
Kediaman Anderson.
"Kenapa begitu banyak anggota Wolf yang berjaga di luar ya? apakah akan terjadi sesuatu?" gumam Yivone sambil melihat dari jendela kamarnya
Kemudian Yivone mencari Hendry si ketua pelayan rumah untuk menanyakan hal ini tersebut.
"Nona, sudah malam kenapa belum istirahat?"tanya Hendry
"Hendry, aku melihat di luar begitu banyak anggota Wolf yang berjaga, apa akan ada yang datang mencari masalah di sini?"tanya Yivone dengan khawatir.
"Oh..itu hanya untuk keamanan saja, bukan berarti apa-apa, Nona."jawab Hendry dengan sopan
"Tapi selama ini belum pernah segitu banyak?"
"Iya, Ketua melakukannya agar lebih aman, di kediaman sini sangat aman dan tidak ada yang tahu jika kita tinggal di sini, jadi Ketua hanya untuk memperketatkan keamanan saja"jawab Hendry dengan sopan
"Ternyata begitu"jawab Yivone dengan singkat
"Iya Nona, silahkan istirahat ini sudah malam, Ketua mengatakan besok dia akan kembali" kata Hendry dengan sopan
"Iya, Jack tadi siang sudah memberitahu ku. selamat malam, Hendry" jawab Yivone dengan berjalan menuju ke kamarnya
"Selamat malam, Nona"jawab Hendry dengan sopan
"Nona, Ketua khawatir pada mu jika di saat dia tidak di rumah ada yang menyerang ke sini dan ini akan membahayakan mu, karena ada seseorang yang sudah tahu jika kediaman Ketua ada sini, oleh karena itu dia mengutuskan sejumlah anggota untuk menjaga sekeliling kediaman ini" batin Hendry
"Tuan Hendry" sapa seseorang yang masuk ke dalam ruang itu
"Kavon, ada apa?" tanya Hendry dengan melihat ke arah anggota Wolf itu
"Tuan Hendry, semua anggota sudah lengkap, selain mereka Ketua juga menurunkan sejumlah ahli pemanah untuk berjaga secara rahasia" jawab Kavon yang juga anggota Wolf
"Baguslah, kalian tetap berjaga malam ini, ingat perintah mereka awasi kamar Nona dari luar dan tanpa di ketahuinya, ini adalah pesanan Ketua kita" perintah Hendry
"Baik, akan segera ku lakukan" jawab Hendry dengan melangkah ke arah pintu keluar
"Nona Yivone bagaikan permata bagi Ketua, malam ini kami harus berjaga sampai pagi, jika ada penyerangan maka kami akan melawan mereka" batin Hendry
Di sisi lain kediaman Anderson di amati dari jauh oleh pembunuh bayaran utusan dari Willy, Willy yang sudah mengetahui jika Jack dalam kondisi mabuk dan tidak berada di rumah, dia ingin mengambil kesempatan ini untuk menyerang kediamannya dengan niat ingin menculik Yivone Shin untuk memuaskan keinginannya.
__ADS_1
Di sisi lain Sandro yang sedang mengendarai mobilnya menuju ke satu tempat untuk bertemu dengan Willy, sementara Jack berada di belakang mobil yang masih belum sadarkan diri karena kebanyakkan minum.
Nada dering panggilan di handphone milik Sandro
"Hallo" jawab Sandro yang menerima panggilan tersebut
"Perintah ku apakah sudah kau lakukan?" tanya pria yang di seberang sana
"Willy, tenang saja, malam ini Jack Anderson tidak berada di rumah, dengan anggota yang kita kerahkan mereka pasti berhasil menyerbu ke dalam kediamannya."
"Baguslah, jangan sampai gagal, aku ingin melihat wanita itu di depan ku malam ini, dan aku ingin melakukannya di depan mata Jack Anderson." jawab Willy yang di seberang sana
"Tenang saja Willy, malam ini adalah malam yang menyenangkan bagi mu, dan kehancuran bagi Jack Anderson"jawab Sandro dengan penuh keyakinan
"Jangan sia-siakan pembunuh utusan ku" peringatan Willy yang di seberang sana
"Tenang saja, Jack masih belum sadar dan ada di dalam mobil ku, dan sekarang aku sedang menuju ke tempat mu, siapkan saja uang mu untuk ku, setelah itu aku akan pergi, terserah apa yang ingin kau lakukan padanya dan wanita itu" jawab Sandro dengan senyum jahat
"Aku tunggu kabar baik mu." jawab Willy yang di seberang sana dan kemudian memutuskan panggilannya
"Jack Anderson, jangan salahkan aku, aku hanya ingin uang,a ku terpaksa menyuruh mereka untuk menyerang kediaman mu untuk menangkap wanita mu itu, di saat kau terluka di rumah sakit aku sengaja menawarkan untuk mengantar wanita mu pulang akan tetapi di hadang oleh Nick, dan sekarang kau akan jatuh ke tangan Willy si pria berpenyakitkan itu" batin Sandro dengan sambil mengendarai mobilnya
Luar kediaman Anderson
"Sandro mengatakan jika kediamannya hanya di awasi beberapa anggota saja."jawab pembunuh lainnya
"Baiklah, kalau begitu kita serang saja, lempar bahan peledak menghancurkan pintunya dan serbu" jawab salah satu pembunuh tersebut
Utusan dari Willy berjumlah sekitar 25 orang, mereka maju dan jalan dengan perlahan untuk mendekati kediaman itu.
