MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Wolf vs pembunuh bersenjata


__ADS_3

Para pembunuh yang berhadapan dengan Jack berjumlah 12 anggota, masing-masing dari mereka menodong senjata ke arah Jack


Nick keluar dari ruangan itu dan berdiri di sebelah kiri Jack dan di susuli Leon yang berdiri di sebelah kanan Jack


Mereka bertiga berhadapan dengan 12 pembunuh bersenjata api


"Apa kalian baik-baik saja?"tanya Jack yang berdiri di tengah mereka sambil menatap dingin ke arah pembunuh itu


"Tenang saja Ketua, kami masih bisa melayani mereka."jawab Nick dengan menodong senjata ke arah pembunuh itu


"Benar Ketua, kita akan bermain dengan mereka sampai puas."lanjut Leon dengan menodong senjata ke arah mereka


"Mereka ada 12 orang, dan kita hanya bertiga, apa kalian masih ingat di saat dulu kita berhadapan dengan jumlah yang lebih banyak dari ini? trik yang kita gunakan untuk membunuh mereka?"ujar Jack dengan suara pelan


"Ingat Ketua" jawab serentak Nick dan Leon


"Lepaskan tembakkan" teriakkan salah satu pembunuh itu


Dengan serentak mereka melepaskan tembakannya ke arah Jack dan kawan-kawannya


Dor...dor...dor...dor...dor..


Dengan sergap Jack dan kawannya berlari maju ke depan dan meluncurkan diri ke lantai sambil melepaskan tembakannya secara beruntun ke arah pembunuh itu


Dor...dor ..dor...dor.. dor


Puluhan tembakan di lepaskan mengenai di bagian tubuh para pembunuh itu


"Aaaarrgghhtt." teriakan serentak akibat terkena peluru di bagian tubuh mereka sehingga membuat mereka tumbang satu-persatu


Di sisi lain Shane Wilker di temani Sandro, Licon telah tiba di luar depan pintu rumah sakit dengan membawakan 200 anggota Wolf


Shane yang memimpin kumpulan ini dengan mengarahkan mereka:


"Dengar semuanya, lawan kita berkeliaran di dalam rumah sakit ini, kita tidak tahu berapa jumlah mereka oleh sebab itu kita harus mengepung tempat ini, keluarkan semua pasien dan orang yang tidak bersalah jangan melukai mereka.


kumpulan A kalian ke arah kiri, kumpulan B kalian ke arah kanan, kumpulan C ikut aku ke dalam, dan kumpulan D cari Ketua kita dan Yivone lindungi mereka.


"Siap Paman."jawab serentak para kumpulan, masing-masing kumpulan di bagi menjadi 50 anggota


"Aku mau melihat siapa lawan kita kali ini hm." gumam Shane dengan memegang senjata di tangannya dan berjalan masuk ke rumah sakit itu


sebagian anggota Wolf di tugaskan untuk mengeluarkan semua pasien dan orang-orang yang di rumah sakit itu, mereka semua pada berhamburan keluar dari tempat itu, di karenakan malam itu akan terjadi baku tembak yang tanpa henti oleh sebab itu pihak Wolf tidak ingin melukai sesiapa pun bagi yang tidak bersangkutan.


Di semua sisi rumah sakit itu dihadiri para pembunuh bayaran, dan terjadilah baku tembak di antara Wolf dan mereka


Di saat Shane berjalan di dalam rumah sakit itu dengan di temani 50 anggota mereka di hadang oleh beberapa pembunuh bersenjata yang berdiri di hadapan mereka


"Akhirnya kalian muncul" bentak Shane yang melihat lawannya yang sedang di hadapannya


Dor..dor..dor ..dor...dor...

__ADS_1


Bunyi tembakan beruntun di lakukan oleh pembunuh itu


"Ayo maju lagi, aku Shane Wilker tidak takut pada kalian." teriakan Shane dengan sambil menembak ke arah mereka semua, begitu juga dengan anggotanya


Dor...dor ..dor ..dor ..dor...


Bunyi tembakan yang di lepaskan oleh shane dan anggota lainnya. sehingga membuat para pembunuh tidak berkutik karena melawan 50 anggota Wolf, dan pada akhirnya mereka tewas semua


"Nick, Leon kalian sudah terluka carilah tempat untuk berlindung." kata Jack dengan mencari keberadaan lawannya


"Tidak Ketua, aku akan bermain bersama mu hingga tetes darah ku habis."jawab Nick


"Benar Ketua, kita adalah Wolf yang tidak takut mati."lanjut Leon


"Baiklah, kita hapus mereka semua"jawab Jack


"Hati-hati mereka ada di sana" kata Leon yang melihat para pembunuh yang menuju ke arah mereka.


"Serang." perintah Jack dengan maju bersama Nick dan Leon


Dor...dor...dor...dor...dor..dor...


