MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Anggota baru


__ADS_3

"Ini ide yang bagus, dengan begini caranya bisa lebih cepat mengambil nyawanya" jawab Roberto dengan yakin


"Baik Bos, akan saya atur orangnya" lanjut anggotanya dan lalu meninggalkan ruangan itu


Kediaman Anderson


"Jack, jangan menyuapku terus aku sudah kekenyangan."kata Yivone yang sedang makan bersama jack


"Ini yang ku inginkan membuat mu kekenyangan" jawab Jack dengan senyum mesranya sambil menyuapi makanan ke Yivone


"Sudah cukup!" kata Yivone sambil mengunyah makanan yang di suapi oleh Jack


Setelah makan siang Jack kembali ke ruang bacanya sambil fokus pada komputernya


Tidak lama kemudian nada panggilan masuk ke handphone milik Jack


"Hallo"sapa Jack yang menjawab panggilan tersebut


"Tuan" jawab orang yang di seberang sana


"David, bagaimana kondisi di sana?"


"Tuan, sini semua baik-baik saja"jawab David yang berada Swiss


"Baguslah kalau begitu" jawab Jack dengan sambil menatap komputer


"Tuan, kapan pulang ke swiss?" tanya David yang di seberang sana


"Urusan ku belum selesai di sini, mungkin masih lama" jawab Jack dengan bersandar ke kursinya


"Apa Tuan baik-baik saja di sana? aku ada mendengar semua kejadian di saat Tuan berada di sana dari Steven"


"Baik-baik saja, urus kasino dan club di saat aku belum kembali, jika ada yang buat onar hubungi Steven"kata Jack


"Baik Tuan saya mengerti" jawab David yang di seberang sana


Sesaat kemudian mereka memutuskan panggilannya


Klek..


"Jack, aku membawakan buah untuk mu" kata Yivone dengan berjalan ke arah Jack yang sedang duduk di kursinya


Yivone meletakkan buah yang di taroh di piringnya di depan Jack. Jack melihat mesra ke arah pujaannya itu


"Mari sini"kata Jack yang menarik Yivone duduk di kakinya


"Makan buahnya ini sangat manis"


"Aku akan memakannya setelah aku memakan mu" jawab Jack dengan senyum


"Apa kata mu?"tanya Yivone yang di pangkuan Jack


"Aku menginginkan mu"jawab Jack dengan mencium bibir Yivone dan memeluk erat pinggangnya

__ADS_1


Lalu Jack memasukkan tangannya ke dalam baju Yivone dan mulai menyentuh tubuhnya yang halus itu


"Jack, tanganmu"ujar Yivone yang kaget dengan sentuhan Jack


Jack mengabaikan kata Yivone dan menciumnya lagi dengan sambil menyentuh bagian dada Yivone


"Jack,apa yang kau lakukan" tanya yivone yang melepaskan ciumannya


"Aku menginginkanmu, dan aku tidak akan melepaskanmu sehingga aku berhasil mendapatkannya darimu" jawab Jack dengan senyum dan melanjutkan ciuman dan tangan nakalnya


"Ti-tidak semalam kau baru melakukannya" ujar Yivone yang mencoba untuk meronta


"Tapi aku masih menginginkannya sekarang, jangan menolak ku gadis ku, karena usaha mu hanya sia-sia karena kau ada di dalam pelukan ku" jawab Jack dengan melanjutkan keinginannya


Jack lalu mengendong Yivone dan menidurkannya di kasur yang di ruangan baca itu, Jack melepaskan semua pakaian dirinya dan juga pakaian yang membalut tubuh Yivone sehingga tanpa sehelai benang


Tanpa menunggu Jack langsung melakukan keinginannya tanpa berhenti, karena memang Jack sangat menyukai gadis itu oleh karena itu membuatnya tidak bisa menahan diri


"Kami belum menikah jika hamil aku harus bagaimana, dia sangat buas" batin Yivone dengan cemas


"Jack, bagaimana jika aku hamil?"tanya Yivone dengan cemas


"Tenang saja sayang kau tidak akan hamil" jawab Jack dengan menyetub*hi Yivone


Setelah Jack melakukannya berkali-kali, Yivone memintanya untuk menghentikan aksinya karena selama Jack melakukannya yivone sedang menahan rasa perih


"Jack, apa sudah bisa berhenti? aku takut jika aku hamil"kata Yivone


"Apa kau tidak ingin hamil anak ku?"tanya Jack dengan senyum dan sambil melakukan aksinya


"Tenang saja! itu tidak akan terjadi"jawab Jack dengan mencium bibir Yivone


"Tapi aku sudah lelah dan masih perih"kata Yivone dengan memejamkan matanya


Jack lalu menghentikan aksinya karena permintaan pujaannya itu, walau Jack sangat ingin melakukannya lagi akan tetapi dia tetap tidak tega melihat pujaan hatinya merasa kelelahan dan perih yang di rasakan oleh gadis itu


"Maafkan aku! karena tidak menahan diri aku jadi lupa kau masih merasa sakit, istirahatlah"kata Jack dengan mencium kening Yivone


"Aku tidak apa-apa"jawab Yivone


Jack lalu bangkit dari tubuhnya Yivone dan tidur sambil memeluk pujaan hatinya dengan menutup selimut tebal ke tubuh mereka yang tanpa sehelai benang.


