LILY ( Kakak Iparku, Ayah Dari Anakku)

LILY ( Kakak Iparku, Ayah Dari Anakku)
Bab 39


__ADS_3

Mendengar ada yang memanggilnya langkah Brian dengan cepat terhenti. Dia tau benar siapa pemilik suara tersebut. Dia akui jika begitu ceroboh, keluar tanpa melihat kanan kiri hingga ia ketahuan oleh Daddy Raihan.


Mungkin malam ini menjadi malam terakhir ia menjadi menantu di keluarga Baratajaya. Atau lebih tepatnya menjadi suami dari Aara. Dan akan pulang setelah menjelaskan semaunya. Brian pun tidak mungkin membohongi Daddy, beliau sudah melihat dengan jelas dirinya keluar dari kamar Lily tengah malam. Di jam yang tidak wajar berkunjung, sudah pasti pemikiran beliau sudah sampai ke sana.


Brian membalikkan badan setelah menghembuskan nafas pelan. Mempersiapkan hati dan alasan dengan benar. Serta mempersiapkan mental jika setelah ini ia akan mendapatkan tinjuan dari Daddy.


"Dad...."


"Apa yang kamu lakukan di kamar Lily? Daddy lihat kamu keluar dari sana? Apa ada sesuatu?" tanya Daddy dengan tatapan penuh selidik. Beliau sedikit curiga, sebagai pria beliau paham betul jika apa yang Brian lakukan itu salah. Namun beliau tidak mau menuduh tanpa bukti yang benar. Lebih baik bertanya terlebih dahulu baru menindak lanjuti dengan apa yang terjadi.


Sebelum menjawab Brian menarik nafas dalam-dalam, benar dengan apa yang ia pikirkan. Daddy Raihan pasti curiga, terlihat jelas dari mata Daddy yang menajam seperti memintanya untuk bicara sejujur-jujurnya.


"Sebelum nya Brian minta maaf Daddy, benar sekali memang Brian baru keluar dari kamar Lily. Sebenarnya Brian dan Lily...."

__ADS_1


"Sayang....Kenapa lama sekali? Sudah benerin AC nya?" tanya Aara yang tiba-tiba datang dan memotong ucapan Brian. Brian pun bingung dengan pertanyaan Aara tapi melihat gerak gerik Aara membuatnya paham jika Aara menutupi apa yang ia ingin katakan pada Daddy.


"AC?"


"Iya Daddy, tadi Lily minta tolong sama kita untuk benerin AC nya. Kan nggak enak Daddy ibu hamil kepanasan, makanya Aara minta Brian ke kamar Lily untuk melihat kendala di AC itu." Kemudian Aara menoleh ke arah Brian. "Bagaimana sudah?"


"Oh.... Sudah...." Brian menganggukkan kepala mengikuti akting yang sedang Aara jalankan. Dia terpaksa harus kembali bersabar dan mengikuti adik kakak yang menurutnya telah mengatur hidupnya.


"Ya sudah, makasih ya Brian kamu sudah memperhatikan Lily. Sekarang kalian beristirahat lah! Daddy ingin mengecek keadaan di kamar Lily dulu."


"Sakit Brian, lepas!" keluh Aara yang memang sangat merasakan kesakitan di lengannya.


"Apa maksud loe datang tiba-tiba dan memberi alasan yang nggak masuk akal?"

__ADS_1


"Gue tau loe mau bongkar semuanya!"


"Iya, memang iya. Gue capek Aara, gue capek sama pernikahan toxic ini! Gue capek harus diam aja saat gue lihat Lily berjuang sendiri! Dan gue ingin menghentikan ini semua, Gue harus jujur sama Daddy. Agar semua jelas dan mereka tau siapa ayah dari anak yang Lily kandung."


"Dan loe nggak mikirin hati gue dan Lily Brian!" Aara tidak terima akan itu, baginya ini bukan waktu yang tepat. Belum saatnya semua terbongkar, sedangkan Lily belum melahirkan dan ia belum bisa menimang anak yang akan menjadi anaknya.


"Justru dengan gue jujur gue mikirin kalian! Loe egois Aara, hubungan kita begini aja malah nggak ada kemajuan sama sekali. Gue nggak bisa buka hati gue buat loe dan dengan begini justru gue nyakitin loe Aara. Dan Lily, tanpa gue kasih penjelasan pun loe tau betapa sakit hatinya dia!"


Brian merasa sudah muak dengan drama rumah tangga yang justru membuatnya pusing kepala. Mungkin sejak awal jika ia tidak menuruti apa yang Lily pinta semua nggak akan seperti ini. Tidak semakin banyak yang akan kecewa. Meskipun pasti ada air mata tapi setidaknya tidak membohongi banyak orang. Toh tidak merusak persaudaraan yang terjalin antara keluarganya dan keluarga Baratajaya. Hanya mungkin ada konflik batin antara Lily dan Aara. Tapi ia yakin lambat laun pasti akan baik-baik saja. Karena jika sudah seperti ini semua seakan terpaksa dan menjalaninya pun penuh beban.


Aara tak lagi menjawab, ia memilih segera masuk ke dalam kamar mandi karena merasakan tubuhnya yang semakin tak karuan. Brian pun cukup heran, Aara yang tadi begitu keras tiba-tiba diam dengan wajah pucat.


"Ada apa sebenernya dengan loe Ra..."

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa like, coment dan vote ya man teman...Dan makasih banget yang sudah mendukung 🤗


__ADS_2