
"Apakah di saat kejadian itu Yivone bersama Ayah nya?" Tanya Dokter yang duduk bersama Jack di ruangan mewah itu
"Iya, Yivone bersama dengan Ayahnya, Yivone sendiri koma selama sebulan akibat terbentur di kepala nya karena kecelakaan itu," Jawab Jack dengan duduk bersandaran di sofanya
"Jika Yivone sudah melupakan kejadian yang menimpa ayahnya bisa di katakan karena luka di kepala nya itu membuat nya amnesia oleh sebab itu dia tidak bisa mengingat kejadian itu."
"Yivone bisa mengingat sebagian kenangan masa kecil, akan tetapi tentang kematian Ayahnya tidak bisa mengingatnya."
"Bisa di katakan karena 2 faktor. pertama karena luka di kepala nya dan kedua kehilangan ayah nya adalah hal paling sulit bagi nya oleh sebab itu dia tidak bisa ingat atas kejadian itu, di saat kejadian yivone di usia berapa?"
"12 tahun."
"Di usia 12 tahun apalagi kejadian nya dia melihat dengan mata sendiri dan mengalaminya sendiri tentu saja sangat sulit bagi nya,bisa di katakan kejadian tadi bersangkutan dengan tragedi yang menimpanya," Terang Tommy dengan panjang lebar
"Apa ada jalan keluar ? agar dia sembuh?"
"Satu-satunya adalah harus kembalikan ingatan masa lalu."
"Itu akan melukainya lagi,"jawab singkat Jack dengan khawatir
"Tapi ini satu-satunya jalan terbaik, dia harus menerima kenyataan jika tidak maka penyakit ini akan menimpa nya seumur hidup,"jawab Tommy yang menatap Jack
"Jack, kau sangat mencintainya? ini pertama kali aku melihat mu begitu perhatian dan lembut pada wanita, dia sangat penting bagimu?" Tanya Tommy yang penasaran
"Benar, gadis ini telah masuk ke hidup ku tanpa ku sadari."
"Aku mengenal mu sudah lama, kau di kenal pria yang berdarah dingin, selama aku jadi Dokter pribadi mu yang ku rawat adalah semua anggota mu yang terluka, tapi kali ini aku sempat tidak percaya saat mendengar perkataan Mark jika aku harus merawat wanita mu,'' Jelas Tommy dengan senyum
"Apa kau menertawakan ku?" Tanya Jack dengan santai
"Aku hanya ikut bahagia untuk mu, aku yakin gadis itu pasti sangat beruntung bersama mu kan, ada lagi jika saja penyakit nya ini tidak sembuh apa kau bisa bertahan untuk menjaga nya?"
"Apa maksud mu?"
"Maksud ku adalah walau dia kembali ingat kejadian itu bukan berarti penyakitnya ini bisa sembuh dan itu tergantung padanya, jika saja tidak sembuh apa kau masih mencintai dan sabar seperti tadi?"
"Tommy, jika Yivone tidak sembuh aku tetap akan menjaganya selama hidup ku, aku akan setia menemaninya."
"Baiklah, aku percaya pada mu, kalau begitu aku pamit dulu."
__ADS_1
Sesaat kemudian Tommy pun meninggalkan rumah Jack. dan Jack sendiri kembali ke kamar Yivone
Klek....
"Yivone, aku akan menyembuhkan mu, jika kau tidak sembuh maka aku akan menjadi sandaran tiap penyakit mu kambuh," Kata Jack dengan mencium kening Yivone yang ketiduran karena suntikan penenang
Jack yang kemudian tidur di samping Yivone sambil menatap gadis itu dan memeluknya
Keesokan harinya...
Jam dinding menunjukan pukul 08.00
Yivone membuka matanya dan melihat ke arah jendela mendapati cuaca sudah terang , saat dia menatap jam dinding membuatnya langsung bangun dari tidurnya.
"Ha? kenapa aku bisa tidur begitu lama," Gumam Yivone dengan berlari ke kamar mandi
Saat di kamar mandi Yivone yang melihat cermin mendapati matanya bengkak..