Beberapa hari kemudian


Jack yang dalam perjalanan bersama Nick dan Leon menuju ke salah satu kasinonya dan di saat di jalan tiba-tiba saja leon menghentikan mobilnya..


Bruk...


"Apa dia gila ya tiba-tiba saja lari ke arah mobil" bentak Leon yang kesal melihat seseorang yang tiba-tiba di depan mobil di saat dia sedang menyetir


"Biarkan aku turun melihatnya" ujar Nick yang turun dari mobil dan menghampir orang itu tersebut


"Maaf tuan, aku tidak sengaja, ada yang mengejar ku di sana makanya aku lari sehingga menghadang mobil kalian" ucap pria asing itu yang luka di bagian tubuhnya akibat terkena pisau

__ADS_1


"Berdiri dan pergi dari sini"kata Nick


"Tuan, tolong bawa aku pergi dari sini, aku akan membalas budi kebaikkan Tuan, jika aku pergi maka aku pasti akan mati" pinta pria itu dengan bersujud pada Nick


"Siapa yang mengejar mu?"tanya Jack yang turun dari mobilnya dan menghampiri pria itu


Pria itu lalu berbalik dan bersujud pada Jack untuk memohon


"Tuan,aku berhutang pada mereka karena salah ku suka judi, oleh karena itu aku di kejar dan mereka ingin membunuh ku, karena aku tidak punya uang, aku mohon tuan biar kan aku menjadi pelayan mu beri aku pekerjaan agar aku bisa melunasi hutangku, aku mohon tuan" pinta pria itu dengan bersujud dengan menempelkan dahinya berkali-kali ke lantai itu


"Siapa nama mu?"tanya Jack dengan melihat ke arah pria itu


"Nama ku Bean, Tuan"jawab pria itu.


"Baik, jika kau ingin bekerja dengan ku, maka kedepannya kau akan ikut di sisi ku"jawab Jack


"Terima kasih Tuan"ucap pria itu dengan senang hati


"Nick, atur dia pekerjaan untuknya!"perintah Jack dengan kembali ke mobilnya


"Iya Ketua"jawab Nick dengan sopan.


Markas Wolf


"Bean, ke depannya kau adalah anggota Wolf, apa kau sudah tahu semua peraturan sini?"tanya Jack yang duduk di kursi besarnya


"Ketua, aku sudah mengetahui semuanya, Kakak Nick dan Kakak Leon sudah memberitahu ku"jawab Bean dengan senang hati


"Baiklah, kalau begitu lakukan tugas mu yang di atur mereka"jawab Jack dengan tegas


"Siap Ketua"jawab Bean dengan hormat


"Bean, mari ikut aku"ajak Licon


"Iya Kak"jawab Bean dengan patuh.


Licon lalu membawa Bean ke gudang penyimpanan senjata, tentu bagi Bean yang baru bergabung kebinggunan saat melihat semua senjata yang ada di sana


"Kak Licon, ini semua senjata Wolf?"tanya Bean dengan penasaran


"Benar, ini semua untuk menghancurkan musuh kita"jawab Licon


"Ambil ini, kau adalah bagian Wolf dan ini milikmu, ingat jangan sembarangan melepaskan tembakan, apa perlu aku mengajari mu?" kata Licon dengan menyerahkan senjatanya ke tangan Licon


"Tidak perlu Kak, aku akan mempelajarinya sendiri, selanjutnya apa yang harus ku lakukan?" jawab Bean sambil melihat senjata miliknya


"Jadi pengawal Ketua kami"jawab Licon dengan santai


"Baiklah, aku akan berusaha sebaik mungkin"jawab Bean dengan senang hati


"Bean" panggil Licon yang menodong senjata ke arah kepala Bean


"Kak ke-kenapa?"tanya Bean dengan terbata karena di ancam oleh Licon

__ADS_1


"Kenapa kau takut? aku bukannya membunuh mu, ini hanyalah sebuah percobaan saja, kau baru ku todong saja sudah takut, bagaimana ingin melindungi ketua kami?"kata Licon yang keluar dari gudang penyimpanan itu


"Sialan pria ini di saat telah tiba lihat saja nanti bagaimana aku membalasnya"batin Bean dengan kesal


__ADS_2