MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Godaan wanita asing


__ADS_3

"Baiklah, kita akan tinggal untuk beberapa waktu lagi, setelah itu kita akan kembali." kata Jack dengan menyentuh wajah pujaannya


"Tidak apa-apa! kamu baru menguasai kumpulan Wilves tentu saja kamu belum bisa meninggalkan kota ini." jawab Yivone dengan senyum


"Gadis ku ini paling memahami ku," ujar Jack dengan mencium bibir yivone yang lembut itu


Jack mencium Yivone dengan waktu yang lama sambil menindih tubuh gadis itu


"Jack, sudah. aku mengantuk." kata Yivone yang melepaskan ciumannya


"Tapi aku belum puas mencium mu." kata Jack dengan melanjutkan ciumannya


"Ini sudah malam." ujar Yivone yang melepaskan ciuman Jack


"Gadis kecil ku, jika malam ini aku tidak melakukannya sampai ku puas, jangan harap kau bisa tidur dengan pulas."ujar Jack dengan senyum dan melanjutkan ciumannya


"Sangat memalukan dia menindih ku begitu erat, sehingga tubuh kami saling mendekat." batin Yivone


Keesokan harinya


Sebuah restoran


Yama sedang menunggu kedatangan Jack di sebuah restoran mewah, sesaat kemudian mobil mewah telah tiba di depan restoran tersebut


Mata Yama tertuju pada mobil mewah itu tersebut, dia melihat seorang pria yang berbadan tinggi yang mengenakan pakaian serba hitam melangkah masuk ke restoran itu


Untuk pertama kalinya Yama melihat sesosok Jack Anderson yang muncul di hadapannya, jack lalu berjalan ke arah Yama


"Ketua Yama, apa kabar?" sapa Jack dengan mengulurkan tangannya


"Jack Anderson Ketua yang paling di takuti." sapaan Yama dengan bersalaman dengan Jack


Di saat itu mereka duduk berhadapan dan makan bersama

__ADS_1


"Selamat untuk mu Ketua Anderson, begitu mudah Wilves di kalahkan oleh mu, dan kumpulannya dengan mudahnya berpaling pada mu, berita ini sangat mengemparkan dunia Mafia seperti kami ini." ucap Yama dengan senyum


"Ketua Yama, terlalu memuji. aku melakukannya karena dendam, oleh karena itu aku harus membunuhnya, jika tanpa bantuan teman ku, aku juga tidak bisa mengalahkannya sendirian." jawab Jack dengan bertatapan dengan Yama


"Ketua Anderson, siapa yang tidak mengenal mu di dunia gelap ini, anda masih saja rendah hati, siapa yang tidak tahu Jack Anderson di usia masih muda sudah bertarung dengan para musuh dengan mengunakan senjata di saat anda baru berusia 12 tahun, sehingga di beri julukan anak srigala, selama dua puluh tahun lebih anda telah membesarkan nama Wolf, aku yang sudah empat puluh tahun lebih di dunia Mafia masih kalah dari mu." ujar Yama dengan senyum


"Ketua Yama, terlalu memuji. Semua ini karena ada bantuan dari sesama anggota, jika tidak aku tidak akan mampu bertahan hingga sekarang." ujar jack dengan senyum


Jack dan Yama berada di restoran itu selama tiga jam lamanya, Yama yang selama ini menggagumi Jack Anderson berniat ingin bertemu dengannya dan akhirnya keinginannya tercapai


Di sisi lain Ken dan Sine kembali ke Los Angeles, mereka adalah pembunuh bayaran dari luar negeri, semasa hidup Wilves telah membayar sejumlah uang pada mereka berdua untuk membunuh Jack Anderson


Di saat tiba mereka telah mendengar kabar jika Wilves telah di bunuh oleh Jack, dan kumpulannya telah di kuasai oleh kumpulan Wolf


Ken dan Sine berada di sebuah hotel,


Ken dan Sine adalah saudara kandung, Ken adalah pria berbadan tegap, sementara Sine adalah wanita cantik yang bertubuh langsing dan ahli dalam menembak


