
"Jack, aku tahu kau menyukai orang lain, tapi itu tidak apa-apa, aku hanya minta jangan pernah menyerahkan ku pada siapa pun, atau menjual ku keluar negeri. aku berjanji setelah perjanjian ini berakhir aku akan pergi dari sini aku tidak akan menganggu mu lagi, tapi jangan menjual ku ke orang lain ya" pinta Yivone dengan terisak dan trauma karena ulah pamannya yang berniat menjualnya
"Yivone, apa yang kau katakan? aku tidak akan menjual mu ke siapa pun karena kau adalah wanita ku, mana mungkin aku menyerahkan diri mu ke orang lain."bujuk Jack dengan memeluk erat tubuh Yivone yang masih di pelukannya
Yivone yang masih dalam keadaan mabuk sama sekali tidak tahu apa yang dia katakan, Yivone meluahkan semua perasaan yang terpendam selama ini..
"Benarkah? kau tidak akan menjual ku ke orang lain?"tanya Yivone melepaskan pelukannya dan berhadapan dengan Jack
"Benar, kenapa aku harus menjual mu?kau adalah pacar ku," jawab Jack dengan mengusap air mata Yivone yang telah membasahi pipinya
"Bukan, kita bukan pacar benaran. janji pada ku jangan pernah menyerahkan ku ke orang lain, aku janji selama setahun ini aku akan mendengar semua perintah mu dan jangan membenci ku, aku akan berusaha bekerja dengan baik."kata Yivone dengan terisak
"Yivone, aku tidak pernah membenci mu, aku menyayangi mu apa kau tahu? dan selamanya, Yivone, harus tinggal bersama ku."bujuk Jack dengan menatap gadis itu
"Jack, biarkan aku tinggal di sini sementara setelah itu aku akan pergi dan tidak akan menganggu mu lagi. aku sudah tidak bisa kembali ke rumah paman, karena mereka akan menjual ku aku sangat takut."kata Yivone yang masih terluka dengan mengingat pamannya
"Siapa yang mengatakan jika dia ingin menjual mu?"tanya Jack dengan nada lembut
"Saat aku kesana, aku mendengar perbualan paman dan kakak, mereka bilang setelah perjanjian kita berakhir maka paman akan membawa ku ke luar negeri dan menjual ku ke temannya seharga 3 miliyar ,mereka ingin aku melayani pria itu, saat itu hati ku sakit sekali hampir tidak bisa bernafas, mereka adalah orang yang ku sayangi tapi ini balasan mereka pada ku, aku tidak tahu mengapa mereka sangat membenci ku."ujar Yivone dengan menunduk sambil terisak
"Yivone, mereka tidak akan bisa menyentuh mu aku berjanji, di sini selamanya adalah rumah mu. jangan takut aku tidak akan membiarkan siapa pun yang menyakiti mu."ucap Jack dengan mengusap air mata Yivone yang menangis tanpa henti
"Jack, aku akan mengantikan cangkir yang ku pecahkan hari itu, aku benar-benar tidak sengaja, aku sangat berhati-hati selama ini, selama ini aku takut salah bicara di depan mu, aku takut salah tingkah dan juga aku takut memecahkan barang di rumah ini, karena semua barang di sini sangat mahal aku tidak sanggup untuk mengantikannya dan jika salah lagi aku takut kau akan membunuh ku."
