LILY ( Kakak Iparku, Ayah Dari Anakku)

LILY ( Kakak Iparku, Ayah Dari Anakku)
Bab 118


__ADS_3

Brian dan Lily telah sampai di Bali, keduanya menuju hotel yang sudah disiapkan oleh Brian jauh sebelum keberangkatan mereka.


"Kita istirahat dulu ya, nanti setelah itu baru jalan-jalan." Brian mengusap pipi Lily sebelum membukakan pintu kamar.


Mata Lily berbinar melihat kamar hotel yang brian pesan. Langkahnya dengan cepat menuju pintu kamar yang besar dengan menampilkan panorama alam di balik benda bening itu. Kolam renang pribadi yang luas langsung berinteraksi dengan alam.


Lily membuka pintu kaca itu dan melangkah keluar, hamparan pantai terlihat jelas meskipun ia sedang berada di lantai tujuh hotel. Anginpun menyapa menerpa wajah indah Lily yang menatap penuh damba.


Meski hanya honeymoon ke Bali tetapi Lily sudah di buat takjub dan bahagia. Matanya terpejam merasakan hembusan angin dan suara riuh ombak.


Brian memeluk tubuh sang istri dari belakang membuat kedua mata Lily terbuka. Wanita itu tersenyum merasakan kehangatan yang Brian berikan.


"Kamu suka?"


"Hhmm... Makasih ya Mas," jawab Lily dengan suara lirih. Keduanya saling berciuman di depan kolam renang dan di bawah langit yang biru.


Brian menahan gairah, dia hanya ingin menyapa dan belum ingin bermain terlalu dalam karena memberikan waktu untuk sang istri beristirahat. Dia ingin momen ini terkesan indah dan tak ingin Lily kelelahan sebelum bergulat dengan mengurai peluh.


"Istirahat dulu yuk! Nanti sore kita berenang, belum pernah main di kolam kan?" tanya Brian dengan tatapan penuh arti. Lily paham betul dengan isi kepala pria itu. Dia segera meninggalkan Brian dan masuk untuk berganti pakaian santai.


Keduanya terlelap sampai sore, Brian terlebih dulu bangun dan memperhatikan wajah cantik sang istri yang kini tengah mendekap tubuhnya dengan erat.


"Sayang, bangun! Main air yuk!" ajak Brian dengan lembut, pria itu memberikan kecupan-kecuoan kecil di bibir Lily hingga membuat wanita itu terjaga.


"Mas, jangan merusuh! Aku masih ngantuk," rengek Lily dengan mengeratkan kembali pelukannya.


"Katanya mau honeymoon, gagal dech. Main air yuk! Kita lihat sun set."

__ADS_1


Perlahan mata Lily terbuka, dia melihat wajah Brian dengan senyum mengembang. "Mau, tapi gendong ," rengeknya.


"Ugh manjanya istri aku, ayolah!" Brian begitu semangat sekali. Dia beranjak dari tempat tidur, bergaya olah raga sebelum mengangkat tubuh Lily untuk ia bawa ke kolom renang.


"Kita main di air Sayang," bisik Brian.


"Bukannya tadi ngajak main air? Kok jadi main di air? Modusmu Mas!" celetuk Lily dengan bibir mengerucut.


Cup


"Sama saja, di air-air juga." Brian melangkah masuk ke dalam kolam renang dengan Lily yang masih berada di dalam dekapan. Brian tak memperbolehkan sang istri untuk turun dari gendongan.


Brian baru melepaskan Lily setelah keduanya masuk ke dalam air. Dengan cepat Lily melesat dan berenang ke tengah menghindari Brian hingga keduanya terlibat kejar-kejaran dengan berenang.


"Mulai nakal ya, sampe kena nggak akan aku lepasin kamu Sayang!" Brian kembali mengejar Lily yang begitu lihai dan lincah. Sampai Brian sedikit kesulitan tetapi saat Lily ingin menepi dan kabur ke luar kolam, buru-buru Brian meluncur lalu menarik kaki Lily membuat wanita itu berteriak dan tak lagi bisa kabur. Brian segera memeluk dan mengunci tubuh sang istri tanpa wanita itu bisa melawan.


