MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Yivone sekarat, Jack menggila


__ADS_3

Ken yang mencari keberadaan Yivone melihat sekeliling hutan sana, di saat Ken memajukan langkahnya dia hampir terpeleset akibat sebuah lubang yang biasa di gunakan untuk perangkap hewan yang pas di depannya


Di saat itu Ken membuka matanya lebar-lebar melihat ke dalam lubang itu


"Gawat gadis itu apa dia sudah mati?kepala keluar darah yang sangat banyak, nasib mu jika kau harus mati di sini Nona, ini bukan salah ku, aku tidak pernah ingin membunuh mu, sasaran ku hanya Jack Anderson."gumam Ken.


Ken meninggalkan Yivone yang dalam kondisi terluka parah dan tidak sadarkan diri


Di sisi lain kumpulan anggota Wolf mencari terus tanpa henti.


Jack yang tertekan karena belum mendapatkan Yivone membuatnya emosi besar, barang seisi ruangan bacanya di hancur menjadi berantakan


sementara anggota lainnya tidak berani bicara sepatah kata pun.


Selama pencarian Jack tidak istirahat sama sekali dia mencari selama tiga hari tanpa henti


Nada panggilan masuk di handphone milik Jack


Dia melihat nomor yang tidak di kenal, lalu Jack menekan tombol jawab dan mendekatkan ke telinganya. raut wajah Jack yang tampan berubah menjadi menakutkan karena kehilangan kekasihnya itu


"Jack Anderson" sapa pria yang di seberang sana


Mendengar sebutan pria itu tatapan Jack berubah menjadi tatapan aura membunuh


"Akhirnya kau menghubungi ku."jawab Jack dengan dingin


"Jack Anderson, kau sangat hebat bisa menebak siapa yang mencari mu."


"Aku tidak mengenal mu, tapi aku tahu kau yang membawanya pergi."ujar Jack dengan menahan emosi


"Jangan salahkan aku. kalau bukan karena kau terlalu kuat mana mungkin aku memilih cara ini."jawab Ken yang di seberang sana


"Katakan pada ku apakah dia masih hidup? tanya Jack dengan menahan emosi nya


"Jika kau mau tahu maka kita bertemu besok, jika kau bisa mengalahkan ku, maka aku akan memberitahu mu di mana dia, tapi jika kau kalah maka aku hanya bisa menghantar kepergian nya."jawab Ken yang di seberang sana


"Dan ingat ini hanya urusan kita berdua, jangan coba-coba untuk membawa teman mu."ujar Ken yang di seberang sana


"Kau tenang saja, aku ingin mendengar suaranya." kata Jack


"Aku yakin dia pasti ketakutan sehingga tidak bisa bicara, karena aku mengurungnya di kamar gelap, dia ketakutan sehingga gemetaran, Jack Anderson hidup matinya tergantung pada mu." lanjut Ken


Sesaat kemudian mereka memutuskan panggilannya


Jack menahan emosinya saat berbicara dengan pria yang menghubungi nya, dengan mata berkaca di hati nya sangat takut akan kehilangan gadis itu.


"Ketua" sapa serentak Sandro dan Nick


"Orang itu sudah menghubungi ku, besok akan bertemu, ingat tetapkan pencariannya."kata Jack dengan menatap ke arah Nick dan Sandro


"Siap Ketua" jawab serentak Nick dan Sandro


"Ketua, orang itu tidak mengatakan di mana dia menyembunyikan Nona?"tanya Sandro


"Tidak, jika besok aku mati maka dia juga akan membunuh Yivone, dan jika aku menang dia akan melepaskan Yivone. tapi aku tidak percaya kata nya, bahkan untuk sekarang aku tidak yakin jika kondisi gadis itu baik-baik saja."ujar Jack mengalirkan air mata


"Yivone sangat takut gelap dia pasti ketakutan sekarang." gumam Jack dengan merasa cemas di hatinya