__ADS_1
"Yivone, aku tidak akan membunuh mu, kau tidak perlu mengantikannya. Yivone, asal kau tahu walau kau pecahkan semua barang di rumah ini aku juga tidak akan memarahi mu, karena semua ini juga milik mu."bujuk Jack dengan mencium bibir Yivone yang duduk berhadapan dengannya
Jack mencium bibir Yivone dengan lembut, sesaat kemudian Yivone melepaskan ciumannya
"Jack, bisakah beritahu pada ku apakah aku murahan bagi mu? apa karena aku hanya yatim piatu dan tidak memiliki apa pun oleh sebab itu di mata mu aku adalah murahan?"tanya Yivone dengan menatap Jack
"Yivone, aku salah karena berkata seperti itu, tapi aku tidak bermaksud untuk menyakiti mu saat itu aku hanya cemburu melihat mu bertemu dan pelukan dengan mantan mu. apakah kau tahu kau hanya milik ku seorang, dan hanya aku saja boleh menyentuh mu."jawab Jack dengan mencium bibir gadis itu dengan lembut. dengan tangan kirinya menahan bagian belakang kepala Yivone, sesaat kemudian Yivone melepaskan ciumannya
"Apakah kau mencintainya ? lalu kenapa ingin aku jadi pacar kontrak mu?"
"Yivone, maksud mu siapa yang ku cintai?"tanya Jack dengan heran
"Lidya dia sangat cantik, kalau saja dia tahu aku di sini bukankah dia akan memarahi mu.?"
"Tidak, aku melihat berita kalian di San Fransisco, kau dan dia masuk ke kamar hotel."
"Kau sudah melihat beritanya?"
"Iya di hari yang sama saat aku tahu niat paman ku, malam itu tanpa sengaja aku melihat berita kalian, aku tidak sengaja."
"Yivone, jadi selama ini kau mengira dia adalah pacar ku?"tanya Jack dengan nada lembut
"Benar, dia sangat cantik dan kalian juga sangat serasi, dia wanita yang berkelas sama seperti mu."
__ADS_1
"Yivone, dia bukan pacar ku. berita itu memang benar kami ke hotel tapi kami tidak melakukan apa pun di kamar itu."jelas Jack dengan menyentuh wajah Yivone
"Tidak perlu menjelaskan pada ku. ini adalah masalah pribadi mu, aku hanya pacar mu sementara saja, di saat itu tiba semua yang kau berikan akan ku kembalikan."kata Yivone yang tertidur dengan sambil memeluk Jack
Jack memeluk gadis itu dengan sambil mengelus ujung kepalanya
"Ternyata selama ini dia sudah tahu berita ku dan Lidya, dan juga dia mengira jika aku membenci nya, dia sangat takut pada ku, ini semua salah ku karena telah mengabaikan perasaannya sehingga membuatnya ketakutan," batin Jack sambil memeluk erat tubuh gadis itu yang tertidur di pelukannya
Sesaat kemudian Jack pun menidurkan Yivone ke kasurnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut..
"Yivone, kau menangis semalaman, jika bukan karena kau mabuk maka kau hanya pendamkan perasaan mu selama ini, karena Mike ingin menjual mu maka kau takut aku akan melakukan hal yang sama. gadis bodoh, apa karena aku pernah keras pada mu maka kau mengira aku membenci mu, aku tidak menyangka perkataan ku telah menyakiti mu sangat mendalam, kau bukan murahan tapi kau adalah gadis yang ku sayang."gumam Jack dengan mencium kening Yivone yang sudah tertidur
Jack menemani Yivone semalaman di kamar nya, setelah itu Jack keluar dari kamarnya, di luar kamar Mark dan Sandra yang sedang berdiri sambil menunduk
"Tuan, maafkan kami ,ini salah kami"ucap serentak Mark dan Sandra dengan menunduk
"aku menyuruh kalian untuk menjaganya akan tetapi kalian malah mengabaikan pesanan ku, sehingga ada pria lain yang datang ke sini minum bersama nya jika aku tidak pulang apa yang akan terjadi" kata Jack dengan kesal
"Maaf. Tuan, kami rela menerima hukuman"jawab Mark dengan menunduk
"Sudahlah! Yivone sudah tidak apa-apa, jika aku menghukum kalian nanti dia pasti akan memohon pada ku dan menangis lagi."
"Terima kasih! Tuan ,"ucap serentak mereka berdua
__ADS_1
"Tuan, Nona Lidya menelefon mencari anda,"kata Mark dengan hormat