LILY ( Kakak Iparku, Ayah Dari Anakku)

LILY ( Kakak Iparku, Ayah Dari Anakku)
Bab 113


__ADS_3

Setelah sarapan, Lily dan Brian serta kedua putranya berangkat menuju swalayan. Mereka akan berbelanja dan sorenya lanjut ke rumah utama keluarga Baratajaya. Lily mendorong stroller anak-anak sedangkan Brian mendorong troli belanja. Mereka terlihat senang sekali, dengan binar kebahagiaan yang menghiasi wajah mereka.


"Kak, kayaknya cukup dech, udah penuh juga trolinya. Nanti malah khilaf terus ambil troli baru lagi. Janganlah ya..." Lily tertawa kecil membuat Brian gemas sendiri. Brian segera membayar belanjaan dan Lily menunggu di cafe terdekat.


"Ayo Sayang!" ajak Brian dengan mendorong troli untuk memindahkan belanjaan ke mobil. Lily pun segera mengikutinya dari belakang.


"Kita pulang dulu kan Kak?"


"Iya Sayang, main dulu juga boleh. Sepertinya mereka akan tidur pulas siang ini. Pas juga cuacanya agak mendung dan sebentar lagi hujan. Coba gaya dan tempat baru ya!" Brian mengedipkan sebelah matanya setelah memasukkan troli kedua putranya.


Lily hanya bisa menggelengkan kepala, semalam ia dibiarkan tidur dengan nyenyak tanpa ada gangguan. Siang ini alamat harus kembali keramas lagi.


"Ini rambut bisa-bisa jadi putih kalo sehari tiga kali harus keramas. Aish... Punya suami ternyata membuat stok sampo cepet habis."


Sampai di rumah, mereka berbagi tugas. Brian membereskan semua belanjaan sedangkan Lily menyusui kedua putranya hingga terlelap.


"Kalian membuka peluang untuk Ayah mengurung Bunda di kamar Sayang," ucap Lily dengan menatap wajah kedua putranya yang kini tertidur nyenyak. Tadi saat di swalayan mereka terjaga sampai pulang. Mungkin karena suasana baru, jadi enggan untuk tidur. Beruntung mereka anteng dan tak menangis sama sekali. Sehingga acara belanja lancar tanpa ada yang tertinggal.


Lily masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaiannya. Belum juga duduk untuk mengendurkan otot-otot, sang suami sudah kembali memeluknya dari belakang dan mengecup kedua pipinya dengan gemas.


"Kak..."


"Bisa tidak panggilannya di ganti? Jangan Kakak!"


"Terus mau dipanggil apa Kak?" tanya Lily dengan menoleh ke samping.


"Bisa Honey, Hubby, Sayang, atau yang lainnya. Jangan Kak, kita sekarang kan sudah menikah! Aku nggak mau panggilannya sama dengan Rafkha."


Lily membalikkan badannya dan mengalungkan kedua tangan di leher Brian. Nampaknya sang suami sedang manja dan tidak ingin dibantah. Lily pun tak jadi menolak, mungkin dia juga harus belajar agar lebih bisa memberikan apapun yang Brian inginkan selagi itu benar. Meskipun untuk memanggil selain Kak, Lily merasa sangatlah canggung. Namun, bisa di coba dan semoga Brian setuju dengan panggilan darinya.

__ADS_1


"Gimana kalau Mas Brian?" tanya Lily dengan perlahan. Itu pun begitu berat terlontar tetapi Lily berusaha sepenuh hati.


"Mas?"


"Hhmm... Banyak yang sudah menikah panggilnya Mas, Mommy dan Mamah, serta Tante Erna juga. Mereka memanggil Mas pada suami mereka. Kakak setuju tidak?"


"Seperti nego beli cabe saja, tapi bolehlah dari pada Kak. Mas lebih sedikit halus dan terdengar romantis. Apa lagi suara kamu yang membuat aku gemas. Jadi gimana gitu di telinga. Coba panggil lagi? Mas mau dengar!" perintah Brian.


