
Keesokan harinya
Jack yang telah sadar dengan membuka matanya melihat ke sekeliling dalam ruang itu, di saat dia menoleh ke samping, dia melihat gadis pujaannya yang belum sadarkan diri itu, lalu Jack bangkit dari ranjangnya dan mendekati Yivone
"Yivone, tentu di saat itu kau sangat takut, maaf aku lalai menjaga mu,sehingga membuat mu terluka parah."kata Jack sambil mencium wajah yivone yang masih pucat itu
Jack duduk di samping ranjang Yivone semalaman sambil memegang tangan kekasihnya tanpa melepaskan pegangannya
Setelah beberapa hari kemudian
"Dokter, ini sudah beberapa hari kenapa tunangan ku belum sadar? apakah dia baik-baik saja?"tanya Jack dengan khawatir
"Ini sangat normal, Tuan. di sebabkan kondisi tubuh pasien masih lemah, kekurangan darah membuatnya lemah, akan tetapi sudah di bantu obat-obatan dan vitamin maka kondisi tubuh korban akan segera pulih kembali." jelas Dokter dengan sambil memeriksa kondisi Yivone
"Baiklah, terima kasih" ucap Jack dengan sambil melihat ke arah Yivone yang belum sadarkan diri
Sesaat kemudian dokter pun meninggalkan ruangan itu.
Klek...
Nick dan Sandro datang menjenguk Ketuanya yang masih inap di rumah sakit
"Ketua." sapa Nick dan Sandro dengan suara pelan
"Kalian sudah datang." jawab Jack yang duduk di kursi samping Yivone
"Ketua, bagaimana kondisi mu?"tanya Sandro dengan khawatir
"Aku baik-baik saja." jawab Jack dengan melihat ke arah Yivone
"Aku akan tinggal di sini bersamanya, kalian uruslah markas kita " perintah Jack dengan yang masih khawatir dengan Yivone
"Ketua, jangan khawatir, markas baik-baik saja."jawab Sandro
"Ketua, aku sudah mengerahkan anggota mengawasi rumah sakit ini, walau sekarang Wilves sudah tidak ada, tapi ini untuk berjaga-jaga agar musuh tidak berani mencari masalah." ujar Nick yang berdiri di samping
"Baiklah, atur saja.musuh ku sangat banyak, sehingga aku tidak bisa mengingat mereka semua, dan yang paling penting aku tidak ingin musuh ku melukai orang yang di sisi ku lagi."jawab Jack dengan menatap dalam ke arah Yivone dan memegang tangannya
"Ketua, jangan khawatir, aku akan berada di sini,dan mengawasi dari jauh, jika ada orang asing maka aku akan menembaknya."kata Nick dengan melihat ke arah Jack dan Yivone
__ADS_1
Tidak lama kemudian Yivone mengerakan jari nya yang di pegang oleh Jack, Jack merasakan gerakan jari tunangannya itu
"Yivone" panggil Jack yang merasakan gerakan jari gadis itu
Yivone lalu membuka matanya dan melihat Jack yang di sampingnya yang sedang menatap dengan wajah sendu
"Jack" panggil Yivone dengan senyum tipis
"Yivone kecil ku, akhir nya kau bangun, apa kau tahu kau sudah membuat jantung ku hampir berhenti berdetak." kata Jack dengan menyentuh wajah Yivone dengan lembut
Nick dan Sandro merasa kelegaan di hati mereka saat melihat tunangan Ketua mereka sadar kembali
"Wajah mu kenapa terluka? apakah sakit?" tanya Yivone dengan menyentuh wajah Jack yang bagian luka
"Tidak, ini hanya luka ringan, Yivone selamat kembali pada ku." ucap Jack dengan mencium wajah Yivone
Selama perawatan di rumah sakit Jack dengan setia menemani pujaan hatinya itu, tanpa meninggalkan rumah sakit, atas kejadian yang terjadi hampir saja merengutnya nyawa mereka berdua
"Jack, bagaimana kau bisa menemukan ku?" tanya Yivone yang berbaring di ranjangnya
"Nick dan Sandro yang menemukan mu, di saat itu kau sudah sekarat karena luka parah, apa kau tahu di saat Sandro memberitahu ku tentang kondisi mu aku benar-benar hampir gila."kata Jack dengan jarak dekat dan bertatapan dengan Yivone yang sedang berbaring
"Maaf, aku membuat mu khawatir lagi."ucap Yivone
"Aku tidak butuh pesta yang mewah, bersama mu sudah lebih cukup bagi ku, dan ini hadiah terbesar bagi ku." jawab Yivone dengan senyum
"Benar, dan kamu Yivone Shin juga kado terbesar yang ku dapatkan dalam hidup ku, tapi pesta ini harus mewah karena aku ingin menjadikan mu pengantin yang paling bahagia di dunia ini."ujar Jack dengan mencium bibir Yivone dengan sesaat
"Yivone, beritahu pada ku, kenapa kau sampai bisa terluka parah? apakah pria itu melukai mu?"
