
Jack memimpin Nick dan kumpulan pemanah khusus berjalan di atas bukit serta bersembunyi di balik bukit tersebut
Mereka berjalan dengan berhati-hati tanpa di ketahui oleh pihak lawan, mereka berpencar agar tidak menarik perhatian pihak lawan
Para anggota Yama yang bersembunyi sambil fokus pada wilayah C yang di hadapan mereka, tanpa mereka sadari sekumpulan pemanah jitu sedang memerhatikan mereka dari belakang
Dengan berdiri di balik pohon-pohon yang lebat daun nya, Jack dan pemanah lain nya bersiap untuk melepaskan anak panah mereka, masing-masing dari mereka mengarahkan panah ke para musuh yang sedang fokus memandang ke arah wilayah C tersebut
Di sisi lain pihak Sandro belum beraksi, karena mereka menunggu perintah dari Ketuanya
Jack yang mengarahkan panah nya ke musuh yang di hadapannya dan kemudian Jack pun melepaskan anak panah tepat pada bagian belakang musuh yang di hadapannya
Syiuk..syiuk..syiuk..syiuk..syiuk..syiuk..
Bunyi lesakan anak panah dengan tanpa berhenti
"Aaarggghhttt....."teriakan dari para musuh tersebut..
Saat teman mereka yang lain ingin berpaling dan ingin menembak ke arah kumpulan Jack tubuh mereka sudah duluan terkena panah tanpa henti
Syiuk..syiuk..syiuk..syiuk..syiuk..syiuk..
Tembakan panah tanpa henti di lakukan oleh Jack, Nick dan lainnya sehingga membuat pihak lawan tidak punya kesempatan untuk melakukan tembakan
Syiuk...syiuk..syiuk..
Bunyi lesakan panah ke arah mereka semua
Dalam waktu sekejap pihak lawan tumbang tanpa pembalasan apa pun
Jack mendekati salah satu anggota yang masih bernafas dan menatap dingin ke arah anggota yang tergeletak di lantai itu
"Siapa Ketua mu?" tanya Jack dengan menatap kejam ke arah anggota lawan itu
"Bunuh saja aku" jawab anggota itu yang sudah terluka di bagian perutnya, karena kesetiaannya terhadap Yama maka dia memilih mati di bunuh
Jack lalu tersenyum dengan mendengar jawaban anggota itu dan kemudian berdiri dengan mengarahkan panah ke anggota Yama yang tidak berdaya itu..
Syiuk...
Bunyi lesakkan panah dari Jack ke kepala anggota itu sehingga membuatnya tewas berlumuran darah dari kepala nya
Dalam sekejap para anggota utusan Yama tewas sebanyak seratus anggota
"Sandro,lakukan sekarang" perintah Jack dengan Sandro yang berada di lokasi yang tidak jauh dari wilayah C
__ADS_1
"Siap" jawab Sandro yang di seberang sana
Di sisi lain para anggota Wilves yang mengawasi wilayah C, tidak mengetahui jika bantuan mereka telah habis di bunuh, dengan santainya mereka masih duduk dengan seraya bercanda
Duar...duar...duar...duar...duar...duar...duar...duar...
Bunyi ledakan bom yang di lempar oleh pihak Sandro, Leon dan Licon dari tiga sisi..
Sebanyak seratus delapan puluh anggota yang di pimpin Sandro, Leon dan Licon melempar bom tanpa henti ke arah kumpulan Wilves
Sehingga menyebabkan mereka terluka parah dan tewas sebagian
Dor..dor...dor..dor..dor...
Bunyi tembakan yang di lepaskan dari pihak Wilves ke arah Wolf
Syiuk...syiuk...syiuk...syiuk...syiuk...syiuk...
Lesakkan panah dari bukit yang di lepaskan oleh Jack dan Nick
"Aaarrgghhh..." teriakan serentak para anggota Wilves yang terkena panah di bagian tubuh mereka
Duar...duar...duar...duar...duar...duar...
Syiuk...syiuk...syiuk...syiuk...
