
Takdir seakan menjauh dan seperti terus menamparnya dengan kenyataan yang mengecewakan. Brian tercengang mendengarkan penjelasan dokter yang mengatakan jika Lily membutuhkan transfusi darah. Dan kini detak jantung bayinya pun melemah. Hampir saja tubuhnya terjatuh jika tidak Daddy Nya menahan lalu membawa Brian untuk duduk di kursi tunggu.
"Sebesar apa kamu mencintai Lily?" tanya Daddy. Di saat genting seperti ini Daddy menanyakan sesuatu yang jelas terlihat. Bahkan kabar buruk Lily membuat dunia Brian hampir runtuh.
"Haruskah aku menjelaskannya lagi pada Daddy? Sedangkan saat ini kaki ku saja tak sanggup untuk menahan tubuhku setelah mendengar kedua nyawa orang yang penting dalam hidupku sedang sama-sama kritis."
Raihan menghela nafas berat mendengar serangkaian jawaban yang Brian tuturkan. Rasanya begitu lega saat putrinya begitu sangat di cintai dan diinginkan. Tapi Raihan pun tak mungkin membiarkan Brian melepaskan Aara begitu saja. Terlebih kondisinya yang tak memungkinkan.
__ADS_1
"Nikahi Lily setelah dia sadar nanti!"
deg
Brian berulang mengerjabkan mata, perintah yang sangat ia harapkan di awal kehamilan Lily. Bukan sekarang Brian tidak menginginkan menikah dengan Lily, tapi apa mungkin ia menikahi Lily dengan statusnya yang masih menjadi kakak ipar.
Sedangkan yang lain pun tak kalah terkejutnya, mereka tak menyangka Raihan meminta Brian untuk menikahi kedua putrinya. Pernikahan macam apa yang akan terjalin nanti. Lily akan menjadi madu kakaknya sendiri.
__ADS_1
Mungkin sekilas bahagia karena akhirnya bersatu dengan cinta yang selama ini terhalang. Tapi sebenarnya sama saja memasukkan ke neraka dunia dan akan merasakan siksaan cinta lebih mendalam.
"Rai, pikirkan dulu apa keputusan loe itu baik buat keduanya! Ini bukan perkara mudah, loe udah ikut campur masalah anak-anak loe sampai rumit begini. Nggak mungkin loe buat anak loe perang batin nantinya! Loe kata kucing main suruh kawin aja!" celetuk Andika.
Andika tidak bisa tinggal diam, dia sebagai kakak tidak harus turun tangan dengan masalah yang ada. Karena menurutnya sudah melebihi batas dan keputusan Raihan tidak masuk akal. Kecuali Brian menceraikan Aara terlebih dahulu, baru bisa Lily dan Brian bersatu. Itupun setidaknya menunggu Lily melahirkan.
Raihan diam tak menjawab ucapan yang berisi sebuah terguran dari Andika. Dia menoleh ke arah Brian yang masih terdiam mencerna apa yang harus ia lakukan. Tidak ada seorang Ayah yang tidak sakit hatinya memutuskan seperti itu. Tapi dia terpaksa karena Lily pun membutuhkan Brian.
__ADS_1
"Daddy akan mendonorkan darah untuk Lily, pikirkan kembali permintaan Daddy tadi jika kamu tidak ingin kehilangan Lily untuk kedua kalinya!" Raihan menepuk pundak Brian dan segara melangkah menuju tempat pendonoran darah. Kebetulan darah Raihan dan Lily sama sehingga cukup lega baginya dapat menolong kedua nyawa yang sangat berarti bagi hidupnya.
Brian memijit pelipisnya, poligami jauh dari pemikiran nya. Dan itu tak pernah terbayang sama sekali bahkan sangat tidak mungkin Brian melakukan hal itu. Tapi ancaman Daddy membuatnya kembali berpikir. Tidak mungkin ia kembali kehilangan Lily, wanita yang begitu ia cintai hingga mampu membuatnya lulut akan semua permintaannya.