
Markas Wilves
Wilves menghubungi seseorang yang di seberang sana, melalui handphonenya
"Hallo Tuan" jawab orang yang di seberang sana
"Hallo Ken, aku berharap kau datang dalam beberapa hari ini, uang telah masuk ke rekening mu." kata Wilves
"Tenang saja, aku dan Sine akan datang tepat waktu, di saat itu aku akan mengambil kepalanya ke hadapan mu." jawab Ken yang di seberang sana
"Baguslah, aku ingin melihat kepala bocah itu, kalian jangan mengecewakan ku."jawab Wilves
Sesaat kemudian mereka memutuskan panggilan nya
"Ken dan Sine adalah pembunuh bayaran yang terkenal, aku telah mengeluarkan sejumlah uang untuk kepala bocah itu, Jack Anderson aku harus membunuh mu, kau adalah ancaman bagi ku." gumam Wilves dengan mengepalkan ke dua tangannya
Kediaman Anderson
"Besok adalah hari pertarungan ku dan Wilves. Pa, aku ingin membalas dendam mu atas semua yang telah dia berikan pada mu, maka akan ku kembalikan semua padanya, besok adalah hari yang paling ku tunggukan, hidup mati antara kami berdua di tentukan besok, Wilves aku ingin membunuh mu dengan pedang naga peninggalan Ayah ku." gumam Jack yang sedang duduk di kursi ruangan nya sambil melihat foto kenangan Ayahnya itu
Klek
"Jack" sapa Yivone yang masuk ke ruangan itu
"Yivone"balas sapaan Jack dengan senyuman pada pujaannya
"Apa kamu merindukan Paman?"tanya Yivone yang mendekati tunangannya itu dan melihat foto yang di pegangannya
"Iya, aku merindukannya setiap saat." jawab Jack dengan melihat ke arah Yivone yang duduk di samping nya
"Setelah urusan mu selesai kita akan ke rumah lama Paman ya." kata Yivone dengan senyum
"Baiklah. sayang, kita akan kemana pun yang kau ingin kan," jawab Jack dengan mencium wajah pacar nya itu
"Jack, perasaan ku tidak enak saja, tidak tahu kenapa." ujar Yivone dengan khawatir
"Yivone, jangan khawatir tidak ada masalah apa pun, ingat ya sebelum Wilves di selesaikan, kau jangan ke mana-mana dulu." kata Jack dengan menyentuh wajah Yivone yang polos itu
"Iya, aku tahu. tenang saja aku akan berada di rumah jadi jangan khawatir."jawab Yivone dengan nurut
"Gadis ku memang baik dan penurut." ujar Jack dengan mencium kening Yinone dan kemudian mencium bibirnya
__ADS_1
"Yivone, besok adalah pertarungan ku dengan Wilves, aku tidak ingin menunggu lama, karena setelah Wilves aku masih memiliki musuh lain yang harus ku hadapi, hidup ku di penuhi kekerasan dan pembunuhan, maaf jika aku tidak memberitahu mu rencana ku besok karena aku tidak ingin kau khawatir pada ku.." batin Jack yang sedang mencium bibir Yivone tanpa henti
Keesokan hari nya
Di pagi itu Jack mempersiapkan sarapan untuk pujaannya
"Kenapa bangun begitu pagi?" tanya Yivone yang sedang menyantap sarapannya bersama Jack
"Aku hanya ingin memasak untuk calon istri ku." jawab Jack dengan senyum menatap ke arah pujaannya itu
"Masakkan mu sangat enak. Jack, aku sangat menyukai masakan mu, membuat ku teringat di masa kecil saat bersama Paman ini sangat menyenangkan." jawab Yivone dengan sibuk menyantap makanannya
"Baguslah, kalau begitu maka aku akan sering memasak untuk mu." jawab Jack dengan tersenyum
"Baiklah, ingat janji mu ya." ujar Yivone dengan menatap senyum ke arah Jack yang sedang melihat ke arahnya
"Iya, aku janji." jawab Jack dengan mengeluskan ujung kepala Yivone sambil tersenyum
Sesaat kemudian Jack kembali ke markas nya, di sana semua anggota sedang mempersiapkan senjata-senjata mereka
Jack yang masuk ke kamar penyimpanan senjata miliknya dengan mendekati pedang naga peninggalan Ayahnya, Jack mengambil dan melepaskan sarung pedang itu dan melihat ke arah pedang yang tajam dan kilat yang ada di pegangan nya
"Jack, kau ingin mengunakan pedang ini untuk membunuhnya?" tanya Shane yang berdiri di samping Jack
"Berhati-hatilah! Jack, Paman menunggu kepulangan mu." ujar Shane dengan dengan khawatir
