MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Pembunuh bayaran


__ADS_3

"Jack, apa aku besok boleh keluar jalan-jalan sebentar? aku sudah lama di rumah dan ingin membeli sesuatu." tanya Yivone yang melepaskan ciuman nya


"Bisa, besok aku temani ya."jawab Jack dengan senyum


"Selama berapa hari ini kau menemani ku terus, kau harus ke markas juga. lagi pula Wilves sudah tewas, jadi tidak ada yang akan mengganggu ku lagi, jadi biar aku sendirian saja lagian kan ada anggota Wolf yang menemani ku."


"Walau mereka menemani mu aku juga khawatir, aku tidak bisa menyerahkan mu pada mereka untuk menjaga mu."ujar Jack dengan menyentuh wajah Yivone


"Jangan khawatir mereka akan ikut belakang ku saja, dan aku tidak akan pergi ke tempat keramaian, jadi mereka bisa melihat ku terus." kata Yivone


"Baiklah, tapi jangan kelamaan."jawab Jack dengan senyum


"Iya"jawab Yivone sambil mengangguk


"Ingat satu hal."


"Apa?"


"Semasa aku tidak berada sisi mu jangan pernah mendekati pria mana pun, apa kau mengerti?" kata Jack dengan mengangkat dagu Yivone dengan lembut


"Iya" jawab Yivone dengan singkat


"Bagaimana dengan luka mu apa masih sakit?" tanya Jack dengan melihat bekas luka di bagian kepala Yivone


"Sudah baikkan."jawab Yivone dengan senyum


"Baiklah, kau di izinkan keluar tapi jangan kelamaan, dan setelah itu harus banyak istirahat, aku tidak mau melihat mu ada apa-apa lagi, karena itu sangat membuat ku trauma." kata Jack dengan mengelus rambut pacar nya itu


"Iya, aku mengerti. maaf aku tidak akan membuat mu khawatir lagi, aku benar-benar tidak berguna, tidak bisa menjaga diri ku sendiri dan selalu membuat mu cemas."jawab Yivone dengan sedih


"Yivone, jangan menyalahkan diri mu sendiri, semua yang terjadi karena kelalaian ku bukan salah mu, melindungi mu adalah tanggung jawab ku." bujuk Jack dengan menyentuh wajah Yivone yang mulus itu


"Jack, apa aku akan jadi beban untuk mu? sehingga harus selalu melindungi ku? jika iya maka kau harus mengatakannya pada ku." kata Yivone dengan rasa bersalah


"Apa yang kau katakan? Yivone, kau adalah wanita ku memang sudah tanggung jawab ku untuk menjaga mu, dan kau satu-satunya yang paling ingin ku lindungi, oleh karena itu kau harus selalu di sisi ku agar aku bisa tenang."kata Jack dengan tatapan mesra


"Iya" jawab Yivone dengan mendekap ke tubuh Jack


Keesokan hari nya


Yivone yang sedang masuk ke sebuah toko buku dengan fokus nya dia melihat ke rak-rak buku itu, saat ingin mengambil salah satu buku itu tiba-tiba saja...?


"Nona, apa ini pilihan mu?"tanya pria asing yang tiba-tiba muncul di sampingnya


"Tuan willy?"sapa Yivone yang menoleh ke samping


"Nama ku Willy, jadi panggil nama ku saja."jawab Willy dengan senyum

__ADS_1


"Iya Willy, kenapa kamu ada di sini?"


"Aku bosan dan keluar brjalan-jalan, tidak menyangka aku bertemu dengan mu di sini, mungkin saja ini adalah jodoh."jawab Willy dengan ramah


"Apa kamu sehat-sehat saja?"


"Iya, aku sehat-sehat saja, dan bagaimana dengan mu apa luka di kepala mu sudah sembuh?" tanya Willy yang ingin menyentuh bagian bekas luka di kepala Yivone akan tetapi Yivone memundurkan langkahnya


"Tidak apa-apa, aku sudah sembuh." jawab Yivone dengan menjauhi jaraknya dari Willy


"Bagaimana jika kita minum bersama ?"


"Tidak, aku ingin pulang, karena sudah lama aku keluar."jawab Yivone yang ingin mengelak


"Kelihatannya aku tidak punya kesempatan untuk minum bersama mu hari ini, bagaimana dengan lain kali?"


"Maaf, aku rasa tidak bisa karena aku harus cepat pulang."


"Baiklah, kalau begitu, ini aku berikan pada mu."kata Willy dengan memberi bunga ke Yivone


"Kenapa beri aku bunga lagi?"


"Kemarin adalah tanda perkenalan, dan bunga ini untuk pertemanan kita, aku tidak memiliki teman dan hanya diri mu yang ku kenal, aku berharap kau tidak menolaknya." ujar Willy dengan menarohkan bunga di tangan Yivone


"Baiklah, aku terima, aku pulang dulu ya." pamit Yivone dengan melangkah keluar dari toko itu


"Sebentar." teriak Willy yang mengikuti Yivone dari belakang


"Ini buku pilihan mu, ku kembalikan." kata Willy dengan menyerahkan buku yang di pilih Yivone tadi


"Aku tidak membelinya, jadi tidak perlu."


