MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Tertarik pada pandangan pertama


__ADS_3

Malam hari.


Di sebuah hotel mewah.


Di kamar hotel mewah itu ada seorang pria dan wanita.


"Tuan, kau tahu kalau aku sudah mencintaimu sekian lama, aku selalu saja ingin lebih memahamimu. apakah malam ini anda memberiku kesempatan untuk melayanimu?" tanyanya yang berdiri di depan pria itu dengan melepaskan semua pakaiannya yang sudah tanpa sehelai benang.


Menampakan tubuh putih mulus dan seksi yang membuat semua pria tidak bisa menahan untuk menolaknya.


"Nona Melody, Anda memberiku kejutan dan tidak ada bedanya dengan wanita lain yang mengunakan cara yang sama untuk mendekatiku dengan cara seperti ini," jawab pria itu yang duduk di sofa dengan senyum sinis.


"Tuan, aku hanya begitu padamu, begitu banyak wanita cantik mendekatimu. itu membuat aku sangat cemburu. sehingga membuatku merasa ingin menenggelamkan mereka,'' kata Melody yang duduk di kaki pria itu dengan tubuhnya yang sudah tanpa balutan apapun.


"Baiklah! kalau itu yang kau inginkan, maka aku akan memberimu kejutan," Ujar pria itu dengan tatapan tajam.


"Ha..Tu-tuan kenapa?" tanyanya yang ditodong pistol oleh pria itu di bagian dadanya.


"Kenapa? Melody, kau begitu suka mendapatkanku, apakah kau mengira aku sangat murahan?"


"Tuan, aku serius padamu bukan main-main!" jawab wanita itu sambil mundurkan langkahnya dan merasa ketakutan.


"Seharusnya kau tahu sifatku, kan?" apa kau mengira kau layak mendapatkan tubuhku?"


"Tuan, kenapa kau menolak semua wanita yang mencoba mendekatimu? apakah tubuhku tidak cukup bagus?"

__ADS_1


"Wanita jal*ng, aku bukan pria murahan yang suka berhubungan dengan wanita manapun, apakah kau menyangka aku akan menyentuhmu? walau kau sudah telanjang dada di depan ku? dan ini bukan pertama kalinya ada wanita menelanjangkan dirinya di depanku."


"Tuan, pria mana yang bisa menolak situasi seperti ini, kenapa kita tidak mencoba melakukannya? aku yakin bisa memuaskanmu."


"Memuaskanku? kau dan wanita lain sama saja, tidak layak mendapatkan tubuhku. karena tubuhku ini sangat berharga bagiku, dan aku hanya akan berhubungan dengan wanita pilihanku." jawab pria ini dengan berdiri dan menyimpan kembali pistolnya.


"Tuan, apakah dirimu sudah memiliki wanita pilihanmu?" Tanya wanita itu dengan sedih.


"Selama hidupku belum pernah ada wanita yang layak bersamaku, bagiku mereka semua tidak penting sama sekali," Jawab pria itu yang ingin pergi meninggalkan kamar hotel.


"Sebentar! aku hanya ingin melayanimu untuk malam ini saja!" Pinta Melody dengan memeluk pria itu dari belakang.


Bruk...


"Tuan, sakit,'' teriak Melody karena tubuhnya dihempaskan ke lantai oleh pria itu


"Batalkan kerjasama kita dengan wanita itu!" perintah pria itu dengan kesal yang sudah berada di luar kamar.


"Baik, Tuan,"jawab managernya dengan menunduk.


"Nona Melody, anda cari masalah, apa kamu kira dengan tubuhmu itu bisa membahagiakan tuan kami, semua wanita sudah melakukan cara yang sama hasilnya ditolak semua dan kerja sama dibatalkan. tuan kami tidak tertarik pada wanita manapun walau tanpa pakaian juga tidak bisa menggodanya," Batin manager pria itu


Yah.. dia adalah Jack Anderson ketua mafia yang terkenal dengan kekejamannya. pria berdarah dingin yang ditakuti oleh semua kalangan. dan dia dikenal juga sebagai pria pematah hati wanita. bagaimana tidak, banyak wanita cantik berusaha mendekatinya. akan tetapi semua wanita itu mendapat balasan yang kejam dari ketua mafia tersebut.


Kemudian mereka pun memasuki lift menuju ke lantai dasar.

__ADS_1


Di sisi lain terdapat seorang pria dan wanita yang sedang bertengkar.


"Yivone! Yivone!" panggil pria itu dengan mengejar seorang gadia muda.


"Yivone, dengarkan aku!" kata pria itu yang menahan lengan yivone yang sedang menangis.


Di saat yang sama Jack dan managernya keluar dari lift. langkah Jack terhenti saat menoleh ke arah pasangan yang bertengkar itu.


"Tidak perlu menjelaskan apapun! aku sudah melihat semuanya," ujar Yivone yang menangis terisak.


"Yivone, Maaf aku...."


"Jason, aku tahu kau akan berpaling ke wanita lain, hanya saja aku tidak menyangka dengan cara begini aku mengetahuinya'' kata Yivone dengan air mata membasahi pipinya


"Yivone, maaf. aku bukan sengaja membohongimu. aku hanya tidak tahu bagaimana mengatakannya padamu, kau tahu jika ibu ku berharap aku berhubungan dengannya demi pangkat ku di perusahaannya."


"Demi uang dan jabatan kau rela melakukannya? Jason, dari dulu aku tahu kau akan jatuh cinta pada wanita lain, di saat kita baru mulai aku pernah mengatakan jika suatu saat kau berpaling ke wanita lain kau bisa memberitahu padaku. aku akan pergi dan tidak akan melarangmu. tapi kenapa kau tidak memberitahuku? aku mengetahuinya melihat dengan mata ku sendiri kau dengan wanita itu, apa tidak terlalu kejam?"


"Yivone, aku...."


"Apa salah ku? aku menyukai mu selama tiga tahun, aku mendukungmu apapun yang kau lakukan. dan di saat aku curiga jika wanita itu menyukaimu, Tapi, aku memilih diam karena aku tidak boleh egois. walau sebenarnya aku sudah mencurigai kau sudah tertarik padanya. apa karena dia cantik dan juga kaya oleh sebab itu kau mengkhianatiku?" tanya Yivone dengan menangis histeris


"Yivone, kau tidak bersalah. kau sangat baik padaku, bahkan selama kita bersama selama tiga tahun kau tidak meminta apapun pada ku, dan juga selama ini kita juga tidak pernah bertengkar karena kau sering mengalah padaku. aku mencintaimu dan kau adalah yang terbaik,'' ujar Jason dengan memeluk Yivone yang sedang histeris


"Tidak perlu mengasihaniku! dari dulu aku tidak pernah percaya pada cinta, dan aku tahu semua pria sama. mereka tidak akan cukup hanya satu wanita dalam hidup mereka. Jason, aku pergi, aku tidak akan menyalahkanmu. aku tidak memiliki apapun. Jadi, aku tidak bisa membantumu dalam karir mu, ingat jangan menyakitinya jika kau sudah memilih dia. hati wanita sangat rapuh" kata Yivone dengan melangkah pergi meninggalkan Jason dan melewati Jack yang sedang memerhatikannya

__ADS_1


Jack yang menyaksikan pertengkaran mereka, membuatnya tidak beralih pandangan dari gadis itu. secara tidak sadar membuat Jack merasakan kepedihan yang dirasakan oleh Yivone yang sedang terluka.


"Aneh! kenapa hatiku merasa perih ?" batin Jack dengan mata memerah yang sedang melihat gadis itu yang melangkah keluar dari hotel


__ADS_2