
"Kak Licon, kita ingin kemana?" tanya Bean yang duduk di samping Licon yang sedang menyetir mobil
"Ke tempat kerja khusus untuk mu" jawab Licon dengan sambil ke jalan depannya
"Bukankah aku jadi pengawal ketua?"
"Iya, tapi untuk awalnya kau harus bekerja dulu selama seminggu di sana, jika kau kuat baru layak jadi pengawal ketua kami"jawab Licon dengan menghentikan mobilnya
Licon dan bean lalu keluar dari mobil dan masuk ke tambang batu bara
Tiba di sana bean keheranan dengan semua yang di lihat, tempat itu adalah penambang batu bara untuk para kuli kerja berat
"Kak ini..?"tanya Bean dengan heran
"Kak Licon anda sudah datang" sapa seseorang yang menghampiri Licon dan Bean
"Santos, ini anak baru yang ku katakan, berikan tugas padanya, dia akan di sini selama seminggu"kata Licon dengan memperkenalkan Bean yang berdiri di sampingnya
"A-apa? aku akan kerja di sini ?"tanya Bean dengan heran
"Iya, apa kau kira mudah ingin menjadi pengawal ketua kami, kau harus lulus ujian ini dulu, jika kau masih hidup setelah seminggu kemudian, maka kau lulus"jawab Licon
"Nama mu Bean kan? aku Santos adalah mandor sini, aku akan memberi mu tugas, bantu mereka di sana, kerja semua ini sangat berat, jika kau menyesal masih belum terlambat" kata Santos sambil menunjukkan ke arah para pekerja di sana
"Aku belum pernah melakukannya"jawab Bean
"Jika kau tidak bisa kau bisa berhenti sekarang juga, dan tunggu di bunuh sama pengejar hutang di luar sana" lanjut Licon
"Ba-baik, akan ku lakukan" jawab Bean dengan terbata
"Kak Licon, kalau tidak ada urusan lain maka aku lanjutkan kerja ku dulu" pamit Santos yang pergi ke arah lain dan di ikuti oleh Bean
Apartemen
"Apa? tambang batu bara? kenapa Jack mengirimnya ke sana?"bentak Roberto dengan kesal
"Bos, tidak tahu juga, Licon membawanya ke sana, dan saat aku intai dia harus mengangkat semua batu-batu di sana dan pindah ke tempat lain, selain itu mereka tidak di benarkan untuk berhenti, jika begitu terus aku yakin infoman kita pasti mati secara perlahan"jawab anggotanya
"Ini gila, tidak masuk akal, niat ku adalah untuk dia berada di sisi brengs*k itu tapi malah menghantarnya ke penambang batu bara" bentak Roberto dengan emosi
"Bos, apakah sudah di ketahui olehnya jika infoman kita adalah mata-mata utusan kita?"ujar anggotanya
"Tidak mungkin" jawab Roberto dengan singkat
"Apa yang di lakukan si brengs*k itu"batin Roberto yang kesal
__ADS_1
Markas Wolf
"Bagaimana dengannya apa masih bernafas?"tanya Jack yang duduk di ruangan itu bersama Nick, Leon dan Licon
"Ketua masih, dia di suruh kerja tanpa berhenti di sana, aku yakin dia pasti akan menderita."jawab Licon dengan ketawa kecil
"Ketua, bagaimana ketua bisa tahu jika dia adalah utusan dari musuh kita?"tanya Leon dengan penasaran
"Seorang pria asing yang tiba-tiba muncul tanpa mengenal kita bisa minta pekerjaan pada kita, dan bisa begitu kebetulan dia berada di jalan yang kita lewati, jika bukan utusannya lalu siapa lagi"jawab Jack dengan senyum
"Benar kata Ketua, jika dia tidak pernah mengunakan senjata maka dia pasti akan menyuruh ku mengajarnya, akan tetapi ini dia ingin belajar sendiri bukankah sudah kelihatan jika dia memang sudah ada pengalaman"lanjut Licon
"Ternyata semua ini sudah rencana untuk membuatnya menderita, jika saja dia bisa bertahan selama seminggu lalu apa rencana ketua?"sambung Leon dengan penasaran
"Kita ikuti saja permainannya, dan biarkan dia berada di sisi ku"jawab Jack dengan senyum
"Ide yang bagus, aku ingin melihatnya bisa bertahan sampai kapan"lanjut Nick dengan penasaran
"Bisa saja kita bisa mengetahui keberadaan Roberto lewat dia"kata Leon
"Dia ingin berada di sisi ku karena dia ingin mengambil kesempatan ini untuk membunuh ku, dan Roberto tidak akan muncul jika aku masih hidup"ujar Jack
"Ini akan semakin seru, mata-matanya kita jadikan sebagai mainan"lanjut Leon dengan bercanda
"Jika dalang utamanya tahu pasti akan meledak emosinya" sambung Licon
"Hahahahaha" ketawa serentak mereka semua
Kediaman Anderson
"Jack, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Yivone yang masuk ke dapur yang di mana Jack sedang sibuk menyiapkan makanan
"Gadisku, aku sedang memasak"jawab Jack dengan senyum
"Kenapa tidak biarkan aku saja yang melakukannya?" tanya Yivone yang berdiri di samping Jack yang sedang sibuk dengan masakannya
"Aku ingin masak sendiri untuk istri ku yang tercinta" jawab Jack dengan senyum mesra
"Kata-kata mu semanis madu, semenjak kapan kamu bisa berkata seperti itu ya?"