Diperintah begitu justru membuat Lily malu dan ragu untuk memanggilnya. Wajah Lily bahkan sudah merona saat ini.


"Ayo Sayang!"


"Iya Ma..Mas," ucap Lily gugup.


"Lagi!" titah Brian dengan lembut.


"Iya Mas..."


"Mulai dech mesumnya!" celetuk Lily yang kemudian melepaskan rangkulannya tetapi sulit untuk kabur karena Brian menarik kembali tubuhnya hingga kini keduanya kembali tak berjarak.


"Kak!"


"Kak?" tanya Brian mengulang panggilan Lily kepadanya.


"Oh iya Mas..."


"Lagi!" seakan Brian kurang puas dengan panggilan yang Lily serukan.


"Mas!" Lily mengulang lagi panggilan itu tetapi seakan menjadi boomerang untuknya karena dengan cepat Brian menyambar bibirnya dengan gerakan lembut dan menuntut. Pria itu siap memulai kembali pertarungan panas dengan iringan suara hujan. Siang ini cuaca mendukung untuk saling bersenggama memadu kasih. Apa lagi lusa ia sudah harus bekerja kembali sebelum mengambil cuti untuk honeymoon.

__ADS_1


Lily pun tak bisa menolak dan pasrah dengan apa yang Brian lakukan. Kini ia melangkah mundur dengan dorongan lembut hingga keduanya masuk ke dalam kamar mandi. Jadi ini spot yang Brian inginkan untuk mereka bercinta. Memang belum pernah tetapi membuat Lily sedikit terkejut karena baru pertama dan harus menyesuaikan gaya dan lokasi.


Brian seakan tak ada puasnya, selalu mengabiskan waktu jika sudah menyatu. Lily di buat lemas dengan berbaring di dalam bath up. Rasanya ia menyerah dan membiarkan Brian yang membersihkan tubuhnya.


Hari semakin sore, Lily masih terlelap di balik selimut dengan menggunakan bathrobe. Ya, tadi Brian belum sempat memakaikan pakaian tetapi Lily sudah pulas duluan. Dia yang tak ingin mengganggu Lily akhirnya membiarkan istrinya kembali tidur dengan dirinya yang ikut masuk kedalam selimut memberikan kehangatan di siang yang dingin.


"Mas..."


"Hhmm... Kenapa Sayang?"


"Suaranya Ikh, bikin merinding!" celetuk Lily dengan lirih dan tangan yang memukul sesuatu. Wanita itu tidak sadar dengan apa yang ia pukul namun sukses membuat Brian meringis.


"Pas banget lagi Yank, mana si Joni lagi tidur pulas. Pake ditepuk segala, perut aku jadi Auwh..."


Lily membuka mata dengan lebar, dia terbangun dan melihat wajah Brian yang kesakitan. "Maaf ya Kak, nggak sengaja. Habisnya suara serak begitu. Kan jadi..."


"Jadi inget yang tadi?" lanjut Brian memotong ucapan Lily.


Lily meringis dengan menampakkan wajahnya yang imut. Namun, dengan cepat ia keluar dari selimut dan berniat ingin turun tetapi gerakannya kalah gesit dengan Brian.


"Mau kemana sayang?" Brian menarik tubuh Lily hingga dirinya mundur dan kembali dipeluk.


"Mas..."


"Iya Sayang, hhmm?" tanya Brian dengan suara yang membuat tubuh Lily meremang dan sedetik kemudian mata Lily kembali membola merasakan sesuatu yang mendesak di belakangnya.


"Ampun Joni, loe mau gue gebuk lagi!" kesal Lily dengan mengangkat sebelah tangannya.


...****************...

__ADS_1


Hay man teman, jangan lupa baca karya baru aku ya. Tapi plese baca sampai akhir dan selalu hadir di setiap bab Nya 🥺


"Jebakan Murid Nakal"


__ADS_2