
Setelah mengakui jika dirinya tidak mencintai Aara, tubuhnya tiba-tiba di tarik dan dua tamparan keras singgah di kedua pipinya. Hingga tubuh Brian terhuyung ke belakang.
Tamparan itu bukan dari Bayu Papahnya, tapi dari Daddy Raihan yang diam-diam mengikuti keduanya karena merasa seperti ada yang tidak beres dari gerak gerik sahabatnya.
Raihan pun kembali ingin melayangkan pukulan ke wajah Brian namun dengan cepat Andika yang tiba-tiba datang pun segera menarik tubuh Raihan agar mengurungkan niatnya.
"Maaf..." lirih Brian.
Bayu pun tak enak hati, ia yang masih terkejut akan apa yang terjadi dan pengakuan dari Brian hanya bisa diam menatap Brian dengan tatapan penuh kekecewaan. Bayu pun tidak membela Brian ataupun menolong putranya. Kerena memang apa yang Brian lakukan tidaklah benar. Jika tidak cinta mengapa tidak bicara sejak awal.
"Jadi selama ini kamu berkhianat Brian? Kamu tidak mencintai putriku?" tanya Raihan dengan hati memanas.
"Sabar Rai...Kita bisa bicarakan ini semua baik-baik!" Ucap Andika yang masih menahan tubuh Raihan dengan di bantu oleh Gibran.
Brian kembali berusaha berdiri tegak, meski wajahnya masih terasa panas. Tapi dia siap dengan apa yang akan ia terima setelah ini. Dia yang akan bertanggungjawab atas semuanya. Karena sejak awal dia yang salah.
__ADS_1
"Maaf Daddy....Maaf Mommy....Maaf jika Brian belum bisa mencintai Aara. Dan Brian tidak tau apa-apa tentang kondisi Aara. Tapi Aara pun tau jika Brian tidak mencintainya."
"Apa maksud kamu? Sebenarnya hubungan macam apa yang kalian jalani selama ini?" sentak Raihan yang semakin tidak mengerti dengan hubungan rumah tangga putrinya. Kenapa tau tidak di cintai tapi bersikap seperti tidak terjadi apa-apa. Bahkan begitu mesra dan meyakinkan semua orang jika hubungan keduanya baik-baik saja.
"Aara tau sejak awal jika Brian tidak mencintainya, sejak kami belum menikah. Dan selama ini Aara lah yang memaksakan diri. Lalu terus berusaha meyakinkan semuanya jika kami bahagia."
"Jika tau sejak awal kenapa harus kalian menikah? Kenapa kalian memaksakan diri untuk melangsungkan hubungan ini?" tanya Raihan lagi. Sedangkan yang lainnya pun masih menyimak dengan Andini yang sudah menangis membayangkan nasib Aara.
"Karena kalian, karena perjodohan itu kami terpaksa menikah. Dan Brian harus menyakiti orang yang Brian cintai. Maaf......Sampai detik ini pun Brian belum bisa menerima Aara sepenuhnya sebagai istri. Dan hubungan kami pun tidak seperti suami istri yang terlihat mesra." Brian menundukkan kepala, betapa jahatnya ia membuka semua di saat situasi tidak memungkinkan. Bagaimana jika kondisi Aara semakin kritis. Brian memejamkan mata dengan tangan terkepal. Namun bayangan akan Lily dengan cepat singgah.
"Memang Aara mencintai Brian Daddy, tapi kita tidak ada hubungan apapun karena Brian tidak mencintainya. Tapi karena Brian menghargai Daddy dan Papah. Serta wanita yang Brian cintai, Brian pun terpaksa menikahi Aara meskipun sebenarnya ada wanita yang berhak atas Brian lebih dari Aara."
"Apa maksud kamu? Wanita itu meminta kamu tetap menikahi Aara? Dan dia lebih berhak atas kamu?" Raihan dengan kuat menyentakkan kedua tangannya dan melangkah mencengkram erat kerah kemeja Brian. Aura nya kini nampak kelam, Raihan benar-benar marah dan kecewa.
Andini yang sejak tadi hanya diam segera menghampiri Raihan dan meminta suaminya untuk menghentikan perseteruan ini namun tidak di hiraukan oleh pria itu.
__ADS_1
"Katakan siapa wanita itu? katakan siapa dia!" bentak Raihan dengan suara yang menggelegar bahkan Aara yang tengah terlelap karena obat yang dia minum tadi, kini terjaga dan mendengar semuanya tanpa bisa menolong Brian.
"Jangan kamu katakan jika itu Lily!"
Semua yang disana begitu terkejut saat Raihan menyebut nama Lily. Insting seorang ayah begitu peka, dari apa yang Brian ucapkan Raihan sangat takut jika itu adalah Lily. Begitu mulia hatinya tapi jika benar berarti pria yang telah menghamili putrinya adalah iparnya sendiri.
Brian menghela nafas berat, matanya mengerjab lemah. Dia tidak menyangka jika Raihan tepat sasaran.
"Benar Daddy, wanita itu adalah Lily. Aku mencintai Lily, kami saling mencintai."
Bugh
Bugh
Bugh
__ADS_1