"Paman, jika aku tidak kembali jaga kumpulan kita,a ku yakin Paman bisa mengurusnya." pinta Jack dengan menatap ke arah Shane
"Apa yang kau katakan? kau akan kembali dan harus kembali, Wolf memerlukan mu, oleh karena itu kau harus tetap hidup." jawab Shane dengan menepuk pelan pundak Jack yang di hadapan nya
"Paman, di Wolf aku hanya bisa percaya pada mu untuk ke depannya, karena diri mu adalah tertua bagi kami. Paman, jika aku mati hanya diri mu yang layak di posisi ini." ujar Jack dengan menatap senyum ke arah Shane
"Jangan berkata seperti itu. Jack, kau jangan lupa Yivone selalu menunggu mu." jawab Shane dengan khawatir
"Paman, andaikan aku tidak bisa kembali maka tolong sampaikan pesan ku padanya teruskan menjalani hidupnya, dan juga pesan Nick untuk selalu mengawalnya dari jauh, gadis itu satu-satu yang paling ku khawatirkan." ujar Jack dengan sedih
"Jack, jika kau ingin mengatakannya maka katakan saja sendiri, kau harus kembali, semua anggota Wolf menunggu mu dan Yivone juga, dia hanya memiliki mu di dunia ini, jika kau tidak kembali aku yakin dia sulit melewati hari-hari nya tanpa mu." ujar Shane dengan memeluk tubuh Jack
Jack membalas pelukan Pamannya itu.
"Ingatlah, markas Wilves sangat besar terdapat banyak anggota nya di sana, berhati-hatilah"ujar Shane dengan melepaskan pelukannya
__ADS_1
"Iya, aku mengerti. Paman, aku pergi dulu."kata Jack dengan senyum dan meninggalkan Shane sendirian di sana
Shane merasa khawatir di hatinya, karena Wilves bukan kumpulan yang lemah
"Kane, lindungi putra mu agar kembali hidup-hidup, Wolf hanya mengandalkan dia, kau harus melindunginya," gumam Shane dengan khawatir
Di sisi lain Sandro dan lain nya sudah memimpin anggota nya sebanyak 100 anggota, begitu juga dengan Leon dan Licon
Sementara Nick berada di posisi tersembunyi dengan senjata api nya, Nick di tugaskan sebagai penembak jauh, karena di Wolf hanya Nick satu-satu penembak jitu selain Jack
Jack juga menempatkan para pemanah andalan nya, agar memudahkan penyerbuan ke dalam markas Wilves yang di jaga ketat oleh ratusan anggota
Para anggota Wolf telah mengepung markas Wilves dari posisi yang jauh
Masing-masing anggota menunggu perintah dari Ketuanya
Di sisi lain Wilves dan anggota nya tidak menyadari jika ada anggota Wolf yang sedang mengamati nya, para anggota Wolf bekerja sangat berhati-hati sehingga tidak di sadari oleh pihak lawannya
Jack yang mengendarai mobilnya menuju ke markas Wilves dengan membawa pedang naga dan senjata yang biasa di bawa di sisinya.
Kumpulan yang di pimpin Leon akan menyerang bagian depan, sementara Sandro akan menyerang bagian belakang markas, Licon akan melakukan pengepungan di saat Sandro dan Leon menyerang ke markas, sementara pemanah jitu dan Nick akan membunuh pihak lawan dari posisi tersembunyi
"Ketua" jawab pemimpin pemanah itu
"Lakukan" perintah Jack yang di berada di posisi lain
"Baik" jawab pemimpin pemanah itu
Lalu pemimpin pemanah itu mengeluarkan kode dengan mengunakan tangannya
Dan di terima oleh pemanah lainnya, lalu mereka dengan serentak melepaskan anak panah ke arah para anggota Wilves
Syiuk...syiuk...syiuk...syiuk...syiuk...syiuk...
Bunyi anak panah melesat ke arah para anggota Wilves yang berjaga di luar markas
"Aaaarrrrggghhhttt.." teriakan para anggota itu yang terkena anak panah ke tubuh mereka sehingga membuat mereka tewas di tempat
Begitu dengan yang lainnya melepaskan anak panah ke arah anggota Wilves lainnya, tembakan dan tembakan itu menewaskan semua anggota Wilves yang berjaga di luar.
Di saat salah satu anggota Wilves keluar dari maskas nya mendapati temannya di serang langsung segera berlari masuk ke dalam markas
__ADS_1
"Ketua, Ketua, Ketua, ada masalah markas kita di serang.." teriakan anggota yang sedang berlari masuk ke markas nya
"Apa?"teriak Wilves yang langsung bangkit dari tempat duduknya