MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Nick memendamkan perasaan


__ADS_3

Acara malam itu di penuhi dengan tawa dan bahagia yang di rasakan yang hadir di sana, terutama bagi Jack dan Yivone, sepanjang malam itu Jack tersenyum bahagia di wajahnya, bagaimana tidak keinginan Jack memang ingin menikahi pujaan hatinya itu, dan hanya Yivone Shin yang membuatnya merasakan kebahagiaan yang belum pernah di rasakan olehnya selama ini.


"Pria es, kau adalah pengantin habiskan minuman ini"kata Anthony dengan menuangkan minuman ke gelas Jack


"Baik, aku akan menghabiskannya" jawab Jack dengan menghabiskan minuman yang di tuangkan oleh temannya itu


"Bagus, sekarang giliran Nyonya Anderson, habiskan minuman ini"kata Anthony yang menuangkan bir untuk Yivone


"Istriku tidak bisa minum, maka aku yang akan mengantikannya" ujar Jack dengan menghabiskan lagi minuman yang di tuang temannya itu


"Kau benar-benar sayang istri" kata Anthony dengan ngejek


"Kau sudah tahukan maka jangan pernah mendekati istri ku lagi atau mengajaknya minum."lanjut Jack dengan sambil memegang tangan istrinya


"Tenang saja, aku masih sayang pada nyawa ku" jawab Anthony dengan ketawa dan sambil menyantap makanannya


"Apa kau suka lauknya?" tanya Jack dengan mengambilkan lauk ke piring Yivone


"Iya, enak sekali" jawab Yivone dengan senyum bahagianya


"Makan yang banyak ya" kata Jack dengan mengambilkan lauk ke piring istrinya itu


Setelah acara selesai mereka meninggalkan kediaman Anderson dan kembali ke tempat masing-masing


"Yivone, apa kau lelah?" tanya Jack yang berada di kamarnya bersama istrinya


"Iya" jawab Yivone yang duduk di ujung kasurnya


"Aku siapkan air mandi untuk mu, setelah itu istirahatlah" kata Jack yang duduk di samping Yivone


"Tidak apa-apa! aku saja yang melakukannya" jawab Yivone langsung berdiri dengan niat ingin ke kamar mandi


"Eh..Jack turunkan aku" pinta Yivone yang tubuhnya di angkat oleh Jack menuju ke kamar mandi


"Kita akan mandi bersama"kata ajack dengan mengendong pujaannya ke kamar mandi


"Tidak, aku akan mandi sendiri"


"Jangan malu kita adalah suami istri" kata Jack yang membuka pakaian istrinya yang sudah berada di dalam kamar mandi


"Jangan melepaskan pakaian ku" teriak Yivone yang bajunya di lepas oleh Jack


"Jangan malu, ayo mandi bersama ku" kata Jack dengan mengangkat tubuh Yivone yang tanpa sehelai benang dan merendam ke bak mandi bersama

__ADS_1


Selama merendam Jack mencium bibir istrinya tanpa berhenti sambil memeluk tubuh istrinya itu dengan erat


Mereka merendam di bak air itu tanpa sehelai benang di tubuh mereka, mereka sama-sama mengenakan kalung sepasang yang terukir nama masing-masing di kalung tersebut, kalung itu di berikan Jack dengan janji cinta mereka selama sehidup semati.


"Jack, apa kau ingin melakukannya di sini?" tanya Yivone dengan melepaskan ciumannya


"Aku ingin selalu melakukannya dengan mu, tapi kau sudah lelah karena sudah sibuk seharian, jadi malam ini aku tidak akan melakukannya, akan tetapi kau harus membalasnya dengan ciuman mu ini"jawab Jack dengan senyum dan melanjutkan ciuman dengan istrinya


Di sisi lain Nick yang mengendarai mobilnya dan berhenti di suatu tempat


Nick keluar dari mobilnya dan berdiri sambil melihat pemandangan indah di seluruh kota Los Angeles, di malam hari seluruh kota itu di hiasi oleh lampu-lampu yang berwarna-warni dari semua bangunan sana


Nick yang berdiri sambil mengeluarkan rokoknya dan menyalakan api dari pemetik api miliknya, dengan wajah datar dia menghisap rokok tersebut sambil melihat pemandangan indah di kota itu.


Nick mengingat satu kejadian yang selama ini tidak pernah dia lupakan, bahkan kenangan itu adalah kenangan yang paling menarik baginya dan membuat perasaannya tersentuh


"**Nona, apa kau tidak apa-apa?"


"Ti-tidak apa-apa."


"Nona, apa kau terluka.?"


"Tidak! Kak, siapa nama mu?"


