LILY ( Kakak Iparku, Ayah Dari Anakku)

LILY ( Kakak Iparku, Ayah Dari Anakku)
Bab 36


__ADS_3

Bola mata Lily melebar saat merasakan lembutnya bibir Brian menutup mulutnya dengan kecupan-kecupan hangat. Jantungnya berdetak berkali-kali lipat dengan hati tak karuan. Sudah lama Brian tidak menyentuhnya tapi entah mengapa malam ini dengan berani Brian mencium tiba-tiba.


Brian mulai mendesak hingga Lily merasa tak mampu lagi menahan dan membuka mulutnya hingga Brian mampu menerobos dan menyapu setiap dinding kehangatan yang sudah lama tak ia rasakan. Lily tak menyambut meski membuka akses untuk Brian.


Tapi tak mengapa bagi Brian bahkan ia melumaaat dan menghisap dengan aktif dengan rasa begitu ingin. Brian tak peduli jika Lily akan marah setelah ini. Dia hanya ingin Lily tau jika dirinya hanya mampu menyentuh satu orang wanita yaitu wanita yang akan melahirkan anaknya.


Awalnya Lily tak membalas namun gerakan lihai Brian yang menciptakan letupan rasa yang membangkitkan gairah membuat lidah Lily tergerak untuk membalas. Dan kini ia mengalungkan kedua tangannya di leher Brian. Nafas Lily mulai naik turun tak beraturan bahkan kakinya hampir melemas jika Brian tidak cepat meraih pinggulnya.


Tapi Brian tak kunjung melepas paguutan, ia begitu menikmati hingga tanpa sadar telah membawa Lily ke pinggir ranjang dan perlahan merebahkan tubuh Lily. Masih saling melumaaat dan Lily begitu terlena tapi kini tubuh nya rileks karena telah berbaring dengan nyaman ber bantal lengan Brian.

__ADS_1


Tangan Brian mulai menelusup ke leher Lily dan mengeratkan belitan hingga menimbulkan suara decapan yang begitu menggoda. Keduanya saling menikmati hingga tubuh Brian mulai naik dan mengukung tubuh Lily.


Lily melampiaskan segala pikiran buruknya dan melepas segala rasa kecewa akan keadaannya. Sejak kejadian malam itu ia hanya bisa melampiaskan dengan cara menangis dan kini dia meluapkan semua rasa yang membebaninya. Namun hal itu di sambut baik oleh Brian yang semakin bergerak liar.


Tangan Brian mulai turun membuka kancing baju Lily dan perlahan menelusup hingga Lily melenguh merasakan genggaman di dadanya dengan penuh kelembutan. Suara itu pun semakin membuat Brian menggebu-gebu, bahkan kini telah membuka pengait belakang yang menutupi dada Lily begitu rapat.


Sungguh Brian di liput rasa gairah yang membara, terlebih merasakan ukuran yang tak seperti pertama kali menyentuhnya. Mungkin faktor kehamilan membuat ukuran milk Lily menjadi semakin besar dan menantang.


"Kak....." Suara manja Lily keluar saat Brian sudah sampai di pucuk yang sudah lama tak terjamah. Menggelitik dan menggelikan, sampai Lily lupa daratan dan lupa jika kini keduanya sudah melampaui batas.

__ADS_1


Brian memejamkan mata menikmati hisaapan hingga tanpa sadar begitu kuat dengan gemas memberikan gigitan-gigitan kecil yang membuat suasana semakin panas. Tangan Brian pun mulai turun mengusap perut Lily dengan sayang dan berjanji dalam hati jika apa yang ia lakukan tidak akan menggangu buah hatinya.


"Kak....hentikan...." rintihnya dengan lirih.


"Aku menginginkanmu sayang...."


"Tapi ini salah kak," lirih Lily namun tangannya menjambak rambut Brian dan semakin membusungkan dada. Brian pun tak menyiakan dan kembali menghisaap keduanya bergantian.


"Loe minta udah tapi dada loe sengaja diarahin ke muka gue Ly, gimana gue mau berhenti apa lagi si Joni ikut-ikutan mau mimik."

__ADS_1


"Kak....jangan!" kali ini mata Lily benar-benar terbuka lebar setelah sejak tadi terpejam karena begitu menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh Brian. Tangannya menghentikan pergerakan tangan Brian agar tidak membuka kain tipis segitiga yang berenda begitu cantik membungkus bagian inti milik Lily yang wangi.


"Please....Kali ini gue butuh loe Ly, aku butuh kamu sayang. Loe nyiksa gue kalo sampe melepas begitu aja!" wajah nya begitu memelas karena memang Brian sudah tak mampu lagi menahan.


__ADS_2