"Anggap saja ini hadiah dari ku, terimalah. jika kau menolak ini tanda kau tidak ingin berteman dengan ku, apa lagi setelah ini tidak tahu kapan kita akan bertemu lagi, oleh karena itu ambillah." kata Willy dengan senyum


"Terima kasih, dan aku pulang dulu" ucap Yivone dengan senyum dan kemudian meninggalkan Willy


Di saat Yivone sudah berjalan jauh Willy menatapnya tanpa beralih


"Yivone Shin, aku berharap kau bisa membaca surat yang ku berikan pada mu itu, jika saja aku bisa hidup selama 30 tahun lagi aku pasti akan membuat mu sudi menikah dengan ku." gumam Willy dengan senyum


Kediaman Anderson


"Yivone, kau sudah pulang." sapa Jack yang sedang membaca koran di ruangannya


"Iya" jawab Yivone dengan duduk di samping Jack


"Apa yang kamu bawa?" tanya Jack yang melihat barang yang di pegangan Yivone

__ADS_1


"Ini buku yang tadi..tadi aku beli." jawab Yivone dengan mengelak


"Semenjak kapan Yivone ku suka membaca buku?" tanya Jack dengan senyum dan mencium wajah Yivone yang duduk di sampingnya


"Sebenarnya..hanya suka saja." jawab Yivone dengan mengelak


"Gadis ini sedang menyembunyikan sesuatu" batin Jack dengan menatap ke arah Yivone yang sedang cemas karena menyembunyikan kebenarannya


"Aku menyiapkan makanan dulu ya, kamu pasti sudah lapar."kata Yivone


"Aku tidak bisa memberitahu jika Willy yang membelikan buku itu untuk ku, bunga pemberian Willy juga sudah ku buang, jika tidak Jack akan emosi lagi ."batin Yivone


"Baiklah" jawab Jack dengan senyum


Setelah itu Yivone pun menuju ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk Jack


Jack yang merasa tunangannya itu sedang menyembunyikan sesuatu membuatnya curiga dan lalu mengambil buku itu dan membuka bolak-balik halaman buku itu. sehingga sepucuk surat yang di selipkan oleh Willy tadi terjatuh ke lantai


Jack lalu memungutnya dan membuka sampul surat itu dan kemudian Jack pun membaca isi surat tersebut, di saat membaca isi surat tersebut Jack membulatkan mata besarnya dengan raut wajah yang berubah sangat menakutkan.


Di saat makan bersama Jack hanya diam seribu bahasa tanpa melihat ke arah Yivone yang duduk di samping nya, dengan raut wajahnya yang tidak gembira


"Jack, ada apa? apa lauknya tidak enak?" tanya Yivone yang tidak sadar jika suasana hati pria itu sedang tidak baik


Jack mengabaikan pertanyaan Yivone dan hanya fokus pada makanannya, sebelum menghabiskan makanan nya Jack pun beranjak pergi meninggalkan ruang makan itu


"Jack, sudah malam kau mau kemana?" tanya Yivone yang menghampiri Jack yang sedang ingin keluar


Jack lagi-lagi mengabaikan pertanyaan Yivone yang sedang di sampingnya dan berjalan keluar ke arah mobilnya


"Apa aku melakukan kesalahan lagi? kenapa suasana hatinya selalu saja cepat berubah?" gumam Yivone dengan kecewa


Di malam itu Jack mengendarai mobil nya dengan suasana hati yang buruk dan tidak lama kemudian tiba-tiba saja muncul seseorang yang mucul di depan nya, sehingga mobil Jack menabrak orang asing itu tersebut.


Kemudian Jack terpaksa keluar dari mobil nya dan mendekati orang asing itu.


"Apa kau gila? kenapa tiba-tiba saja muncul di sini?"bentak Jack dengan kesal dan menarik lengan kanan orang itu.


Di saat Jack menariknya, orang asing itu mengulurkan pisau tajam dengan niat untuk menikam tubuh Jack, akan tetapi dengan cepatnya Jack menangkap pisau itu dengan mengunakan tangan kanan nya sehingga menyebabkan luka di tangannya dengan mengeluarkan darah yang banyak


"Kau juga mainan di berikan cacing lintah untuk ku?" tanya Jack dengan tatapan tajam


Krek...


"Aarrrgghhtt.."teriakan orang asing itu karena tangan kirinya yang pegang pisau itu di patah kan oleh Jack


"Ini akibatnya jika ingin membunuh ku." ujar Jack dengan kemudian menikam bagian perut orang asing itu

__ADS_1


"Aarrgghhtt..."teriakan orang asing itu akibat kena tikaman dan mengeluarkan banyak darah di bagian lukanya


Tidak lama kemudian muncul lima pembunuh bayaran yang menodongkan senjata ke arah Jack. lima pembunuh bayaran itu berdiri berbaris dan berhadapan dengan Jack yang posisi nya tidak jauh dari mereka


__ADS_2