
Setelah mendengar nama Lidya, Yivone lagi-lagi terdiam, dan merasa kecewa. raut wajah nya yang senang karena mendengar suara Jack sekarang berubah dengan penuh kekecewaan..
"Lidya, jangan menangis lagi semua akan baik-baik saja, aku akan ke sana dalam beberapa hari ini."suara Jack yang di dalam ruangan itu
Yivone yang mendengar perkataan Jack dia mengurungkan niatnya untuk masuk ke ruangan itu dan lalu kembali ke kamarnya
"Lydia? aku hampir saja lupa diri mengira jika dia juga akan rindu pada ku, Jack sangat lembut pada nya, tapi sangat kasar pada ku sehingga tega ingin membunuh ku saat itu dan baginya aku juga wanita murahan, benar Lidya adalah wanita berkelas mereka sangat serasi dan aku bukan siapa-siapa sama sekali"gumam Yivone yang duduk di kasur empuk nya
"Yivone, kau harus sadar jangan lupa kau hanya setahun jadi pacarnya, kedepannya Lidyalah yang menjadi pemilik rumah ini dan di saat itu kau sudah di keluarkan dari sini, semua yang di sini bukan milikmu bahkan pria ini juga bukan milik mu,"'batin Yivone yang berbaring di kasurnya
Setelah selesai pembicaraan Jack dan Lidya, Jack masuk ke kamar Yivone yang sudah ketiduran dengan duduk di samping gadis itu Jack menatap dengan senyuman.
"Untung saja kau sudah tidur kalau tidak akan ku santap bibir mu yang lembut ini,"gumam Jack dengan senyum dan mencium bibir Yivone yang sudah ketiduran
Keesokan harinya...
Kasino..
Jack yang sedang membaca dokumen yang di atas meja tiba-tiba ada yang menghubunginya lewat handphonenya
"Hallo', 'jawab Jack dengan dingin.
"Ketua, Jimmy dan Charlie sudah tertangkap" kata Leon yang di seberang sana
"Bagus, kurungkan mereka beri pelajaran sesuka hati mu"jawab Jack dengan tegas
"Baik Ketua"balas Leon yang di seberang sana
"Tuan, mereka benar-benar bekerja sama?"tanya David yang duduk berhadapan dengan Jack
"Benar, bagaimana pun mereka tidak akan bisa terlepas dari genggaman ku"jawab Jack dengan bangkit dari kursi besarnya..
Markas Wolf
"Aarrgghht.."teriakan serentak Charlie dan Jimmy akibat jari-jari mereka di jepit besi sehingga tulang tulang jari mereka patah dan darah bercucuran
"Kalian benar-benar hebat sekali, dengan beraninya melarikan sejumlah uang Ketua"bentak Steven yang sedang menyiksa Jimmy
"Ketua, percaya pada kalian tapi kalian mengecewakan nya. ini sangat pantas untuk kalian" lanjut Leon yang menyiksa Charlie
"Bunuh saja aku"pinta Jimmy dengan menahan sakit
__ADS_1
"Bunuh atau tidak harus menunggu kedatangan Ketua, siap-siap saja kalian menerima hukuman selanjutnya"ancam Steven dengan kesal
"Seharusnya kalian sudah tahu jika menyinggung Ketua apa akibatnya"ketus Leon dengan kesal
Sesaat kemudian Jack tiba di penjara tempat Charlie dan Jimmy menerima hukuman.
"Ketua"sambut Steven dan Leon
"Hm..bagus kerja kalian,"ucap Jack dengan menghampiri Jimmy dan Charlie
"Ketua"sapa Jimmy dan Charlie dengan menahan sakit..
"Kalian sangat luar biasa dengan berani nya mengkhianati ku, melarikan sejumlah uang ku, Charlie aku percayakan kasino pada mu tapi kau malah bekerjasama dengan orang luar untuk mengkhianati ku," ucap Jack dengan senyum sinis
"Ketua, ini salah ku aku tergoda dengan uang maka aku berniat jahat pada kasino dan telah mengecewakan mu"ucap Jimmy dengan menyesal
"Hukum aku, Ketua. aku rela menerima hukuman." sambung Charlie yang menahan sakit
"Sesuai peraturan hukum untuk para pengkhianat adalah hukum siksa sampai mati"jelas Jack dengan tegas yang kemudian meninggalkan penjara itu
"Aarrgghht.."teriakan serentak mereka berdua yang menerima hukuman siksa dari Leon dan Steven
Kediaman Anderson
Kring...kring...kring...
