
"Ambil jasad mereka dan bakar"perintah salah satu pembunuh itu
Mereka mengangkat tubuh Nick dan Leon yang berlumuran darah itu keluar dari rumah sakit dengan niat ingin membakar jasad mereka. setelah di luar rumah sakit jasad mereka di masukkan ke bagasi mobil dan kemudian menutup bagasi tersebut
Seorang pria yang memerintah mereka datang menghampiri mereka.
"Tuan"sapa salah satu pembunuh yang membunuh Nick dan Leon
"Apa mereka sudah mati?"tanya pria itu
"Sudah"jawab pembunuh itu
"Bagus, bakar mereka" perintah pria itu
"Siap Tuan" jawab pembunuh itu dan kemudian masuk ke mobil dan pergi meninggalkan pria itu
"Nick, Leon, aku harus melakukannya,
ini nasib kalian jadi jangan menyalahkan ku. Nick, kau sangat tangguh jika aku berhadapan dengan mu maka aku pasti mati, walau kita berteman tapi jalan kita beda " gumam pria itu menatap kepergian mobil yang membawa tubuh Nick dan Leon itu.
Tiba di suatu tempat mobil yang di bawa pembunuh itu berhenti
Mereka menyiram minyak tanah ke semua sisi mobil itu, setelah selesai menyiram mereka mundur ke belakang dan lalu mereka menghidupkan pemetik api dan lempar ke arah mobil tersebut, sehingga menyebabkan mobil itu terbakar dan kemudian meledak
Duar...duar...duar...duar
Bunyi ledakkan mobil tersebut sehingga menghancurkan jasad Nick dan Leon hingga tidak tersisa
Di sisi lain Willy gembira saat mendengar kabar kematian mereka berdua, karena keinginannya tercapai, dengan senang hati dia menikmati beberapa botol minuman keras di sebuah hotel
"Ini bagus! Jack Anderson, jika kau mengetahui kabar ini aku yakin kau pasti hancur, mereka adalah pengawal andalan mu dan sekarang mereka sudah hancur berkeping-keping, sayang sekali kau tidak melihatnya sendiri"gumam Willy yang setengah mabuk sambil menghabiskan minuman yang di botolnya.
Tok..tok..tok..
Bunyi ketukan pintu dari luar kamar Willy
"Siapa?" teriak Willy yang sedang mabuk, dengan berdiri dan berjalan terhuyung-huyung ke arah pintu, dan lalu membukanya
"Tuan Willy" sapa wanita cantik yang berdiri di luar pintu
Willy menatap ke arah wanita itu dari atas ke bawah
"Siapa dirimu? aku tidak mengenal mu?"tanya Willy yang berhadapan dengan wanita itu
"Aku datang untuk memuaskan mu."jawab wanita itu dengan menyentuh tubuh Willy
__ADS_1
"Memuaskan ku? kebetulan suasana hati ku sedang baik, maka kau buatlah aku tambah bahagia malam ini" jawab Willy yang menarik tangan wanita itu
Willy mendorong wanita itu ke kasur empuknya, dengan liar Willy pun mencium seluruh tubuh wanita itu.
"Yivone Shin, kau cantik sekali, malam itu dua bocah itu menganggu kita dan malam ini tidak ada yang akan menganggu kita"kata Willy yang salah mengenal orang
"Tuan, aku bukan Yivone Shin, nama ku Nancy" jawab wanita itu sambil membuka kemeja Willy
Willy yang sedang mabuk salah mengenal orang hingga membuatnya melakukan hubungan dengan wanita itu.
"Yivone, kau wangi sekali" kata Willy yang sedang menye*ubuhi wanita itu tanpa henti
"Nama ku Nancy, bukan Yivone, Tuan" jawab Nancy yang pasrah tubuhnya di kuasai habis oleh pria itu
Sesaat kemudian Willy berhenti sejenak dan menatap wanita itu yang berada di bawahnya
"Kau siapa? kau bukan Yivone Shin?"tanya willy yang baru menyadari jika dia salah mengenal orang
"Tuan, nama ku Nancy bukan Yivone Shin."jawab Nancy
"Sialan, wanita ini pasti utusan dia, kenapa aku bisa salah mengenal orang, dia sudah membangkit na*su ku, aku tidak bisa berhenti sekarang."batin Willy yang melanjutkan aksinya
Willy lalu melanjutkan hubungannya dengan wanita itu dengan wajah tidak senang
"Aneh aku sedang melakukan dengan wanita lain tapi kenapa wajah wanita itu yang muncul di pikiran ku, padahal wanita ini juga bisa memuaskan ku di ranjang." batin Willy dengan sambil melanjutkan aksinya tanpa henti
"Selagi aku masih hidup aku harus lebih banyak menikmati hidup ku, aku sudah berhasil membunuh si penembak jitu itu, selanjutnya Jack Anderson kau jadi sasaran ku kali ini, andaikan aku berhasil maka akan ku rebut wanita mu itu." gumam Willy yang sambil menghabiskan minuman yang di pegangannya
Keesokan harinya
Markas Wolf
Jack yang mendengar kabar kematian Nick dan Leon membuatnya terpukul, bagaimana tidak Nick adalah pegawal andalannya dan juga sahabatnya, sementara Leon sudah lama mengikuti Jack dan sangat setia selama ini.
