MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Promo Karya Terbaru" Perjalanan Hidup Molly"


__ADS_3

"Lebih baik kau cepat pergi, karena aku bisa mulai hidup baru dengan wanita yang aku cintai," teriak Lucas.


Molly yang melihat ibunya pergi, ia langsung berdiri dan mengejar langkah wanita itu sambil berteriak," Mama, Mama...."


"Mama, jangan pergi! jangan tinggalkan Molly! Molly takut dengan papa!" tangisan Molly yang sedang mengejar ibunya.


Jessica melangkah dengan cepat agar tidak terkejar oleh putri kecilnya. di hujan yang deras gadis kecil itu yang kedinginan tidak putus asa sama sekali ingin mengikuti ibunya.


Jessia yang sakit hati ia tidak peduli lagi dengan putrinya yang mengejarnya hingga jauh ke puluhan meter. ia sama sekali tidak memandang ke belakang dan hanya maju terus melangkah pergi.


"Mama, jangan pergi! Molly ingin ikut mama!" tangisan Molly yang mengejar tanpa berhenti.


Hujan deras telah membanjiri jalan sehingga akhirnya Molly terjatuh dan terendam air.


"Aarrgh...," jeritan Molly yang dalam posisi terlungkup. ia melihat ibunya pergi begitu saja tanpa peduli padanya. perasaan gadis kecil itu hancur ditinggalkan begitu saja. akan tetapi tidak membuatnya putus asa. walau kepala dan kakinya sakit. ia tetap berusaha berdiri dan mulai mengejar lagi ibunya itu.


Jessica berjalan semakin jauh semakin cepat, Molly semakin ketinggalan jauh dan berusaha berteriak ibunya. berlari di jalan yang dipenuhi air membuat gadis kecil itu kesulitan dan kemudian lagi-lagi terjatuh akibat licin.


Brugh...


"Mama! Mama!" tangisan Molly yang jatuh bangun mengejar ibunya di tengah-tengah hujan deras.

__ADS_1


Selama beberapa menit Molly mengejar wanita itu dan juga berulang kali dia terjatuh dan menahan sakit di kedua lututnya. hingga pada akhirnya gadis kecil itu tidak sanggup lagi berdiri karena kedinginan hingga gemetar di seluruh tubuhnya.


Dan tiba-tiba tangan seorang pria yang menarik lengan gadis itu dengan erat sehingga membuatnya mengerang kesakitan.


"Sakit!" tangisan Molly.


"Papa!" teriak Molly yang menangis sambil melihat ke arah ibunya yang sudah semakin jauh.


"Papa, tolong suruh mama pulang!" pinta Molly.


"Jal*ng itu sudah pergi, dan kau harus patuh! jangan seperti wanita itu, dasar sampah!" ketus Lucas yang mengangkat tubuh Molly ke atas pundaknya.


"Mama! Mama!" tangisan Molly yang melihat ke arah ibunya yang pergi begitu saja.


"Mamaku hanya satu! Papa, tolong turunkan Molly!" tangisan Molly menangis tanpa henti.


Lucas yang kesal langsung membanting putri kecilnya ke jalan yang dibanjiri air itu.


Brugh.


"Arrgh...."

__ADS_1


Molly yang kesakitan semakin menangis dengan histeris.


Molly semakin takut dengan perlakuan keras dari ayahnya itu, tubuh mungilnya selain kedinginan ia juga kesakitan. gadis kecil itu berusaha merangkak pergi akan tetapi lengannya ditarik oleh pria yang berhati iblis itu.


"Pa, sakit!" tangisan Molly.


"Diam! kalau kau tidak ingin dihukum, lebih diam!" bentak Lucas yang menarik putrinya dengan kasar.


Di malam itu terjadi perpisahan orang tua Molly yang telah bersama selama enam tahun. karena perselingkuhan yang dilakukan oleh Lucas Famosa telah menyebabkan istrinya pergi dan putrinya harus kehilangan kasih sayang dari seorang ibu. 


Molly menangis di sepanjang jalan pulang ke rumahnya. setelah tiba di rumah. Lucas membawa gadis kecil itu ke kamar dan menghempaskan ke kasur busa tipis yang di lantai itu.


"Aarghh...," jeritan Molly yang kesakitan.


"Dengar baik-baik! jangan mencari wanita itu lagi, dia tidak menginginkanmu dan kau juga jangan pernah mengungkit namanya lagi. dia sudah pergi jauh. kalau kau masih ingin tinggal di sini maka lebih baik kau patuh. kalau tidak, aku tidak akan ragu mengusirmu dari rumah ini," bentak Lucas dengan nada tinggi sehingga membuat gadis kecil itu ketakutan.


Sesaat kemudian Lucas keluar dari kamar itu. sementara Molly ditinggalkan begitu saja. pria itu sama sekali tidak peduli putrinya yang terluka, kedinginan dan ketakutan sehingga menangis tidak berhenti.


"Mama! Mama! jangan pergi!" tangisan Molly yang duduk sambil memeluk kedua lututnya. tubuhnya yang mungil mengigil kedinginan dan dalam keadaan basah. setelah setengah jam kemudian Molly ketiduran karena dirinya yang sudah mengantuk.


__ADS_1


.


__ADS_2