LILY ( Kakak Iparku, Ayah Dari Anakku)

LILY ( Kakak Iparku, Ayah Dari Anakku)
Bab 122


__ADS_3

Malam ini, sebelum Lily dan Brian memboyong kedua putranya untuk pulang. Mereka menyempatkan makan malam terlebih dahulu bersama kedua orang tua serta Aara dan Wahyu.


Sebelum makan malam bersama keluarga, Lily pun sudah membagikan oleh-oleh yang ia bawa. Mereka yang mendapatkan banyak oleh-oleh begitu senang, terlebih Aara yang mendapatkan oleh-oleh hampir satu koper.


'Upah momong' kata Lily. Wahyu pun tidak ketinggalan, Lily sudah memisahkan oleh-oleh untuk calon kakak iparnya itu.


Makan malam kali ini dijadikan kesempatan untuk Wahyu membahas tentang acara lamaran yang akan ia adakan besok malam. Sempat membuat terkejut, tetapi melihat Aara yang begitu yakin membuat hati sang Daddy gamang.


"Om, Tante, Wahyu mau meminta ijin untuk melamar Aara besok malam. Wahyu akan datang bersama kedua orang tua Wahyu sesuai permintaan dari Om Raihan.

__ADS_1


Wahyu agaknya sedikit gugup, wajahnya terlihat sedikit pucat. Aara pun meraih tangan sang kekasih dan tersenyum menatapnya.


Wahyu menyunggingkan seulas senyum tipis dan mengeratkan genggaman tangan Aara. Sejujurnya Wahyu saat ini begitu grogi, terlebih melihat Om Raihan menatapnya tanpa ekspresi. Membuat Wahyu menghela nafas berat.


"Kenapa buru-buru sekali?" tanya Daddy Raihan dengan sikapnya yang berubah dingin. Mungkin sang Daddy masih belum yakin akan hubungan Aara dan Wahyu. Beliau seperti memiliki keraguan yang terpaksa harus mengiyakan.


"Karena saya ingin segera menghalalkan Aara Om, saya serius dengan anak Om," jawab Wahyu tegas. Dia tau, tidak mudah membuat Ayah dari wanita yang ia cintai ini dengan mudah menerima. Terlebih dengan masa lalu Aara yang pernah gagal dan kekurangan Aara yang harus diperhitungkan.


"Saya tidak bisa menjanjikan apapun, tetapi saya akan terus berusaha untuk membahagiakan Aara setiap waktu, dan untuk Papah dan Mamah, mereka sudah menyetujui hubungan kami. Papah justru meminta aku untuk cepat menikah," jawab Wahyu dengan serius. Memang dia tidak ingin menjanjikan kebahagiaan, tetapi Wahyu akan terus berusaha membuat Aara nyaman dan bahagia.

__ADS_1


Raihan menoleh ke arah Aara yang menatapnya penuh harap. Binar cinta pun terlihat begitu jelas, hingga Raihan tak tega untuk menolak. Pria paruh baya yang masih sangat tampan dan berwibawa itu kemudian menoleh ke arah sang istri.


Persetujuan dari Andini menjadi akhir dari keputusannya. Raihan mengangguk pasrah dan menyetujui hubungan Aara dan Wahyu.


"Ya sudah, besok malam datanglah dengan kedua orangtuamu. Daddy harap kalian bisa saling melengkapi, dan saling menguatkan. Kamu tau betul bagaimana Aara, Daddy tidak ingin mendengar ada masalah yang kelak akan menyakiti Aara."


Wahyu menyunggingkan senyum dengan genggaman tangan yang semakin erat. Dia lega, akhirnya keluarga Aara menyetujui hubungan mereka untuk melangkah ke arah yang lebih serius.


"Terimakasih Daddy sudah menerima aku," ucap Wahyu dengan binar bahagia. Rasa grogi hilang sudah dan berganti kelegaan. Meski ke depannya dia tidak tau akan bagaimana.

__ADS_1


Raihan menganggukkan kepala dengan meraih tangan sang istri dengan tatapan teduh.


"Kita doakan saja yang terbaik untuk mereka," lirih sang istri yang tau betul kegelisahan suaminya. Mommy Andini mengusap lembut lengan Deddy dengan senyuman yang menenangkan.


__ADS_2