Prak...
Bunyi hentakan meja yang di lakukan oleh Jack, karena merasa hancur akan kehilangan mereka
Jack tidak berhenti mengeluarkan air matanya dan terdiam tidak mengatakan apa pun, begitu juga dengan anggota lain yang berada di sana tidak berani bersuara dan merasa sedih atas kehilangan mereka
"Mereka sangat keterlaluan, tidak menyangka mereka membunuh semua anggota kita, bahkan setelah membunuhnya jasad Nick dan Leon juga hilang." kata Shane dengan mengeluarkan air mata
"Aku benar-benar ingin membunuh mereka untuk balas dendam, Nick dan Leon tidak seharusnya mendapat perlakuan seperti itu, itu tidak layak sama sekali." kata Licon dengan histeris
"Para pembunuh itu sudah mengikuti mereka ke rumah sakit, sehingga mereka bisa mengetahui keberadaan Nick dan Leon" Lanjut Sandro dengan berduka
__ADS_1
"Kenapa mereka bisa mengetahui kamar Nick dan Leon? padahal ini sudah di rahasiakan, para pembunuh itu datang sebelum anggota Wolf yang lainnya tiba." ujar Jack dengan kembali duduk di kursinya
"Ketua, bagaimana jika kita mencari jasad mereka?"tanya Sandro
"Cari? apa menurut mu kita bisa mendapatkannya?"tanya Jack dengan kesal
"Jack, kau harus bertahan jika kau tidak sabar kita tidak bisa membalas dendam, ini memang tidak wajar jika mereka harus berakhir seperti ini" lanjut Shane dengan khawatir melihat kondisi Jack
"Paman, Nick dan Leon adalah pengikut setia, kami sudah lama berjuang bersama, mereka sudah seperti saudara ku, jika aku melindungi mereka dengan baik maka pembunuh itu tidak akan ada kesempatan"ujar Jack dengan merasa sedih yang mendalam
"Aku mengerti maksud mu, aku juga sedih atas kejadian ini, mereka sangat setia tapi malah begini jadinya, andaikan kita tahu pelakunya harus di hukum mati" kata Shane dengan wajah lesu
"Ketua, apa rencana kita selanjutnya?"tanya Sandro
"Hanya bisa menunggu kemunculan mereka" jawab Jack dengan cuek dan ingin meninggalkan ruangan itu
"Ketua, ingin kemana?"tanya serentak Licon dan Sandro
"Aku ingin minum di Club."jawab Jack dengan melangkah pergi
"Aku akan menemani mu" jawab Sandro yang ikut meninggalkan ruangan itu dengan di temani Licon
Jack yang mengalami luka mendalam yang kehilangan dua sahabatnya sekaligus membuatnya menghabiskan beberapa botol minuman.
"Ketua, anda sudah terlalu banyak minum, jangan minum lagi" bujuk Licon dengan khawatir
"Benar Ketua, sekarang Wolf sangat membutuhkan mu, jika Ketua begini bila musuh mengetahuinya maka mereka pasti akan menyerang kita"lanjut Sandro yang duduk di samping Jack
"Kalian biarkan aku sendiri di sini, aku ingin bersendirian" kata Jack tanpa menoleh ke arah mereka
"Ketua, baiklah kami keluar jika ketua membutuhkan sesuatu kami tunggu di luar" jawab Licon yang melangkah keluar dari ruangan karaoke itu dan di ikuti oleh Sandro
Di saat di luar Sandro mendapat sebuah pesanan dari handphonenya. sesaat kemudian Sandro menyimpan kembali handphone ke saku bajunya
"Sandro, ada apa?" tanya Licon yang heran melihat reaksi Sandro yang aneh
"Tidak ada" jawab Sandro dengan singkat
Setelah minum beberapa botol Jack akhirnya mabuk tidak sadarkan diri, Sandro dan Licon masuk ke ruang karaoke itu dan mendapati jika ketuanya sudah tidak sadarkan diri
"Ketua" panggil Licon yang masuk mendekati Jack
Bruk...
"Aaargghhtt.."teriakan Licon yang di pukul oleh Sandro di bagian kepalanya sehingga pingsan tidak sadarkan diri
__ADS_1
Jack yang sudah mabuk di bawa pergi oleh Sandro dan di masukkan ke mobilnya. setelah itu Sandro mengendarai mobilnya dan meninggalkan Club tersebut