Nick mengingat semua perkataan singkat antara dirinya dan Yivone, gadis satu-satunya yang telah menarik hatinya yang selama ini keras bagaikan batu, akan tetapi dirinya hanya memilih menutupinya selama ini, di karenakan gadis impiannya adalah gadis kesayangan ketuanya yang tidak lain adalah sahabat sekaligus penyelamatnya.


"Yivone Shin, tanpa ku sadari hati ku tersentuh oleh mu di pasar buah itu, keramahan mu membuat ku mengingat mu, dan kita bertemu kembali di saat Los Angeles dan kau masih mengenalku, dan di saat kau kritis dan ketua terluka ini sangat membuatku gila sehingga aku ingin meratakan rumah sakit itu" batin Nick dengan melamun


"Hari ini ketua sudah menikahi mu,ini yang ku inginkan, berbahagialah selamanya, ketua dan diri mu adalah orang yang terpenting dalam hidupku"gumam Nick dengan senyum tipis


Walau terasa berat tapi Nick tetap merasa bahagia demi sahabatnya dan gadis yang dia cintai selama ini, perasaan yang terpendam akan di kuburkan di dalam hatinya untuk selamanya.


Keesokan harinya


Kediaman Anderson


Di pagi itu Jack yang sudah duluan membuka matanya dan menatap senyum ke arah istrinya yang masih tidur dalam pelukannya.


"Kelihatannya istriku ini sangat lelah, sehingga tidurnya sangat pulas, terima kasih karena rela menikah dengan aku yang kasar ini, hidup ku yang di penuhi dengan kekerasan dan kau tidak takut bahkan memilih bersama ku, Yivone Shin aku berjanji pada mu setelah semuanya selesai aku akan memberikan kehidupan yang tenang untuk mu."batin Jack dengan tersenyum


Sesaat kemudian Yivone membuka matanya


"Selamat pagi istri kesayanganku" ucap Jack dengan mencium kening istrinya

__ADS_1


"Selamat pagi, cepat sekali kau bangun" jawab Yivone dengan matanya yang masih mengantuk


"Ini sudah pukul 09.00 pagi sayang, kau kelelahan makanya tidur begitu pulas" kata Jack dengan senyum


"Tapi kenapa mata ku masih mengantuk" jawab Yivone yang masih memejamkan matanya


"Tidur saja, nanti siang aku membangunkan mu di jam makan siang" kata Jack yang memeluk erat istrinya itu dan mengelus ujung kepalanya


"Iya" jawab Yivone yang tidur kembali di pelukan Jack dengan memeluk tubuh suaminya itu


"Aku akan selalu memeluk mu di saat kamu tidur, bisa melihat mu tidur dari jarak dekat ini perasaan ini memang luar biasa" batin Jack


Di sisi lain Bean yang harus mati-matian bekerja di tambang batu bara membuatnya kelelahan dan tangannya di penuhi dengan luka-luka, perasaan marah, kesal membuatnya harus bertahan tidak bisa melawan


"Hei..siapa yang menyuruh mu duduk di sana?"teriak Santos sebagai mandor


"Mandor, aku hanya duduk sebentar"jawab Bean yang masih mengatur nafasnya


"Apa kau kira kau bos di sini, kau masih ada dua hari di sini, jadi di haruskan kerja sampai selesai"bentak Santos dengan kesal


"Iya, aku tahu" jawab Bean dengan berdiri dan melanjutkan pekerjaannya


"Setelah keluar dari sini aku harus bertemu dengan Bos, aku sangat tidak puas sehingga harus di perlakukan seperti ini" batin Bean


Kediaman Anderson


Yivone yang sedang duduk bersandar ke tubuh Jack dan sambil membolak-balik majalah yang di pegangannya itu


"Yivone" panggil Jack yang memeluk istrinya itu dari belakang


"Iya" jawab Yivone dengan sambil melihat majalah


"Kenapa Black Card yang ku berikan kau tidak pernah mengunakannya?"tanya Jack dengan mencium rambut Yivone


"Aku belum butuh sesuatu" jawab Yivone yang masih bersandar di tubuh suaminya itu


"Belilah apa yang kamu suka, jangan menghemat itu adalah uang mu, kau bisa bebas mengunakannya" kata Jack dengan memeluk erat istrinya


"Tapi aku tidak butuh apa-apa"


"Apa tidak ingin mobil atau apa pun yang kau inginkan? mintalah sesuatu pada ku, aku akan memberinya pada mu apa pun permintaan mu"


"Benarkah?"tanya Yivone yang bangun dari sandarannya dan menatap Jack

__ADS_1


"Iya, apa pun yang kau minta akan ku berikan" jawab Jack dengan senyum mesranya


__ADS_2