"Aku tidak menyangka sebelum kita mengambil kepala Jack Anderson, Wilves sudah tewas duluan."ucap Ken yang berada di kamar hotel bersama Sine


"Aku dengar kabar sasaran kita bukan orang sembarang, jadi lebih waspada" kata Ken sambil lap senjata nya


"Benar, aku juga penasaran kehebatannya sampai tahap mana, aku benar-benar tidak sabar untuk menemuinya." ujar Sine


"Sine, kau jangan pernah jatuh hati padanya, karena dia adalah sasaran mu, aku tahu sikap mu tidak bisa tahan saat melihat pria hebat." ujar Ken


"Kakak, tenang saja. jika saja dia tampan maka jangan bunuh dulu dia, biarkan aku bermain dengan nya, jika aku bosan baru kita ambil kepalanya."


"Wilves mengatakan jika dia memiliki kekasih, aku rasa wanita ini bisa jadi kelemahannya." lanjut Ken


"Baguslah, Kakak, kau urus wanita nya, dan aku akan mengunakan cara ku untuk mendapatkannya."ujar Sine dengan senyum sinis


"Sine, apa kau akan menggodanya?"kau sangat suka menggoda pria"

__ADS_1


"Kakak, pria akan takluk pada wanita cantik, jadi sehebat apa pun dia jika sudah masuk perangkap ku, maka akan lebih mudah untuk ku habisi." jelas Sine dengan melihat senjata tajam di tangannya


"Baiklah, terserah diri mu saja, semua pria incaran mu tidak ada yang bisa lepas dari mu.." ujar Ken dengan kesal


Di dalam perjalanan pulang Jack mengendarai mobil nya tanpa di temani siapa pun, di saat di tengah jalan mobil nya di hadang oleh seseorang, sehingga membuat Jack harus menghentikan mobilnya


Seseorang yang berdiri di depan mobilnya yang tidak lain adalah Sine yang berniat untuk membunuh Jack. Jack menatap wanita yang berdiri di hadapan nya dengan tatapan aura membunuh


Dan sesaat kemudian Jack keluar dari mobilnya dan berdiri berhadapan dengan wanita itu tersebut


"Aku tidak menyangka jika sasaran ku adalah pria tampan, sepertinya aku tidak tega untuk membunuh mu." kata wanita itu


"Sangat membosankan, apakah setiap pembunuh seperti kalian sangat suka muncul di saat aku ingin pulang ke rumah?" kata Jack dengan tatapan tajam


"Jack Anderson, aku mulai menyukai mu, bagaimana jika bermain sampai kita puas, kata Sine dengan senyum


"Aku tidak berminat bermain dengan mu, tapi aku akan membunuh mu." kata Jack dengan mengancam


Sine yang mulai tertarik pada Jack tanpa ragu dia langsung masuk ke mobil Jack, dengan niat ingin menggoda pria itu


Jack lalu masuk kembali ke mobilnya dan menatap wanita yang duduk di sampingnya..


"Bagaimana apakah, Tuan. sudah berubah pikiran? kita bisa melakukan di mana pun, di dalam mobil atau di hotel?atau saja kita melakukannya di rumah mu." goda Sine dengan mendekatkan dirinya ke tubuh Jack


"Kelihatannya jika aku tidak menerima tawaran mu maka kau tidak akan membiarkan ku pulang."kata Jack dengan senyum


"Benar, pria tampan seperti mu pasti butuh sesuatu yang memuaskan diri mu, biarkan aku melayani mu setelah itu kau baru kembali ke rumah mu, dan jika kau masih ingin melakukannya lagi dengan ku maka kau bisa menghubungi ku kapan pun.." kata Sine dengan memasukkan kartu nama ke saku baju yang di kenakan Jack


"Baiklah, kalau begitu kita akan bermain sampai kita puas, ada wanita di mobil ku, tidak mungkin aku melepaskan kesempatan baik ini." jawab Jack dengan senyum


"Kalau begitu kita akan melakukannya di mana? di sini atau di hotel?"


"Di mobil saja, bukankah lebih cepat dan tidak buang waktu." jawab Jack dengan menatap ke arah wanita itu dan sambil melepaskan dasinya

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu." jawab Sine dengan menggoda


__ADS_2