LILY ( Kakak Iparku, Ayah Dari Anakku)

LILY ( Kakak Iparku, Ayah Dari Anakku)
Bab 93


__ADS_3

Persiapan pernikahan Lily dan Brian sudah semakin matang. Hampir 80% sudah rapi dan kini waktunya Lily dan juga Brian fitting baju pengantin. Semua keluarga pun turut serta membantu Mommy menyiapkan. Entah mengapa Mommy begitu semangat sekali, padahal jika mau tinggal menyerahkan semua pada event organizer seperti pernikahan Aara dan Brian terdahulu. Namun, kali ini Mommy Andini langsung turun tangan sendiri bahkan peran Mommy sudah pas di sebut event organizer karena beliaulah yang memilih semuanya dan mengatur bagaimana acara nanti. Tinggal menyerahkan pada yang bertugas di saat hari H dengan urutan yang sudah beliau buat. Seantusias itu sampai Lily begitu terharu.


"Sementara kamu fitting biar anak-anak sama Mommy di rumah. Gantian Sayang, lagian besok kamu sudah dipingit dan tidak boleh lagi bertemu dengan Brian."


Lily mengangguk pasrah tetapi, rasanya begitu berat meninggalkan dua jagoan yang sudah sebulan ini selalu menemaninya. Lily pun tidak lupa memompa ASI nya agar kedua jagoan yang sekarang begitu gembul tidak kekurangan saat di tinggal.


"Brian sudah dikabari?" tanya Mommy yang kini tengah menyisir rambut Lily. Terasa sekali kasih sayang beliau. Mungkin Mommy begitu berat melepaskan Lily yang beliau ketahui akan langsung pindah rumah setelah menikah, sedangkan Aara pun sudah tinggal di luar negeri. Beliau pasti merasa sangat kesepian sekali. Apa lagi saat di tinggal Daddy bekerja.


"Sudah Mom, Kak Brian sedang di jalan menuju ke sini."


Setelah menunggu hampir 30 menit akhirnya Brian sampai dengan senyum yang mengembang. Baru beberapa hari tidak bertemu, dia sudah di buat rindu dan ingin sekali memeluk. Mungkin nanti mencari cara agar bisa mendekap dan mengecup hangat. Brian akui, Lily semakin hari semakin cantik. Sepertinya perawatan yang di gadang-gadang olehnya berhasil. Hal itu membuat Brian semakin tidak sabar ingin cepat-cepat menikahi Lily.


"Nungguin siapa Neng? Diam aja di luar, mau ngedate ya?" ledek Brian kemudian mencubit pipi Lily.


"Apa sich kak," jawab Lily dengan mengulum senyum.


Kepergian mereka kali ini memang sangat berbeda. Jika sebelumnya Lily seperti menutupi diri tetapi, kali ini dia bisa dengan santai pergi ke manapun tanpa harus menyembunyikan bentuk tubuhnya. Lily seperti merasakan kebebasan yang sudah lama hilang. Bahkan dia bisa berdandan dan bergaya seperti dulu saat belum hamil si kembar.


"Udah siap?"


"Hhmm..."

__ADS_1


Brian tersenyum gemas melihat Lily yang malu-malu namun terkesan tidak sabar. Dia segera menggenggam tangan Lily dan mengajaknya masuk ke dalam mobil. Brian pun tidak lupa membukakan pintu untuk sang kekasih.


"Eh Kakak mau kemana?" tanya Lily saat melihat Brian justru melangkah menjauh dari mobil.


"Pamit Mommy dulu Sayang, mau bawa calon istri masak nggak pamit sama Mommy. Nanti dikira ada yang nyulik. Tunggu dulu ya, sabar cuma sebentar!" Brian mengerlingkan sebelah matanya dan segera melangkah panjang masuk ke dalam rumah. Hampir saja dia lupa karena begitu bahagia melihat pujaan hati yang semakin cantik menunggunya di teras rumah. Brian pun ingin sekalian pamit pada kedua putranya agar tidak rewel saat ditinggal sang Bunda.


"Ikh si Kakak, tau gini kenapa masukin gue ke dalam mobil dulu." Lily menggelengkan kepala dan menunggu dengan sabar calon suaminya sampai kembali lagi dan masuk ke dalam mobil.


"Sudah Kak?" tanya Lily, dia melihat Brian begitu sumringah saat masuk ke dalam mobil.


"Berasa bawa anak perawan orang, bawaannya pengen ngajak ke semak-semak terus pacaran," jawab Brian asal. "Auwh sakit yank!"


"Duh yang masih inget, malam pertama kita ulangi lagi ya." Brian mengerlingkan sebelah matanya kemudian melajukan mobil menuju butik.


Lily tak lagi menggubris ucapan Brian, dia menoleh ke samping menutupi wajahnya yang dia yakin sudah merah merona.


Sampai di butik, Lily segera mencoba beberapa gaun yang telah Brian pilihkan. Rasanya begitu canggung saat ingin keluar dari fitting room. Lily malu menunjukan dirinya yang sudah berbalut gaun pengantin putih panjang dengan bagian atas yang sedikit terbuka.


"Ayo Mbak!" ajak salah satu karyawan butik yang membantu Lily mengenakan gaunnya.


"Malu mbak, saya pilih ini sajalah. Biar nanti calon suami saya melihatnya saat di pelaminan saja." Lily begitu enggan keluar dengan menunjukkan penampilannya. Lily mendadak nervous dan ingin kembali memakai pakaiannya yang tadi.

__ADS_1


"Kenapa Mbak? Mbak cocok banget loh pakai ini, Masnya pasti suka. Mari Mbak!" bujuk karyawan tersebut hingga akhirnya langkah Lily perlahan keluar dari fitting.


Brian yang sedang melihat-lihat gaun pengantin yang lain, seketika menghentikan gerakan tangannya dan menoleh ke arah pintu yang terbuka. Betapa terpesonanya Brian saat melihat Lily begitu terlihat anggun dengan balutan gaun pengantin yang indah.


"Cantik," lirih Brian kemudian melangkah mendekat. Matanya tak putus memandang wajah Lily yang masih tertunduk malu.


"Sayang, calon istriku kan ini? Kamu cantik sekali Sayang..." Brian mengikis jarak dan mengangkat dagu Lily hingga kedua pasang mata mereka bertemu.


"Boleh nggak nikahnya sekarang aja? Melihat kamu yang semakin cantik buat aku tambah tidak sabar menunggu hari H dan memboyong kamu pulang.


"Jangan donk Kak, nanti gimana tamu undangan yang datang? Masak gagal kondangan, kasian Mommy nanti nggak jadi dapet amplop dari tamunya."


Brian tertawa kecil mendengar jawaban Lily, dia mengacak gemas rambut Lily kemudian mencuri kecupan di pipi.


Lily begitu terkejut mendapatkan ciuman mendadak dari Brian. Meskipun hanya di pipi tetapi begitu kena di hati. Lily pun begitu risih karena keduanya kini sedang berada di butik. Banyak pasang mata yang melihat dan berbisik dengan menyisipkan senyuman. Dengan cepat Lily mengangkat gaun pengantin yang ia kenakan dan masuk ke dalam fitting untuk berganti pakaian.


...****************...


Hay man teman, maaf ya telat up. Tapi aku mau info buat kalian, yang mau tau ceritanya Abang Gibran udah ada ya di orange dengan judul CASANOVA dan Cewek Matre.


Info lebih lengkapnya bisa follow Ig aku weni0192

__ADS_1


__ADS_2