MAFIA BERDARAH DINGIN

MAFIA BERDARAH DINGIN
Penembakan sengit


__ADS_3

Setelah melepaskan semua pakaian Yivone sehingga menampakkan keseluruhan tubuhnya yang putih dan langsing itu, Jack lalu menindih tubuh pujaan hatinya


"Yivone, bertahanlah aku akan memulainya."ujar Jack yang berisik di telinga Yivone


Lalu Jack langsung melakukan hubungan bad*n dengan Yivone yang dalam kondisi kepanasan


Di saat Jack mulai melakukannya Yivone menjerit kesakitan karena ini adalah pertama kali baginya dan juga pertama kali bagi Jack.


"Aarrgghhtt..sakit sekali."teriakkan Yivone dengan memejamkan matanya sambil mengenggam erat ke dua lengan Jack


Jack yang mendengar teriakan pujaan hatinya merasa tidak tega dan berhenti sejenak


"Yivone, bersabarlah sebentar lagi akan berakhir, setelah itu efek obatnya juga akan hilang, aku harus melakukannya."kata Jack dengan mencium bibir Yivone dan melanjutkan aksinya dengan secara perlahan


Dan di saat Jack melanjutkan aksinya Yivone lagi-lagi merasakan kesakitan yang luar biasa sehingga mengeluarkan air mata tanpa berhenti


"Maaf sayang, aku mencintai mu dan aku harus melakukannya tanpa persetujuan mu, tubuh mu tidak akan bisa menahan efek obat ini, obat ini sangat kuat, oleh karena itu aku harus melanjutkan sehingga efek obat itu hilang dari tubuh mu."batin Jack dengan mencium bibir Yivone sambil melanjutkan aksinya dengan perlahan


"Jack, sakit sekali."jeritan Yivone dengan menahan rasa sakitnya


"Yivone, bertahanlah ini akan segera berakhir, setelah efek obat itu hilang maka kita akan berhenti."jawab Jack dengan meny*tubuhi Yivone tanpa henti serta menc*um lehernya


Di sisi lain Nick dan Leon terjadi baku tembak dengan pembunuh bayaran tersebut.


"Kalian hanya berdua apa bisa mengalahkan kami?"bentak salah satu pembunuh dari lima orang itu


"Ini bukan masalah jumlah tapi kecepatan tangan."bentak Nick dengan lincahnya melepaskan tembakkan beruntun ke arah mereka berlima begitu juga dengan Leon


Dor..dor...dor...dor...dor..


Bunyi tembakan ke dua belah pihak yang tanpa mengelak dan saling maju menembak ke arah lawan masing-masing


Karena jumlah lawan yang lebih banyak Leon dan Nick terkena tembakkan


"Aaggghhtt."teriakan Leon yang terkena peluru di bagian lengannya


"Sialan."keluhan Nick yang terkena peluru di bagian tangannya


"Aarrgghhtt."teriakkan lima pembunuh itu yang terkena peluru di seluruh tubuh mereka dan akhirnya tewas di tempat


Dengan kecepatan tangan dari Leon dan Nick mereka berhasil membunuh para pembunuh itu

__ADS_1


"Sangat melelahkan tapi sangat seru, apakah masih ada yang lain?"ujar Leon yang melihat ke arah pembunuh yang sudah bergeletak dan kemudian menatap ke arah Nick


"Malam ini akan jadi malam yang sangat sulit di lupakan, segera hubungi paman, perintahkan anggota Wolf untuk kemari karena malam ini kita akan bermain dengan mereka sampai pagi." kata Nick dengan mengikat tangannya yang luka itu


"Bukankah kau bilang tidak ada yang bisa di percayai?"tanya Leon dengan menatap Nick


"Paman Shane satu-satunya bisa kita harapkan, biar di utuskan anggota kemari, karena yang datang malam ini jumlahnya tidak sedikit."ujar Nick dengan kemudian mengikat luka Leon yang di lengannya


"Baiklah, akan ku menghubunginya langsung." jawab Leon dengan mengeluarkan handphone dari sakunya


Jack yang berusaha menyelamatkan Yivone belum mengakhiri aksinya itu, selama melakukan hubungan itu Yivone harus menahan sakit yang luar biasa dengan manarik kuat selimutnya


Jack lalu memegang tangan Yivone dengan mengengam kuat telapak tangannya tanpa melepaskannya dengan sambil mencium bibir gadis itu tanpa berhenti


"Jack, ini sangat menyakitkan." kata Yivone yang melepaskan ciumannya


"Bagaimana dengan tubuh mu apa masih panas?" tanya Jack dengan tidak tega dan berhenti sejenak


"Masih panas, kenapa belum hilang efeknya, sudah lama kita melakukannya"ujar Yivone yang kelelahan


"Yivone, efeknya sangat kuat oleh karena itu tidak begitu cepat, bertahanlah dan tatap mata ku." jawab Jack dengan sambil menatap mata Yivone