"Semenjak aku mengenal mu" jawab Jack dengan mencium wajah Yivone yang di sampingnya
"Sudah jangan mencium ku, kau sedang masak. ada yang perlu ku bantu?"
"Tugas mu adalah duduk di manis di ruang makan dan menunggu ku untuk makan bersama"
__ADS_1
"Baik"jawab Yivone dengan senyum
Di saat makan malam Jack dan Yivone duduk bersebelahan, jack yang selalu memanjakan pujaannya selalu saja menyuapinya di saat makan
"Jack, kenapa dulu kamu tidak pernah makan di rumah?"tanya Yivone
"Karena masakan rumah tidak cocok untuk ku" jawab Jack dengan menyantap makanannya
"Lalu kenapa kamu bisa makan masakan ku? padahal masakan ku hanya biasa-biasa saja"
"Itu karena diri mu yang masak" jawab Jack dengan sambil menyuapi pujaannya
"Diri ku?"
"Benar, masakan mu membuatku merasa seperti sebuah keluarga, selama hidupku aku belum pernah makan masakan orang lain selain papa ku dan koki di restoran, apa kau tahu kenapa aku ingin makan masakan mu padahal aku belum pernah mencoba nya?"
"Tidak tahu"
"Karena aku menyukai mu, aku mengunakan surat perjanjian hanyalah sebagai alasan untuk mengikat mu di sisi ku"jelas Jack dengan senyum
"Jadi maksud mu semua ini sudah di rencanakan dari awal, dan surat perjanjian itu?"
"Itu sudah ku bakar dari awal, bukan itu yang ku inginkan"
"Apa yang kau inginkan?"
"Diri mu, yang ku mau hanyalah dirimu, oleh karena itu aku mengunakan cara ini untuk mempertahankan mu" jawab Jack dengan senyum
"Selama ini aku sudah di bohongin oleh mu"
"Benar, dan aku ingin membohongi mu selamanya"kata Jack dengan mengoda
Setelah selesai makan Jack dan Yivone pun kembali ke kamar mereka
"Jack, luka di tubuh begitu banyak, apa dulu kau sering berkelahi dengan musuh-musuh mu?"tanya Yivone yang tidur di pelukan Jack
"Benar, di usia 12 tahun aku sudah mulai berkelahi, dan aku ingat ada sekali di usia 15 tahun aku berlawan dengan 25 orang, di saat itu aku masih sangat muda, aku di kepung oleh musuh ku. semuanya mengunakan senjata tajam"
"Lalu apa kau sendiri berlawan dengan mereka?"
"Iya, demi pertahankan nyawa ku aku bertarung mati-matian dengan mereka, sehingga banyak luka tusukan di tubuh ku, mereka sama terluka parah dan aku hampir mati, aku ingat di saat kami mulai tumbang aku hampir putus asa, luka di tubuh ku membuat ku lemah tidak berdaya, tiba-tiba saja ada seorang gadis yang memanggil ku dan telah menyelamatkan ku"
"Siapa dia? apa dia penyelamat mu?"
"Benar, jika di saat itu dia tidak muncul aku sudah mati, dia membawaku ke rumah sakit dan di situ lah aku bisa hidup dan melanjutkan hidupku"
__ADS_1
"Dia sangat baik, lalu di mana dia?"
"Saat aku sadar aku tidak melihatnya, setelah itu aku langsung meninggalkan rumah sakit dan meninggalkan nota untuknya" jawab Jack sambil menyentuh wajah Yivone