LILY ( Kakak Iparku, Ayah Dari Anakku)

LILY ( Kakak Iparku, Ayah Dari Anakku)
Bab 115


__ADS_3

Kakak kenapa?" Kedua kakak beradik itu tengah berada di dalam kamar, setelah tadi Lily menyusui kembar dan merebahkan tubuh kedua anak kembarnya di ranjang Aara.


Aara menghela nafas berat, dia memijit pelipisnya dengan mata terpejam kemudian menoleh ke arah Lily menatap sang adik dengan mata berkaca-kaca.


"Sulit Ly..."


"Sulit?"


"Hhmm... Semua tak semudah yang dibayangkan. Gue pikir setelah ini gue bisa hidup bahagia tetapi nggak semudah itu kebahagiaan gue raih. Banyak rintangan dan halangan di depan mata."


Lily mengerutkan keningnya, dia masih tidak mengerti dengan apa yang Aara ucapkan tetapi bisa ia lihat wajah Aara yang menunjukkan kegelisahan dan kesedihan yang mendalam.


"Ceritakan Kak!"


Aara menarik nafas dalam sebelum ia menceritakan semua pada Lily. Mungkin hanya Lily yang akan ia ceritakan, tidak dengan kedua orangtuanya. Mommy, Daddy, bahkan Rafkha pun tidak boleh tau tentang syarat yang diajukan oleh keluarga Wahyu.


"Kedua orang tua Wahyu menyetujui pernikahan kami dengan syarat, mereka harus tetap mendapatkan cucu dari darah daging putranya. Gue? Gue nggak bisa memberikan itu, tetapi Wahyu kekeh akan tetap menikahi gue meskipun persyaratan yang diajukan oleh Papahnya buat dia hampir gila. Sebenarnya bukan hanya Wahyu, gue juga nggak tau bisa atau nggak."


Aara menundukkan kepalanya dengan air mata yang tak dapat dia bendung. Aara kembali menangis meratapi nasibnya. Sepintas dia teringat akan kelakuan dulu yang telah membuat Lily menderita. Karma memang berlaku, dirinya tak dapat berlari menghindari. Dia pun akan merasakan penderitaan dalam hidupnya, sama seperti apa yang adiknya alami dulu.


Lily segera memeluk Aara, dia tau betapa sakitnya hati Aara. Jika Aara menerima persyaratan itu demi menikah dengan Wahyu. Aara harus berbesar hati dan mengikhlaskan apapun usaha Wahyu untuk mendapatkan buah hati dari darah dagingnya sendiri.


"Kak, yang kuat! Semua sudah digariskan oleh Allah. Kakak harus sabar! Lily yakin, Wahyu nggak akan berkhianat. Wahyu orang baik, dia setia. Bahkan dia belum pernah pacaran sebelumnya hanya karena mencintai satu wanita yang ternyata telah bersuami." Lily berusaha untuk menguatkan Aara dan mengingatkan kembali akan kebaikan Wahyu.


"Ly gue mohon, jangan kasih tau siapapun tentang ini! Gue nggak mau Mommy dan Daddy, apalagi Rafkha tau. Mereka akan sangat marah dan menghalangi hubungan gue dan Wahyu."

__ADS_1


Lily menganggukan kepala, dia paham meski Lily tidak yakin akan itu. Apa lagi Rafkha yang bisa saja tau tanpa mereka memberitahu.


Setelah Aara merasa lega, keduanya keluar kamar karena Mommy dan Daddy pun sudah pulang. Lily dan Aara membantu Mommy menyiapkan makan malam.


Mommy begitu senang bisa masak dibantu oleh kedua putrinya. Ini untuk pertama kali mereka bertiga berada di dapur dengan aktivitas yang sama. Terlebih kedua putrinya yang kini sudah pandai memasak.


"Wah sepertinya Mommy kalah pandai dengan kalian berdua. Lihat saja masakan ini seperti yang sering kita makan di restoran. Gurame yang kalo digoreng mekar sebesar nampan," oceh Mommy.