Tembakan beruntun dari Jack dan dua kawannya, membuat para pembunuh itu tidak berkesempatan untuk membalas


Di sisi lain Yivone yang masih berada di kamar inap Jack. karena mendengar ada suara tembakan Yivone pun membuka matanya, di saat baru sadar Yivone melihat sekeliling kamarnya dan mendapati Jack tidak berada disamping


Sesaat ingin bangkit dari tidurnya Yivone merasakan sakit karena baru melakukan hubungan dengan Jack


"Aku baru mengingatnya kami melakukan itu, gawat sangat memalukan seluruh tubuhku sudah di lihatnya, kami juga melakukan selama berjam-jam, sakit sekali walau Jack melakukan dengan perlahan tapi sakitnya menusuk jantung." batin Yivone yang merasa malu dan menepuk kepalanya..


"Ternyata sangat menyakitkan jika melakukan itu, bagaimana jika ke depannya Jack menginginkannya lagi, bagaimana aku harus berhadapan dengannya, sangat memalukan."gumam Yivone dengan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya


Dor...dor...dor...dor...dor...


Bunyi tembakan yang dari luar kamar


"Ada suara tembakan, apakah Jack di serang lagi?" gumam Yivone dengan mengambil senjatanya yang di simpan di laci


Di saat Yivone ingin keluar dia mendapati jika pintu di kunci, sehingga membuat dirinya tidak bisa membukanya


"Kenapa tidak bisa buka? apa Jack mengunci ku." guman Yivone yang mencoba menarik pintu kamar tersebut


"Ayo coba cari wanita itu, bos mengatakan tangkap wanita itu untuk jadikan sandra." ucap dari orang yang di luar pintu sana


Ceklek..ceklek..ceklek..


Yivone yang mendapati ada pria asing yang ingin membuka pintu kamarnya dia pun mundur kebelakang dan menodong ke arah pintu untuk bersiap melepaskan tembakkannya


Dor..


Bunyi tembakkan ke gagang pintu, yang di lepaskan oleh pria yang di luar kamar

__ADS_1


Setelah gagang pintu di rusakkan maka pria yang di luar kamar itu masuk ke dalam kamar tersebut


Klek...


Dua pria yang bersenjata masuk ke kamar dan menoleh ke arah Yivone yang sudah mengarahkan senjatanya ke arah mereka


Dor...dor...dor...dor..


Empat tembakkan dari Yivone mengenai tubuh mereka


"Aaarrggtt.."teriak serentak dua pria itu


"Aku bunuh orang lagi, bagaimana dengan Jack apakah dia baik-baik saja?"gumam Yivone dengan khawatir


"Ah..bagaimana aku berjalan dengan kondisi seperti ini, sakit sekali ini pertama kali melakukannya sudah di hajar selama dua jam, memalukan jika bertemu dengan Jack nanti." gumam Yivone dengan berjalan keluar kamar secara perlahan


"Ketua" sapa serentak anggota Wolf yang menghampiri Ketua mereka


"Kalian sudah datang?"tanya Jack dengan menatap mereka


"Maaf Ketua, kami lalai dan terlambat."ucap anggota dengan menunduk


"Tidak apa-apa, apa kalian ada bertemu dengan pembunuh lain?"


"Ketua, ada. mereka sudah kami bunuh, banyak musuh kita di sini, anggota kita menjaga di semua sisi rumah sakit ini, jadi mereka tidak bisa melawan sama sekali."jawab anggota dengan panjang lebar


"Nick, Leon, kalian sudah terluka biar mereka mengantar kalian ke rumah sakit lainnya."


"Ketua, selagi belum berakhir kami tidak akan pergi"jawab serentak Nick dan Leon


"Mereka semua sudah tiba dan kondisi sekarang sudah tenang" ujar Jack dengan menatap Nick dan Leon


"Ketua, biar kami tinggal untuk menemani mu lagi."ucap serentak Nick dan Leon


"Baiklah, tapi setelah ini kalian harus segera ke rumah sakit"


"Baik Ketua"jawab serentak Nick dan Leon


Di sisi lain Shane Wilker yang masih berlawan dengan pembunuh bayaran itu


Dor..dor...dor


Bunyi tembakan dari Shane ke arah pembunuh itu, dan kemudian tewas di tangan Shane


"Sudah lama aku tidak mengunakan senjata, ini sudah 26 tahun lalu, walau aku sudah tua tapi tembakan ku tidak meleset" gumam Shane dengan melihat ke arah pembunuh yang tewas di tangannya itu


"Pak tua, walau kau sudah tua tapi kau masih lincah, apakah kau bisa menahan peluruku?" ancam seorang pembunuh yang menodongkan senjatanya dari belakang Shane


"Kelihatannya ini pertempuran terakhir ku." batin Shane yang di ancam dari belakang


Dor....

__ADS_1


__ADS_2