
Los Angeles..
Shane Wilker yang berada di cafee favorit nya yang sedang menikmati minuman di sana, tiba-tiba saja di datangi sekumpulan orang berpakaian serba hitam.
" Shane Wilker" sapa seorang pria yang menghampirinya
Mendengar suara panggilan ini Shane terdiam sejenak dan kemudian menoleh ke arah suara itu tersebut
" Ternyata kau masih hidup Wilves Filan" balas Shane dengan tatapan sinis
"Sudah lama tidak bertemu, tidak menyangka kau tidak berubah sama sekali" ujar wilves dengan senyum sinis
" Apa kau mencari ku? kita sudah tidak ada urusan."
" Shane, kita adalah teman"
"Teman? kau bukan teman ku, teman ku hanya satu iaitu Kane Anderson."
" Shane, jangan keras kepala. dari dulu aku berharap kau mengikuti ku, tapi kau malah memilih untuk tinggal, dan sekarang lihatlah diri mu sebatang kara tidak ada memiliki apa pun"ucap Wilves dengan ngejek
"Wilves Filan, lebih baik aku mati dari pada harus ikut dengan mu. jika bukan diri mu Kane tidak mungkin tewas" bentak Shane dengan kesal
"Shane, apa Kau kira aku yang membunuhnya?"
" Wilves, saat itu kau yang memaksanya untuk pergi. karena di saat itu kumpulan mu bukan lawan nya, jadi kau mengancamnya"bentak Shane dengan emosi
" Shane, Kane sendiri yang memilih untuk pergi dari dunia mafia apa hubungan dengan ku?"
" Wilves, kau jangan mengira kau sudah menang? jangan lupa walau Kane sudah tidak ada masih ada putranya Jack Anderson, seharus nya kau sudah mendengar nama ini, jadi Wolf yang sekarang sudah meluas ke beberapa negara semenjak di tangani oleh Jack Anderson"
Saat mendengar nama Jack Anderson, Wilves membuka matanya lebar lebar dengan menatap Shane, karena dia agak ketakutan jika suatu hari harus berhadapan dengan Wolf
"Kenapa? apa kau takut? mendengar nama ini?"tanya Shane dengan ngejek
"Hahahahaha..,anak teman ku sudah dewasa mana mungkin aku takut"jawab Wilves dengan terbahak
" Jika saja dia tahu kematian ayahnya ada hubungan dengan mu maka aku yakin seluruh kumpulan mu pasti di hancurkan" ujar Shane
" Bagaimana bisa ada hubungan dengan ku? Shane kau telah salah menuduh ku ,kau tahu Kane adalah teman ku juga" jawab Wilves dengan senyum sinis
" Teman mu? kau lah yang membayar Elvis untuk membunuh nya bukan? karena dengan keupayaan Elvis dia tidak mungkin membunuh Kane dengan tanpa alasan."
" Lalu kau tahu jika Elvis yang bunuh Kane kenapa kau tidak membunuhnya?"
__ADS_1
"Saat kejadian dia langsung kabur, jika tidak sudah ku bunuh dari dulu"jawab Shane yang kembali duduk di kursinya
" Shane, aku tidak tahu mengapa kau membenci ku? tanpa bukti kau bisa asal menuduh ku, apa kau lupa dulu kita adalah teman seperjuangan?"
"Teman bisa berubah menjadi musuh. kau adalah musuh ku, dan Kane baru sahabat ku, maka pergilah dari hadapan ku"ketus Shane dengan kesal
"Shane, aku masih berharap kita adalah teman tapi kau sangat keras kepala, jika begitu maka aku pamit dulu" ujar Wilves dengan berdiri dan meninggalkan Shane
"Dasar manusia ular berkepala dua, suatu saat yang kau hadapi adalah Jack Anderson lihat saja di saat itu kau pasti hancur" gumam Shane
Di sisi lain Wilves yang berada di mobilnya sedang bertanya tentang kabar kumpulan Wolf
" Bagaimana dengan kumpulan Wolf belakangan ini?" tanya Wilves dengan menatap anggotanya yang sedang duduk di sampingnya
" Lapor Ketua, kumpulan Wolf sudah meluas ke beberapa negara, dan jumlah anggota mereka sudah tidak terhitung kan lagi" jawab anggotanya
"Apakah Jack Anderson selama ini tinggal di swedia?"