Serta panahan yang di lesatkan oleh pemanah jitu
"Aaaarrrhhhhttt..." teriakan para anggota yang terkena panah dan bom
Satu-persatu dari mereka terluka dan pada akhir nya tewas
Pihak Wilves tidak berkesempatan untuk melawan sama sekali, karena setiap kali dari mereka ingin melepaskan tembakan mereka terkena panah dari pihak Jack. kumpulan pemanah tersebut tanpa henti melepaskan panah ke arah anggota Wilves yang ingin menembak ke arah Wolf
Di malam itu pihak lawan tewas tidak tersisa tanpa perlawanan apa pun, rencana yang telah di susun rapi oleh Jack telah membuahkan hasil yang memuaskan..
Setelah selesai mereka pun mundur dari wilayah itu tersebut. sementara pemanah jitu kembali ke tempat mereka
Kediaman Anderson
Di malam itu Yivone menunggu kepulangan Jack sehingga ketiduran di ruang tamu, jam dinding menujukkan telah pukul 12.00 malam
Sesaat kemudian Jack kembali ke kediamannya, di saat Jack melihat gadis itu ketiduran karena menunggunya ,membuatnya tersenyum bahagia
"Yivone" panggil Jack dengan lembut menyentuh wajah gadis itu
__ADS_1
"Jack, sudah pulang. apa sudah makan?"jawab Yivone yang bangkit dari tidurnya
"Sudah, kenapa tidak tidur di kamar?" tanya Jack dengan lembut mengelus rambut Yivone
"Aku ingin menunggu mu" jawab Yivone dengan mengucek matanya
Jack tersenyum melihat ke arah Yivone yang di hadapannya. lalu mencium wajah polos yang tanpa make up itu
"Mari masuk kamar, lain kali jangan menunggu ku lagi, setelah aku selesaikan pekerjaan ku, maka aku akan segera pulang." kata Jack dengan mengendong Yivone dan berjalan menuju ke kamar mereka
"Aku siapkan air mandi untuk mu ya?" tanya Yivone yang di gendongan Jack
"Tidak apa-apa, aku akan melakukannya sendiri, tidur saja ya." kata Jack dengan menidurkan tunangannya di kasur dan mencium bibirnya
Sesaat kemudian Jack pun melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, Jack yang telah menyelesaikan penyerangannya langsung kembali ke rumahnya, karena dia tahu jika Yivone akan menunggunya pulang setiap kali dia keluar bekerja
Setelah selesai mandi Jack kembali ke tempat tidur nya dengan memeluk pujaan hatinya
"Jack, tadi kamu kemana? apakah berlawan dengan Wilves?"tanya Yivone yang tidur di pelukan Jack
"Benar, aku ingin membalas semua perbuatan pada kita dan Papa ku." jawab Jack dengan menatap mesra
"Hati-hati, jangan sampai terluka." kata Yivone dengan menyentuh wajah Jack yang di hadapannya itu
"Baiklah! jangan khawatir." jawab Jack dengan mencium kening Yivone dan lalu mencium bibirnya dengan waktu yang lama sambil memeluk tubuh gadis itu
Keesokan harinya
"Jack, bangun. aku sudah siapkan sarapan, ayo makan bersama." kata Yivone yang duduk di samping tempat tidur Jack dengan menepuk pelan lengan Jack yang masih belum bangun
"Aarrgghhhttt." teriak Yivone yang kaget karena tubuhnya tiba-tiba di tarik ke kasur dan di tindih oleh Jack
"Sebelum aku sarapan, aku ingin menyantap mu dulu." kata Jack dengan mencium bibir Yivone yang berada di bawahnya
"Jack, sudah pagi jangan main-main." kata Yivone yang mencoba mengelak dari ciuman Jack, akan tetapi wajahnya di tahan oleh tangan Jack sehingga harus membalas ciumannya
"Sesaat kemudian Jack melepaskan ciumannya, dan tersenyum melihat wajah pacarnya yang masih di tindih olehnya
"Apa sudah bisa melepaskan ku?" tanya Yivone yang masih di tahan oleh Jack
"Yivone kecil ku ingin lari? jika ingin aku melepaskan mu maka kau harus memuaskan ku dengan ciuman mu ini" kata Jack dengan mengoda
"Bukannya tadi kau sudah melakukannya selama beberapa menit." kata Yivone yang menutup mulut nya dengan ke dua tangannya
"Hahaha..tidak cukup sayang ku, aku masih menginginkannya bahkan lebih lama" ujar Jack sambil senyum dan menahan ke dua tangan Yivone dan melanjutkan ciumannya
__ADS_1