
Bunyi tembakan di lepaskan oleh Nick yang posisinya di sebelah kiri dan Leon dari sebelah kanan
"Aarrgghhtt."teriak serentak mereka
Dua penembak itu langsung tewas di tempat akibat tembakan menembus tepat ke kepala mereka
Setelah penembak itu tewas Jack langsung mengendarai mobilnya ke rumah sakit, rasa cemas melanda dirinya karena Yivone yang setengah sadar
Nick dan Leon mengikuti dari belakang dengan menggunakan mobil mereka masing-masing
"Yivone, jangan tidur buka mata mu" kata Jack yang fokus pada jalan dan sambil menyentuh Yivone dengan tangan kanannya
"Pulang ke rumah, bahaya jika ke rumah sakit"jawab Yivone yang menahan rasa sakit
"Iya, aku akan memanggil dokter ke rumah, tetaplah sadar sayang buka mata mu, jangan tidur" jawab Jack dengan mengeluarkan handphonenya dan menghubungi Hendry yang di kediamannya
"Hallo Tuan"jawab Hendry yang di seberang sana
"Panggilkan dokter sekarang juga, segera"perintah Jack dengan cemas
"Baik Tuan"jawab Hendry dengan cepat
Sejak Jack dan Yivone berpindah ke kediaman lainnya Hendry yang bertugas sebagai ketua pelayan kediamannya juga mengikuti Jack bersama
Kediaman Anderson di jalan A
"Dokter bagaimana dengan kondisinya?"tanya Jack dengan cemas
"Tuan, tenang saja luka nona sudah di balut, hanya perlu istirahat yang cukup" jawab dokter dengan membalut luka di bagian kepala Yivone
"Kepalanya mengeluarkan darah yang banyak, apakah tidak bahaya?" tanya Jack lagi dengan khawatir
"Sudah saya kasih vitamin penambah darah, jadi tidak masalah, hanya perlu banyak istirahat, dua hari lagi saya akan datang untuk mengganti obatnya" jawab Dokter
"Apa perlu periksa bagian kepalanya? dia terbentur sangat kuat ke kaca mobil. apa ini tidak menyebabkan luka dalam?" tanya Jack dengan melihat ke arah Yivone yang berbaring di kasur
"Setelah Nona sembuh tuan bisa membawa ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan, saat ini biar nona istirahat dulu!"jawab dokter
__ADS_1
"Baiklah, terima kasih dokter"ucap Jack dengan menarik nafas panjang
Setelah dokter keluar dari kamarnya, Jack mendekati dan duduk di samping Yivone yang tertidur karena efek obat. Jack dengan menyentuh wajah gadis itu dengan tatapan sedih
"Maaf Yivone, kau harus menderita bersama ku, ini sudah berkali-kali, dan hari ni bahkan dua kali dalam sehari sudah membuat mu takut" kata Jack sambil menatap ke arah Yivone tanpa beralih
Nick dan Leon berada di luar kediaman
"Sejak Ketua berada di Los Angeles mobil ketua sudah rusak lima atau enam mobil, pembunuh yang muncul selalu saja merusakkan mobilnya" kata Leon yang melihat bagian belakang mobil Jack yang hancur
"Masih mending jika hanya mobil yang rusak, untuk setiap kejadian Ketua masih selamat" jawab Nick dengan berdiri sambil melipatkan ke dua tangannya
"Iya, ini benar-benar gila. Nick, apakah semua anggota kita sudah menjaga kediaman ini?"tanya Leon dengan melihat ke semua sisi
"Sudah, mereka berjaga di tempat yang tidak di ketahui orang, jika ada orang asing masuk kawasan sini maka orang itu pasti langsung di tembak"jawab Nick
"Benar, tidak peduli siapa pun di matikan saja demi keamanan, aku tidak percaya kita tidak bisa mendapatkan si kalajengking itu"lanjut Leon dengan kesal