"Hallo"jawab Yivone
"Hallo! apakah ini kediaman Jack Anderson?"suara wanita yang di seberang sana
"Benar! Nona, anda ingin mencari siapa?"jawab Yivone dengan sopan..
"Aku Lydia dari San Fransisco, apakah bisa aku bicara dengan Jack?"
Yivone yang mendengar nama ini lagi-lagi membuat nya termenung sesaat..
"Jack belum pulang. Nona, hubungi saja ke handphonenya"jawab Yivone dengan suara pelan
"Tidak aktif, apakah Nona adalah bawahannya?"tanya Lidya yang di seberang sana
"Aku? iya aku bawahannya. Nona, coba saja hubunginya nanti malam''jawab Yivone dengan suara pelan
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu nanti malam akan hubungi dia, tolong sampaikan padanya aku pegang janjinya untuk bertemu dengan ku di sini."jawab Lydia yang di seberang sana dan kemudian memutuskan panggilannya
Yivone lalu meletakkan kembali gagang telefon rumah dengan menahan air mata yang hampir membasahi pipinya, dia tidak menyangka jika dia bicara langsung dengan wanita itu..
Tidak lama kemudian tiba-tiba munculnya suara pria yang memanggil nama Yivone
"Yivone" sapa pria itu dengan menghampirinya
"Tuan anthony, Jack belum pulang"jawab Yivone dengan murung
"Yivone, kenapa mata mu merah? apakah pria es itu menindas mu?"tanya Anthony yang menatap Yivone dengan jarak dekat
"Tidak, hanya saja mata ku masuk pasir, silahkan duduk aku ambil kan air"jawab Yivone dengan mengelak
"Tidak usah, aku bawakan minum, lihatlah''kata Anthony dengan menunjukkan minuman yang di tangannya
"Ini bukankah minuman yang beralkohol?"
"Iya temankan aku minum"jawab Anthony dengan menarik tangan Yivone yang duduk bersamanya di sofa
"Tapi aku tidak bisa minum yang ada alkoholnya."
"Tidak apa- apa, minum sedikit saja,oh iya mana Mark biar kita ajak dia sama sama minum"
"Mark sedang belanja sama bibi Sandra untuk keperluan besok."
"Jadi Yivone sendirian di rumah?"tanya Anthony sambil menuang bir ke gelas
"Benar! aku sendirian."
"Tidak apa-apa biar aku menemani mu di sini, kita minum sambil mengobrol tanpa pria es itu di sini lebih menyenangkan."
"Nah..cobalah ini akan membuat mu tidur nyenyak." kata Anthony dengan memberikan gelas yang telah di isi bir
"Tuan, aku tidak bisa minum. aku tidak pernah mencoba nya."kata Yivone dengan menolak
"Tidak apa-apa, minum saja sedikit, apakah kau tahu jika suasana hati ku tidak baik maka aku akan minum dan tidur sampai pagi"kata Anthony sambil meneguk bir hingga habis tidak tersisa
"Tuan, bukankah minum terlalu banyak tidak bagus untuk kesehatan..?"
"Siapa yang mengatakan nya? aku sering ajak minum dengan pria es itu dulu dan sekarang dia tidak di sini maka kamu saja temani aku. minum bir yang mahal di temani oleh wanita cantik ini lebih menyenangkan."
__ADS_1
Yivone yang hatinya sedang terluka akhirnya mencoba untuk meminum bir yang di gelas nya, selama hidup nya tidak pernah menyentuh minuman beralkohol sama sekali pun...
Minuman berduaan sehingga mabuk,apa reaksi Jack saat pulang melihat kondisi mereka yang sudah mabuk-mabukan?.