"Ketua, ingin kemana?"tanya Sandro yang melihat Ketuanya ingin meninggalkan ruang itu


"Aku ingin mencarinya." jawab Jack dengan melangkah keluar

__ADS_1


"Ketua, biarkan kami yang mencari Nona. Ketua, sudah beberapa hari tidak tidur." kata Nick dengan mencoba menghalang Jack


"Aku tidak bisa tidur, dia ketakutan sekarang, orang itu mengurungnya di kamar gelap, dia sangat takut gelap, dan aku yakin dia pasti ada di bangunan kosong, maka aku ingin mencari semua bangunan kosong di kota ini, malam ini juga." kata Jack dengan langsung meninggalkan kediamannya


Di malam itu Yivone yang pingsan karena terluka parah, akhirnya dia membuka matanya


Dengan melihat sekeliling hanya mendapati cahaya dari bulan yang memancar ke arahnya


"Kepala ku sakit, tubuh ku lemas apakah aku akan mati di sini? Jack, bagaimana dengan mu? apa kau baik-baik saja? aku tidak mampu bertahan lagi, seluruh tubuh ku sakit dan pusing, penglihatan ku juga kabur. Jack, jika aku mati kau harus lupakan aku, aku yakin suatu saat kau pasti akan menemukan yang lain dan hidup bahagia ."gumam Yivone yang wajah memucat


Keesokan harinya


Jack dan Nick mencari semalaman tanpa henti, mereka memasuki semua bangunan kosong akan tetapi tidak membuahkan hasil


Raut wajah Jack yang di penuhi kekecewaan dan kekhawatiran merasa lemas di sekujur tubuhnya


Nada panggilan masuk di handphone milik Jack


Jack menekan tombol jawab dan mendekatkan ke telinga nya


"Jack Anderson, aku menunggu mu di pelabuhan, aku beri waktu 30 menit jika kau berulah maka wanita mu akan mati."ancam Ken yang di seberang sana


"Nick, cari sampai dapat, aku akan pergi menemui nya."kata Jack yang ingin melangkah ke arah mobil nya


"Ketua, biar aku menemani mu." ujar Sandro


"Tidak usah." jawab Jack dengan cuek dan menghidupkan mesin mobilnya dan meninggalkan Nick dan Sandro


"Aku punya perasaan tidak enak. Sandro, hubungi Leon dan Licon untuk menyusul Ketua ke sana secara diam-diam."kata Nick dengan khawatir


"Baiklah." Jawab Sandro dengan mengeluarkan handphonennya


Setelah itu Sandro dan Nick melanjutkan pencarian nya ke gudang kosong yang dekat hutan yang tidak jauh dari lokasi tempat mereka berada


"Yivone, kau harus hidup demi aku, semalaman perasaan aku tidak enak. sayang, kau harus bertahan aku akan membawa mu pulang."gumam Jack dengan khawatir


Pertemuan di antara mereka di pelabuhan itu, niat Ken ingin membunuh Jack dengan sekali menembak dengan mengunakan senjatanya itu


Tidak lama kemudian Jack pun tiba di pelabuhan itu. di saat itu Jack sama sekali tidak ingin keluar dari mobil. mobil mereka saling berhadapan dengan jarak yang tidak jauh


Di sisi lain Nick dan Sandro mencari ke gudang tempat Yivone di kurung sebelumnya. dia saat mereka masuk ke kamar itu mendapati ada makanan yang terletak di lantai


"Sandro, lihat ada makanan, apakah Nona ada di sini?"kata Nick dengan melihat sekeliling


"Mari kita berpencar." ujar Sandro yang berjalan ke arah belakang hutan, kemudian di susul oleh Nick


"Bagaimana jika kita masuk ke hutan itu." kata Nick sambil memandang ke arah hutan sana


"Mari kita coba." jawab Sandro


Mereka sama-sama berlari ke arah hutan sana


Di sisi lain Jack dan Ken saling bicara lewat handphone mereka


"Apa kau kira kau bisa membunuh ku?"tanya Jack


"Tentu bisa, demi wanita itu kau datang, kelihatannya dia memang kelemahan mu." jawab Ken


"Di mana dia? buktikan pada ku kalau dia masih hidup."