"Mas..."


"Kita mulai di sini Sayang," lirih Brian kemudian kembali menyatukan kedua bibir mereka dengan tubuh yang mulai menghangat. Kisah bercinta dimulai di dalam kolam renang. Saling mereguk nikmat surga dunia dengan suara air yang mengiringi gerakan keduanya. Pakaian mereka pun telah terombang-ambing di permukaan air.


Gerakan air yang semakin kencang menandakan kegiatan mereka yang semakin panas. Kaki Lily melingkar di pinggul Brian dan kedua tangannya mendekap leher pria itu.


Lenguhan dan erangan begitu lepas terdengar. Di bawah langit senja, matahari yang mulai kembali ke peraduan dan hembusan angin yang begitu sejuk menjadi saksi kegiatan melenakan yang merasa lakukan.


Bibir Lily tak henti mengeluarkan suara manja yang membangkitkan gairah. Brian begitu pandai padahal kegiatan itu sangat menguras tenaga. Terlebih kini mereka bermain di dalam air. Entah apa yang sudah Brian persiapkan sebelumnya sampai staminanya begitu kuat.


"Mas, pegel lama-lama begini. Bisa naik aja nggak? Pindah ke atas aja," keluh Lily.

__ADS_1


Tanpa mengeluarkan si Joni dari sarangnya, Brian segera mengangkat tubuh Lily dan merebahkan sang istri di lantai pinggir kolam.


"Berasa seperti dilihatin orang banyak dech Mas." Bagiamana tidak, jika kegiatan mereka di saksikan oleh alam.


"Ini sensasinya Sayang, nikmati saja!" ucap Brian kembali menyatukan bibir mereka dan bergerak lebih lembut karena tempat mereka yang tak beralas apapun.


Lenguhan panjang terdengar dari mulut keduanya. Brian mengangkat kepala dengan mata terpejam sedangkan Lily pun melakukan hal yang sama dengan dada naik turun dan nafas ngos-ngosan.


Brian kembali menatap sang istri yang masih terlihat kepayahan. Pria itu mengecup pipi Lily dan menjatuhkan tubuhnya di samping sang istri.


"Makasih Sayang, kamu luar biasa."


"Hhmm... "Lily begitu lelah hingga tak mampu berbicara banyak. Wanita itu masih berusaha mengatur nafasnya dengan baik.


"Kiita bersih-bersih dulu ya baru setelah ini kita istirahat." Brian bangun untuk mengangkat tubuh sang istri. Brian membawa Lily masuk ke dalam bathtub dan mulai mengisi air hangat agar Lily lebih nyaman.


"Biar Mas yang bantu membersihkan Sayang." Brian segera meraih sabun yang sudah tersedia dan mengusapkannya pada tubuh Lily.


"Geli Mas, Lily bisa sendiri. Mas bersih-bersih aja sana! Aku kok horor banget sich lihat si Joni masih tegak berdiri begitu. Mas kamu tuh minum apa? Obat yang bisa bikin kuat-kuat itu ya?"


Brian menahan tawa mendengar ocehan dan pertanyaan dari Lily. Dia bahkan tidak pernah menginjakkan kakinya ke toko obat macam itu tetapi sang istri malah menuduhnya meminum obat kuat.


"Apa kamu meragukan kekuatan si Joni? Jangankan minum, baca khasiatnya aja aku nggak minat Sayang. Dia itu hanya bersemangat karena momennya pas untuk dia bisa bermain-main tanpa ada gangguan. Cukup kamu persiapkan diri dan melihat aksinya lagi nanti malam."


Brian segera berdiri dari sana lalu melangkah menuju shower meninggalkan Lily yang masih tercengang dan bergidik ngeri mendengar ucapan Brian.


"Jangan-jangan telur di kulkas habis dia yang minum."

__ADS_1


__ADS_2