" Benar Ketua, dia juga memiliki beberapa pengawal andalan, selain itu Jack Anderson juga di kenal sebagai pebisnis kasino terbesar di internasional, karena dia memiliki banyak kasino di beberapa kota"lanjut anggotanya
"Tidak menyangka bocah yang ku lihat saat itu, sekarang sudah berhasil meluaskan kumpulan nya, kelihatan nya aku sangat meremehkannya!" ucap Wilves
"Ketua, banyak kalangan mafia yang takut pada mereka, setiap musuhnya akan mati mengenaskan di tangan mereka, Jack Anderson di kenal sebagai ketua mafia berdarah dingin."ujar anggotanya
" Ketua, Jack Anderson di kenal lebih menakutkan di bandingkan ayah nya itu, dia tidak akan membiarkan musuh nya hidup jika sudah di tangan nya dan akan menghancurkan setiap musuh hingga ke akar-akar nya." lanjut anggota dengan menatap ke arah Wilves
" Jack Anderson jika kau mengetahui aku yang membunuh ayah mu itu kau pasti akan mendatangi ku, tidak akan ku biarkan ini terjadi.." batin Wilves
"Cony, utuskan orang untuk mencari keberadaan Elvis dan bunuh dia" perintah Wilves dengan tegas
" Baik Ketua."
Swedia...
Kediaman Anderson...
Malam pukul 01.00
Yivone yang sudah ketiduran berkeringat sekujur tubuh, keringat tersebut membasahi wajahnya yang polos tanpa make up itu.
Sepanjang malam Yivone tidur dalam kondisi yang tidak tenang.
"Jangan Pa, Ma, jangan pergi" kata Yivone yang sedang dalam kondisi tidak sadar
__ADS_1
"Paman, Paman jangan tinggalkan aku, cepat bangun " ucap Yivone yang menangis tanpa di sadari
Tidak lama kemudian Yivone membuka matanya bangun dari tidurnya, sambil duduk terdiam Yivone mengingat mimpi buruk yang dia alami
"Pa, Ma, Paman. aku sudah mengingat semuanya" ucap Yivone dengan menetes air matanya
" Kejadian seperti kemarin saja, aku melupakan sebagian ingatan ku selama 12 tahun, dan sekarang aku ingat semua , Paman aku tidak menyangka kau juga meninggalkan ku, kenapa begitu cepat pergi seperti Papa, Mama ku?" batin Yivone dengan sedih
Lalu Yivone bangkit dari kasur nya dan menuju ke kamar mandi, sambil mencuci muka dan melihat ke arah cermin,di cermin Yivone melihat dirinya sendiri yang sedang tertekan..
" Pa, Ma, Paman. Yivone berjanji akan hidup dengan baik. Paman, Yivone merindukan mu, apa yang harus Yivone lakukan agar bisa membalas kebaikan mu, di saat Yivone kehilangan segalanya Paman muncul di hadapan ku dan menyelamatkan nyawaku" gumam Yivone dengan menangis
Keesokan harinya..
David yang menuju ke rumah sakit untuk mengambil hasil DNA dengan rasa cemas melanda dirinya.
" Tuan David, ini laporan anda sudah keluar" kata pegawai rumah sakit yang menyerahkan laporan itu tersebut
" Baiklah, terima kasih."
David lalu membuka dan melihat hasilnya, dengan membulatkan mata besar David melihat hasil tersebut yang tercantum di laporan itu.
David lalu segera menuju ke kasino untuk mencari Tuannya.
Klek...
"Tuan"sapa David dengan mendekati Jack yang berdiri dekat jendela
"Bagaimana?" tanya Jack dengan menatap ke arah David
" Tuan ini."kata David dengan menyerahkan laporan tersebut
Tanpa tunggu lama Jack lalu membuka hasil tes tersebut, saat Jack membaca dengan teliti dia membulatkan mata besarnya, mata Jack pun mulai memerah dan berair, setelah itu Jack berlari keluar dari kantornya dan membawa mobilnya dengan mengunakan kecepatan tinggi..
" Ketua" teriak serentak Steven dan Nick yang baru tiba di kasino
" Steven, Nick" sapa David yang nyusul Tuannya itu
" David, bagaimana hasilnya?" tanya Nick dengan cemas
Di sisi lain Jack yang masih dalam perjalanan ingin menuju kerumahnya, dengan mata memerah dan air mata yang tak tertahankan..
" Kane Anderson aku harus berterima kasih pada mu karena sudah membuat ku terluka dan memberi ku kejutan seperti ini, kejutan mu ini akan ku jaga selamanya."batin Jack dengan menancap gas
__ADS_1