"Dia sudah sekarat, hidup mati nya aku tidak tahu"

__ADS_1


"Apa yang kau katakan?" kata Jack dengan menahan emosi


"Dia jatuh ke sebuah lubang di hutan kepalanya luka parah dan tidak sadarkan diri, aku rasa hidupnya sudah berakhir."jelas Ken yang di mobilnya yang berhadapan dengan mobil Jack


"Jika dia mati maka kau juga akan mati." ancam Jack dengan kesal


Jack memegang senjata dengan niat ingin meledakkan mobil lawannya itu, niat itu sama dengan yang ingin di lakukan oleh Ken


"Nona di sini." teriak Sandro


Kemudian Nick pun turun ke lubang itu untuk mengeluarkan Yivone dari sana


Saat di periksa oleh Nick dia mendapati Yivone sudah sekarat


"Gawat Nona terluka parah di kepalanya, sepertinya sudah semalaman di sini."kata Sandro dengan cemas


Tanpa menunggu lama Nick langsung membawa Yivone meninggalkan hutan dan menuju ke rumah sakit


Sementara Sandro menghubungi Jack untuk melapor kondisi Yivone


Jack yang di seberang sana mendengar kabar Yivone membuatnya histeris karena nyawa pujaan hatinya sudah di ujung tanduk


"Yivone, jangan sampai kau meninggalkan ku, aku akan mengurus baj*ngan ini dan segera kembali ke sisi mu." gumam Jack yang matanya di penuhi air mata


Ken menodongkan senjata ke arah mobil Jack, sementara Jack bersiap untuk menginjak gas dengan niat ingin menabrak mobilnya itu


Brum...brum...brum...brum...


Injakan gas dari Jack yang ingin menabrak lawannya hingga hancur lebur, perasaan yang melanda Jack perasaan takut akan kehilangan Yivone, dengan penuh emosi Jack ingin menghancurkan pria yang menyebabkan Yivone sampai sekarat


Dor...dor..dor


Bunyi tembakan dari Ken ke arah mobil Jack


Brum...brum...brum...brum...


Jack mengunakan kecepatan tinggi untuk menabrak mobil yang di hadapannya itu


Ken melepaskan tembakan terus menerus pada mobil yang ingin menabraknya dari lawan arah


Jack menunduk untuk mengelak serangan peluru dan menginjak gas tanpa henti. mobil Ken di tabrak oleh mobil Jack sehingga di dorong ke belakang dengan terus menerus


Ken melepaskan tembakan ke arah Jack akan tetapi tidak ada satu peluru pun yang mengenai tubuh Jack


Di sisi lain Leon dan Licon tiba di lokasi, mereka di kejutkan oleh kejadian itu


Mobil Ketuanya menabrak mobil pria asing itu dan saling melepaskan tembakan


"Ini namanya bunuh diri." teriak Leon yang melihat kejadian itu


"Yivone, aku mencintai mu." gumam Jack dengan mengingat kondisi Yivone yang sedang kritis


Jack menginjak gasnya tanpa berhenti sehingga mendorong mobil Ken ke arah lautan


Brak...


"Pria ini gila."gumam Ken dengan cemas karena tidak bisa keluar dari mobilnya


"Aku akan membunuh mu baj*gan, ha..ha..ha.."teriakan sambil tertawa dengan air mata bercucuran dari mata Jack


Dan pada akhirnya mobil mereka sama-sama terjun ke lautan. tidak lama kemudian mobil mereka meledak sehingga serpihan mobil mereka hancur berserak di lautan

__ADS_1


Duar...duar...duar


"Ketua! ketua! ketua!" teriakan serentak semua anggota Wolf


__ADS_2