LILY ( Kakak Iparku, Ayah Dari Anakku)

LILY ( Kakak Iparku, Ayah Dari Anakku)
Bab 23


__ADS_3

Lily memeluk perutnya dengan erat, ia masih tak menyangka Daddy memintanya membunuh bayi yang tak berdosa. Rasanya Lily ingin melarikan diri sejauh mungkin. Sudah berdosa tak mungkin ia melakukan kembali kesalahan yang fatal dengan menjadi seorang pembunuh darah dagingnya sendiri.


Tak hanya dia, Brian kini menatap nyalang mertuanya dengan mengepalkan kedua tangan. Dia tidak mungkin diam saja saat Lily dan kandungannya dalam bahaya. Bahkan kini mata Brian nampak memerah. Tanpa persetujuan dirinya, darah dagingnya akan di lenyapkan.


"Besok akan Daddy carikan dokter yang berpengalaman untuk menggugurkan kandunganmu itu!" tegas Daddy meski dengan berat hati.


"Daddy!" Kali ini Rafkha pun tidak setuju dengan tindakan Daddy, "masalah ini masih bisa di selesaikan baik-baik tanpa harus melenyapkan nyawa yang tak berdosa."


"Diam Rafkha! Berita kehamilan Lily akan membuat keluarga kita mendapat banyak gunjingan. Belum lagi dengan perusahaan kita, sudah pasti sangat berpengaruh besar dan kita bisa mendapatkan masalah baru lagi di sana. Para klien akan berpikir buruk dan bisa saja mereka kabur."


"Tapi tidak perlu dengan cara menggugurkan kandungan Lily Dad!" bukan Rafkha yang menjawab tapi Brian yang sejak tadi merasa geram apa lagi mertuanya malah memikirkan perusahaan dan mempertaruhkan nyawa anaknya. "Sama seperti Rafkha, aku pun tidak setuju dengan Daddy!"


Semua mata tertuju pada Brian, begitupun Lily yang sejak tadi merasa ketakutan kini semakin takut jika Brian lupa akan janjinya dan membongkar semuanya di depan keluarga. Jantung Lily berdebar kencang, Lily sadar betul jika Brian nampak emosi terlebih kini pria itu menatap Daddy dengan tatapan tak biasa.


"Aku yang akan bertanggungjawab!" ucap Brian dengan lantang.

__ADS_1


deg


Lily tersentak, kedua kakinya mendadak lemas. Brian membuatnya sesak nafas. Bukan menyelesaikan masalah tapi justru akan menambah masalah keluarga.


"Apa maksud kamu?" tanya Daddy dengan tatapan curiga. Tidak mungkin Brian akan bertanggung jawab sedangkan pria itu sudah menjadi suami dari Aara. Atau mungkin Brian lah yang telah menghamili Lily. Segala pemikiran memenuhi otak Daddy Raihan, jika memang kecurigaannya benar Brian dalam masalah besar.


"Aku yang akan..."


"Kami yang akan mengangkat anak itu Daddy!" sahut Aara menghentikan ucapan Brian. Pria itu merasa begitu geregetan, kini keduanya terdiam dengan mata saling berkata. Brian menatap tajam Aara begitupun dengan Aara yang tidak terima dengan maksud dari ucapan suaminya.


"Kalian yakin?" tanya Daddy memastikan.


"Dad..."


"Tentu Daddy! Kami yakin, jangan bunuh anak itu, biarkan Lily mengandung sampai anak itu lahir. Dan agar aib itu tidak keluar dan di dengar orang. Maka Lily harus tinggal lagi di rumah ini dan di larang keluar rumah atau pergi kemanapun sampai ia melahirkan!" potong Aara lagi. Aara benar-benar tidak memberi kesempatan pada Brian untuk berbicara.

__ADS_1


"Ra!"


"Ini yang terbaik untuk keluarga kita Raf! Dan loe juga nggak setuju kan kalo Daddy benar-benar menggugurkan kandungan Lily? Jadi biarkan anak itu menjadi anak gue dan Brian. Lalu masalah ini selesai tanpa harus membunuh bayi itu. Daddy dan Mommy juga pasti akan lebih setuju dengan keputusan ini, mereka tidak mungkin tega membunuh cucu kedua dari keluarga Baratajaya!" Dengan mudah Aara berucap tanpa memikirkan perasaan Lily, Mommy yang mengerti betul perasaan putri sulungnya segera mendekat dan memeluk dari samping tanpa mendapat sambutan.


Lily masih terdiam, kini matanya menatap lekat Aara yang berucap semaunya. Dia begitu kecewa dengan Aara, terlebih sang Daddy seperti menyetujui usulan dari Aara. Ini sama saja merugikan dirinya, dia tetap akan kehilangan bayi yang ia kandung setalah melahirkan.


"Daddy setuju!"


Lily terhenyak kemudian menoleh ke arah Daddy, air matanya terus mengalir dengan hati yang begitu sakit.


...🌷🌷🌷...


Man teman jangan lupa like, coment dan vote....


Maaf jika tidak sesuai dengan apa yang kalian inginkan, pasti pada kesel juga kan sama Aara. Terus baca kelanjutannya dan jangan lupa meninggalkan jejak agar aku semakin bersemangat 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2