"Dia ingin mengunakan ku untuk mengancam mu, maka nya aku kabur dari jendela kamar mandi, dan aku berlari ke dalam hutan, karena kaki ku tersangkut sesuatu maka nya aku jatuh ke dalam lubang itu, dan kemudian aku tidak tahu apa-apa lagi." jawab Yivone
"Saat itu kau pasti sangat ketakutan. maaf, aku tidak menjaga mu dengan baik "ujar Jack dengan menyentuh wajah polos Yivone yang tanpa make up
"Dia mengurung ku di kamar gelap selama tiga hari sangat menakutkan, aku juga takut jika dia akan mengancam mu, aku tidak mau kau terluka."jelas Yivone
"Gadis ku, dia tidak akan bisa melukai ku, aku sudah sering menemui hal seperti ini, aku sangat takut jika dia melukai mu."balas Jack dengan menatap sedih
Jack merasa sakit di hatinya setelah mendengar perlakuan yang di dapatkan Yivone selama di kurung oleh pembunuh bayaran itu
__ADS_1
Jack mencium bibir Yivone dengan lembut dan meneteskan air mata nya, sesaat kemudian Yivone melepaskan ciuman mereka
"Pria yang menangkap ku itu adalah utusan dari Wilves."
"Wilves? hm...tidak ku sangka dia sudah merencanakan dari awal."
"Jack, aku ingin pulang."
"Kenapa? apa kau bosan di sini?"tanya Jack dengan lembut
"Aku rindu sama rumah, dan aku tidak menyukai sini."
"Yivone, sabar ya, dokter mengatakan kau harus tinggal untuk dua hari lagi, dan setelah itu kita sudah bisa pulang."bujuk Jack dengan suara lembut
"Baiklah, aku mendengarkan mu."jawab Yivone dengan nurut
"Yivone, ingin makan apa? aku akan memasaknya untuk mu." tanya Jack dengan senyum
"Tidak perlu! Jack, selama beberapa hari ni kau menemani ku terus, bagaimana dengan markas?"
"Jangan khawatir, Sandro dan paman Shane ada di sana." jawab Jack dengan menatap mesra
"Apa tidak ingin makan sesuatu yang kamu suka?" tanya Jack dengan menyentuh wajah Yivone
"Setelah di rumah nanti aku ingin makan masakan mu." jawab Yivone dengan senyum
"Baiklah, Yivone kesayangan ku, katakan saja ingin makan apa dan aku akan memasak untuk mu, dan setelah itu aku akan menyuapi mu "kata Jack dengan senyum dan lanjut dengan ciuman nya
"Keesokan harinya
Yivone yang merasa bosan di ruangan itu berjalan-jalan di taman sambil duduk dengan santai dan di awasi oleh beberapa anggota Wolf dari kejauhan
Sementara Jack bersama Sandro sedang membahas urusan markas di ruangan lainnya
Di saat Yivone duduk bersendirian tiba-tiba ada pasien yang tidak di kenal mendekatinya
"Nona." sapa dari orang asing itu tersebut
Mendengar sapaan itu Yivone menoleh ke arah suara itu berada, di saat itu dia melihat seorang pria asing berbadan tegap dan tampan yang juga mengenakan pakaian pasien di rumah sakit itu sedang berdiri di sampingnya
__ADS_1
Pria itu menatap senyum padanya dengan ramah, dengan tangannya memberikan sesuatu ke Yivone
"Ini untuk mu, sebagai tanda perkenalan." kata pria asing itu dengan memberikan sesuatu yang di tangannya