Tak..tak...tak..tak...tak
Di saat mereka berjalan dengan berhati-hati langkah mereka di hentikan oleh..!
Syiuk...syiuk..syiuk...syiuk...syiuk..syiuk...syiuk..
Bunyi puluhan tembakan anak panah ke arah tubuh mereka tanpa berhenti
"Aaarrgghhtt."teriakkan 25 utusan Willy yang tubuhnya terkena anak panah tersebut
__ADS_1
Tembakan panah itu menyebabkan mereka terluka dan senbagian tewas di tempat
"Kepung mereka" perintah Kavon yang memimpin kumpulan Wolf
Tak..tak..tak..tak..tak..
Para anggota Wolf pada keluar dari tempat persembunyian mereka dan mengepung para 25 pembunuh itu yang sudah terluka, dan sebagian telah tewas akibat serangan panah yang bertubi-tubi mengena ke tubuh mereka
"Ka-kalian?"kata salah satu utusan Willy yang sudah terluka dan melihat sekelilingnya yang di kepung oleh anggota Wolf
"Kenapa? apa kau mengira kediaman Ketua kami bisa kalian serbu?" tanya Kavon dengan kesal
"Bukankah kediamannya hanya di kawal beberapa anggota saja?" tanya salah satu utusan Willy
"Kami harus menjaga harta benda Ketua kami, oleh karena itu kami di utuskan berjaga malam ini dan bermain bersama kalian."jawab Kavon
"Bawa mereka pergi semua" perintah Kavon
"Siap" jawab serentak anggota Wolf yang kemudian membawa semua utusan Willy meninggalkan sana
"Tetap berjaga sampai pagi, kita tidak tahu apa masih ada yang lain."perintah Kavon dengan tegas
"Siap" jawab serentak anggota Wolf dan kembali ke posisi masing-masing
Di malam itu Yivone yang sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, karena merasa ada keanehan karena tiba-tiba saja kediaman itu di kelilingi oleh begitu banyak anggota Wolf. selain yang berjaga di sekeliling kediaman, anggota Wolf sebagian juga berjaga di tempat yang tidak di ketahui, serta ahli pemanah yang berjaga di semua sudut yang tersembunyi.
"Apa yang terjadi sebenarnya? kenapa Jack juga tidak pulang apakah ada hubungannya dengan kalajengking, sehingga begitu banyak yang mengawasi rumah ini, aku jadi tidak bisa memejamkan mata ku, ternyata hidup bersamanya tidak mudah dan menakutkan, setiap kali dia terlambat pulang aku pasti khawatir jika dia ada masalah di luar sana, dan siang tadi dia mengirim pesan jika malam ini dia tidak pulang" gumam Yivone dengan penuh ke khawatiran dan cemas
"Kehidupan dunia Mafia sangat mengerikan, apa yang akan terjadi di masa depan tidak ada yang tahu, apa aku bisa menjalani kehidupan yang di penuhi kekerasan ini dan sering hati ku tidak pernah tenang"batin Yivone dengan melamun
Sandro telah tiba di satu tempat yang telah di tunggui oleh Willy yang di temani oleh beberapa anggotanya yang berdiri di belakangnya
Sandro lalu keluar dari mobilnya, sementara Jack masih belum sadarkan diri.
Sandro berjalan menuju ke arah Willy dan berhadapan dengannya dengan jarak yang tidak jauh
"Aku sudah membawanya, mana uang yang ku minta?" ujar Sandro
"Periksa dulu."perintah Willy dengan memberi kode tangan ke salah satu anggotanya
__ADS_1
Lalu anggotanya dengan patuh mendekati mobil itu tersebut, dan melihat untuk memastikan jika Jack Anderson yang di bawa oleh Sandro
"Bos, benar memang Jack Anderson" teriak anggota