanya dan membuat Tian Lei berhenti.


"Kak Tian Lei..." Panggil Zi Bing Yan.


Tian Lei menoleh ke belakang dan menatap Zi Bing Yan. "Ada apa?..."


"Apakah kita akan bertemu lagi?..." Tanya Zi Bing Yan dengan wajah memerah.


Tian Lei tersenyum mendengar ucapan Zi Bing Yan. "Jika kita memiliki takdir untuk bertemu, maka kita akan bertemu..." Ucap Tian Lei.


Zi Bing Yan hanya menunduk dan menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, semuanya. Aku pergi dulu..." Ucap Tian Lei lalu mulai menyuruh Xiao Bai berjalan.


"Hati-hati dijalan tuan muda Tian Lei!..."


"Kota kami akan selalu terbuka untukmu...."


"Anda pasti akan menjadi yang terkuat dimasa depan!..."


Orang-orang di belakang Tian Lei terus berteriak memberi dukungan untuk Tian Lei dan saat Xiao Bai sudah berjalan puluhan meter, Zi Bing Yan ikut berteriak.


"Kak Tian Lei! Semangat! Jika memang takdir tidak mempertemukan kita. Maka aku akan pergi mencari kakak!..." Teriak Zi Bing Yan.


Tian Lei tersenyum lalu melambai-lambaikan tangannya. "Itu jika kita memang akan bertemu lagi..." Ucap Tian Lei dalam batinnya.


.


Setelah beberapa jam berjalan, Tian Lei dan Xiao Bai akhirnya telah mencapai wilayah gurun iblis terpencil. Yang mana, itu adalah tempat berdirinya dua kekuatan besar yakni kota Shamo yang merupakan kota terkuat kedua di kekaisaran Yan dan kerajaan Ular Langit yang merupakan tempat berkuasanya para siluman ular di gurun tersebut.


Dalam perjalanan ini, Tian Lei selalu memikirkan tentang dirinya yang tidak bisa meminjam banyak kekuatan dari Xiao Bai lagi.


Jika ada bahaya besar yang mengancam, lalu bagaimana ia akan menghadapinya?


Itulah hal yang Tian Lei pikirkan saat ini. Tapi, Tian Lei bukan orang yang mudah menyerah ataupun lemah, dengan pengalamannya di kehidupannya yang sebelumnya, ia pasti bisa menghadapi bahaya-bahaya dan masalah-masalah yang terjadi dimasa depan.


"Dengan meminjam kekuatanmu, aku mungkin hanya akan meningkat ke ranah Yin dan Yang bintang 5 saja. Dan ditambah dengan kekuatan pedang penghancur langit, aku hanya bisa mengalahkan seorang kultivator puncak Yin dan Yang. Mungkin aku hanya akan membuat sedikit kekacauan saja..." Ucap Tian Lei.


Tian Lei lalu mengelus-elus rambut halus dikepala Xiao Bai. "Xiao bai. Kau harus melindungiku mulai sekarang..." ucap Tian Lei.


"Auuu...." Xiao Bai melolong dengan penuh semangat.


Tian Lei lalu mengepalkan tangannya dan mengangkatnya ke arah langit. "Xiao Bai! Ayo kita menuju puncak sekali lagi!..." Ucap Tian Lei dengan penuh semangat dan membuat Xiao Bai semakin semangat.


"Auuu!!!...." Xiao Bai melolong semakin keras dan semangat yang semakin membara.

__ADS_1


.


__ADS_2