"Dennis dan Jones yang akan melacaknya, jadi pasti aman saja, yang penting musuh kita tidak mengenal mereka"ujar Nick
Keesokan harinya
Jack dengan setianya menjaga Yivone yang terluka sehingga tidak beranjak dari kamarnya, Jack duduk semalaman di samping kasurnya sambil menatap pacarnya itu
"Dulu dia menjalani hidup yang tentram tidak pernah sekeras ini, sejak bersama ku dia jadi sering terluka dan harus mengalami ketakutan serta aku sering membuatnya khawatir, di saat aku terluka dia juga dengan setianya menjaga ku, Yivone, apa yang harus ku lakukan untuk mu, aku adalah Mafia yang sudah tidak bisa tarik diri, tapi aku juga tidak ingin kehilangan dirimu, katakan pada ku apa yang harus ku lakukan untuk mu"batin Jack dengan memegang erat tangan Yivone
Sesaat kemudian Yivone membuka matanya dan menoleh ke samping melihat Jack yang sedang menatapnya dengan penuh rasa khawatir
"Sudah bangun"kata Jack dengan senyum
"Iya, apa kamu tidak tidur?"tanya Yivone dengan suara pelan
"Aku memandang seorang gadis manis yang tidur begitu nyenyak, sehingga membuat ku tidak terlelap" jawab Jack dengan mencium tangan Yivone
" Cepat istirahat! wajah mu sudah lelah"
"Aku adalah pria tidak tidur semalaman sudah biasa bagi ku, bagaimana dengan mu, apa masih sakit atau pusing?" tanya Jack dengan menyentuh wajah Yivone
__ADS_1
"Sudah tidak sakit"jawab Yivone
"Nanti aku ambilkan bubur untuk mu, jangan banyak bergerak, tetap tidur di sini saja"kata Jack dengan mencium wajah pujaan hatinya
"Iya, jangan khawatir. Jack, kau harus istirahat juga"jawab Yivone
"Nanti aku istirahat bersama mu, jadi gadisku sebentar lagi kamu habiskan buburnya, dan minum obatnya setelah itu baru kita sama-sama istirahat."ujar Jack dengan senyum
"Baiklah" jawab Yivone dengan senyum
"Gadis baik" lanjut Jack dengan senyum mesra
Jack menyuapi Yivone dan menjaganya dengan penuh kasih sayang, setelah selesai makan Jack pun memberikan obat dokter untuk Yivone, setelah itu Jack menidurkan Yivone dan memeluknya sehingga mereka sama-sama ketiduran.
Di sisi lain Roberto yang sedang meledak emosinya akibat rencananya yang gagal terus-menerus
"Kenapa mengunakan semua cara kalian juga gagal?" bentak Roberto pada anggotanya
"Bos, kami hampir berhasil dua kali tapi kedua kali di gagalkan oleh anggotanya yang tiba-tiba muncul."jawab anggotanya yang ketakutan
"Apakah Nick dan Leon? yang satu si penembak jitu dan satu lagi pengawal andalan."tanya Roberto
"Benar Bos"jawab anggotanya
"Mereka pernah menghajar kakak ku, tapi nasib mereka sangat baik, tidak mati juga, memang di sisi Jack Anderson sangat banyak pengawal andalan"kata Roberto dengan kesal
"Bos, bagaimana jika kita serang markas mereka?"tanya anggotanya dengan sopan
"Apa kau bodoh? menyerang markasnya sama saja menghantar nyawa ke mereka, apa kau kira anggotanya berjumlah sedikit? Wolf sangat berkuasa, jika mudah menghancurkannya tidak mungkin aku harus tinggal di apartemen yang begitu jauh dari kota "bentak Roberto dengan kesal
"Maaf Bos"ucap anggota yang gemetaran di sekujur tubuh
"Keluar"bentak Roberto dengan kesal
"Iya"jawab anggotanya segera meninggalkan ruangan itu
"Berapa nyawa yang kau miliki sehingga tidak mati setiap aku bertindak. Jack Anderson, aku mau melihat bisa tahan berapa lama diri mu itu"gumam Roberto dengan kesal
__ADS_1