Yivone lalu membuka matanya dan menatap pria yang berada di atas tubuhnya


"Ssssttt.."jeritan Yivone dengan menahan sakit di saat Jack memulainya lagi


"Aku tahu kau menderita tapi ini akan cepat berlalu sayang, selama ini banyak wanita yang ingin menyerahkan diri pada ku tapi aku merasa jijik pada mereka semua, dan hanya diri mu ini yang ingin ku sentuh, malam ini aku telah mengambil makhota mu dan aku juga sudah menyerahkan diri ku pada mu ke depannya kita saling memiliki dan saling melengkapi selama hidup kita tidak akan berpisah." batin Jack dengan mencium Yivone tanpa henti


Jack yang selama ini tidak menyukai di sentuh oleh wanita mana pun karena bagi dirinya dia hanya akan berhubungan dengan wanita yang dia sukai.


Setelah melakukan selama dua jam Jack akhirnya berhenti dan menatap wajah gadis yang masih di bawahnya, Yivone yang menahan sakit selama berhubungan membuatnya kelelahan dan tidak bisa menahan sehingga tidak sadarkan diri


Jack mencium kening dan bibirnya Yivone dan kemudian melepaskan ciumannya


"Yivone, kau akan baik-baik saja besok, maaf sudah menyakiti mu."gumam Jack dengan menyentuh wajah Yivone yang di basahi oleh air matanya


Kemudian Jack pun bangkit dari tubuh Yivone dengan memakai pakaiannya, Jack mengenakan semua pakaian pada Yivone yang dia lepaskan tadi dan menutupi selimut tebalnya ke tubuh Yivone


"Tidurlah sayang, setelah besok semua akan baik-baik saja."ucap Jack dengan mencium kening Yivone


Jack lalu mengambil senjata yang dia simpan di bawah bantalnya, setelah itu dia pun keluar dari kamarnya untuk menyusul Nick dan Leon

__ADS_1


Di sisi lain para anggota Wolf dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, kali ini Shane Wilker dengan membawa senjata memimpin pertarungan ini


Baku tembak terjadi di rumah sakit berlangsung lama sehingga banyak kerusakan terjadi dan para pasien dan semua orang di sana tidak berani keluar menampakkan bayangan mereka


Pembunuh bayaran berdatangan tanpa berhenti, Nick dan Leon yang sudah cedera tetap bertahan untuk melawan puluhan pembunuh itu.


Dor..dor..dor...dor...


"Bunyi tembakkan beruntun dari puluhan pembunuh itu mengarah ke ruangan kosong rumah sakit itu


Nick dan Leon berlindung di ruangan itu. tembakan itu menghancurkan dinding ruangan tersebut


Mereka menyerang bersamaan maju ke arah persembunyian Nick dan Leon itu, dengan kondisi sudah cedera dan kalah jumlah Nick dan Leon hanya bisa berlindung di salah satu ruangan pasien yang kosong


"Ini benar-benar gila, apa kita mati begitu saja?"kata Leon dengan kesal


"Tidak akan! nyawa kita ada sembilan jadi tidak semudah itu." jawab Nick yang keluar menembak ke arah puluhan pembunuh itu dan di susul oleh Leon


Dor...dor...dor...dor


Bunyi tembakan dari dua belah pihak secara beruntun


Lima pembunuh tewas terkena tembakan Leon dan Nick, sementara tembakan dari puluhan pembunuh itu mengenai ke tubuh Nick dan Leon


"Haah."jeritan Leon dengan memegang pundaknya yang terkena peluru


"Dasar berengs*k."bentak Nick akibat terkena peluru di bagian perutnya


Di saat mereka ingin menyerbu ke ruangan tempat berlindung Nick dan Leon, langkah mereka di hentikan dari seseorang


"Hei..ingin membunuh teman ku? hadapi aku dulu."bentak Jack yang muncul dari belakang mereka


Mendengar suara panggilan dari belakang mereka pun menoleh ke arah suara itu berada dan kemudian mereka melepaskan tembakannya.


Dor..dor...dor...dor...dor...dor..dor...dor..


Puluhan tembakan di lakukan oleh Jack ke arah mereka


"Aaargghhtt.."teriakan serentak mereka yang di serang oleh peluru Jack, sehingga tewas tidak tersisa


Tidak lama kemudian muncul pembunuh dari sisi lain yang menodong senjata mereka ke arah Jack

__ADS_1


"Jack Anderson akhirnya kau menampakkan diri mu." sapa dari salah satu pembunuh yang sedang mengarahkan senjatanya ke arah Jack yang di hadapannya


"Kelihatannya nyawa ku sangat berharga, sehingga banyak tamu yang tidak di undang malam ini." balas Jack dengan menatap tajam ke arah para pembunuh yang berdiri di hadapannya


__ADS_2