LILY ( Kakak Iparku, Ayah Dari Anakku)

LILY ( Kakak Iparku, Ayah Dari Anakku)
Bab 42


__ADS_3

Kini semua telah berkumpul di ruangan Bayu, mereka sempat bertanya-tanya ada masalah apa hingga semua di suruh berkumpul kecuali Lily yang memang harus tetap di rumah dan Rafkha yang sedang ada tugas di luar kota. Namun Gibran yang mereka tau sudah berada di sana sejak tadi nampak bungkam dan membiarkan Om Bayu sendiri yang menjelaskan permasalahan yang ada.


Sedangkan saat ini Brian sedang di ajak oleh Papahnya menuju ruangan Aara, tapi tidak untuk menemui wanita itu. Bayu hanya memperbolehkan Brian mengintip dari jendela di pintu kamar ruangan tersebut agar Brian tau siapa yang tengah terbaring lemah di sana.


"Kita mau apa kesini Pah?" tanya Brian dengan tatapan tidak mengerti.


"Lihatlah siapa orang yang ada di dalam!" ucap Papah Bayu dengan menunjuk ke arah jendela. Perlahan Brian pun mengikuti perintah sang Papah, ia mendekatkan diri pada pintu dan mencoba melihat siapa orang tersebut hingga ia di panggil ke rumah sakit tempat Papahnya bekerja.


deg


Bola mata Brian membola saat ia melihat wajah pucat Aara tengah terlelap setelah tadi meminum obat. Sekilas Brian ingat akan malam itu, malam dimana Aara selesai mandi dan ingin membuka handuk di kepalanya namun tak terlihat rambut panjang yang biasa terlihat setiap harinya.

__ADS_1


Lalu Brian pun teringat akan wajah pucat Aara dan setiap ucapan serta saat Aara mual muntah ketika makan malam. Brian sekarang mulai paham dengan apa yang selama ini ia curigai. Aara sakit, itu lah yang bisa Brian simpulkan saat ini. Tapi kenapa Aara tidak bilang apapun dengannya atau keluarga.


"Kamu suaminya, tapi kamu sama sekali tidak tau jika istrimu sakit. Sebenarnya apa yang kamu perhatikan selama kamu menikahinya? Jangan menjadi pecundang Brian, Papah tidak pernah mengajarkan kamu menjadi pria pecundang. Jangan setelah kamu menikahi dia, menikmati kesuciannya kemudian kamu lalai menjalankan tugas mu sebagai suami. Hingga sudah separah itu kamu tidak tahu apa-apa!"


"Tapi aku memang benar-benar tidak tau Pah jika Aara sakit. Dia tidak pernah menceritakan akan sakitnya kepadaku. Setiap aku bertanya dia tidak pernah mau menjawab. Pah, sebenarnya sakit apa Aara hingga kondisinya seperti ini?" tanya Brian lagi. Melihat wajah Aara dan kondisinya saat ini Brian yakin jika penyakit yang Aara derita bukan penyakit ringan.


Padahal pagi tadi ia mencoba menghubungi wanita yang berstatus istrinya itu setelah ia sadar jika Aara sudah pergi sebelum ia terbangun. Tapi sampai Papahnya meminta untuk datang, nomor Aara tidak bisa di hubungi . Membuat ia kebingungan sendiri saat kedua mertuanya menanyakan keberadaan Aara.


Bayu tersenyum remeh, beliau menggelengkan kepala mendengar pertanyaan Brian. Beliau masih tidak percaya dengan Brian yang tidak tau apapun tentang Aara. Sedangkan yang beliau tahu sejak kuliah keduanya terlihat dekat dan kini hampir lima bulan menikah.


"Bahkan sekalipun aku belum menyentuhnya Pah!"

__ADS_1


Papah Bayu dengan cepat menoleh ke arah putranya. Kenyataan apa lagi ini, menikah sudah berbulan-bulan tapi Brian belum menyentuh Aara sama sekali. Pernikahan apa yang di jalani keduanya hingga Brian mampu menahan.


"Apa maksud kamu? kalian sudah menikah, mustahil jika kamu belum menyentuh Aara!"


Brian menarik nafas dalam, ia tau jika Papahnya tidak mungkin percaya begitu saja akan ucapannya. Tapi mungkin ini waktu yang tepat untuknya menjelaskan. Meski Brian sadar setelah ini akan ada banyak masalah yang harus ia hadapi. Dan banyak orang yang akan menatap kecewa padanya. Tapi Brian sudah tidak mau menutupi apapun lagi, tak ingin menuruti lagi ucapan Lily dan Aara. Kini ia harus tegas dan menerima konsekuensinya.


Brian menoleh dan berdiri mendekati sang Papah. Kini dia siap apapun yang akan Bayu lakukan padanya setelah mendengar jawaban yang dia utarakan.


"Kami memang menikah Pah, tapi sejak awal pernikahan itu hanyalah terpaksa. Aku tidak mencintai Aara. Dan aku belum menyentuhnya karena aku menjaga hati wanita yang aku cinta."


Plak

__ADS_1


Plak


"Keterlaluan kamu Brian!"


__ADS_2