"Kan belajar terus Mom, lagian sekarang media untuk belajar banyak," sahut Aara dengan tersenyum.


Kursus masak di Amerika ternyata sangatlah berguna untuk menyenangkan orang banyak. Mereka yang ada di sana nampak begitu lahap menghabiskan makanan yang tadi Aara buat dengan dibantu oleh Lily dan Mommy.


"Ini sup iga pasti buatan Lily," ucap Brian setelah menyeruput sup iga.


"Ini gurame tepung pasti buatan calon istri," sahut Wahyu, jelas ia tau karena ini makanan kesukaannya. "Enaknya kebangetan!"


"Mommy?" tanya Mommy dengan tersenyum lebar. Daddy jangan tanyakan Mommy masak apa, kamu sudah tau jawabnya Mas!"


Raihan tau jika yang ada di atas meja makan tak ada masakan sang istri. Lebih banyak masakan Aara karena pengetahuan Lily masih terbatas. Maklum, Mommylah yang mengajarkan ia memasak sedangkan Mommy setiap harinya masak makanan rumahan.


Setelah selesai makan, meraka beralih ke ruang keluarga dengan Aara yang sibuk bermain menggoda kembar. Lily pun senang melihat sang Kakak sumringah. Begitupun dengan Wahyu yang duduk di samping Aara. Dia begitu gemas melihat Aara yang sesekali tertawa kecil melihat keimutan kedua ponakannya.


"Bagaimana Brian, jadi pergi ke Bali?" tanya Daddy yang ternyata sudah tau lebih dulu tempat yang Brian pilih untuk mengajak Lily honeymoon.


"Daddy tau?" tanya Lily dengan kedua alis terangkat.

__ADS_1


"Hhmm... Brian sudah merencanakan dari sebelum kalian menikah, tetapi dia ragu karena kamu yang tidak akan mungkin mau meninggalkan kembar," jawab Daddy membuat Lily mengangguk paham.


"Kenapa harus Bali? Kenapa tidak keluar negeri?" tanya Mommy menatap ke arah Lily dan Brian.


"Sudah ada kembar Mom, jika mereka rewel aku dan Lily bisa cepat sampai rumah. Setidaknya nggak berasa jauh. Agar Lily pun fokus, tidak terlalu mengkhawatirkan mereka yang ditinggal di rumah," jelas Brian.


Tidak usah khawatir, mereka anteng sama Mommy dan Daddy," lanjut Mommy.


"No Mom, mereka aku titipkan pada Kak Aara dan juga Wahyu karena Lily dan Mas Brian tidak ingin membuat Mommy dan Daddy kelelahan," sahut Lily.


"Benar begitu Aara? Kamu dan Wahyu mau menjadi pengasuh mereka?" tanya Mommy mendadak ragu, karena Aara yang belum pernah mengasuh anak. Wahyu pun tidak mungkin bisa setiap saat menemani dan membantu Aara.


"Iya Mom, kami mau. Tenang saja, aku dan Wahyu akan bekerja sama dengan baik. Lagian kan ada Mommy. Stok saja susu yang banyak, biar mereka kenyang!"


"Tapi bukan berarti mereka Kakak beri susu terus Kak! Bisa kembung nanti anak-anak aku." Lily menghela nafas berat menatap sang Kakak yang begitu santai menanggapinya.


"Terima beres saja, yang penting anteng!" Aara menjulurkan lidahnya menggoda Lily.


"Jangan iseng Sayang!" bisik Wahyu dengan gemas. Bukan karena Aara yang menggoda Lily, tetapi karena melihat tingkah Aara yang membuatnya ingin kembali mengecup bibirnya.


"Sudah-sudah, kamu tenang saja Ly. Ada Mommy Sayang!"


Lily merenggut dengan memajukan bibirnya membuat Brian ingin segera mengajaknya pulang.


...****************...

__ADS_1


Hay-hay jangan lupa follow


ig aku ya weni0192 & tiktok weni0109


__ADS_2