"Kenapa bengkak? apa aku menangis ya?Gumam Yivone yang sudah lupa kejadian semalam
Setelah selesai mandi Yivone segera ingin keluar dari kamarnya. dan saat membuka pintu kamarnya dia melihat sesosok pria yang diluar pintu sedang menatapnya..
"Jack. ma-maaf, aku telat bangun," Kata Yivone dengan menepuk kepalanya sendiri
"Aku tidak sengaja perasaan ku semalam aku cepat tidur tapi tidak tahu kenapa bisa telat bangun." Jelas Yivone kerana takut di hukum sama Jack yang sedang menatapnya
Lalu Jack pun memeluk gadis itu sambil mengelus nya dengan senyum di wajahnya
"Sebagai hukuman kau harus ikut aku ke sesuatu tempat,''.Kata Jack sambil mencium rambut Yivone yang halus itu
"Ke suatu tempat? kemana? Tanya Yivone yang masih dalam pelukan Jack
"Markas Wolf, ada yang ingin ku berikan pada mu,'' Jawab Jack dengan melepaskan pelukannya
"Bukankah itu kumpulan Mafia?"
"Benar." Jawab Jack menyentuh wajah gadis itu
Kemudian mereka sarapan bersama di ruang makan. Jack menyiapkan sarapan karena tidak ingin membangunkan pacarnya yang sedang tidur pulas
__ADS_1
"Aneh kenapa sop daging yang di masak Jack sama seperti masakan Papa,sangat mirip," Batin Yivone yang sambil menyantap makanannya
"Jack,em.. itu."kata Yivone yang ragu untuk melanjutkannya
"Kenapa?"
"Mata ku bengkak, apa semalam aku menangis ya?" Tanya Yivone dengan menatap Jack
"Iya, kau menangis dalam mimpi. dan apa kau tahu kau telah mengganggu seisi rumah ," Jawab Jack dengan senyum
"Ha? aku membuat keributan ya? Tapi kenapa aku tidak ingat apa- apa?"
"Kau hanya mimpi mana mungkin kau bisa ingat," Jawab Jack dengan menatap mesra ke arah Yivone
"Pantas saja aku tidak bisa bangun, jadi kenapa kamu tidak membangunkan ku saja.?"
"Sudah ku coba tapi kau bermimpi terus" Jawab Jack dengan mengambil makanan ke piring Yivone
"Tapi kenapa bisa lupa ya," Ujar Yivone dengan heran
"Habiskan sarapan mu, tidak usah di pikirkan lagi." Ujar Jack dengan mengambil makanan ke piring Yivone
"Iya." Jawab Yivone dengan singkat
"Jack, sop daging ini sangat lezat bagaimana cara memasaknya?" Tanya Yivone sambil menyantap makanannya
"Apa kau suka?" Balas Jack dengan senyum dan menatap Yivone
"Iya, apa bisa memberitahu ku resepnya?" Tanya Yivone dengan penasaran
"Baiklah, aku akan memberitahu mu"
Jack memberitahu semua resep masakan sop daging ke Yivone, setelah Yivone mendengar semua resep nya dia merasa aneh jika resepnya itu sama seperti yang di gunakan Ayahnya
"Jack, semua resep mu sama seperti Papa ku, walau saat itu aku masih kecil tapi aku masih ingat jika Papa ku sering masak untuk ku, rasanya juga sama. dan di mana kamu mempelajarinya?"
''Aku mempelajarinya dengan Ayah ku yang tidak bertanggung jawab itu," Batin Jack dengan mengingat masa lalunya
"Betulkah? mungkin ini suatu kebetulan. kalau kau suka habiskan semuanya,"Ujar Jack dengan senyum
__ADS_1
"Baiklah. kalau begitu aku habiskan," Jawab Yivone sambil makan dengan lahap
"Memang Yivone kecil hanya sop saja sudah membuatnya bahagia, apakah dia sangat rindu pada Ayahnya, aku harus melindunginya dengan baik,' Batin Jack dengan menatap senyum ke arah gadis itu